Dear Lelaki Baik-baik yang Setiap Hari Bertanya-tanya Kenapa Perempuan Lebih Memilih Bajingan,

Pertama-tama, kami hendak berterima kasih atas kebaikan-kebaikan yang telah kalian lakukan untuk kami selama ini. Kalian selalu ada untuk kami. Kami butuh antar-jemput, kalian selalu siap-sedia. Ketika kami curhat mengenai sepatu dan tas, well, meskipun kalian kurang mengerti, kalian mau mendengarkan (bahkan tak jarang mau mengantar dan membelikan). Begitupun saat kami terjangkit emosi menjelang menstruasi, kalian sabar dan selalu pengertian. Kalian juga yang tak pernah bosan mengirim pesan semoga mimpi indah, dan selamat pagi, atau sekadar emotikon senyum agar kami merasa selalu diperhatikan.

Kalian telah melakukan semua kewajiban yang sepantasnya diamanatkan kepada pacar.

Namun alangkah kagetnya kalian, ketika pada suatu hari, kami datang kepada kalian dan memberi pengumuman bahwa kami memiliki pasangan. Tak jarang, pasangan kami adalah lelaki yang—menurut ukuran kalian—cukup bajingan: entah itu yang hobi mempermainkan perempuan, atau tidak pernah melakukan apa yang telah kalian lakukan untuk merebut hati kami. Kalian merasa dipecundangi. Padahal mungkin kalian ini memang pecundang.

Lalu kalian bertanya-tanya, mengapa kami, perempuan, lebih memilih bajingan daripada kalian yang baik lagi budiman? Mengapa kalian hanya berakhir sebagai teman?

Sebenarnya, perempuan juga banyak mengalami hal yang sama. Dijadikan tempat curhat dan diajak jalan kalau bosan tapi tetap tidak “kelihatan.” Menjadi perempuan yang baik tapi tidak menarik dan berakhir cuma sebagai teman.

Hanya saja, kalianlah yang lebih sering berteriak, “Kami kan sudah jadi lelaki yang baik, kenapa kalian lebih suka berpacaran dengan bajingan?” dan tidak bisa terima kalau hanya dijadikan teman. Padahal, di suatu pojokan, mungkin ada perempuan yang juga berteriak begitu dalam hati mereka, saat melihat kalian mengejar-ngejar kami perempuan yang akan menyia-nyiakan kalian dan menganggap kalian sebagai asbak.

Apakah kalian pernah bertanya, sudahkah kalian mbribik dengan baik? Sudahkah kalian merayu dengan indah dan tepat? Dan yang paling penting, sudahkah kalian menyatakan perasaan? Jika jawabannya belum, maka salah kalian sendiri kurang cekatan. Jika jawabannya sudah, salah sendiri juga kenapa kemampuan mbribik dan momen nembak kalian mengenaskan.

Jangan salah. Perempuan suka berpacaran dengan lelaki baik-baik. Tapi baik saja tidak cukup. Selain piawai merayu dan cekatan nembak, jodoh tetap di tangan Tuhan dan jika Tuhan adalah Maradona, kita tahu bahwa tangannya pernah memenangkan pertandingan dengan curang, semua orang punya hak memilih pujaan hatinya sendiri. Dan sampai kapanpun, perasaan nyaris mustahil dipaksakan.

Kami juga tahu bahwa cinta itu baik. Harapan itu baik, itulah sebabnya kami ambil manfaat sebesar-besarnya dari itu. Yang kami anggap buruk adalah ketika kalian merasa wajib mendapatkan keduanya setelah melakukan kebaikan-kebaikan dasar. Kalian juga kan tidak mau kalau dipaksa harus memacari seorang perempuan hanya karena yang bersangkutan rajin meminjamkan catatan kuliah dan mentraktir makan mie instan saat kalian benar-benar kesepian dan kere.

Akhirul kalam, jika laki-laki bajingan berpikir “Ngapain repot pelihara kambing kalau masih banyak tukang sate?” Maka kami perempuan tukang php berpikir, “Ngangon kambing itu gak repot-repot amat, apalagi nanti kambing-kambing itu bisa diperas susunya dan kalau sudah cukup bosan waktu tinggal disembelih.”

