fbpx

MOJOK.CO Sempat dikira sebagai tanda kiamat karena mirip ciri-ciri kiamat di kitab suci, sesungguhnya wabah belalang di Afrika Timur ini disebabkan oleh perubahan iklim. Tapi, apa ini artinya… perubahan iklim lah yang akan memicu kiamat? 

Kalau kalian pikir virus corona adalah satu-satunya wabah paling berbahaya yang sedang kita hadapi saat ini, saya kasih tahu ya, kalian salah.

Di Afrika Timur sana, orang-orang sedang dibuat sangat kesulitan gara-gara ada serangan wabah…

… belalang gurun.

Sebentar, sebentar, kalian jangan menganggap ini enteng dulu. Ini wabah belalang terparah dalam 25 tahun terakhir di Ethiopia dan Somalia. Dan terparah sejak 70 terakhir di Kenya. Dan ke depannya, ini semua akan menjadi lebih parah lagi karena kata PBB, jumlah belalang gurun yang ada akan meningkat 500 kali lipatnya.

Untuk ngasih bayangan betapa menyeramkannya keadaan ini, mari bikin simulasi di dalam pikiran kita.

Pertama-tama, kita harus sepakat dulu kalau serangga itu adalah makhluk yang sangat menyebalkan. Apa pun itu bentuknya: nyamuk, lalat, kecoa, dan tentu saja si belalang ini.

Kenapa kita harus sepakat kalau mereka menyebalkan?

Tentu saja karena serangga tidak pernah memedulikan ruang pribadi manusia. Dia selalu datang tanpa diundang, masuk ke dalam rumah bahkan ke celana kita–hal yang tidak dilakukan sebagian besar hewan lain. Kedua, dia tidak mengerti kalau manusia itu ada di puncak rantai makanan, yang artinya, tidak boleh ada yang mengganggu manusia, apalagi memakan makanan manusia!

Dan hey, jangan lupakan juga fakta bahwa mereka sama sekali tidak takut dengan manusia karena ketika hendak kita serang, mereka yang duluan terbang mendekati kita.

Oke, sekarang bayangkan belalang seukuran jari kamu ada di depan kamu. Dia makan tanaman yang susah-susah kamu besarkan seperti anak sendiri. Lalu ketika coba kamu usir, dia malah melompat ke arah kamu….

Baca juga:  Bukan Cuma Indonesia dan Cina Aja yang Bisa Rebutan Perairan Natuna

Mungkin jika hanya ada satu atau dua, kita masih bisa menanganinya. Tapi jika jumlahnya ada seratus? Seribu? Sejuta?

Kamu. Berhadapan. Dengan. Sejuta. Belalang. Mereka makan tanamanmu. Mereka lompat dan terbang di sekelilingmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

Nah, wabah belalang seperti itulah yang sedang dihadapi orang-orang di Afrika Timur.

Belalang gurun ini makan hasil panen mereka. Dan jika-kamu-belum-tahu, dalam sehari, kawanan belalang gurun yang sedang mewabah ini bisa menghabiskan makanan setara 2.500 porsi makanan yang dimakan manusia. Sekali lagi saya ulang: dalam sehari.

Menurut kertas kerja FAO yang dikutip BBC, kalau jumlah kawanan belalang ini terus bertambah dan katakanlah bisa memenuhi Kota Paris, jumlah makanan yang mereka habiskan akan setara dengan kuota makan separuh penduduk Prancis.

Makanya nggak heran kalau petani di daerah Amhara di Ethiopia gagal panen karena tanamannya dimakanin belalang semua. Bener-bener semua karena sejumlah petani melapor, 100% tanamannya disikat belalang tanpa ampun.

Artinya, negara-negara Afrika timur ini harus siap juga mengalami krisis pangan gara-gara belalang. Dan ini semua memperparah kondisi jutaan orang di Somalia, Kenya, dan Ethiopia yang tanpa wabah belalang saja sudah bertahun-tahun berhadapan dengan kelaparang, kekeringan, atau kebanjiran.

Karena ini jadi wabah yang sangat berbahaya, dan pemerintah lokal bahkan nasional nggak bisa menyelesaikannya, PBB sampai minta tolong bantuan internasional. Sayangnya, saya pikir kepedulian kita terhadap negara-negara afrika nih nggak sebesar kepedulian kita kepada China, akhirnya, berita tentang ini tenggelam begitu saja.

Dan kalian tahu nggak, satu-satunya perhatian yang muncul ke wabah belalang ini adalah, orang-orang mengaitkannya dengan tanda-tanda kiamat karena di beberapa kitab agama, kehadiran belalang dituliskan sebagai tanda akan adanya bencana seperti yang terjadi di masa Nabi Musa.

Baca juga:  Yusril Ihza Mahendra jadi Pengacara Outsourcing Jokowi-Ma’ruf Aja Kok Ribut

Apalagi, wabah belalang ini sempat menjangkiti negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Iran, Yordania dan daerah di laut merah di Bulan Februari kemarin. Jadinya ramalan akhir jaman ini semakin kencang diembuskan.

Buat yang belum tahu apa hubungannya belalang dengan bencana di jaman nabi musa, kalian googling aja sendiri ya, saya di sini bukan mau cerita nabi-nabi soalnya hahaha.

Jadi benar nggak sih kalau wabah belalang gurun di Afrika Timur ini tanda-tanda kiamat?

Ya jelas bukan ih, ini mah gara-gara perubahan iklim 🙁

Ingat-ingat hey, Ini tuh abad 21. Segala sesuatu bisa dijelaskan secara ilmiah melalui sains. Wabah belalang gurun ini terjadi karena perubahan iklim bikin tahun 2019 lalu jadi tahun yang bikin banyak hujan lebat, topan, dan badai di Afrika Timur. Di saat bersamaan, perubahan iklim juga membuat air menghangat lebih cepat di Samudra Hindia yang dekat dengan pantai timur Afrika.

Nah, hujan lebat dan temperatur yang lebih hangat ini adalah kondisi super-ideal bagi belalang untuk berkembang biak. Karena (((super-ideal))) mereka jadinya berkembang biak dengan supercepat sekali.

Hujan lebat di Afrika Timur membuat 2019 menjadi tahun terbasah di kawasan ini. Perubahan iklim membuat air menghangat dengan cepat di Samudra Hindia di lepas pantai timur Afrika yang juga melahirkan topan dan badai kuat di Afrika.

Sebelum dikit-dikit mengaitkannya dengan ramalan akhir jaman, mari kita melihat sains dulu, oke? Jangan dikit-dikit kiamat, dikit-dikit kiamat. Kiamat kok dikit-dikit?

BACA JUGA Deretan Hoaks Virus Corona, Cek Fatanya Agar Tidak Panik Berjamaah atau artikel lainnya di POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles