Prediksi Swedia vs Ukraina: Bumerang Usia Tua dan Ketergantungan Swedia kepada Emil Forsberg MOJOK.CO
Prediksi Swedia vs Ukraina: Bumerang Usia Tua dan Ketergantungan Swedia kepada Emil Forsberg MOJOK.CO

Swedia vs Ukraina: Bumerang Usia Tua dan Ketergantungan Swedia kepada Emil Forsberg

MOJOK.CO16 Besar Euro 2020 | Swedia vs Ukraina | Kekuatan kedua tim ini merata. Sama-sama tangguh di bawah tekanan. Laga yang bisa berakhir tanpa gol atau malah hujan gol.

Budi Windekind: “Percaya Kang Emil.”

Perjalanan Swedia di Piala Eropa 2020 sungguh mengejutkan. Tergabung di Grup E bersama Polandia, Slovakia, dan Spanyol, Blagult keluar sebagai kampiun grup usai mengumpulkan 7 poin dari 3 laga.

Spanyol mereka tahan imbang di laga perdana, Slovakia ditaklukkan di laga kedua, dan Polandia ditekuk di laga pamungkas. Walau permainan anak asuh Janne Andersson dianggap tak meyakinkan, tetapi kita mesti memuji Swedia. Terlebih, mereka berangkat ke Euro 2020 tanpa Zlatan Ibrahimovic yang cedera.

Salah satu aktor utama keberhasilan Swedia sejauh ini adalah Emil Forsberg. Gelandang serang dari klub RB Leipzig itu melesat bak roket.


Dia menjadi top skorer tim buat sementara dengan torehan 3 gol, mengungguli striker murni seperti Alexander Isak dan Marcus Berg. Dengan performa yang brilian, wajar kalau Blagult menumpukan harapannya di pundak Kang Emil. Termasuk untuk laga kontra Ukraina di fase 16 besar.

Memang, Ukraina bukan tim sembarangan. Namun Swedia pasti sudah mengantongi kelemahan anak asuh Andriy Shevchenko. Ukraina boleh saja mengunci pergerakan Berg, Isak, Robin Quaison, atau Jordan Larsson yang dipasang sebagai striker oleh Andersson.

Namun, mobilitas Kang Emil dari lini kedua akan sangat berbahaya. Dia bisa menjadi pelayan para striker, bisa juga mengeksekusi peluang yang dibuatnya sendiri.

Baca juga:  Menguji Keampuhan Sanksi PSSI Kepada Persib di Laga Arema vs Persebaya

Terlebih, Kang Emil mempunyai rekan-rekan di sektor tengah yang siap menyokong segala aksinya. Entah Sebastian Larsson di sayap kanan, Albin Ekdal atau Kristoffer Olson di area tengah.

Swedia bakal mempercayai Kang Emil. Sebuah kepercayaan yang melebihi kepercayaan masyarakat terhadap Kang Emil lainnya di suatu dataran tinggi Angola Barat Daya.

Dalam tiga partisipasinya di Euro 2008, 2012, dan 2016, Blagult selalu tersingkir di fase grup. Maka, keberhasilan lolos ke fase gugur kali ini tak boleh lekas berakhir. Peluang yang ada kudu dimaksimalkan.

Tiket lolos ke perempat final bukan mustahil didapat anak asuh Andersson. Tak peduli laga kontra Ukraina nanti berakhir 90 menit, 120 menit, atau mesti diakhiri adu penalti. Swedia siap.

Satu yang pasti, bersama Kang Emil, Swedia adalah pihak yang akan tersenyum paling akhir.

Harri Rahmad Fadil: “Usia tua lawan bisa jadi bumerang.”

Laga pamungkas babak 16 besar Euro 2020 akan mempertemukan Ukraina melawan Swedia. Ukraina melaju ke fase knock-out sebagai salah 1 peringkat 3 terbaik di grup. Sedangkan Swedia mengunci tiket 16 besar dengan status juara Grup E.

Pencapaian yang diraih Ukraina dan Swedia di babak grup bisa jadi di luar perkiraan banyak orang. Ukraina hanya sanggup mengoleksi satu kemenangan atas tim debutan Makedonia Utara serta mengenyam kesedihan saat bersua Belanda dan Austria.

Baca juga:  Seperti Apa Kehidupan Arsenal Setelah Kalah dari Chelsea?

Padahal bila berkaca dari babak kualifikasi di mana Ukraina berada di peringkat 1 mengungguli juara bertahan Portugal dan tanpa menderita satu kekalahan pun dari 8 laga, mungkin banyak yang berharap mereka bisa menjadi pesaing kuat Belanda di Grup C. Makanya jangan terlalu berharap, bisa kecewa nanti kalau tidak kesampaian.

Sementara itu, tanpa diduga dan dinyana, Swedia berhasil memuncaki grup di atas Spanyol. Bila melihat performa terkini, wajar Swedia sedikit lebih diunggulkan.

Namun, mengalahkan Ukraina bukan perkara sepele. Kendati tumbang dua kali, skornya cuma tipis-tipis, 2-3 dari Belanda dan 0-1 atas Austria. Meskipun menang lawan Makedonia Utara-nya juga tipis, sih, 2-1.

Swedia juga bukan tim yang terbilang menakutkan banget. Mereka menangnya juga tipis-tipis, 1-0 dan 3-2 lawan Slovakia dan Polandia. Apalagi Swedia adalah tim dengan rataan usia tertua.

Langganan starter di tiga pertandingan terakhir seperti Robin Olsen, Mikael Lustig, Marcus Danielson, Sebastian Larsson, hingga Albin Ekdal umurnya sudah di atas 30. Bisa dibayangkan jika laga nanti sampai lanjut ke babak perpanjangan waktu, betapa lelahnya kaki-kaki para pemain gaek yang dimiliki Swedia.


Pertemuan nanti merupakan yang pertama kalinya setelah terakhir kali terjadi 9 tahun silam, tepatnya di Euro 2012. Kala itu Ukraina yang menjadi tuan rumah bersama Polandia dan baru perdana tampil di putaran final, keluar sebagai pemenang lewat brace Andriy Shevchenko setelah sempat tertinggal oleh gol Zlatan Ibrahimovic.

Baca juga:  Prediksi Arsenal vs West Ham: Momentum Kebangkitan Arsenal dan Unai Emery

Menarik dinanti apakah Sheva mampu mengulang kemenangan bersejarah tersebut sebagai pelatih dan mengantarkan kesebelasannya lolos ke babak perempatfinal melawan pemenang antara Inggris vs Jerman.

BACA JUGA Menurut Perhitungan Primbon, Inggris Bakal Kalahkan Jerman dan Lolos ke Perempat Final Euro 2020 dan ulasan Euro 2020 lainnya.