Oh, dan satu lagi, “Punya kambing sekaligus dapat sate gratis itu enak.”

Tabique.

  • yohan arie

    boom!!!!

  • Ha ha ha…
    Kambing dan tukang sembelih sepertinya memang jodoh ideal….!!
    Tapi kan yang bisa diperas susunya cuman kambing betina…?? 😀
    Tolong pencerahannya mba…. 🙂

  • Ahmad Farid

    Serius. Mbak Pradewi, ini seksi!

    • Pradewi Tri Chatami

      maaciiii

  • Yudha Kuntoaji

    Nyate yok mbak

    • Pradewi Tri Chatami

      ayoookkk

  • Agung Herdiansyah

    Pacaran itu dosa tau mbak, ke KUA aja yuk….??

    • Pradewi Tri Chatami

      KUA itu menstrim, mz ~

  • asepp

    Menurut saya sih gak ada cewek/cowok yg dengan sengaja memilih bajingan. Coba deh tanya sama cewek yg pacaran sama cowok bajingan, si cewek hampir pasti gak nyadar dengan kebajinganan si cowok 🙂

    • Pradewi Tri Chatami

      yha, bisa jadi kelilipan, tapi ada juga yang emang sukanya sama yang bandel, kan? intinya, sih, suka-suka si cewek/cowok aja, kan, yah

    • Khaliq Ma

      Trus pas disakitin bilang “semua cowok sama aja” cakep benerrr….!

  • Ada yang tau beli sate (kambing) yang enak mantap surantap dimana? 😀

    • Pradewi Tri Chatami

      kalo udah ada yang ngasitau, kasitau saya juga, yes.

      • sudah ketemu nih tempatnya…
        ayo kita nyate (kambing) bareng di daerah saya aja mbak..

        siapa tau kita jodoh?
        *eh

  • Setyawan Budi

    Pernah punya pengalaman kah, kok dalem banget ? saya setuju, jodoh itu merupakan sebuah kesepakatan. Yg penting, kesepakatannya hanya satu lawan satu aja.

    • Pradewi Tri Chatami

      mau tau aja apa mau tau banget? wuih, satyu lawan satu, mau jodoh apa mau duel, mz…

  • Yuyun Nasekha

    karena cowok bajingan lebih lihai. dia sudah mempraktekkan jurus2 rayuannya kepada puluhan cewek lain sebelum sampai pada cewek terakhir. sekian.

    • Pradewi Tri Chatami

      terus sampai ke yang terakhir malah ditolak? eh, gimana gimana?

    • Khaliq Ma

      Trus cowok baik2 dapet “sisa”nya aja, karena propaganda “cowok baik terima apa adanya” jadi cowok baik harus mau nunggu cewek2 dieksplorasi cowok2 bajingan hehe…

  • Anakwayang Siasu

    oowwaaaalaah ini toh nyang bikin gua beloman laku..kudu latian mbribik iki….

    • Pradewi Tri Chatami

      semangat, mz ~

  • Fajar Prasetio

    Ketika anda merasa pernah diPHP bukan berarti anda berhak memPHP, apalagi kepada orang yang tidak pernah punya niat untuk memPHP anda.

    • Pradewi Tri Chatami

      err…

    • chantiks

      gampang baper, penyebab utama orang teriak “DASAR PHP”

      • Fajar Prasetio

        Saya jadi penasaran, bagaimana sebuah hubungan bisa dimulai tanpa adanya perasaan. Lain cerita kalau itu melibatkan om2 girang yang hanya pandai bersenang-senang menghamburkan uang.

        • chantiks

          Hubungan dimulai tanpa adanya perasaan? maksudnya orang2 yg gak saling kenal terus dijodohkan dan bisa menikah? emang kamu kira mereka bahagia seperti yang terlihat? kamu pikir didalam hubungan mereka gak ada drama? kalau iya, kayaknya kamu kurang dengar cerita orang yang berani jujur soal kehidupan ya..

