Dengan lima belas ribu perak, atau lebih sedikit, empat orang bisa menikmati malam panjang yang indah dengan bermain domino, gaple, balak, domeng, atau entah nama apa lagi namanya.

Nama yang banyak itu tanda bahwa permainan kartu ini adalah salah satu yang paling digemari di Indonesia. Ia bisa dimainkan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja.

Manfaat dari bermain kartu ini pun tak kalah banyaknya, di sini saya hanya bisa menulis lima saja. Jutaan pemain domino di seluruh Indonesia bisa menambahkan versi mereka. Anda bisa membuat satu situsweb sendiri untuk permainan ini, dan anda akan kewalahan menerima kiriman tulisan.

Apa saja manfaat itu?

Melatih Ingatan

Permainan ini bisa bikin anda sadar, betapa kerja menghafal itu bisa jauh lebih rumit daripada tugas hafalan di sekolah.

Di domino memang hanya ada 28 kartu, tapi anda harus bisa menghafal kartu apa yang turun dari pemain mana; siapa tak bisa menurunkan kartu yang mana saja, siapa yang sering menurunkan kartu-kartu yang mana saja. Terkadang anda juga perlu mengingat bagaimana watak main para pemain lain, baik lawan atau pasangan anda, dan seterusnya.

Kalau saya tulis kebutuhan hafalan yang lebih rumit dari permainan ini, saya takut saya sendiri sudah tidak paham apa yang saya tulis; dan saya bukan dari golongan penebar hoax.

Kerjasama Tim

Bila anda main berpasangan, anda harus bermain sebagai pasangan, bukan sendiri-sendiri. Artinya: anda harus tahu kapan mendukung kawan agar dia bisa memenangkan tim, dan kapan harus ‘menginjak’ kartu kawan anda agar anda bisa finish duluan.

Ini termasuk kalau anda memegang kartu yang cukup bagus untuk menang, tapi teman anda lebih punya peluang memenangkan tim anda. Seperti Messi yang setelah melewati dua pemain lawan mendapat posisi tembak di sebelah kiri, 45 derajat dari garis gawang, tapi di tengah kotak penalti berdiri bebas-tak-terkawal-pemain-lawan: Umtiti. Di saat seperti itu, anda harus rela merusak kartu sendiri untuk membantu kawan anda mencetak angka.

Belajar Taktis

Percayalah permainan ini bisa bikin kamu lupa waktu. Karena itu kau harus ingat siapkan rokok, minuman, dan cemilan kalau suka, sebelum semua warung di sekitarmu menjadi gelap gulita.

Kalau yang itu saja sudah lupa, bagaimana kau bisa berpikir jernih untuk mengecoh tim lawan?

Di semesta permainan domino ada sangat banyak rumus baku, yang anda bisa labrak untuk kepentingan taktis. Contohnya, bila anda berhadapan dengan pasangan juara kampung yang tersohor, anda bisa memulai dengan menurunkan kartu secara serampangan setelah pura-pura berpikir keras. Paling tidak, taktik ini bisa bikin mereka melongo selama satu atau dua kali putaran, setelah itu mereka pasti sadar dan anda harus sadar kapan saatnya mengaku awam, kalau tak mau kalah dengan skor memalukan.

Singkatnya, permainan ini tidak sesederhana bereaksi di dinding medsosmu segera setelah kau melihat atau membaca postingan yang panas.

Menemukan Karakter

Ini bonus, khusus buat para penulis prosa fiksi yang belum melakukannya. Bila anda sedang bingung mencari karakter yang cocok mengisi alur yang sudah lama tertidur di kepala anda, datangilah pertandingan domino.

Di sini anda punya setidaknya tiga pilihan. Anda bisa mendaftar sebagai pemain atau menjadi menonton, atau main dulu lalu menonton. Dengan menjadi pemain anda bisa bebas memerhatikan gestur, mimik, intonasi, dan racauan khas setiap pemain di meja anda.

Bayangkan bila di turnamen domino itu ada lima puluh pasangan pemain, bila mujur sampai ke final, paling tidak seperempat dari kontestan itu bisa anda jadikan bahan tulisan. Bila anda kalah di pertarungan pertama, anda bisa tinggal untuk menonton calon-calon karakter anda di meja mana pun. Bila turnamen itu langka di tempat tinggal anda, datanglah ke Sulawesi Selatan.

Belajar Sabar

Kalau anda main pada satu malam dingin di pos ronda, tidak jarang anda harus menunggu kawan yang buru-buru ke tempat gelap memenuhi panggilan alam, sementara kartu sudah dibagikan dan, menurut aturan main, dialah yang harus menurunkan kartu pertama kali. Atau, yang lebih merangsang sumpah serapah, kalau pasangan main anda minta izin ke belakang di tengah permainan ketika tim lawan sedang kelimpungan menghadapi serangan kalian, dan saat pasangan anda kembali, tim lawan sudah siap dengan pukulan balik yang mematikan.

Kadang-kadang, anda juga akan berjumpa pemain yang sebelum menurunkan dua kartu terakhirnya punya ritual ini: mendekatkan hidungnya ke meja, manatap lama-lama semua kartu yang sudah turun, memisah-misahkan tumpukan supaya semua bulatan kartu bisa terlihat, kemudian mengocehkan nama semua kartu yang belum turun, lalu kadang menyumpahi satu dua kartu yang terbaring pasrah di meja, kemudian menarik napas dalam-dalam, barulah setelah itu dengan lengan tertahan sejenak di udara seperti wasit yang mengeluarkan kartu merah dengan bangga, dia mengempaskan kartunya demikian keras sehingga semua kartu lain berlompatan meninggalkan meja.

Subhanallah.

Komentar
Kirim Artikel
No more articles