Hai, kamu pengguna LINE dan sering memakai stiker yang disediakan layanan perpesanan ini? Mungkin kamu tidak asing dengan artis-artis yang wajahnya menjadi cara kita mengekpresikan emosi via teks. Isyana, Raisa, Syahrini, Joe Taslim, Chelsea Olivia, atau bahkan selebgram si bocah Tatan. Di antara hamparan nama-nama terkenal tokoh stiker LINE, terselip satu nama yang seperti datang dari antah-berantah.

Namanya Karyotubruk.

Karyotubruk bukan pesohor media sosial, bukan stand-up comedian, apalagi bintang Si Doel Anak Sekolahan. Karyotubruk cuma, kalau dianggap cuma, anak muda kebanyakan seperti (((kita))). Follower Twitter-nya masih di taraf menyedihkan, hanya 205; follower Instagram-nya juga nggak jauh beda menyedihkannya, 471. Tapi, itu artinya dia memang orang biasa kayak kita. Sebab, kalau dia keluarga A5, si anak bungsu Arsya Hermansyah yang baru sembilan bulan saja IG-nya sudah di-follow 344 ribu akun. Dunia memang setak adil itu.

Tapi, ada sisi Karyotubruk yang nggak biasa-biasa aja. Dengan semangat DIY alias do it yourself, Karyotubruk jadi terkenal setelah memasang mukanya sendiri (((YHA, mukanya sendiri))) sebagai stiker di LINE. Cowok satu ini memang anti-mainstream. Kalau orang lain harus jadi artis dulu baru wajahnya dipakai sebagai stiker LINE, dia membuat wajahnya jadi stiker dulu baru jadi artis.

Buat kamu yang nggak memakai LINE, dan penasaran kayak apa stiker wajah Karyotubruk, ini dia.

Karyotubruk Mojok

Gimana? Menyesal? Merasa buang-buang waktu dan pengin makan Indoeskrim? Bertanya-tanya kenapa LINE sampai mau memasang stiker kayak gitu?

Kamu tidak sendiri.

Situs becandaan KW-nya 9gag, 1cak, pernah posting stiker Karyotubruk dengan caption “Gw Heran Ada Yg Beli Ga Ya Stiker Gituan”. Ada juga mbak-mbak di Twitter yang agak nggak bisa dibedain beneran tanya atau emosi ketika nge-tweetWho the hell is Karyotubruk and why is he using his own face and hands for line stickers???”.

Okay. Who the hell is Karyotubruk?

Bermula dari rasa penasaran itu (kalau soal ada yang beli apa nggak, saya nggak penasaran karena saya sendiri beli T_T), saya memutuskan bertamu secara maya ke kediaman Karyotubruk.

Seperti yang bisa ditebak, nama Karyotubruk cuma nama panggung. Aslinya dia bernama Muhammad Irfan dan lahir di Bandung pada 18 Juni 1996, alias baru 21 tahun. Irfan kini tinggal di Bandung dan kuliah di Program Studi Teknik Informatika di Universitas Parahyangan. Berikut obrolan kami selengkapnya.

Apa kabar, Mas Irfan?

Alhamdulillah, baik.

Kesibukan Mas Irfan apa aja nih? (Njir, udah kayak wartawan Insert aja neh.)

Kesibukan sih standar-standar aja, kuliah terus ikut UKM Lingkung Seni Tradisional juga di kampus dan, yang pasti, masih terus berinovasi buat bikin sticker-sticker baru di LINE.

Sebagai orang kreatif, Mas Irfan pasti punya hobi yang unik. Boleh dong tahu sedikit apa hobi Mas Irfan?

Hobi sih biasa-biasa aja, nggak ada yang unik. Hehe. Paling main musik, membuat sesuatu yang unik.

Mas Irfan kan terkenal karena seri stiker Karyotubruk, nah arti Karyotubruk itu apa sih, Mas?

Jadi, nama Karyotubruk itu pemberian teman. Dulu waktu saya SMP ada sinetron Suami-Suami Takut Istri, nah, di situ ada tokoh yang namanya Karyo. Kata teman-teman sih, aku tuh mirip sama dia. Jadi dari situlah mulai dipanggil Karyo. Terus, untuk Tubruk-nya, muncul pas SMA. Kan nama ID Twitter-ku dulunya @irfankaryo, nah, dibajak tuh sama temen jadi @karyotubruk. Dilihat-lihat lucu juga, haha. Ya udah deh, jadi nama semua socmed-ku pakai @karyotubruk.

Adakah alasan di balik pembuatan stiker di LINE itu?

Iseng-iseng aja sih, sebenarnya. Waktu itu baru tahu bahwa kita bisa membuat stiker pakai foto. Ya udah, saya iseng-iseng aja nyobain ngirim gambar ke LINE, eh tahunya di-approve dan banyak yang beli.

(Oke, fiks ya, stiker itu banyak yang beli.)

Lanjut. Stiker tersebut jadi pembicaraan netizen. Saya sendiri membeli salah satu stiker, Mas, hehehe. Malu nggak sih bikin stiker dengan wajah sendiri?

Awalnya sempat malu, tapi lama-kelamaan malah menjadi suatu kebanggaan.

Adakah yang mem-bully Mas Irfan gara-gara stiker Karyotubruk?

Dulu saya pernah masuk di LINE Today dan saya baca komennya tuh sadis-sadis, banyak yang bully. Kalau teman-teman saya sih malah pada bangga punya teman artis stiker LINE, haha.

Adakah keuntungan dari membuat seri stiker Karyotubruk?

Ada. Setiap ada yang beli stiker kita dengan harga 10 coin, saya dapat keuntungan 6 sampai 7 yen per stikernya (sekitar 117 rupiah).

Apakah akan ada kelanjutan dari seri stiker Karyotubruk?

Ada dong, yaitu Karyotubruk X It’s Hand, Karyotubruk Underwater, Karyotubruk Flashback, sampai Karyotubruk versi Ramadan juga ada kok. Haha.

Sejauh ini mulai banyak yang buat stiker LINE mirip-mirip Karyotubruk (menjadikan wajah diri sendiri sebagai stiker), bagaimana pendapat Anda soal fenomena ini?

Saya rasa itu sah-sah aja sih. Kalau banyak orang berlomba-lomba lucu-lucuan untuk bikin stiker pakai muka sendiri, kan bisa nambah keseruan juga pas lagi chatting kalau teman-teman punya stiker muka masing-masing.

Saya lihat, selain bikin stiker dengan wajah sendiri, Mas Irfan juga bikin stiker LINE yang cukup serius. Apa yang menginspirasi dalam membuat stiker LINE tersebut?

Sebenarnya saya tidak bisa membuat animasi kartun sendiri. Saya meminta bantuan teman saya untuk membuatkannya. Saya terinspirasi para kreator yang berada di ranking sepuluh besar, saya harap dengan stiker yang lebih serius bisa mendapatkan ranking stiker yang bagus.

Punya kreator stiker LINE favorit, nggak? Apa yang membuat Anda suka dengan kreator tersebut?

Stiker “Os-Face and Hands”. Ekspresinya nggak nahan!

Adakah tips-tips tertentu buat yang pengin bikin stiker LINE?

Sebisa mungkin gunakan ide atau karya sendiri dan buat stiker yang anti-mainstream

Terima kasih atas waktunya, Mas Irfan. Semoga sukses selalu 🙂

Sama-sama, terima kasih juga mau mewawancarai saya. Aaamiiin, sukses terus juga buat Mojok.

Komentar
Kirim Artikel
No more articles