• 215
    Shares

MOJOK.COLaga Liverpool vs Manchester United itu sudah seperti el clasico-nya Liga Inggris. Duel klasik antara tim papan atas dengan penghuni papan tengah.

TEKEL kali ini menyajikan aksi saling gaprak dua orang yang masih bersaudara. Adit “Cah Ndugal” Rizky dari Mojok.co dengan Ardi COSE dari Mojok Store, seorang Mancunian Chapter Ngaglik garis medok. Sehari-hari boleh bersaudara, namun ketika North West Derby, yang ada adalah permusuhan!

Aditya “Cah Ndugal” Rizki: Dear Mou, sepak bola itu bukan gobak sodor.

Puncak itu dingin, bosque. Ingin rasanya mengolok-olok semua klub yang posisinya ada di bawah LIverpool. Selain nggak pernah kalah sampai pekan ke-16, Liverpool juga menjadi tim yang gawangnya paling sedikit dijebol oleh lawan.

Laga tanding selanjutnya melawan Manchester United besok adalah pengecualian. Pertandingan Liverpool vs Manchester United ibarat pertandingan el Clasico versi Inggris. Ada gelora dan dendam membara yang terukir dalam rivalitas dua kota pelabuhan di jazirah Inggris Raya.

Entah kenapa, melawan tim yang dimanajeri Jose Mourinho selalu memberi kesan wagu. Di dalam ingatan suporter Liverpool jelas akan lebih mudah mengenal Mourinho sebagai “juru parkir” ketimbang pelatih sepak bola.

Lha gimana mau adu kekuatan, kalau main bola saja ketika diserang habis-habisan malah doyan banget bertahan. Sepakbola itu beda dengan main gobak sodor, ndes! Kalau kayak gitu mending sekalian Sanchez, Mata, dan Lukaku nggak usah dibawa ke Anfield. Lebih baik mereka bobok manis sambil ngimpi ngangkat trofi Liga Inggris.

Cuma mau ngingetin aja, skuat Liverpool sekarang sudah jauh beda dengan Liverpool musim lalu. Kalau besok mau main “parkir bus” silakan saja. Siap-siap bek lamban Setan Merah diacak-acak oleh bek-bek terbaik Liga Inggris musim ini semacam Robertson dan Virgil van Dijk.

Khusus untuk De Gea, jangan lupa bawa lem alteco biar sarung tangan makin lengket, bola nggak gampang lolos. Tinggal pilih aja, gawangmu besok mau dibobol pakai ajian gol tutup mata ala Firmino atau ajian gol kolong bokong ala Salah, nih?

Baca juga:  Idul Adha dari Sepak Bola, Dari Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, Hingga David Silva

Nggak habis pikir juga sih, tim sekelas MU dengan suporter masif kok sulit banget masuk lima besar. Kalah jauh sama timnya orang kota yang menyebut penggemarnya sebagai Citizens. Kalau boleh usul, sekalian aja nama fans MU diganti jadi Villagers biar sekalian lebih ndeso. Pakai nama Red Army malah jadi mirip kayak The Reds. Memalukan. Sama-sama merah, tapi satunya kalahan.

Sudahlah Mourinho, lupakan angan-anganmu soal trofi juara Liga Inggris musim ini. Tim papan tengah itu mikirin lawan Everton dan Bournemouth aja.

Oya, Mou, kemarin kamu sempat bilang kayak gini soal nilai transfer Liverpool musim ini. Saya cuma bisa mengernyitkan dahi membaca kalimat cemburu yang keluar dari mulutmu ini.

“It’s like a house, it’s not just about buying the furniture, you have to do work, you spend money on the best possible furniture and then you’re ready to live in an amazing house.”

House, house, ndasmu. Mbok ngaca, kalau perlu kacanya dibalik biar makin nggak kelihatan. Kamu benahi dulu hubunganmu dengan pemain-pemainmu sendiri macam Pogba dan Martial. Kalau mereka aja bingung dengan taktikmu, siap-siap aja kamu dipecat atau malah kamu yang justru ditinggalkan mereka.

Cuma ada satu nasihat biar MU nggak gampang kalahan setelah lawan Liverpool besok: tolonglah jaga bacotmu, Mourinho. Nggak usah sok cool dan banyak alasan kalau besok kalah. Lagian, saya kira ada lebih banyak fans MU yang lebih memilih #MourinhoOut ketimbang #SaveMourinho, ya kan?

Ardi COSE: Liverpool itu lemah syahwat, ngotot di awal, loyo di akhir.

Sebagai suporter Manchester United chapter Ngaglik, saya tentu cukup antusias menyambut North West Derby tiap musimnya. Bagi saya, seburuk apapun musim yang sedang dijalani, jangan sampai kalah lawan Liverpool. Mosok, melawan klub yang sudah 28 tahun nggak juara Liga Inggris tidak menang. Kan malu?

Sekarang Kopites seluruh dunia boleh saja bangga dengan posisi Liverpool yang nangkring di posisi teratas papan klasemen Liga Inggris. Boleh bangga, tapi pesan saya satu: nggak usah sombong-sombong amat lah. Musim masih panjang.

Baca juga:  Arsenal, Revolusi Merangkak, dan Permohonan Maaf Kepada Aaron Ramsey

Kalian lupa ya kalau setiap tahun klub kalian ini hanya sebatas mengejutkan saja dan tidak pernah benar-benar menyelesaikan musim dengan tuntas. Udah ena ena tapi nggak pernah sampaki klimaks. Lemah syahwat.

Coba sekarang kalian ingat lagi tanggal 27 April 2014. Dengan jemawa kalian berkata akan menyudahi dahaga gelar juara Liga Inggris. Tapi nyatanya, bermain di kandang sendiri melawan Chelsea, kalian justru dipermalukan. Dipermalukan oleh siapa? Ya oleh kapten kalian sendiri~

Insiden terplesetnya Gerrard hingga sekarang dikenang (dan tentu saja jadi bahan olokan) seantero negeri. Tiap tanggal 27 April, tajuk “Happy Slip Day” selalu dirayakan dengan penuh tawa sekaligus memperingati momen epic si “captain fantastic” membuang peluang juara di akhir musim.

Ngomongin Gerrard, saya sebenarnya miris sama pemain satu ini. Mau saya ketawain, tapi jatuhnya malah iba. Lha gimana, main di Liga Inggris sudah 504 kali, tapi kok ya nggak pernah juara liga.

Mari bandingkan dengan nama-nama ini: Luke Chadwick, Ronnie Wallwork, Clayton Blackmore, Mark Bosnich, dan Dion Dublin. Apakah kalian kenal? Sudah barang tentu mulut kalian pasti baru pertama ini mengucapkan nama-nama mereka.

Jadi mereka ini siapa? Fyi aja nih. Mereka ini pemain MU yang saking jarangnya dapat  menit bermain, sehari-harinya bisa nyambi mbubuti rumput di Old Trafford buat makan kambing.

Tapi jangan salah, semua pemain medioker di atas punya gelar juara Liga Inggris walau jarang main. Sedangkan Gerrard sampai boyoken dan pensiun, tetap saja prestasi yang sampai sekarang dikenang ya tak lain tak bukan adalah kapten yang kepleset di tengah lapangan.

Berkaca dari masa lalu, kalian para Kopites sebaiknya kurang-kurangi sombongnya. Peringkat satu itu fana bagi kalian. Akhir pekan besok dengan kuasa Lord Fellaini, MU akan melengserkan kalian dari peringkat teratas. Mimik obat kuat dulu, ja!


No more articles