Film dan makanan adalah perpaduan yang berbahaya. Lebih berbahaya ketimbang foto makanan atau buku resep. Film tentang makanan akan membuatmu berimajinasi. Film memang punya nilai lebih dalam hal visual. Film makanan bisa membuatmu membayangkan makanan yang lezat. Food porn! Suara denting sendok garpu beradu, kecap dinding tenggorokan yang menyatu dengan bibir, bunyi nasi menyentuh wok panas, otomatis memerintahkan otak membayangkan rasa makanan. Perintah otak akan diteruskan ke perut. Lalu mendadak kamu merasa lapar. Saat seperti itu, rasa-rasanya wangi masakan pun bisa keluar dari balik layar. Sepanjang sejarah film, ada banyak sekali film tentang makanan. Dari film serius, hingga film komedi. Menampilkan makanan Jepang hingga makanan Perancis. Dari Timpano hingga Paneer Tikka. Kebetulan, pekan ini Mojok sedang memasuki Pekan Kuliner. Karena itu saya pilihkan 11 film favorit saya yang membahas tentang makanan. Juga ada 5 film lagi sebagai bonus.

1. Eat Drink Man Woman (1994)

Film Ang Lee sebelum ia lebih sibuk di tanah Hollywood. Kisah utamanya berkisar tentang kehidupan seorang pensiunan juru masak terkenal dan tiga orang putrinya. Banyak sekali adegan memasak yang bisa membuat liurmu menetes. Adegan paling utama langsung ditampilkan di awal film. Saat si juru masak (Sihung Lung), memulai rutinitas masak pagi. Simak knife skill-nya saat memotong lobak ala Julienning. Rapi jali. Di film ini, kamu bisa melihat nasi tim, dim sum, hingga ikan goreng tepung. Ngiler tidak ditanggung. Kalau kalian penggemar film dengan ending mengejutkan, saya sarankan menonton film ini. Dijamin bikin melongo.

2. Estomago (2007)

Film Brasil-Italia. Banyak adegan masak dan makan. Namun ada juga yang membuat bergidik ngeri. Maklum, kisahnya sedikit gelap. Sangat tidak Hollywood. Cerita dimulai saat Raimundo Nanto (Joao Miguel) datang ke kota kecil dan belajar masak. Lalu berseling dengan kehidupan Raimundo di penjara. Ia menjadi orang yang disegani di penjara karena kemampuan memasaknya. Kenapa ia dipenjara? Itu yang akan membuat penonton terkejut. Salah satu film dengan plot twist paling mengejutkan.

3. Julie and Julia (2009)

Film ini berdasar dari kisah nyata. Tokoh Julia Child memang benar-benar ada, dan jadi legenda tersendiri di kalangan ibu-ibu rumah tangga yang doyan memasak. Film ini jadi asyik karena selang-seling masa berbeda. Antara Julia Child di dekade 1950-an, dan masa Julie Powell, si penulis muda yang sering tak puas dengan hidupnya, di tahun 2000-an. Adegan yang paling membuat ludah terdegut adalah ketika Julie memasak beef bourguignon. Oh ya, ada sebuah kalimat romantis yang bisa kalian gunakan untuk mbribik: You are the butter to my bread. You are the breath to my life.

4. Today’s Special (2009)

Film komedi keluarga yang sangat menarik. Samir (Aasif Mandvi), seorang asisten chef di restoran terkenal di New York, terpaksa mengambil alih restoran India karena sang ayah jatuh sakit. Restoran itu nyaris bangkrut karena sepi pengunjung. Untung Samir terbantu dengan adanya supir taksi yang pernah jadi juru masak di India, Akbar. Film ini masih sempat-sempatnya mengolok kuliner Inggris, negara yang pernah menjajah India selama seratusan tahun. “Coba bayangkan kalau Perancis yang menjajah India. Kebudayaan kuliner Perancis yang mewah, bersanding dengan kebudayaan kuliner India yang luhur. Tapi malahan kita dijajah oleh Inggris, yang pencapaian kuliner tertingginya selama 2000 tahun hanya fish and chips.” Ha!

