Aduuuh, hati saya seneng tiada terkira saat tahu ternyata Bapak Menteri Pertahanan kita, Ryamizard Ryacudu sangat konsen dan siries pada masalah penertiban atribut Partai Komunis Indonesia (PKI). Ya rasanya seneng aja gitu, Menteri Pertahanan kita jadi kelihatan ada kerjanya.

Plis lho ya, Saya sama sekali tak sedang bermaksud sarkastik pada tulisan ini. Malah, saya sedang mencoba menjadi warga negara yang baik. Simpel saja, terkait isu penyebaran lambang PKI yang baru-baru ini sedang hangat, saya ingin sekali memberikan sumbangsih yang nyata. Mangkanya, melalui tulisan ini, saya ingin memberikan usul terkait dengan penertiban atribut Partai Komunis Indonesia ini.

Usul saya simpel dan tidak berbelit-belit pak: Blokir situs yang menyebarkan atribut PKI.

Nah, terkait usul saya yang sebenarnya murahan dan ndak ciamik-ciamik amat itu, saya juga ingin menambahkan beberapa situs yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi pak Ryamizard untuk diblokir. Apa sajakah? Monggo disimak Pak Ryamizard.

Google Image

Google image terbukti menyebarkan lambang PKI. Pak Ryamizard dan segenap anak buah bisa mengecek sendiri. Kalau diketik “Lambang PKI” atau “Logo PKI” di kotak pencarian, maka yang muncul adalah aneka gambar palu arit yang mengerikan itu dalam berbagai versi, mulai dari yang palunya sudah berkarat, sampai yang aritnya sudah nggak tajam-tajam amat.

Yahoo Image

Sama seperti Google Image, Yahoo Image juga melakukan kesalahan serupa. Keduanya sama sekali tak memfilter isi kontennya. Buktinya ketika adik saya melakukan search dengan kata kunci yang sama, hasilnya tetap lambang PKI. Padahal efek bahaya melihat lambang PKI bisa berdampak sangat laten pada anak-anak. Dampak paling ringan bisa membuat anak-anak jadi lebih suka ngarit ketimbang belajar, sedangkan dampak yang paling berat akan membuat anak-anak berusaha mencari tahu apa makna lambang itu, dan kemudian dengan polosnya tertarik pada ideologi yang penuh dengan angkara murka itu.

BACA JUGA:  Pak Taufiq Ismail, Ajari Kami Mengubur Akal Dong!

Wikipedia

Pemerintah pernah mengatakan bahwa diskusi tentang PKI boleh saja dilakukan di forum akademisi. Wikipedia bisa saja disebut situsnya akademisi (termasuk akademisi wannabe). Tapi yang jelas, situs ini bisa diakses dalam konteks di luar akademisi. Sangat mungkin simpatisan PKI yang juga tukang bikin kaos sablon mencomot gambar palu arit dari situs itu untuk membuat kaos propagandanya. Berbahaya bukan? Jelas.

Tempo

Luar biasa. Ternyata tempo juga menyebarkan lambang PKI. Anda bisa search di google dan menemukan lambang palu arit di laman pertama google image pada situs tempo.co. Padahal, sebagai harian nasional yang telah melanglang buana sejak zaman dulu kala, harusnya Tempo melakukan sensor pada gambar tersebut. Payudara artis saja bisa disensor, masa palu arit ndak bisa? Bah, apa kata Alimin?

Mojok.co

Saya yakin mojok.co telah menyebarkan lambang PKI. Buktinya bisa langsung dilihat di tulisan ini (If you know what I mean). Tapi tentu saja situs ini harus jadi pengecualian. Anggap saja mojok.co sebagai last warning untuk penyebaran lambang partai terlarang tersebut.

Situs-situs Lainnya

Saya sangat yakin sebenarnya situs-situs lainnya pun banyak mengandung lambang partai terlarang. Melakukan blokir pada banyak situs tentu akan sulit dilakukan. Saya saja yang hanya mengecek beberapa situs rasanya sudah capek. Tapi kalau memang membahayakan, kenapa tidak? Kalau memang itu tugas kementerian pertahanan, kenapa diabaikan? Apa mereka rela makan gaji buta sedangkan perlahan-lahan masyarakat dicuci otak lewat lambang PKI yang bersliweran di internet?

Saya harap kita selalu mengingat sejarah kelam akibat PKI. Jangan sampai kejadian serupa terulang gara-gala ulah situs tak bertanggung jawab yang tidak paham bahayanya lambang tersebut.

BACA JUGA:  Mencari Kamerad Wahyu Setiaji, Imam Besar PKI

Mari Sebut PKI dengan “You Know Who”

Yang terakhir pak Ryamizard (dan segenap orang-orang kementerian pertahanan), Selain memblokir situs-situs yang menyebarkan lambang PKI, saya juga mengusulkan agar penggunaan istilah PKI disensor. Mari sebut PKI dengan You Know Who. Ada dua manfaat penyebutan nama ini. Pertama, efek yang ditimbulkan akan lebih kuat sehingga bibit-bibit simpatisan PKI tak akan tumbuh subur (silahkan lihat hipotesis dari J.K Rowling).

Kedua, penamaan ini pada akhirnya akan membuat orang lupa apa itu PKI dan apa itu G 30 S PKI. Dengan cara tersebut yang dikombinasikan dengan blokir lambang PKI di berbagai situs, harapannya pelarangan ideologi komunisme bisa diimplementasikan secara maksimal. You Know Who bukan hanya dilarang, tapi juga “tak pernah ada” di tanah air kita.

“PKI? Apa itu PKI?” Padepokan dari mana pula itu?

No more articles