MOJOK.COKalau kata pepatah, hari baru, harapan baru. Kalau anggota DPR baru bisa kira-kira bisa ngasih harapan baru juga nggak? Ya bisa dong~ Asal melakukan 4 cara ini…

Selama ini, banyak orang selalu mengeluhkan kinerja DPR yang buruk. Selain disebut gagal menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, tingkat kehadiran anggota DPR dalam rapat paripurna sangat rendah.

Anggota DPR periode lalu (2014-2019) malah disebut-sebut punya kinerja terburuk sepanjang reformasi. Masa di tahun 2018 kemarin, mereka hanya menyelesaikan 5 Undang-undang dari target 50 rancangan undang-undang. Sungguh ter la lu.

Ya gimana kinerjanya nggak buruk, bukannya bikin undang-undang, banyak anggota DPR masalh sukanya bikin sensasi, dan pwisie kayak anak indie. Dan anehnya, pas ketahuan kalau performa mereka buruk saja belum, bukannya minta maaf, malah minta dimaklumi. Hahahaha.

Saya jadi bertanya-tanya sebenarnya apa sih yang bikin kinerja DPR itu selalu konsisten buruknya? Rasa-rasanya nggak mungkin toh anggota dewan pilihan kita ini pekok semua.

Jangan-jangan, alasan kinerja mereka buruk itu bukan salah mereka lagi. Tapi salah kita…. HMM???

Kalau pasangan hidup aja cerminan dari diri kita, jangan-jangan anggota DPR yang mewakili kita juga sama… Kalau yang jadi anggota DPR ini ternyata buruk, artinya kebanyakan kita memang buruk dan sudah sepantasnya dapat yang buruk juga…

Jangan-jangan karena kita hobi nyambati dan nyinyiri anggota DPR kita, (seperti yang sedang saya lakukan saat ini) makanya mereka juga hobi sambat dan nyinyir ketimbang bikin undang-undang—-kayak kita. Mungkin selama ini perlakuan kita terlalu jahat sama mereka makanya kita juga “dijahatin” sama mereka… Waduh.

Kalau memang seperti itu, saya pikir alangkah baiknya kita lebih banyak berbuat baik kepada anggota DPR yang sudah kita percaya mewakili suara kita.

Gimana cara berbuat baiknya?

Ya dengan menyambut keberadaan mereka dengan penuh suka cita, lah!1!

Kalau sejak awal sudah kita sambut, saya yakin mereka akan mengerti betapa besarnya harapan rakyat kepada mereka supaya bisa bekerja dengan baik. Nah, Mojok Insitute sudah menyiapkan (((pagelaran))) apa saja sih yang harus dilakukan untuk menyambut bapak-ibu anggota dewan yang baru agar bisa bekerja dengan produktif dan bahagia.

Merenovasi Gedung DPR

Kalau pepatah bilang hari baru semangat baru, anggota DPR baru rasa-rasanya juga perlu gedung baru biar semakin semangat bekerja dong!11!

Baca juga:  Dipilih Secara Sah, Dilindungi dengan Fitnah

Percaya atau tidak, menurut hasil pengamatan Mojok Institute, kami yakin sekali salah satu penyebab lambatnya kinerja anggota DPR bukan gara-gara anggota dewannya yang pekok tapi gara-gara gedungnya.

Iya gedungnya!11!

Bukan, bukan karena gedungnya rusak atau miring 7 derajat. Tapi karena gedungnya…. Mirip kura-kura.

Eh seriusan ini!!1! Kalian pernah perhatiin gedung DPR nggak? Menurut kami, gara-gara gedungnya mirip kura-kura, bapak ibu dewan ini jadinya lambat dan nggak responsif. Harusnya, kalau pengin kerjanya cepat, Gedung DPR ini perlu direnovasi. Bentuknya perlu perlu diganti jadi kayak kelinci yang lebih lincah, atau dibikin bentuk cheetah sekalian biar lebih gaspolll.

Bikin Welcoming Party

Satu hal yang sering kita lupakan, kita sedikit sekali mengapresiasi terpilihnya bapak-ibu anggota dewan ini. Padahal terpilihnya mereka sebagai wakil dari 250 juta orang di Indonesia sesuatu yang susah dan harus dirayakan besar-besaran!!1!

