MOJOK.COMedia sosial ramai membahas hak cewek untuk menentukan baju mereka sendiri tanpa izin ke pacar, jangan dilarang! Ah, tapi nggak gitu juga.

Banyak yang setuju dengan pernyataan Mbak Nadin Amizah di Instastory blio yang bilang bahwa cowok nggak perlu mengatur cara berpakaian cewek. Kadang cowok berkilah dengan bilang sikap posesifnya itu bentuk kepedulian buat melindungi cewek dari “marabahaya”. Secara praktis izin ke pacar mau pake baju apa memang nggak penting. Polisi bukan, penegak hukum juga bukan, kok pake ngatur-ngatur cara berpakaian. Pun kalau pacar Anda sekalian itu seorang presiden, ngapain mencampuri hak individu dengan aturan pake baju.

Otomatis banyak netizen yang setuju. Cewek-cewek katanya udah pinter melindungi diri sendiri, mendingan cowok-cowok aja yang melindungi pikirannya saat lihat cewek pakai baju terbuka

Ah tapi, nggak juga….

Cewek tetap perlu izin ke cowok mau pakai baju apa. Indonesia ini kan negeri yang menjunjung unggah-ungguh. Mau absen dari kelas, pakai surat izin, kalau nggak gitu dianggap bolos. Mau nggak ngantor, harus ada izin cuti atau izin sakit dengan surat dokter, kalau nggak itu bisa kena SP. Bahkan tamu lebih 24 jam berkunjung juga harus izin pak RT, kalau nggak gitu bisa kena grebek.

Maaf banget Mbak Nadin dan bala-bala, izin ke pacar adalah bagian dari landasan moral berpacaran, walaupun sebagian orang kita menganggap pacaran saja sudah nggak bermoral. Yang penting antimoral moral club. 

Pakai baju di momen-momen khusus

Momen khusus yang dimaksud misalnya saat mau renang. Cewek perlu banget izin ke pacar berkaitan dengan baju renangnya. Jelas, cowok-cowok ini aslinya peduli. Soalnya takut si pacar nanti malah pakai rok tutu atau dress batik pas renang. Lha dikira sekarang ada tren resepsi bawah air apa gimana?

Lagian cowok ini aslinya peka banget masalah baju karena takut pacarnya tiba-tiba cosplay jadi Beast Titan pas jalan-jalan ke mal. Yang lebih ekstrem kalau ceweknya tiba-tiba pakai seragam Akatsuki di pertemuan desa Konoha. Nah, di sinilah kegunaan cowok. Buat mengembalikan kewarasan pacar-pacarnya dalam urusan fesyen.

Uji kepekaan visual cowok

Lagi-lagi izin ke pacar mau pakai baju apa penting buat hubungan, terutama dalam uji kepekaan visual cowok. Cowok-cowok yang berasa udah paling pinter ngatur cewek memang perlu dites. Misal dengan pertanyaan begini, “Yang, aku boleh pakenya daster shibori natural coloring sengon rembang atau mahoni kulonprogo?”

Jika cowok-cowok yang suka ngatur ini menjawab dengan mantab, “Mending kamu pake warna kuning Cheetos Jagung Bakar,” itu baru sosok lelaki yang paten.

Kita hidup di masa modern dengan pemikiran lawas

Katanya, hal-hal yang berbau vintage lagi ngetren. Termasuk dalam pemikiran, kebanyakan memang lebih suka berpikir vintage (untuk tidak mengatakannya kolot). Dan ini perlu diapresiasi sebagai style berpikir.

Kalau Anda sekalian punya cowok dengan gaya berpikir demikian, bersiap saja untuk izin ke pacar setiap hari soal baju yang dipakai. Mereka mungkin tipe yang nggak futuristik dan nggak kenal istilah “hak” dalam hidup. Mungkin orang taat banget dan tahunya kewajiban, kewajiban, kewajiban. Hmmm terdengar familier kayak yang suka bilang kerja, kerja, kerja.

Nah, buat orang-orang yang masih mikir pintu kejahatan seksual itu sumber satu-satunya adalah dari cara berpakaian cewek, coba ngaca. Diperhatikan lagi ukuran dahinya, apakah menyusut atau tidak. Siapa tahu menyusut karena otaknya portable dan ketinggalan di kamar mandi waktu nguras kloset tadi pagi.

Tapi, bagaimanapun tetap lebih kasihan orang-orang yang tergocek artikel satire.

BACA JUGA 17% Korban Pelecehan Seksual Perempuan Berhijab, Kamu Masih Menyalahkan Pakaian Terbuka dan artikel KILAS lainnya. 

Baca juga:  Camkan Ini: MUI Melarang Penggunaan Ayat Al-Quran dan Hadis untuk Kepentingan Politik Praktis