Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
19 April 2026
A A
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada sebuah akun X, sudah pasti anonim, menyemburkan opini busuk. Dia mempertanyakan ke mana pengguna Pertamax Turbo yang katanya orang kaya. Sudah begitu, dia juga menyebut yang malah ngamuk di media sosial justru pengguna Pertamax dan Pertalite.

Pertama, saya bukan orang kaya. Saya menggunakan Pertamax Turbo semata karena Vario 160 yang saya pakai cocok dengan Ron 98. Sekali lagi, saya bukan orang kaya. Puji Tuhan saya masih bisa membeli bensin dengan Ron tinggi demi kenyamanan berkendara. Lantas, apakah saya nggak ngamuk melihat kenaikan harga ini?

Kedua, ya jelas ngamuk, lah. Harga Pertamax Turbo dari Rp13 ribuan melonjak ke Rp19 ribuan. Naiknya saja sudah 51% sendiri. Jelas, saya ngamuk. Namun, apakah saya harus menunjukkan kemarahan itu ke media sosial? Ngapain. Lagian, ngamuk ke pemerintah yang tuli hati itu nggak ada gunanya.

Ketiga, saya mendukung pengguna Pertamax dan Pertalite untuk ngamuk juga. Kenapa begitu? Ada dua alasannya. Poin 3.1: Saya resah, bahkan sampai agak stres juga memikirkan kalau Pertamax dan Pertalite kelak akan langka. Iya, dong. Saya yakin pembaca punya keresahan yang sama melihat semakin banyak orang busuk di negara ini.

Poin 3.2: Kenaikan harga bahan bakar, pasti melahirkan efek domino. Misalnya, pengguna Pertamax Turbo sampai beralih ke Pertalite. Otomatis, permintaan Pertalite pasti akan naik. Di momen itulah, orang bisa saja menimbun. Sudah begitu, harga bahan bakar untuk ekspedisi atau pengiriman barang juga naik. Sudah pasti, harga-harga terkait pasti akan naik.

BACA JUGA: Saya Tak Mau Beli Pertamax, Lebih Milih Beli Pertalite dan Merusak Motor Saya Sendiri ketimbang Dirusak Pertamina

Momen isu Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertalite yang bikin stres

Sebelum harga Pertamax Turbo naik, kawan saya mengabarkan ada kebutuhan lain yang harganya naik. Yang dia maksud adalah harga minyak goreng. Coba saja searching dengan kata kunci “harga minyak goreng naik atau tidak”. Kamu akan menemukan banyak berita terkait isu ini.

Memang, kenaikan harga minyak goreng tidak (atau belum berkaitan) dengan kenaikan harga Pertamax Turbo. Ia juga belum ada kaitannya dengan isu kemarahan pengguna Pertamax dan Pertalite. Harga minyak goreng naik menyusul naiknya harga plastik menyusul krisis di Timur Tengah. 

Satu lagi. Bulan Mei dan Juni adalah momen orang tua bayar sekolah. Bayarnya masih Juni, tapi saya yakin pusingnya sudah ada sejak Februari.

Yang ingin saya bilang adalah, kenaikan harga Pertamax Turbo dan mengamuknya pengguna Pertamax dan Pertalite ini sungguh bikin stres. Kombinasi kenaikan dua kebutuhan dasar; minyak goreng dan bahan bakar, pasti akan melahirkan sesuatu. Apa itu kawan-kawan? Yak, efek domino.

Makanya, saya pengin bilang ke akun X brengsek tadi bahwa kemarahan pengguna Pertamax Turbo dan Pertalite ketika yang naik “baru” Pertamax Turbo adalah valid. Meski Bahlil bilang BBM subsidi baru akan naik di tahun depan, siapa yang bisa menjamin janji itu ditepati? Apa yang terjadi kalau krisis di Timur Tengah makin runyam?

Wong nggak ada krisis saja, kalau harga BBM naik, pasti terjadi gejolak. Apalagi yang subsidi, kelak. Rasa cemas itu nyata. Kita nggak usah munafik, lah.

BACA JUGA: Kenaikan Harga Pertamax Turbo Tak Akan Timbulkan Gejolak Ekonomi

Rasa cemas yang berubah jadi tumpukan stres

Jujur saya, saya sudah skeptis dengan banyak manusia di Indonesia ini. Siapa yang bisa menjamin kalau tidak ada penimbunan Pertamax dan Pertalite ketika harga Pertamax Turbo barusan naik? Apakah saya yang terlalu negatif? Ah, jangan munafik. Akui saja bahwa rasa cemas itu nyata.

Iklan

Kata orang, chaos is a ladder. Ketika terjadi kelangkaan Pertamax dan Pertalite kelak, sudah otomatis orang terpaksa membeli Pertamax Turbo. Yang menimbun, akan dapat “ladder” menuju kekayaan secara instan. Sudah lazim yang seperti itu terjadi. Dan bisa jadi, produk BBM “perusahaan lain” akan dipersulit untuk sampai ke rakyat.

Apalagi, salah satu sifat dasar manusia adalah homo homini lupus atau ‘manusia adalah serigala bagi manusia lainnya’. Nggak heran kalau ada manusia akan makan sesama. Padahal, dulu pernah dibantu. Tapi tetap saja dimakan demi keselamatan diri sendiri. Manusia suci itu tidak ada. Yang tersisa adalah siapa suka makan bangkai sesamanya.

Saya tidak akan menutup tulisan ini dengan manis kata. Tulisan ini akan berakhir dengan sebuah peringatan. Jaga tingkat stres Anda. Banyaklah berdoa dan berusaha. Situasi masih bisa berubah dengan cepat dan semakin buruk. Kemarahan rakyat terkait isu Pertamax Turbo hingga Pertalite itu nyata.

Kami sudah tahu efek domino yang kelak terjadi dan kami resah….

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kenaikan Harga BBM di Indonesia dari Soeharto hingga Era Joko Widodo dan kemarahan lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2026 oleh

Tags: bahlilbbmBensinharga Pertamax Turbo naikminyak gorengpertalitepertamaxpertamax turbo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO
Tajuk

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026
Coffee shop menjamur di Klaten MOJOK.CO

Buka Coffee Shop di Klaten Tanpa Ekspektasi Justru Ramai Dikunjungi, Tandai Tren Baru Warlok hingga Jadi Incaran Pelancong

5 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.