Sungguh tidak mudah menerima amanah dari Mojok untuk memilih daftar tokoh muda, cowok lagi, yang paling berpengaruh tahun 2015. Hal pertama yang segera saya tentukan adalah dalam ranah apa. Akhirnya saya ambil keputusan di wilayah literasi, lengkap dengan pendukungnya: dunia digital, media sosial, dan kelembagaan.

Seseorang bisa saja berpengaruh sebagai selebtwit atau selebfacebook tapi jika tidak berkarya, dan tidak mengaktualisasikan dirinya dalam kerja kelembagaan, sudah tentu akan saya coret.

Tapi ternyata hal itu pun tidak mudah. Ada puluhan nama yang masuk ke daftar saya, dan lagi-lagi, kebanyakan dari mereka saya kenal dengan baik atau setidaknya saya kenal. Dengan berat hati, beberapa nama terpaksa saya eliminasi dari daftar, dengan alasan manasuka. Sebagai contoh adalah Iqbal Aji Daryono. Siapa tidak kenal dia? Selebfacebook satu ini adalah ahli menulis dan mempengaruhi orang, terutama tentu saja menggoreng hati para mamah muda. Dia juga sudah mengeluarkan sebuah buku yang cukup berpengaruh. Tapi akhirnya, nama Iqbal saya tendang dari daftar ini dengan alasan dia masih berada di luar negeri sehingga rumah penerbitannya untuk sementara dia tinggalkan, dan blognya untuk sementara tidak diurus.

Tokoh lain yang terpaksa dengan semena-mena saya singkirkan adalah Arman Dhani. Hampir tiap minggu karyanya bisa kita nikmati lewat berbagai media massa. Blognya juga aktif. Dia juga baru saja merilis sebuah buku yang ngedab-edabi. Tapi bagaimana saya bisa memasukkan nama dia jika punya pacar pun dia tak sanggup? Cowok berpengaruh macam apa jika tetap tak bisa mempengaruhi satu pun dedek-dedek gemez agar menjadi kekasih hatinya? Hal yang sama juga harus saya terapkan kepada blogger kondang Agus Mulyadi. Mau sepintar apapun dia, selucu apapun, tapi karena pengaruhnya tak mempan meluluhkan hati seorang perempuan, dengan berat hati saya sisihkan namanya dari daftar ini. Ada juga Cak Rusdi Mathari. Tapi langsung namanya saya geser. Usianya sudah hampir 50 tahun, berarti sudah tidak masuk kategori muda, untuk tidak mengatakan tua.

Lalu siapakah para cowok yang punya pengaruh besar itu?

  1. Zen RS

Di urutan kedelapan, bertengger nama Zen RS. Bagi juniornya di IKIP Yogya yang kemudian bersalin nama menjadi Universitas Negeri Yogya, Zen ini semacam dewa. Seakan tanpa menyebut nama Zen, para juniornya bakal merasa bersalah. Terlebih bagi mereka yang berkecimpung di persma Ekspresi. Dari cowok badung macam Eddward S Kennedy sampai cowok paling lucu macam Rusli Hariyanto, semuanya menganggap Zen adalah panutan. Mungkin mirip Goenawan Mohamad bagi Komunitas Salihara.

Zen memang penulis ulung. Dengan pengetahuan ensiklopedisnya, dia menulis apa saja, dari soal pers, sejarah sampai sepakbola. Blognya juga cukup terawat. Sekarang ini, nama Zen tak bisa dipisahkan dari PanditFootBall, sebuah situsweb sepakbola yang paling berpengaruh di Indonesia. Tanpa Zen, saya tidak tahu, apakah Ekspresi punya tokoh junjungan atau tidak.

  1. Muhidin M Dahlan
BACA JUGA:  Selamat Ulang Tahun Mojok.Co

Kalau bertemu dengan tokoh satu ini, seakan kita bertemu dengan seorang pendekar sakti yang menyaru menjadi petani tua. Kerja mendokumentasikan berita atau apapun yang ada di media massa adalah hobinya. Kliping dan pengarsipan, jarang digeluti anak muda Indonesia, tapi Muhidin bersetia dengan kerja seperti itu. Kerja rutin yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Muhidin mendirikan Iboekoe dan Warung Arsip. Atas sikap keras kepalanya itu, dia memang layak diganjar banyak medali.

Sampai sekarang saya tak habis mengerti kenapa Menteri Pendidikan kita tak segera menjadikannya sebagai staf ahli. Saya kira dunia pendidikan kita membutuhkan pemikiran anak muda seperti Muhidin. Dan satu lagi, ketika banyak orang sudah malu mengaku sebagai mantan aktivis HMI, Muhidin tetap mau mengakuinya. Sekalipun mungkin dengan berat hati.

  1. Pepeng Escoret

Awalnya, Pepeng dikenal sebagai blogger, lebih tepatnya ‘travel blogger’. Tapi perjumpaannya dengan kopi, menggeser sedikit petualangannya. Dia kemudian mendirikan Klinik Kopi, sebuah kedai kopi dengan sentuhan personal. Orang yang mau memesan kopi harus berhadapan langsung dengan dia. Ngobrol perihal kopi, dan cowok yang lama menggeluti bidang futnitur itu akan menjelaskan seluk-beluk kopi, dari mulai jenisnya sampai citarasanya.

