MOJOK.CO – Bulu hidung sering dianggap menganggu estetika wajah. Apalagi kalau wajah kita nggak ada estetis-estetisnya. Padahal manfaat bulu hidung ada lho.

Ada banyak sekali bulu-bulu yang tumbuh di tubuh kita. Dari yang gampang terlihat seperti rambut kepala, kumis, atau jenggot, sampai bulu-bulu yang tumbuh secara misterius—alias sembunyi-sembunyi seperti bulu ketek, jembut, sampai bulu hidung.

Nah, di antara ketiga bulu yang disebut terakhir itu, bulu hidung harus diakui merupakan bagian yang tidak tertutup karena bukan bagian dari aurat, tapi justru sering dianggap menganggu. Terutama kalau tumbuh lebat dan ngintip keluar dari bulu hidung. Mending kalau cuma satu atau dua helai, tapi kalau sudah satu batalyon yang ngintip, kok rasanya estetika wajah kita jadi rusak gitu.

Kalau udah begitu ada dua pilihan yang biasa kita ambil. Pertama memotong bulu hidung secara berkala, kedua mencabut bulu hidung—dengan harapan, proses pencabutan itu jadi pelajaran bulu-bulu hidung yang lain agar nggak main-main untuk nyelonong keluar dari lubang hidung.

Tapi jangan salah, jelek-jelek begitu, manfaat bulu hidung tetap saja ada. Kita memang sering meremehkan bulu-bulu yang dianggap mampu menganggu esetetika, padahal perannya bagi kesehatan tubuh kita nggak main-main lho. Ini dia beberapa fakta manfaat bulu hidung yang sebaiknya kamu tahu.

Nggak usah khawatir kalau bulu hidungmu makin lebat

Kamu merasa heran, ketika dulu masih semester-semester awal kuliah kamu merasa bulu hidungmu tidak selebat sekarang. Kalaupun ada yang nyelonong keluar cuma satu atau dua helai, tapi belakangan kamu merasa kalau rombongan bulu hidungmu makin lancang keluar. Bahkan kadang ikut berkamuflase jadi kumis.

Yap, jangan khawatir. Itu normal. Yang nggak normal itu kekhawatiranmu itu. Bulu hidung akan semakin lebat dan tumbuh semakin cepat seiring usia yang bertambah. Nggak usah buru-buru merasa kamu sedang dikudeta oleh bulu hidungmu sendiri.

Cukup potong saja beberapa bulu yang keluar. Selebihnya ya cuekin saja. Nggak mungkin juga kalau kamu jadi mati sesak napas hanya gara-gara lubang hidungmu ketutupan bulu yang kelewat lebat. Toh, kalaupun itu kejadian beneran, kamu juga bakal masuk berita. Karena jadi manusia yang pertama kali mengalami itu. Lumayan kan, bisa terkenal dan masuk buku rekor.

Bulu hidung adalah saringan alami

Bulu yang tumbuh di lubang hidung merupakan saringan alami yang mampu menjebak berbagai kotoran udara. Meski bentuknya nggak begitu menarik, bulu hidung merupakan “Tameng Captain America” bagi partikel-pertikel yang ingin memasuki rongga pernapasanmu. Dengan manfaat bulu hidung yang seperti ini, maka ada baiknya kamu jangan suka meremehkannya.

Jangan keseringan mencabut bulu hidung

Kadang rasa gemas tak tertahankan ketika menyaksikan bagaimana lancangnya sehelai atau dua helai bulu hidung keluar tanpa malu-malu. Namun, tahukan kamu kalau memotong bulu hidung lebih direkomendasikan ketimbang mencabutnya?

Bukan apa-apa, mencabut bulu hidung berisiko bikin lubang hidungmu berdarah. Padahal di saat yang bersamaan, lubang  hidung merupakan tempat yang tumbuh berbagai macam bakteri. Terutama dari benda-benda asing yang terperangkap di sana.

Kalau selama ini, kamu merasa baik-baik saja mencabut bulu hidung, ya ada baiknya kebiasaan ini dikurangi. Tak ada salahnya mengganti kebiasaan ini dengan memotong bulu hidung. Tak perlu khawatir kalau bulunya jadi semakin tebal. Toh, kamu juga bisa memotongnya lagi kok.

Menjaga suhu

Manfaat bulu hidung yang lain adalah untuk menjaga kelembapan di dalam lubang hidung. Dengan kelembapan alami yang didapat dari bulu hidung, udara yang masuk menyediakan panas yang pas. Hal ini sangat berguna untuk laring dan paru-parumu.

Tempat nongkrong buat upil

Coba situ bayangin kalau bulu hidung tak pernah tercipta di dunia ini, apa kamu nggak jijik saat sedang bernapas tiba-tiba keluar upil dari lubang hidungmu tanpa permisi? Nah, bulu hidung berguna untuk mencegat upil yang akan keluar. Dengan adanya bulu hidung, upil bisa sejenak tertahan dan nggak nyelonong begitu saja di hadapanmu.



Loading...



No more articles