fbpx

MOJOK.COSembilan kesalahan yang sering dilakukan pemilik warung makan yang bikin pembelinya boro-boro mau jadi pelanggan, untuk balik lagi aja, harus mikir berkali-kali.

Jaman sekarang memulai bisnis kuliner seperti membuka warung makan menjadi pilihan yang banyak dilirik oleh orang. Maklum, bisnis ini tidak akan kehilangan pasar karena manusia akan terus butuh makanan untuk memenuhi kebutuhannya.

Untuk menunjang kesuksesan bisnis ini banyak dijual buku-buku yang berisi tips berbisnis mulai dari bagaimana memulai menjalankan usaha sampai cara menarik pelanggan agar bisnis tetap berjalan. Ada juga yang menggunakan ilmu klenik dan cara-cara metafisik seperti melibatkan pesugihan dan makhluk gaib. Bahkan katanya, ada yang sampai masak pakai sempak biar makanannya punya cita rasa tersendiri dan bikin orang kembali lagi.

Tapi eh tapi, sadarkah kalian bahwa sebanyak apa pun buku bisnis yang dibaca, sekuat apa pun pesugihan yang dilakukan, sering kali ada kejadian-kejadian yang bikin pembeli bersumpah tujuh turunan nggak akan kembali ke warung itu seenak apa pun makanan yang mereka sajikan.

Nah, Mojok Institute akan mencoba membahas apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan pemilik warung makan yang bikin pembelinya boro-boro mau jadi pelanggan, untuk balik lagi aja, harus mikir berkali-kali.

1. Harganya kemahalan

Ini adalah kesalahan pertama pemilik warung yang paling sering terjadi. Orang Indonesia tuh orang-orangnya perhitungan! Mau makanannya seenak gimana pun, kalau harganya mahal nggak karu-karuan, dan nggak masuk akal, pembeli pasti males beli lagi. Misal, es teh dihargain 60 ribu, lihat angka itu, pembeli pasti langsung berkalkulasi kalau beli di angkringan, itu es teh bisa dapat 20 gelas. Itu kalau gelasnya dituang ke ember, es tehnya bisa dipakai keramas.

Baca juga:  Cerita Celana Dalam dan Pohon Pepaya Pak Haji

2. Yang dijual nggak sesuai ekspektasi

Biasanya ini terjadi kepada warung makan yang jualan makanan kekinian. Pembeli yang biasanya datang dengan ekspektasi yang tinggi setelah melihat iklan atau mendengar rekomendasi dari orang, sering berakhir kecewa karena pas beli ternyata nggak sesuai ekspektasi.

Tapi ini nggak berlaku di semua warung makan sih, ada pengecualian khususnya buat restoran besar seperti em si di yang hampir semua makanannya beda sama iklannya, tapi anehnya ga ada yang ngerasa ekspektasinya dikhianati dan tetep aja balik ke sana. Kuat banget nget nget nget nget nih pasti pesugihannya ~

3. Nggak punya kembalian

Ini sering terjadi di kota-kota besar yang mana warung makan suka nggak punya uang kembalian. Yang menyebalkan dari ini adalah, udah disuruh menunggu, pas udah ditungguin lama, seringnya masih nggak ada juga kembaliannya. Ujung-ujungnya diminta diikhlasin aja deh.

Ikhlas sih ikhlas tapi ya bukan maksud hitung-hitungan nih ya, uang sejuta kalau kurang seribu nggak jadi sejuta….

4. Ada kenangan buruk di sana

Makanannya enak, tempatnya enak, harganya enak, tapi di sana kita diputusin pacar atau ditagih utang. Ya mana mau lah balik lagi ke sana. Edan po.

5. Pedagangnya beda pilihan politik

Di jaman yang serba polutak politik ini beda pilihan politik bisa jadi petaka. Bukannya makan dengan khusyuk nanti malah diajak debat kusir ke mana-mana. Susah emang, orang kalo udah ngefanboy tokoh politik suka jadi buta.

Baca juga:  Eit Jangan Salah, Tidur Tanpa Celana Dalam Jebul Diklaim Lebih Sehat Lho

6. Di warungnya ada stiker, “Sekarang bayar, besok gratis”

Bayangkan kamu sudah makan dengan membayar di hari ini, lalu menanti-nanti esok biar bisa makan gratis, tapi pas besoknya datang, kamu ternyata di-php karena stiker itu tulisannya tetap, “Sekarang bayar, besok gratis” tidak berganti jadi, “Kemarin sudah bayar? Silakan makan gratis” Itu sih, tiap hari makannya bayar terus ga ada gratis-gratisnya, hadeeeh.

7. Penjualnya ternyata SJW

Ketika semua orang percaya slogan raja adalah pelanggan, penjual tipe SJW tidak menerima itu semua karena bagi mereka, semua manusia di bumi itu terlahir secara setara dan tidak boleh ada yang diperlakukan istimewa.

Penjual yang seperti ini juga akan rajin menceramahi kita soal masalah lingkungan tiap minta sedotan, masalah sumber daya jika masih ada makanan tersisa di piring kita karena dianggap buang-buang makanan, dan masalah kesetaraan tiap ada cowok yang mau neraktir pacarnya ketika si cewek minta patungan aja.

8. Pedagangnya nggak jualan lagi

Alasan yang nggak butuh alasan lagi kenapa pembeli males balik lagi ke warung makan seenak apa pun itu makanannya adalah: Penjualnya nggak jualan lagi.

Ya gimana bisa balik lagi kalau warungnya udah tutup? Mau kita niat balik lagi dan nungguin tiap hari juga percuma karena yang jualan udah nggak buka warung lagi.

9. Warungnya deket kuburan

Kalau ini sih, pembalinya nggak berani balik lagi soalnya curiga kalau penjualnya sebenarnya… jelmaan setan.

BACA JUGA Celana Dalam Penglaris Warung Bakso dan Pesugihan Seminar Tuyul atau artikel lain di POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles