MOJOK.COKasus Covid-19 di Indonesia sudah tembus 1 juta. Pemerintah didesak untuk melakukan hal-hal yang lebih konkret.

Angka keramat itu akhirnya tercapai juga. Indonesia resmi mencatatkan jumlah kasus Covid-19 di atas 1 juta kasus. Tambahan 13.094 kasus positif Covid-19 pada Selasa, 26 Januari 2021 lalu membuat total kasus positif Covid-19 di Indonesia tembus 1.012.350 orang.

Angka keramat 1 juta itu tentu saja bukan satu-satunya kemalangan. Masih ada sederet kemalangan lainnya seperti positivity rate yang mencapai hampir 30 persen, masih lambatnya proses vaksinasi, makin berkurangnya jumlah perawat, sampai yang paling parah, ketersediaan ruangan rumah sakit untuk pasien Covid-19 yang semakin menipis.

Dalam kondisi yang kritis tersebut, pemerintah didesak oleh banyak pihak untuk bisa berbuat hal yang lebih serius dan benar-benar konkret ketimbang yang sudah-sudah.

Salah satu desakan yang cukup santer terdengar adalah desakan untuk me-lockdown total Pulau Jawa sebagai episentrum terbesar penyebaran Covid-19 di Indonesia. Desakan tersebut diungkapkan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

“Memang seharusnya untuk Pulau Jawa itu lockdown. Karena situasi berdasarkan indikator epidemiologis sudah mendukung itu, karena episentrum kasus Covid-19 ya di pulau Jawa,” terang Dicky seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Dicky menyatakan bahwa tembusnya kasus Covid-19 di angka 1 juta seharusnya menjadi alarm yang sangat serius bagi pemerintah. 

Seperti diketahui, selama ini, Pemerintah memang masih terkesan setengah-setengah dalam membatasi pergerakan warganya. Pemerintah tampak sekali masih berkompromi dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Belum ada sanksi “serius” bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. 

Dicky pun lantas memberikan contoh beberapa negara yang sukses mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan lockdown total, salah satunya adalah Selandia Baru, negara tetangga yang memang menjadi salah satu negara dengan kasus Covid-19 paling sedikit di dunia karena kebijakan-kebijakan ketat dari pemerintah termasuk lockdown.

Dicky mengatakan bahwa sudah saatnya bagi pemerintah menerapkan lockdown total yang benar-benar total, tanpa ada pengecualian dan toleransi.

“PSBB berdasarkan regulasi ya lockdown, berhentinya semua aktivitas sosial-ekonomi. Jadi tidak ada PSBB dengan pengecualian sektor masih buka, itu bukan PSBB namanya,” ujarnya.

Tentu saja desakan untuk me-lockdown Pulau Jawa ini terlihat sangat utopis, terlebih jika melihat gelagat pemerintah yang belum atau mungkin malah memang tidak mau bersiap untuk menanggung kebutuhan logistik masyarakat kalau Jawa benar-benar di-lockdown total. Tapi siapa tahu, dengan terus bertambahnya jumlah kasus, pemerintah bisa berubah pikiran dan melakukan apa yang seharusnya sudah sejak lama mereka lakukan itu.

Siapa tahu, ya kan? Siapa tahu.

BACA JUGA Benar Apa Kata Jokowi, Indonesia Memang Layak Bersyukur dan artikel KILAS lainnya. 

Baca juga:  Memburu Hantu Komunisme dengan Semangat Indonesiawi