Pepeng rajin jalan-jalan untuk mencari kopi. Dia mengajak kerjasama secara langsung dengan para petani kopi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk mengajari mereka bagaimana cara memanen kopi yang tepat. Blog Pepeng pun masih dikelola dengan baik. Pepeng bakal makin sohor karena dia akan nongol di film AADC 2. Informasi terakhir itulah yang paling penting.

  1. Alfa Gumilang

Hampir sama dengan Pepeng, Alfa adalah salah satu anak muda yang menggeluti dunia pertembakauan terutama dalam bidang konsumen rokok kretek. Jabatan resminya: Sekretaris Jendral Komunitas Kretek. Dia bersama beberapa temannya mengelola situsweb yang berisi segala hal tentang kretek Indonesia. Alfa juga melakukan sejumlah penelitian penting mengenai kretek, menjadi narasumber yang mumpuni dalam bidang tersebut.

Selain aktif di Komunitas Kretek, Alfa juga mendirikan situsweb Kabar Buruh. Situsweb ini dikelola dengan militan, dan menjadi alternatif bagi kaum buruh ketika aksi-aksi mereka tidak diliput oleh media massa arustama. Kabar Buruh yang semula hanya dikelola oleh beberapa aktivis, kini sudah melibatkan banyak sekali buruh sebagai jurnalis di situsweb tersebut.

  1. Farchan Noor Rachman

Cowok lulusan STAN ini dikenal sebagai travel blogger tenar di Indonesia. Kerjanya jalan-jalan, memotret, dan menulis. Blognya menjadi salah satu rujukan bagi para pencinta aktivitas berpergian. Berbeda dengan rata-rata para penulis perjalanan lain, tulisan Farchan kadang berisi hal-hal yang sepele. Tapi justru di situ letak karakter tulisan Farchan. Belanja kebutuhan rumah tangga pun, di tangan Farchan, bisa menjadi tulisan yang informatif dan menarik. Jalan-jalan tak harus selalu jauh. Jalan-jalan adalah sikap batin. Di kota sendiri, jika disikapi sebagai sebuah perjalanan, bisa menjadi tulisan yang apik dan penuh kejutan. Sudut pandang yang seperti itulah yang membuat cowok kelahiran Magelang ini layak menduduki rangking empat di daftar ini.

  1. Rahung Nasution
BACA JUGA:  Yang Sebaiknya Anda Lakukan Jika Punya Duit 1,5 Triliun

Sampailah kita di rangking tiga. Rangking ini diduduki oleh Rahung Nasution. Ya, Rahung yang akun instagramnya selalu bisa meneteskan air liur siapa saja, dari nona-nona lincah sampai tuan-tuan yang sudah bangkotan. Berbeda dengan para juru masak sekolahan, Rahung belajar memasak dari jalanan dan dari ingatan atas dapur emaknya di kampung.

Dia berjalan ke seluruh penjuru Nusantara, datang ke pasar-pasar tradisional, belajar sambil berbelanja. Dia juga masuk ke dapur yang dikuasai para emak. Belajar dari mereka, lalu menyajikannya di meja makan dengan sentuhan yang artistik ditambah dengan kisah masakan tersebut dalam konteks kebudayaan. Dengan begitu, masakan bukan melulu badogan belaka, tapi ada kisah yang merentang dari mulai sejarah sampai kondisi alam dan kondisi sosial.

Gaya memasaknya pun tak mengikuti kaidah sebagaimana yang sering kita lihat di acara-acara teve. Dia lebih spontan, apa adanya, mengiris bumbu tak perlu rapi amat, menggeprak empon-empon dengan ekspresif, lalu jadilah pertunjukan memasak yang menarik sebagaimana kita melihat para emak memasak di dapur.

Saya berharap sebentar lagi Presiden Jokowi memanggilnya, setidaknya Teten Masduki, dan mempercayakan Rahung sebagai juru masak di dapur istana negara.

  1. M. Aan Mansyur

Sastrawan yang sampai sekarang masih mukim di Makassar ini, menyedot perhatian publik sekira lima tahun lalu. Akun twitternya diikuti lebih dari 100 ribu followers, dan sangat interaktif. Mungkin hanya Aan, sedikit dari penyair kita yang bahkan untuk membeli karya-karyanya pun harus inden.

Selain menulis puisi, dia juga menulis cerita pendek dan novel. Ini yang disebut sebagai sastrawan komplet. Dan di Makassar, bersama beberapa rekannya, Aan mendirikan komunitas kreatif Kata Kerja.

Ya, persis. Jika Anda mulai melihat cuplikan AADC 2, puisi yang dibaca Rangga adalah puisi Aan. Bayangkan, Aan menggantikan posisi Chairil Anwar yang ada di AADC 1.

  1. Ronny Agustinus

Dia merupakan salah satu penerjemah terbaik di Indonesia. Ronny bahkan menerjemahkan apa saja yang dirasa penting tanpa tahu apakah kelak akan diterbitkan atau tidak. Itu yang disebut bekerja dengan gairah dan greget. Hampir semua karya terjemahannya merupakan karya-karya yang penting dibaca oleh publik Indonesia. Karya terjemahannya merentang dari mulai sastra sampai politik.

Selain dikenal sebagai penerjemah, dia juga mendirikan rumah penerbitan Marjin Kiri, yang juga dikenal selalu memproduksi karya-karya bermutu. Kontribusi Ronny yang secara konsisten dilakukan sejak lebih dari 10 tahun itulah yang membuatnya layak menduduki rangking pertama klasemen daftar cowok paling berpengaruh versi Mojok 2015.

No more articles