Pernyataan kontroversial Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman yang menyebut mudik tahun ini seperti neraka ternyata berbuntut panjang. Bukan hanya menuai kecaman dari banyak pihak, utamanya para pendukung Jokowi garis keras, Habiburokhman juga dilaporkan ke polisi atas pernyataannya tersebut.

Namanya Danick Danoko, ia adalah seorang mahasiswa yang berani (atau lebih tepatnya kurang kerjaan) melaporkan Habiburokhman ke Polda Metro Jaya.

Danick Danoko melaporkan Habiburokhman pada Rabu 20 Juni 2018. Laporannya resmi terdaftar dengan nomor laporan TBL/3266/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Danick menilai pernyataan Habiburokhman soal kemacetan di Pelabuhan Merak tidak sesuai dengan fakta.

“Saya H-2 itu melakukan perjalanan dari rumah ke Merak, Banten, untuk nganter rekan, nganterin teman saya. Dalam perjalanan itu tidak menemukan ada kemacetan seperti yang dibilang oleh Pak Habiburokhman ini,” kata Danick. “Nggak ada macet yang berlebihan, paling cuma antrean keluar exit tol atau nunggu kapal,” lanjutnya.

Danick Danoko menganggap bahwa pernyataan Habiburokhman sudah layak masuk ujaran kebencian bermuatan permusuhan dan SARA dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Seperti diketahui, pada 13 Juni 2018, Habiburokhman mengatakan bahwa mudik tahun ini seperti neraka.

“Mobil saya nyangkut dari habis sahur sampai jam 12.30 siang baru naik kapal gitu loh, itu lancar apanya. Itu namanya ‘neraka’ mudiklah gitu,” ujarnya.

Pernyataannya tersebut diangap sangat lucu, sebab belakangan diketahui bahwa ternyata dirinya mudik naik pesawat. Dan yang diklaim terjebak macet tersebut ternyata adalah sopirnya.

Pernyataan lucu terkait transportasi ini bukan yang pertama bagi Habiburokhman. Sebelumnya, dirinya juga pernah menyalahkan penggagas simpang susun Semanggi hanya karena dirinya nyasar saat melewatinya.

“Gara2 naik jembatan semanggi malah salah arah, mau ke Menteng jadi ke arah Senayan, ini siapa sich penggagasnya?” tulis Habiburokhman melalui akun Twitternya.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Habiburokhman, namun yang jelas, pernyataan-pernyataan lucunya tersebut cukup menjadi hiburan segar bagi segenap masyarakat di tengah iklim politik yang kaku dan menyebalkan seperti sekarang ini.

Setiap partai memang seharusnya punya banyak kader dengan keahlian di banyak bidang. Nah, khusus untuk bidang stand up comedy, Gerindra sungguh beruntung karena selain punya Fadli Zon, mereka juga punya Habiburokhman.

habiburokhman