BACA JUGA:  Empat Film Indonesia Paling Wajib Ditonton 2015

5. Jiro Dreams of Sushi (2009)

Jiro Ono adalah sushi itu sendiri. Nama besarnya begitu susah ditandingi. Sukiyabashi Jiro adalah restoran miliknya yang beroperasi di daerah Ginza. Restoran ini mendapat 3 bintang Michelin, penghargaan tertinggi untuk restoran. Padahal kalau sekilas dilihat, restoran sushi ini sangat sederhana. Malahan terletak di bawah tanah. Tapi apakah mudah mencapai semua ketenaran itu? Di film dokumenter buatan David Gelb ini, penonton bisa tahu kalau Jiro mencintai sushi melebihi cintanya pada keluarga, atau bahkan dirinya sendiri. Baginya sushi adalah seni, tidak sekedar makanan. Film dokumenter ini dikemas dengan sangat indah, lengkap dengan narasi yang menggetarkan. Tak lupa, banyak sekali penampilan sushi yang begitu menggoda selera.

6. Tabula Rasa (2014)

Ini adalah satu dari sedikit sekali film tentang kuliner di Indonesia. Berkisah tentang Hans (Jimmy Kobogau), pemuda Papua yang mendapati impiannya hancur di Jakarta. Menggelandang, ia dibantu oleh Mak (Dewi Irawan), pemilik rumah makan Padang yang nyaris bangkrut. Perlahan, Hans belajar cara memasak masakan Padang. Cara apik menampilkan Bhinneka Tunggal Ika tanpa jargon memusingkan. Saran saya, sebelum menonton film ini: jangan menonton dengan perut kosong. Dari layar saja, kalian bisa mencium harum gulai kepala ikan, sebuah masakan yang merupakan ritual persembahan Mak kepada anak terkasihnya.

7. Soul Kitchen (2009)

Film masak yang komikal, sekaligus di beberapa titik menggemaskan dan membuat tertawa. Zinos (Adam Bousdoukos) adalah pemilik Soul Kitchen, restoran kecil di sebuah bekas gudang. Dari pagi hingga sore, restoran ini dipakai sebagai tempat latihan band punk rock yang tak pernah membayar sewa. Di sana juga ada Sokrates, pelaut tua yang juga tak pernah membayar sewa, dan rutin memaki Zinos. Hidupnya makin berat saat sang pacar akan pindah kerja ke Shanghai. Lalu restoran Zinos yang nyaris bangkrut, ternyata menunggak tagihan pajak. Lalu datang Shayn, mantan chef di restoran paling terkenal di Hamburg, yang dipecat gara-gara mengamuk pada konsumen. Di tangan Shayn, menu kasual Soul Kitchen diubah menjadi menu haute cuisine. Film ini terpilih sebagai film terbaik dalam ajang Festival Film Venice, kategori Pilihan Juri.

8. Mostly Martha (2001)

Film Jerman yang lagi-lagi tanpa sungkan menunjukkan sisi depresi manusia. Padahal ini film komedi romantis. Berkisah tentang Martha Klein, chef di restoran besar di Hamburg. Sebagai seorang perfeksionis yang mengejar karir, bisa dibilang ia kesepian. Tak ada teman. Tiada kekasih. Mirip kisah hidupmu, Mblo? Sampai suatu saat adik perempuan Martha meninggal dalam kecelakaan. Martha terpaksa harus merawat keponakannya. Masalah bertumpuk saat di restoran, Martha mendapat pesaing. Seorang chef yang flamboyan, bohemian, dan riang. Jauh berbeda dengan Martha. Film ini masuk nominasi Film Terbaik Eropa 2002 di ajang Goya Award. Saking populernya, film ini dibuat ulang di Hollywood dengan judul No Reservation, yang dibintangi Catherine Zeta-Jones dan Aaron Eckhart.

9. Big Night (1996)

Dua orang kakak-adik imigran asal Italia harus berjuang mempertahankan restoran mereka di New Jersey. Sang kakak adalah koki brilian yang idealis. Ia selalu bersikeras membuat hidangan Italia yang otentik. Tak mau menyesuaikan dengan lidah Amerika. Sedang sang adik bekerja sebagai manajer restoran yang lebih santai dan pragmatis. Sang kakak ingin masakan tetap otentik, sedang sang adik ingin si kakak mengalah demi peningkatan jumlah pengujung. Kedua sifat berbeda ini membawa ke percakapan yang sering mengundang tawa. Semisal:

Adik: Beri mereka waktu. Nanti mereka akan belajar soal cita rasa makanan Italia sesungguhnya. Kakak: Ini restoran! Bukan sekolahan!

