Pertanyaan-pertanyaan Konyol yang Mewakili Kerecehan Hidup Kita

Pertanyaan konyol receh

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui pertanyaan konyol apa yang pernah ditanyakan kepada mereka selama ini.

Selain terkenal ramah, suka menonton keributan yang terjadi di antara elit politik, dan suka mencintai orang yang tidak bisa dimiliki, orang-orang Indonesia ini terkenal juga sangat humoris. Saking humorisnya, mereka sering sekali terpikirkan pertanyaan-pertanyaan konyol yang tentu saja orang Amerika atau Kepulauan Solomon tidak pernah memikirkannya.

Sifat humoris orang Indonesia ini adalah tanda bahwa kita (hah kita??) adalah bangsa yang mudah sekali dibahagiakan (juga di saat yang bersamaan dikesalkan) dengan kekonyolan dan kerecehan yang datang dari diri kita sendiri.

Untuk membuktikan hal ini, Mojok Institute melakukan sensus kepada Jamaah Mojokiyah di seluruh alam sosial media untuk mengetahui pertanyaan konyol apa aja sih yang pernah ditanyakan kepada mereka?

Hasil Sensus

Lagi apa?

Pertanyaan konyol yang ada di urutan pertama sebagai pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah pertanyaan “Lagi apa?”.

Pertanyaan ini menjadi konyol karena dilontarkan untuk menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah jelas sedang dilakukan seperti berikut ini:

*Di tempat makan*

A: Kamu lagi makan yhaa?

B: Ngaa, lagi mau demo…

HADEEH, EMANGNYA NGGAK KELIATAN APA?? *emosi*

Pertanyaan “Lagi apa” juga menjadi pertanyaan konyol juga ketika dilontarkan saat PDKT. Biasanya ada dua skema yang terjadi. Pertama, ketika si gebetan menyambut umpan (?) seperti berikut ini

*Waktu chat di WA*

A: Lagi apa?

B: Aku lagi memikirkan alasan kenapa di alam semesta yang luas ini yang ada penghuninya cuman bumi aja. Kok ya kaya sia-sia gitu. Terus mikirin juga tujuan penciptaan manusia di bumi ini apa ya? Eh sama tadi tiba-tiba kepikiran kenapa kalau beli nasi padang dibungkus bakal dapet porsi lebih banyak dibanding kalau makan di tempat? Kalau kamu lagi apa?

*Memikirkan banyak jawaban agar menemukan topik chat yang bagus sehingga bisa terus menerus ngobrol dengan si doi*

Skema kedua adalah ketika si gebetan tidak senang mengetahui fakta bahwa dia digebet oleh orang yang tidak dia sukai.

A: Halo, lagi apa? 🙂

B: *Dibaca doang, nggak dibalas*

Kamu kapan….?

Pertanyaan konyol kedua yang sering ditanyakan adalah pertanyaan kapan seperti Kapan nikah? Kapan lulus? Kapan nyusul? dan kapan-kapan lainnya.

Pertanyaan ini menjadi konyol karena menanyakan sesuatu yang belum terjadi, alias sesuatu yang hanya Tuhan saja yang tahu.

Pertanyaan kapan ini sebenarnya sedikit meyakinkan kami bahwa budaya literasi bangsa Indonesia ini memang sedikit tertinggal. Seharusnya jika orang Indonesia lebih suka membaca, pertanyaan yang muncul pasti akan lebih berbobot seperti menanyakan:

“Kapan era kapitalisme global akan runtuh?”

“Kapan ramalan Samuel Huntington tentang akhir dari peradaban akan mulai terjadi?”

“Kapan diskursus yang berkembang di publik berhenti membahas kebodohan para elit politik dan mulai membahas pentingnya penegakan HAM dan penghapusan kebijakan yang mendiskriminasi kelompok marginal?”

Tapi dipikir-pikir buat apa juga rajin membaca, budaya literasi yang tinggi, dan punya pertanyaan yang ndakik-ndakik kalau Mbaknya tetap nggak suka aq :'(

Emang bener ya kalau….?

Pertanyaan konyol ketiga yang sering ditanyakan adalah pertanyaan tebak-tebakan yang tidak ada jawabannya seperti ini:

“Biru muda sama biru tua selisihnya berapa taun?”
Kenapa ultramen bisa terbang padahal gak bersayap?”
“Kakek Sugiono tuh siapanya Christian Sugiono?”
“Pengagum senja tuh ga pernah sembahyang maghrib ya? sore-sore kok masih di luar, nggak takut digondol kolong wewe ya?”
“Apa benar menabur ular disekitar garam dapat mengusir rumah?”
“Bahasa Inggrisnya kedutan itu embassy kan ya?”
“Kira-kira minyak kayu putih, putihnya udah dari lahir apa perawatan?”
“Apakah jika pop mie diseduh dengan air dingin akan jadi pop ice?”

Kamu pasti…?

Pertanyaan konyol keempat adalah pertanyaan “Kamu pasti (masukan stereotipe) ya?” Contoh pertanyaan konyol dengan template ini adalah:

“Oooh kamu anak sastra jawa, kamu pasti hafal primbon kan, ya?”

“Ohhh kamu anak elektro, kamu pasti bisa ngakalin tagihan listrik jadi sedikit kan, ya?”

“Ohhh kamu anak kimia, kamu pasti bisa bikin narkoba kan, ya?”

“Ohhh kamu anak perikanan, kamu pasti temenan sama Aquaman kan, ya?”

“Ohhh kamu anak HI, sudah lulus pasti jadi bunderan kan, ya?”

Kamu mau nggak balikan sama aku?

Terakhir, ini adalah pertanyaan konyol yang hanya dilontarkan oleh orang konyol yang tidak perlu dijelaskan pun, kita sudah mengerti jawabannya…

***

Seperti biasa, ini adalah jawaban terbaik yang berhak mendapatkan hadiah versi Mojok Institute
Jawaban terbaik
 “Kapan nikah?” Menurut aku sih konyol banget, aku kan bukan asistennya tuhan, mana ku tau.
marga.satwaBiasanya sih pertanyaan tebak2an dari mojok..ora mung konyol,tur nggarai nesu?
andhini.rrWaktu SMA, “Kalo dilihat-lihat dari mukanya, adek ini anak IPS ya?”. Memangnya mukaku ada reliefnya ya? Ato mukaku ini menggambarkan masalah2 sosial gitu?

Untung orang Indonesia selain humoris juga punya banyak waktu luang untuk jawab pertanyaan. Makanya, sekonyol apapun pertanyaannya pasti akantetap dijawab kecuali kalau… Orangnya nggak suka sama kamu wqwq. Mamam.

Exit mobile version