          hubungan/komitmen bisa terjadi dengan adanya intensitas interaksi (ngobrol langsung, chating/ tlp) adanya sentuhan (pegangan tangan, rangkulan, pelukan) antara dua individu yang saling tertarik satu sama lain. Intensitas tersebut menimbulkan/ memicu perasaan (yang sebenarnya dibentuk oleh hormon)yang untuk selanjutnya sebuah hubungan diikrarkan karena kesepakatan dua belah pihak. kalau hanya satu pihak yang merasa aja, itu namanya bukan hubungan, tapi NGAREP, DELUSIONAL, merasa ada hubungan padahal TIDAK.

          kalau mau tahu soal romansa yg anti menye2, nih saya rekomendasiin salah satu web terpercaya >> http://kelascinta.com/pdkt/jatuh-cinta-gila-beneran

          • Saya Pria Idaman

            Ini RF atau HS? metodenya bnyk yg aneh2. Yg simple dibikin rumit. Kalo mau pacaran ya pacaran aja. Bnyk yg terjebak dngn teori2, termasuk saya dulu.

          • chantiks

            mungkin kamu cuma ngumpulin teori tanpa pernah praktekin. menurut aku yang paling utama itu self love sih. ya kamu emang bener, pacaran ma pacaran aja. kalau ada masalah terus putus, galau berat, kamu gak usah searching ke google gimana caranya move on, karena disana pasti bakalan banyak sederet tips rumit, apalagi tips dari HS, berat, susah. Ya, seperti kata kamu, yang ribet gak usah dibikin rumit, kalau galau ma galau aja.

  • catatanpamong

    Mind blowing

  • HAHAHAHAHA, straight to the point! :))

  • tiwi pratiwi

    Sederhana sih. Laki ‘baik-baik’ biasanya ga tau apa yang dia mau karna takut dianggap ga ‘normal’ sementara yang paling penting untuk memulai semuanya adalah sesederhana mengetahui apa yang dimau.

  • bocah manggung

    keren….. mungkin karena mbaknya baru lulus kuliah jadi ilmunya masih anget banget. Dan karena masih nganggur, jadi punya banyak waktu, termasuk untuk menjelajahi pikiran para maskulin (tetap) dengan cara feminin…. Tabik

    • Pradewi Tri Chatami

      maaciii

  • Didik Anika

    Itu yang membedakan orang dengan kambing. Asyik bukan?

  • gembel ndheso

    Sebenarnya sederhana kok ,buat cowok diluar sana yg sdh habis2 an di porotin trus di tinggalin jgn buru2 gantung diri dulu…sumpel aja terus sampe muntah2…trus utarakan yg kamu mau(bisa apa aja,ex.cium keteknya) habis itu lo kabur juga. Nggak usah pedulikan triknya dia yg memasang tampang lesu,air mata dan sok sok tegarr itu….itu modus dia aja.
    Selamat mencoba.

  • chantiks

    “Cewek itu cuma lihat mobil. | Salah cowok, karena gak punya KUALITAS, jadi saingannya pake FASILITAS.”

    “PDKT itu butuh duit. | Salah cowok, dari awal membiasakan bayarin ini itu.

    Padahal gak punya duit.”

    @hitmansystem

    • Nayr Idlav

      Setuju sih

  • kurowo

    Jare mbahku “mbribik kui…. Nganu le…”

  • dhitamara

    mending tuku sate timbang tuku weduse (saya tahu lagu kocak itu yang isinya memang ngga patut ditiru hehehe)….mbaknya milih keduanya…butuh nyali besar hehehe….salam kenal

  • Saya Pria Idaman

    Sebagai cowok, sebenernya kalo mau dapetin cewek nggak perlu jd bajingan, cuma perlu 3 hal aja:
    1. Ketertarikan, kalo gak ada ketertarikan, say NEXT! Biasanya cowok2 bajingan bilangnya yg ngasih ‘lampu ijo’
    2. Tarik ulur, jangan terlalu agresif tp jangan terlalu menjauh jg; kalibrasiin biar hubungannya menarik. Ada saatnya lu harus menghilang sementara.
    3. Ini yg paling krusial: mau dipacarin kan? Anggap aja dia punya pacar, kalo lu mau jadi pacar dia, tunggu dia putus. JANGAN MAKSA DIA PUTUSIN COWOKNYA. INI KRUSIAL. Sabar aja. kalo dia single? Eksalasi ke pacaran secepatnya.