Atau soal percakapan antara sang Adik yang kewalahan menghadapi komplain pengunjung.

Pengunjung: Cak, opo iki panganan sing tak pesen? Adik: Iyo Mbak. Iki risotto. Resep spesial, tak gowo soko Italia. Pengunjung: Suwi nemen nggawene. Tak pikir koen nang Italia gawe njupuk panganan iki.

Adegan paling kondang tentu saat dua kakak beradik ini membuat Timpano, masakan Italia yang kompleks dan rumit. Saat adegan membuat Timpano, kamu bisa melihat bagaimana karya seni dibuat. Timpano bisa dibilang sejajar dengan Monalisa atau The Creation of Adam. Saat Timpano matang, voila! Mahakarya seni yang agung!

BACA JUGA:  Inovasi Kreatif Kuliner Rakyat yang Perlu Ditiru Para Jomblo

10. Haute Cuisine (2009)

Berdasar kisah nyata Danièle Mazet-Delpeuch, seorang juru masak dari desa yang ditunjuk sebagai juru masak pribadi Presiden Perancis kala itu, François Mitterrand. Hortense Laborie, sang perempuan paruh baya yang jago memasak, harus “berperang” dengan kru dapur istana presiden yang ia sebut sebagai “patriarkis” dan meremehkan perempuan. Hortense lebih disukai presiden, karena ia memasak hidangan tradisional ala pedesaan  Perancis. Adegan paling menggiurkan adalah saat Hortense memasak Choux farci au saumon, alias kol isi ikan salmon yang dimasak dalam krim. Sluuurp!

11. The God of Cookery (1996)

Rasanya kurang lengkap kalau bicara tentang film makanan tanpa melibatkan film ini. Karena itu sengaja saya taruh di bagian akhir. Aduh, film ini begitu berkesan bagi saya. Mungkin juga bagi kalian yang besar di era 90-an. Terlebih, film ini saban tahun selalu diputar di televisi Indonesia. Stephen Chow berperan sebagai God of Cookery. Raja masak yang bisa mengetahui rasa makanan hanya dari bentuknya saja. Sayang, ia sombong dan lupa diri. Ia akhirnya dikudeta oleh mantan anak buahnya. Terbuang dari lingkungan yang elit, ia jadi gembel dan dibantu oleh Turkey, juru masak mie bakso kelas bawah. Ada banyak sekali adegan makanan yang menggiurkan, sekaligus memancing tawa keras. Kalau menonton film ini tanpa tergelak hingga sakit perut, ada yang salah dengan anda. Honorable Mention

  1. Tampopo (1985)

Film klasik Jepang tentang seorang janda beranak satu yang membuka warung ramen. Dibantu oleh supir truk pengelana yang kocak.

  1. Nankyoku ryôrinin/ Chef of South Polar (2009)

Film komedi Jepang tentang kehidupan juru masak di pusat penelitian Kutub Selatan. Adegan masak dan menyantap ramen akan membuat kamu segera pergi ke dapur dan membuat Indomie kuah!

  1. The Hundred Foot Journey (2014)

Berkisah tentang “perkawinan” masakan India dan Perancis. Lengkap dengan rivalitas restoran yang hanya terpisah oleh seruas jalan.

  1. Chef (2014)

Salah satu film populer di 2014. Menampilkan banyak bintang terkenal. Mulai John Favreau, Sofia Vergara, Dustin Hoffman, Robert Downey Jr, dan perempuan idaman lelaki sepanjang hayat: Scarlett Johansson. Ada banyak sekali adegan food porn, terutama masakan Kuba.

  1. Ratatouille (2007)

Film animasi yang sangat bagus. Kisahnya di luar pakem film animasi lainnya. Pertanyaan yang harus kalian pikir jawabannya: apakah kalian mau memakan masakan yang dibuat oleh tikus yang jago masak? Saya sih sudah punya jawabannya.

No more articles