MOJOK.COSepertinya banyak yang belum tahu jika BPS sedang menggelar sensus penduduk 2020. Nih saya bantu untuk memahami sensus ini dengan sederhana.

Setiap 10 tahun sekali pemerintah punya tugas besar melakukan sensus penduduk untuk menghitung kembali jumlah orang yang tinggal di Indonesia termasuk merekap informasi dasar seperti umur, jenis kelamin, dan suku bangsa. Tugas ini dilakukan untuk melihat seberapa banyak negara berubah dalam waktu 10 tahun.

Betul ~ Bukan cuma tetangga, negara juga suka pengin kepo apa saja yang berubah dari hidup kita.

Emang buat apa sensus penduduk itu?

Tujuan dibikin sensus penduduk adalah untuk menghitung jumlah penduduk (ya iya lah). Tapi bukan cuma buat tahu jumlahnya saja. Data ini akan dijadikan parameter demografi dan proyeksi penduduk.

Maksudnya, dari data ini kita bisa lihat bukan hanya jumlahnya, tapi juga sebarannya. Berapa banyak yang lahir, berapa banyak yang meninggal, dan di daerah mana paling banyak orang tinggal.

Data lain yang akan didapatkan dari hasil sensus seperti jenis pekerjaan, dan tingkat pendidikan akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan di masa depan. Karena data-data itu menunjukan banyak hal yang saling berkaitan.

Pekerjaan misal akan berkaitan dengan jumlah pengangguran, dan tingkat pendidikan berkaitan dengan tingkat literasi masyarakat.

Penduduk mana nih yang disensus?

Ya penduduk Indonesia. Tapi bukan penduduk “asli” saja. WNA yang ada di Indonesia tapi sudah/berencana menetap di Indonesia selama 1 tahun juga bakal ikut disensus.

Gimana cara ikut sensus?

Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan. Ikut yang online atau nunggu didatangi petugas sensus.

Nah yang online ini adalah terobosan baru BPS karena tahun 2010 lalu tidak ada yang namanya sensus online. Kalau ikut yang online, kita melakukan sensus secara mandiri. Caranya dengan mengunjungi halaman sensus.bps.go.id kemudian login dengan NIK dan nomor KK kamu. Selanjutnya ikuti arahan di websitenya, lalu isi deh pertanyaan yang ada di sana. Batas pengisian sensus online ini sampai 31 Maret nanti.

Apa aja pertanyaan di sensus itu?

Saya belum tahu pasti karena setiap saya mau ngisi, websitenya down terus WQWQWQ (halo pemerintah??). Tapi dari apa yang saya baca, ada 22 pertanyaan yang meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, agama, tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan. Pertanyaan lain katanya ada tentang berapa daya listrik di rumah dan air minum apa yang kita digunakan.

Kalo aq gaptek gimana dong wqwq?

Tenang, kalau nggak bisa sensus online, nanti akan tetap ada sensus manual alias sensus yang dilakukan oleh petugas sensus yang akan datang ke rumah kita untuk wawancarai kita. Katanya sensus manual ini akan dilakukan pada tanggal 1 sampai 31 Juli 2020.

Sensus manual juga akan diberlakukan kepada masyarakat yang nggak punya kuota internet, gawai, dan tower telkoms*l alias di remote area, tempat yang nggak ada sinyal sama sekali.

Pas hari-hari sensus, gimana cara memastikan yang datang itu petugas sensus?

Pertanyaan yang bagus. Kita harus selalu waspada, jangan sampai ditipu orang yang bilangnya petugas sensus, tahunya orang yang pengin PDKT soalnya keduanya sama, suka nanya-nanya mulu.

Cara memastikan dia petugas sensus betulan adalah dengan meminta dia menunjukan kartu petugas yang ada QRCODEnya. Nah QRCODE ini kalau discan akan menampilkan identitas petugas.

Kalo saya nggak mau sensus apa akibatnya?

Iya sih saya ngerti kalau sensus itu banyak ditanya hal privat. Tapi kamu nggak perlu khawatir jadi baper sama petugas sensusnya karena dia cuma nanya pekerjaan aja, nggak akan nanya “kamu udah makan?”, atau “kalau aku nanya-nanya gini bakal ada yang marah nggak ya?”

Sensus itu penting, kawan.

Kalau kamu melewatkan sensus, kamu bisa jadi nggak terdaftar sebagai penduduk. Akibatnya, eksistensimu tidak diakui oleh negara, sehingga kamu nggak akan bisa ngurus surat apa-apa soalnya datanya nggak ada di databasenya negara.

Apa boleh bohong pas ngerjain sensus? Pura-pura miskin misal, biar dapat bantuan hehe

Begini kawan, sensus penduduk dilakukan agar negara punya data yang akurat mengenai warga negaranya. Dan kamu tahu apa pentingnya data yang akurat? Ya, program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Kalau kamu mau memberikan data yang tidak akurat untuk kepentinganmu sendiri, ya boleh-boleh aja sih. Lagian juga siapa sih saya pake bisa ngelarang-larang kamu? :’)

Tapi inget-inget aja nih, petugas sensus emang bisa diboongin. Tapi malaikat bakal tetap mencatat!11!!

Kalo soal kejujuran saya nggak bisa apa-apa, cuman bisa doain aja semoga kalau ada yang niat curang-curang kayak gini, apa yang dia tulis biar disebut miskin bisa dikabulkan jadi miskin betulan sama Tuhan. Aamiin.

Apa sensus penduduk punya kekurangan?

Ada.

Sensus penduduk kan bertujuan untuk bisa memperbarui data penduduk di suatu negara. Dari sensus ini, kita bisa tahu ada berapa jumlah kemiskinan di negara tersebut. Tapi, data itu sebenarnya tidak benar-benar merepresentasikan jumlah orang miskin yang sebenarnya. Ada yang namanya “absolute poverty”, orang miskin yang semiskin miskinnya miskin. Mereka adalah orang yang tidak pernah terdata karena hidup mereka berpindah-pindah gara-gara nggak punya rumah. Bentuk Absolute poverty ini seperti gelandangan yang tinggal di gerobak yang mereka dorong. Mereka nggak akan tercatat karena nggak punya KTP/KK dan segala jenis identitas.

Karena nggak tersensus, akhirnya mereka nggak bisa mengakses segala bantuan dan jaminan sosial yang sebenarnya sangat amat mereka butuhkan. Hiks sedih.

BACA JUGA Google Memata-Matai dan Menjual Data Kita, Tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja atau artikel lainnya di POJOKAN.