MOJOK.COGojek yang mengalami penurunan pemasukan selama masa pandemi akhirnya melakukan efisiensi dengan mem-PHK ratusan karyawannya. 

Badai pandemi Covid-19 memang keparat minta ampun. Bukan hanya bikin banyak orang kehilangan hiburan, namun juga bikin banyak orang kehilangan pekerjaan.

Selama masa pandemi, banyak perusahaan, baik besar maupun kecil yang terpaksa memutus hubungan kerja (PHK) para karyawannya sebagai bagian dari efisiensi dan penghematan seiring dengan manurunnya omset secara drastis akibat covid-19.

Dari sekian banyak perusahaan, Gojek menjadi salah satu perusahaan yang pada akhirnya harus ikut mem-PHK karyawannya.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikirimkan ke email seluruh karyawannya, Gojek melalui Co-CEO-nya Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi mengumumkan telah mem-PHK tak kurang dari 430 karyawannya. Angka tersebut setara dengan 9 persen dari total seluruh karyawan Gojek di Indonesia.

“Kami telah melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan perusahaan supaya dapat terus tumbuh dan dapat memiliki dampak. Namun, kami sangat naif karena berpikir bahwa pertumbuhan akan terus terjadi. Kami tidak cukup mengantisipasi adanya penurunan yang tidak dapat dihindari, seperti pandemi yang terjadi saat ini,” terang Andre pada Selasa, 23 Juni 2020 lalu.

Melalui email yang sama pula, Gojek mengatakan akan memberikan pesangon kepada seluruh karyawan yang terkena PHK sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. Karyawan yang terdampak juga diperbolehkan untuk memiliki laptop yang didapat saat pertama kali masuk kerja sebagai bekal untuk berkarya atau mencari pekerjaan baru.

Baca juga:  Kata Siapa Kerja di Start Up itu Seru?

Tak hanya mem-PHK ratusan karyawannya, Gojek juga berencana akan menghentikan layanan GoLife yang terdiri dari GoMassage dan GoClean serta GoFood Festival. Dua layanan ini akan mulai berhenti beroperasi per tanggal 28 Juli 2020 mendatang.

Kedua layanan ini memang mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa bulan terakhir, utamanya di masa pandemi, mengingat keduanya merupakan layanan yang memerlukan interaksi jarak dekat.

Langkah efisiensi yang dilakukan oleh Gojek ini mengikuti langkah kompatriotnya Grab yang sudah lebih dulu mem-PHK besar-besar karyawannya pada pertengahan bulan kemarin. Grab mem-PHK setidaknya 360 karyawannya atau sekitar 5 persen dari seluruh karyawannya di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Agaknya benar apa kata tulisan yang terpampang di bokong truk langsiran Pantura itu: “Jaman saiki nggolek duit pancen angel banget, tuyul wae nganti sambat.” Jaman sekarang cari uang memang susah sekali, tuyul aja sampai ngeluh.

gojek