MOJOK.COPartai Demokrat versi KLB tidak diakui oleh Pemerintah. Jalan bagi Moeldoko kian tertutup. Namun, harapan tak surut, Demokrat kubu AHY siap “menampung” Moeldoko.

Jalan bagi Moeldoko melalui Partai Demokrat versi KLB untuk bisa memanaskan lantai dansa dalam percaturan politik Indonesia tampaknya semakin sempit saja. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menyatakan menolak mengakui dan mengesahkan kepengurusan Demokrat versi KLB.

Kemenkumham menyatakan bahwa Partai Demokrat yang diakui secara resmi oleh pemerintah saat ini adalah Partai Demokrat hasil Kongres 2020 di mana Agus Harimurti Yudhoyono adalah ketua umumnya.

“Kami gunakan rujukan AD/ART yang terdaftar disahkan di Kumham tahun 2020 lalu. Jika pihak KLB merasa AD/ART tak sesuai Undang-undang Parpol silakan digugat ke pengadilan sesuai ketentuan hukum berlaku,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 30 Maret 2021 lalu.

Namun jangan salah, namanya juga politik, jalan sesempit apa pun, dia bisa diperlebar, asal mau saja.

Nah, dalam kasus Moeldoko, potensi untuk memperlebar jalan tersebut sebenarnya terbuka. Partai Demokrat kubu AHY, yang mana adalah Demokrat yang resmi, menyatakan siap islah dengan Moeldoko dan bersedia membantu karier politik Moeldoko.

Hal tersebut dinyatakan oleh Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. Kamhar menyatakan partainya siap memfasilitasi Moeldoko jika ia ingin maju di Pilkada DKI Jakarta mendatang. Syaratnya sepele, Moeldoko harus bersedia meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Partai Demokrat, utamanya tentu saja kepada SBY dan AHY.

Baca juga:  Roy Suryo Diberi Waktu 7 Hari oleh Partai Demokrat untuk Selesaikan Masalah Aset Negara

“Jika Moeldoko bersungguh-sungguh berkeinginan maju pada Pilgub DKI, karena Pilgub adalah kewenangan Majelis Tinggi Partai maka sudah sepatutnya Moeldoko memperbaiki hubungan dan memohon restu Ketua Majelis Tinggi Partai, Pak SBY,” kata Kamhar seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pernyataan Kamhar tersebut ditegaskan lagi oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Melalui akun Twitternya, Rachland menyatakan partainya siap menerima Moeldoko.

“Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono. Ketua Bapilu Andi Arief akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome!” Tulis Rachland.

Rachland menyatakan bahwa islah antara Moeldoko dengan Partai Demokrat bukanlah hal yang mustahil selama Moeldoko mau mengakui kesalahan dan berjanji untuk memperbaiki diri.

“Satu-satunya jalan untuk memperbaiki kehormatannya sendiri adalah dengan mengakui kesalahan, merangkul kembali etika keperwiraan prajurit TNI yang sempat ia buang, demi ambisi berkuasa yang menghalalkan semua cara,” kata Rachland.

Ah, licin, penuh kelokan, sliding sana, rangkul sini. Drama politik memang benar-benar seru.

Jadi gimana nih, Pak Moel? Islah nggak nih? Ditawarin tuh?

BACA JUGA Membayangkan Rekonsiliasi Kultural Moeldoko-AHY sebagai Sesama Jebolan Akmil dan artikel KILAS lainnya.