Dalam koalisi keummatan, koalisi 212, koalisi Prabowo, koalisi “Partai Allah”, atau apapun nama koalisinya —yang kita tahu siapa saja anggotanya—, ada satu partai yang tidak terlalu dianggap, ia ada namun tak terlalu diperhitungkan keberadaannya, siapa lagi kalau bukan Partai Bulan Bintang a.k.a. PBB.

Selama ini, orang hampir selalu menganggap bahwa Partai Koalisi Prabowo hanya sebatas Gerindra, PKS, dan PAN. Bahkan sampai muncul istilah “Trio Partai Allah”.

Tidak diperhitungkannya PBB dalam koalisi ternyata diperjelas oleh pernyataan Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara Ijtimak Ulama yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Jumat 27 Juli 2018 lalu.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut sudah terbentuknya koalisi riil antara Gerindra, PKS, dan PAN. Tanpa PBB, ya, tanpa PBB.

“Saya katakan di sini walaupun tidak nyata, sebenarnya koalisi Gerindra, PKS, dan PAN sudah de facto berjalan,” ujar Prabowo.

Dalam kelanjutan pidato sambutannya, Prabowo mengatakan sudah berkomunikasi dengan para petinggi Partai Koalisi, kecuali PBB.

“Walaupun kadang-kadang susah, capek juga ketemu orang PKS sama PAN, karena semua orang pinter. Jadi setiap langkah saya, saya pasti ajak Ustaz Salim (Salim Segaf Aljufrie, Ketua Majelis Syuro PKS), Presiden PKS (Sohibul Iman), konsultasi ke Pak Zul (Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN) dan Pak Amien Rais (Ketua Dewan kehormatan PAN),” kata Prabowo. “Maaf, Pak Yusril, bukan kita tidak mengajak Pak Yusril. Pada saat kalau kita cari, Pak Yusril sering ada di luar negeri,” tambahnya.

Yusril Ihza Mahendra yang juga datang di acara Ijtimak Ulama pun berkomentar soal pidato sambutan Prabowo.

“Ya, memang selama ini pertemuan dikatakan Pak Prabowo antara Gerindra, PAN, dan PKS. PBB memang nggak pernah diajak,” kata Yusril. “Kemarin saya pergi ke luar negeri empat hari karena mertua saya meninggal. Tapi saya setiap hari di sini.”

Kendati begitu, Yusril mengaku tidak masalah jika memang partainya tidak diajak untuk berkomunikasi soal pembentukan koalisi, sebab selama ini partainya fokus untuk Pileg, bukan untuk Pilpres.

“Terserahlah, ya. Kita diajak, ya kita ikut, kalau nggak diajak, nggak papa, biar PBB fokus pileg untuk kembali punya fraksi di DPR. Kalau perlu, jadi oposisi pemerintahan akan datang. Jadi PBB nggak terlalu kejar target duduk di pemerintahan. Yang penting eksis kembali,” jelas Yusril.

Wah,berani betul ini Koalisi Keummatan. Berani-beraninya tidak mengajak PBB berkomunikasi soal koalisi. Padahal, kecil-kecil begitu, PBB adalah anggota koalisi 212 yang punya identitas paling Islami. Dari mulai warna khas partainya, sampai logo partainya. Kok bisa-bisanya tidak diajak ngobrol oleh koalisi yang selama ini kerap menggunakan identitas ummat Islam.

Bah, kalau begini, jadi ingat apa kata Bung Valentino “Jebret” Simanjuntak: Tegaaaaaaaaaa, tegaaaaaaaa, tegaaaaaaaaaa. (A/M)

prabowo yusril