    Kalo 3 hal ini dikuasain sama cowok, gak bakal ada yg namanya friendzone.

    Gue pribadi, lebih suka taaruf dibanding pacaran. Karna pacaran itu suatu saat bakal putus. Taaruf bertahan selamanya.

    -saya pria idaman-

  • Rori

    Dear penulis artikel… saya cuman pengen berbagi pengalaman saja yah… saya kutip paragraf intinya deh…

    “Namun alangkah kagetnya kalian, ketika pada suatu hari, kami datang kepada kalian dan memberi pengumuman bahwa kami memiliki pasangan. Tak jarang, pasangan kami adalah lelaki yang—menurut ukuran kalian—cukup bajingan: entah itu yang hobi mempermainkan perempuan, atau tidak pernah melakukan apa yang telah kalian lakukan untuk merebut hati kami. Kalian merasa dipecundangi. Padahal mungkin kalian ini memang pecundang.”

    Kalo kamu pernah ditanya “kenapa?”, atau laki2 “baik” tersebut “merasa dipecundangi”, saya yakin laki2 itu sebenernya sama saja dgn laki2 yg kamu pilih (“badjingan” kayanya sebutannya)…

    Definisi laki2 badjingan menurut saya cuman ini: berlaku baik (termasuk “mbribik”) ke seorang cewe (atau biasanya lebih) karna pengen sesuatu dari cewe itu, kemudian kalo yg diinginkan udah didapatkan, buang saja.

    Trus gimana definisi laki2 non-badjingan? Berlaku baik ke semua orang hanya karna pengen jadi orang baik saja, ga perlu apa2 lagi sebagai balesan, termasuk supaya orang tersebut jadi suka, dan terutama berlaku baik ke orang yg dianggap spesial (ortu dan gebetan misalnya).

    Kalo tipe laki2 non-badjingan sesuai definisi itu mengalami seperti cerita kamu di atas (baik ke cewe, trus di-PHP-in, trus cewenya jadian sama seorang badjingan), kami ga akan nanya “kenapa?” atau “merasa dipencundangi”… kami cuman bakalan bilang “kasian ya cewe ini, mau2nya sama badjingan itu…”. Kemudian dgn instan, kami segera mengarahkan kebaikan kami ke cewe yg lain lagi, dgn keyakinan yg sangat tinggi bahwa suatu saat, cowo non-badjingan pasti bakalan berjodoh dgn cewe baik2 juga. Kami ga akan maksain kewajiban semacem “gue udah baik ke lo, jadi lo mesti mau jadi pacar gue”. Itu cuma omong kosong belaka, yg akhirnya malah bakalan bikin kami jadi badjingan juga.
    Jadi, kalo ditanya “apakah friendzone itu omong kosong?”, jawaban saya cuma ini: Betoel sekali, omong kosong, karna cewe yg milih jadian dgn badjingan itu (menurut kami) bukan tukang php atau friendzoner, melainkan ciptaan Tuhan yg patut dikasihani. Dan kalo kamu belom pernah ketemu sama laki2 yg non-badjingan sesuai definisi saya di atas, saya hanya bisa bilang “turut berduka cita”.

    Sekian terimakasih.

  • Rohmat

    Like

  • rian

    Bagi para cowo yg bingung dengan hal tsbt. Bisa mengunjungi http://www.chickmagnet7.com. Pertanyaan akan terjawab kenapa cewe suka cowo bajingan.
    Web caara mendekati wanita yang mutakhir dari ilmu psikologi kepribadian dan neuro psikologi

  • rian

    Bagi para cowo yg bingung dengan hal tsbt. Bisa mengunjungi http://www.chickmagnet7.com. Pertanyaan akan terjawab kenapa cewe suka cowo bajingan.
    Web cara mendekati wanita yang mutakhir dari ilmu psikologi kepribadian dan neuro psikologi

  • Harso Rza

    Cinta dan perasaan itu omongkosong~ itu semua hanya badai hormon di organ seks yaitu otak my lov – @ryuhasan

    Karna semua akan kenthu pada saatnya~

  • Hanggara Sakty

    pleidoi plei·doi /pléidoi/ n pidato pembelaan thd terdakwa yg dibacakan oleh advokat (pembela) atau terdakwa sendiri

No more articles