Setelah aksi 411 dan 212, kini saatnya menanti aksi 112. Sejatinya saya kurang sepakat akan aksi 112. Bukan bagaimana dan mengapa aksi itu dilakukan, melainkan pemilihan tanggalnya itu lho, sangat tidak hoki. Kenapa begitu? Seperti yang pernah saya jelaskan di artikel sebelumnya, bahwa pemilihan angka itu penting. Di Indonesia, angka yang paling penting adalah 5. Itu sudah jelas dan tidak bisa ditawar lagi. Kenapa aksi 411 bisa menjadi tonggak gerakan yang bagus? Ya itu tadi, soalnya 4 dikali 1 lalu ditambah 1 hasilnya 5. Tak jauh beda dengan aksi 212, coba pikir, sampeyan kira, apa sebabnya aksi 212 bisa sampai tembus angka 7 juta orang? Lagi-lagi ya itu tadi, 2 ditambah 1 ditambah 2 hasilnya 5.

Tuh kan? Kandhani og. Ini bukti yang sahih, bahwa saya tidak main-main soal angka 5 ini.

Nah, berkaca dari tuah angka 5 inilah saya jadi agak pesimis jika aksi 112 bakalan sukses. Mangkanya, kalau boleh saya usul, sebaiknya aksi besok itu diundur saja jadi 122. Kan yo cuma mundur sehari tho? pasti nggak bakal susah ngurus prosedur dan protokolernya. Eh, tapi apalah saya, kok berani-beraninya mengajukan usul yang sangat lancang, saya kan cuma seseorang yang ndilalah pandai utak atik angka. Menguasai ilmu cocokologi. Bukan aksikologi. Lagian saya juga bukan kubu biru, hijau, putih, apalagi merah. Saya cuman Ranger Pink. Karena itulah, saya cuma bisa ngasih tips buat sampeyan-sampeyan yang mau ikut aksi besok.

Saya bakal ngasih tips soal 5 hal yang sebaiknya sampeyan bawa ke aksi 112 besok (Ingat, 5 hal, bukan 4, 6, apalagi 7). Ini mungkin bakal jadi tips yang tidak terlalu penting. Tapi percayalah, kalau sampeyan berkenan membawa kelima-limanya, maka aksi sampeyan akan lebih barokah dan berkesan.

Dan ya, ini murni tips dari saya, dari pemikiran saya, bukan dari hasil bertanya kepada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri.

Oke, langsung saja yes? Inilah 5 hal yang sebaiknya sampeyan bawa besok jika sampeyan ikut aksi

Baca juga:  Sugeng Kondur, Yu Patmi ...

1. Payung

Ini serius. Payung adalah salah satu elemen paling penting dalam aksi. Terserah mau payung apa, mau payung hadiah jalan sehat kek, payung bonus cat tembok kek, atau payung hasil pinjem tetangga, terserah, yang penting payungnya normal dan bisa dibuka-tutup sebagaimana mestinya. Kalau bisa, pilihlah payung berwarna terang. Bisa kuning ataupun putih. Jangan pernah sekali-kali pakai warna biru. Kenapa? Sudahlah, karena hanya mantan presidenlah yang berhak mengklaim warna biru sebagai miliknya. Masa iya, kamu nggak lelah? Bisa-bisa kamu nanti dengerin curhatan lagi dari blio. Bisa-bisa nanti ganti hestek, dari #SayaBertanya jadi #SayaBerwarna. Aduuh, kan nggak asyik, terlalu rainbow-minded gitu lho.

Kenapa kok payung? Ealah, kok ya masih tanya, lha yo karena ia bisa melindungi sampeyan dari panas dan hujan tho yo. Plis, sadar diri lah. Sampeyan mungkin tahu berapa ongkos transport dari rumah sampeyan ke Jakarta, tapi saya yakin, sampeyan nggak tahu besok bakal hujan deres apa nggak. Ya tho?

2. Air Mineral

Kalo ini jelas harus dibawa. Apapun mereknya, silakan, asal bukan Equil. Bukan permasalahan haram atau halalnya, tapi beratnya itu lho, nggak ketulungan, lha wong botolnya kaca.

Mending bawa air mineral biasa yang botolnya plastik, ukuran sedengan saja, yang 500ml. Praktis dan simpel. Jadi kalo buat lempar-lemparan lebih gampang #eh. Btw, ini aksi damai atau anarkis sih?

3. Camilan

Nah, kalau yang ini boleh dibawa boleh nggak. Hukumnya sunnah. Bisa bawa keripik jengkol, tempe mendoan, atau mungkin yang lagi ngetren, makaroni ngehe. Untuk yang disebut terakhir, sangat dianjurkan untuk dibawa. Disaat tensi tinggi, makanlah makaroni tersebut. Dijamin sampeyan bakal makin meninggi dan beringas. Badan panas, bibir jontor, kepala berasap. Lengkap sudah. Aksi bakalan makin trengginas.

Lebih bagus lagi kalau sampeyan mau bawa biskuit Khong Guan. Maklum, nanti kan pas aksi sampeyan bakal berkumpul dengan banyak saudara sesama muslim, jadi pas kalau bawa biskuit Khong Guan, biar sekalian dapet suasana lebaran.

Baca juga:  Kiamat Trump

Kalo tahu bulat bagaimana? nah, ini lebih maknyus lagi, sebab aksi ini seakan punya ritme yang sama: Digoreng dadakan.

4. Kamera

Di zaman yang serba teknologi informasi, kamera merupakan salah satu piranti penting yang wajib dibawa oleh masyarakat Indonesia. Dengan kamera, kita bisa mengabadikan momen paling penting dan momen paling ngehe sekalipun. Bisa buat selfie atau bisa buat groupie.

Ini harus dimaksimalkan oleh peserta aksi. Ada momen misal sang orator terjatuh dari truk. Naudzubillah. Tapi momen adalah momen. Kesakralannya takkan bisa terulang di kemudian hari. Langsung kamu update di seluruh media sosial. Instagram, Path, Twitter, Facebook bahkan kalo perlu Friendster. Ini penting sekali demi keeksisan sampeyan dalam dunia modelling. Berfotolah dengan polisi ganteng atau cantik. Berfotolah dengan tukang sate atau tukang kerak telor.

Dan lagi foto-foto sampeyan bakalan membawa berkah. Kan bisa buat wartawan. Bagi mereka yang malas, ya bisa ambil dari fotomu, diolah sedemikian rupa, jadilah berita. Benar begitu kan?

5. Izin dari Istri

Nah, ini poin yang paling penting. Izin dari istri (terkhusus untuk peserta aksi laki-laki). Sebelum berangkat ke medan aksi, pastikan sampeyan mengantongi izin dan ridho dari istri. Ini penting, sebab ia mempengaruhi harga diri sampeyan.

Jangan sampai sampeyan terlihat heroik dan patriotik saat aksi, tapi begitu pulang sampeyan dikancingi lawang (dikunci pintu) sama istri dan harus bergabung dengan “aliansi turu njaba” yang terpaksa tidur di teras rumah atau di gardu poskamling yang dinginnya aduhai mengeraskan hati.

Nah, itulah tips dari saya tentang 5 hal yang sebaiknya sampeyan bawa jika ikut aksi 112 besok. Silakan kalau mau diikuti, kalaupun tidak, ya terserah. Saya hanya bisa mendoakan, semoga aksi besok berjalan tertib dan lancar. Jaga persatuan, jaga persaudaraan, dan hindari pertengkaran. Ingat, kita semua saudara sebangsa tanah dan sebangsa air.

Ya sudah, sana ambil sepedanya…

Komentar
Add Friend
No more articles