MOJOK.CODulu, di beberapa gerai ATM, masih banyak ATM yang menyediakan pecahan 20 ribuan. Tapi kini, jumlahnya semakin berkurang. 

Bayangkan, Anda seorang mahasiswa yang hidup di masa-masa penentuan, masa-masa penghabisan, masa-masa akhir bulan. Sisa kiriman uang dari orangtua Anda sudah habis terpakai. Hal tersebut bikin Anda khawatir, sebab masih ada tiga hari tersisa sebelum kiriman bulan depan dari orangtua Anda datang.

Anda kemudian teringat dengan kiriman uang senilai 40 ribu dari kawan Anda sebagai honor membikin poster acara kampus. Anda lantas iseng mengecek berapa sisa saldo uang Anda melalui SMS banking. Dari sana, Anda tahu bahwa ada uang 95 ribu di akun rekening Anda.

Harapan timbul sejenak, hingga kemudian Anda menyadari, bahwa bank yang Anda pakai punya aturan saldo minimal 50 ribu tersisa yang membuat Anda mustahil untuk mengambil setidaknya 50 ribu di ATM. Harapan yang sudah sempat timbul itu padam kembali.

Namun dasar hidup, Anda kemudian teringat dengan cerita kawan Anda yang pernah mengambil uang pecahan 20 ribuan di ATM. Anda pun kemudian langsung meluncur ke ATM yang dimaksud, dan ternyata benar, Anda bisa mengambil uang pecahan 20 ribuan di sana. Anda pun mengambil 40 ribu dan bisa melanjutkan hidup setidaknya tiga hari ke depan. Yah, walau tentu saja dengan standar hidup yang agak memprihatinkan.

Baca juga:  Prediksi 2030 Indonesia “Bubar” ala Prabowo vs Prediksi 2030 Indonesia Maju ala Sandiaga

Kisah-kisah semacam itu tentu saja banyak terjadi utamanya di kalangan mahasiswa-mahasiswa melarat di berbagai daerah, tak terkecuali di Jogja.

Karena itu pulalah, di kampus-kampus tertentu, beberapa Bank berbaik hati dengan memberikan layanan ATM pecahan 20 ribuan.

Di sekitar kampus UGM, gerai ATM yang cukup legendaris karena menyediakan pecahan uang 20 ribuan adalah ATM Mandiri dan ATM BNI di Jl. Persatuan dekat perempatan Mirota Kampus. Dua gerai ATM tersebut menjadi andalan bagi banyak mahasiswa yang saldo rekeningnya sekadar cukup untuk diambil 20 ribu atau 40 ribu saja.

Seakan tahu bahwa banyak mahasiswa kismin yang mengambil uang di sana, gerai ATM ini pun tidak ada tukang parkirnya. Jadi pengambil duit tak perlu menyisihkan uang dua ribu untuk bayar parkir.

“Terpujilah kedua ATM ini karena bisa menyelamatkan mahasiswa di akhir bulan dengan menyediakan mesin penarikan Rp 20.000,” tulis akun @txtdariiugm.

Namun tampaknya, ATM dengan penarikan nominal 20 ribu yang menjadi langganan bagi anak-anak UGM dan kampus-kampus lain di sekitarnya ini tampaknya sedang menuju masa senjakala.

Beberapa Bank diketahui memang sudah mulai menghilangkan ATM pecahan 20 ribu. Tak terkecuali ATM pecahan 20 ribu yang ada di sekitar kampus.

Di kolom reply twit @txtdariiugm, banyak yang mengaku bahwa mereka sudah tak bisa lagi mengambil uang pecahan 20 ribuan karena memang ATM 20 ribuan sudah mulai ditarik oleh pihak bank dan diganti dengan pecahan 50 ribu atau 100 ribu.

Baca juga:  Demi Membantu Program Sandiaga Uno, Seorang Lelaki Terbitkan “Tempe” Setipis Kartu ATM

“Udah ga ada:( pas itu kesini trs dikasih tau satpamnya klo yg pecahan 20rb udh ditarik,” tulis akun @mrpappermint.

“Seriusan desember akhir sebelum gw balik Purwokerto di BNI udah ga ada 20 ribuan lagi,” tulis pemilik akun @8thplaylist.

“Seminggu yg lalu ke sana, sekarang yg 20.000 di BNI UGM dah ga ada nder,” kata @ciptaspradina_.

Ah, dunia berputar begitu cepat. Perputaran uang pun begitu cepat. Perlahan, 20 ribu akan tergilas oleh 50 ribu. Sama seperti uang parkir yang tadinya seribu rupiah akhirnya tergilas oleh dua ribu rupiah seiring dengan munculnya uang pecahan dua ribuan.

Kini, satu-satunya harapan yang tersisa dari para pemilik Saldo 70 ribu untuk bisa diambil 20 ribu adalah dengan meminta kawan mengirim 30 ribu agar genap 100 ribu dan bisa diambil 50 ribu. Nanti yang 30 ribu diganti tunai.

Sekali lagi, dunia berputar cepat. Siapa yang tak cerdik dan cermat, pasti bakal disikat.

BACA JUGA Kasus Covid-19 Sudah Tembus 1 Juta, Epidemiolog Desak Pemerintah Lockdown Total Pulau Jawa dan artikel KILAS lainnya.