MOJOK.COReview menstrual cup untuk perempuan ramah lingkungan yang mau mengurangi sampah. Kesimpulan saya: menstrual cup adalah inovasi bagus, tetapi bisa make untuk seterusnya tergantung soal cocok-cocokan. 

Berkat teman-teman yang sudah sudah memakai duluan, saya jadi tahu sejumlah opsi perkakas datang bulan selain pembalut kapas sekali pakai. Ada tampon kasa, pembalut kain (baik yang wujudnya cuma kain gombal diselipin ke celana dalam, sampai yang bentuknya kayak clodi), dan menstrual cup atau moon cup. Dari tiga opsi ini, saya baru mencoba memakai menstrual cup.

Menstrual cup, moon cup, cawan datang bulan. Itu nama-nama berbeda untuk barang yang sama. Menstrual cup adalah cawan silikon yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Inovasi ini hadir karena pembalut sekali pakai menimbulkan masalah sampah yang tidak higienis (yakali sampah ada yang higienis).

Dari iklan di tempat saya membeli, konon sebuah menstrual cup bisa dipakai 10 tahun. Jadi bayangkan betapa “bersih”-nya produk ini. Katakanlah seorang cewek menstruasi dari umur 14 tahun sampai 44 tahun, mari kita hitung berapa buah pembalut sekali pakai yang dihabiskan.

44 tahun – 14 tahun = 30 tahun x 12 bulan = 360 bulan x 5 hari durasi mens = 1.800 hari x 3 pembalut sekali pakai/hari = 5.400 buah

Wow, 5.400 buah sampah kapas bisa digantikan dengan 3 buah menstrual cup silikon saja. Sangat sesuai dengan ide diet sampah yang sedang saya praktikkan. Seorang teman saya juga rutin memberi review menstrual cup yang ia pakai. Jadi tertarik buat nyoba….

Tapi tertarik saja tidak cukup. Teknis pemakaian menstrual cup lumayan bikin saya bergidik: dimasukkan ke dalam vagina dan dibiarkan selama 10-12 jam. Jujur, saya ngeri membayangkan vagina yang nyeri-nyeri sedap pas mens itu kudu diubek-ubek tangan untuk memasuk-keluarkan si menstrual cup. Juga khawatir, kalau menstrual cup-nya nggak bisa dikeluarkan bagaimana?

Baca juga:  5 Alternatif Alas Tidur Nyaman Anti Bocor Saat Menstruasi

Sampai kemudian saya harus operasi kista.

Tahun lalu saya merasakan nyeri sangat hebat karena kista bartholin saya meradang. Kemungkinan besar kista itu kumat karena saya sedang mens berbarengan stres berat. Kista Bartholin letaknya memang di bibir vagina, tapi sakitnya tetap tidak main-main.

Bermodal BPJS Kesehatan, saya berangkat ke puskesmas terdekat. Tapi BPJS saya ditolak karena dokternya tak mau memeriksa. Alasannya, saya masih mens. Ia kemudian meminta saya kembali setelah mens saya selesai.

Oh, itu pengalaman yang brengsek sekali. Tapi saya pulang juga.

Besoknya saya makin tak tahan. Badan mulai demam. Saya putuskan tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi. taksi online dipesan, saya berangkat ke UGD salah satu rumah sakit swasta di Jogja.

Ini kali ketiga kista bartholin saya kumat. Saya kurang lebih tahu penyakit ini harus diapakan karena sudah ratusan halaman ulasan kesehatan tentang penyumbatan kelenjar pelumas ini saya lahap. Setahun sebelumnya, saya sempat operasi kista ini di Jakarta, tapi hanya insisi alias kista dibedah dan cairan radangnya dikeluarkan. Rp10 juta amblas saat itu dan kini penyakitnya kumat lagi. Makin stres lah saya.

Kepada dokter kandungan, saya rikues dimarsupialisasi. Ini penanganan puncak kalau pengin sembuh. Caranya, kista dibedah dan dijahit agar lukanya terbuka dan nggak kambuh. Saya sudah muak bolak-balik dibius spinal gara-gara kista ini. Kali ini pokoknya harus sembuh. (Dan alhamdulillah sekarang sudah sembuh.)

Waktu terbaring di UGD, setelah mendengar BPJS saya nggak kepakai untuk operasi ini, saya pikir nggak mungkin darah mens saya ngalir-ngalir pas operasi berlangsung. Tanpa pusing panjang-panjang, saya pesan itu menstrual cup di akun Instagram G Menstrual Cup Jogja.

Baca juga:  Keseringan Minum Obat Nyeri Haid, Bahaya Nggak sih?

Harganya Rp125 ribu. Begitu kurir Gosend mengantarkannya, saya terseok-seok ke kamar mandi untuk memakai barang ini. Cara memakainya, letakkan satu kaki ke atas kloset duduk agar vagina terbuka. Lalu, tekan salah satu sisi menstrual cup agar mulutnya menciut dan mudah dimasukkan ke vagina. Setelah masuk kemudian putar batang di bawahnya agar mulut yang diciutkan tadi membuka. Coba tarik menstrual cup-nya, jika seret dan kayak daleman vaginamu kedap udara, artinya menstrual cup sudah terpasang sempurna.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by GCUP (@g_menstrual_cup) on

Cara memakai menstrual cup.

Selain saat operasi, di mens selanjutnya saya masih mencoba memakai alat ini. Poin positif produk ini: iritasi vagina karena pembalut yang lembap nggak terjadi lagi, say good bye ke pembalut yang mengganjal di celana dalam saban bulan, serta durasi mens jadi lebih pendek. Tapi kemudian saya menyerah. Perut saya rasanya kembung dan proses mengeluarkannya PR banget. Kata teman saya, mungkin karena saluran vagina saya terlalu dalam. Alhirnya saya simpulkan saya tidak cocok memakai alat ini.

Tapi, saya tetap akan merekomendasikannya teman-teman untuk mencobanya. Kayaknya bisa kenyamanan memakai menstrual cup adalah soal cocok-cocokan. Teman saya, Laras, memakai ini dan merasa nyaman. Beberapa review menstrual cup dari teman perempuan saya yang lain juga positif. Kalau kalian akhirnya cocok, baguslah, nggak perlu repot bawa-bawa pembalut dan memikirkan cara membuangnya. Kalau toh nasibnya sama kayak saya, setidaknya kita sudah mencoba, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.

BACA JUGA Kualitas Inggris yang Nggak Ada Seupil-upilnya dari Pembalut Indonesia dan ulasan lainnya di POJOKAN.