Harusnya, kita sebagai rakyat menyiapkan pesta selamat datang alias welcoming party buat mereka. Selain harus tumpengan, kita juga perlu memberikan mereka suguhan pesta rakyat tujuh hari tujuh malam. Kalau udah dibikinin pesta, mereka pasti bakal makin ngerasa bangga udah jadi perwakilan dari kita. Lalu akan berusaha keras membanggakan kita sebagai orang yang memberikan suara kepada mereka.

Bikin Ospek

Seperti halnya mahasiswa yang butuh ospek untuk membangun ikatan dengan kampus, wakil rakyat juga perlu dibikinin ospek supaya makin terikat dengan rakyat yang memilih mereka.

Rangkaian ospek ini akan berupa tes hafalan Pancasila untuk membuktikan rasa nasionalisme mereka, dan tantangan untuk nyemplung di bundaran HI sebagai pembuktian totalitas mereka menjadi wakil rakyat.

Seperti ospek pada umumnya, nggak lengkap dong kalau nggak pakai seragam hitam putih dan topi petani. Jangan lupa pakai name tag yang tulisan nama dan asal partai mereka.

Supaya semakin nasionalis, anggota DPR baru akan diajak untuk panas-panasan membuat mozaik burung garuda yang tampak dari atas. Setelah itu menulis pesan-kesan di kertas yang berisi ucapan terima kasih atau terserah mereka lah mau ngisi apa wqwq.

Boleh ngisi  “Terima kasih karena suaramu, aku bisa ada di sini”, atau “Emak, bapak, lihat anakmu sudah di senayan”, atau “Untuk haters-hates gue, berkat ejekan lo, gue bisa ada di sini, mamam!!1! lo cuman rakyat jelata dan gue sekarang jadi wakil kalian semua.”

Baca juga:  Surat Terima Kasih untuk DPR dan Jokowi atas Revisi UU KPK

Di malam harinya, anggota DPR baru juga akan mengikuti sesi jurit malam di taman makam pahlawan. Tujuan jurit malam ini adalah agar mereka senantiasa mengingat bagaimana perjuangan pahlawan, dan juga ingat kematian bahwasanya pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang berat ketika dihisab jadinya jangan macam-macam apalagi sampai berani-berani korupsi karena ancamannya adalah neraka saudara-saudaraaa.

Dalam sesi ospek ini, mereka juga akan mendapatkan materi mengenai dasar-dasar menjadi anggota dewan seperti tugas dan kewajiban, juga ancaman kalau nggak berhasil mengesahkan 5 RUU dalam 6 bulan mereka akan di DO oleh rakyat.

Bikin Makrab

Terakhir, habis dimarah-marahin dan dikerjain abis-abisan pas ospek, tentu harus dibayar dengan bikin makrab alias malam keakraban.

Acara ini akan jadi penting untuk saling mengakrabkan para anggota dewan yang terpilih supaya nggak ribut-ribut mulu dan bisa saling bekerja sama ketika nanti harus menyusun undang-undang dan yang paling penting sih biar nggak ada slek antar anggota.

Dengan adanya makrab ini, yang jauh akan mendekat, yang dekat akan merapat, yang rapat pada ke mana ya? Loh loh belum kuorum ini, pasti pada ketiduran. Eh.

Tentu saja makrab tidak akan lengkap tanpa adanya pentas seni dari senior dan anggota makrab. Di pentas seni ini, kita bisa minta Lord Fadli, pujangga kebanggaan kita semua membacakan salah satu puisinya.

Kita juga bisa minta anggota dewan untuk membuat pementasan drama tentang aksi 98 di Gedung DPR. Para anggota dewan akan berperan sebagai orang-orang yang menuntut reformasi, lalu rakyat yang menonton akan berperan sebagai tantara agar mereka semakin menjiwai peran mereka.

Terakhir, jangan lupakan sesi sharing bersama senior dan alumni. Dalam sesi ini, akan diceritakan pengalaman senior-senior mereka yang tertangkap OTT KPK dan dipenjara dalam jangka waktu yang lama.

Seperti halnya mahasiswa baru, anggota DPR baru juga masih polos-polos, ini lah saat terbaik untuk mencuci otak mereka supaya nanti kinerja mereka ngebut dan nggak acakadut lagi. Acakadut apaan dah wqwq.