Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Maret 2026
A A
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Ilustrasi - Derita anak punya warisan utang dari orang tua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak anak saling berebut warisan orang tua karena saking menggiurkannya. Tapi ada pula anak yang, tanpa diminta, justru ketiban warisan sangat banyak hingga berat memangkulnya di pundak. Sialnya bukan berupa harta, tapi sebuah utang mencekik dan menuntut dibayar. 

***

Selama sang bapak masih hidup, Shofwan (33) dan seorang adiknya merasa kehidupan berjalan nyaris tanpa kesulitan ekonomi. Sang bapak bekerja di bidang jasa transportasi muat barang. 

Sejauh yang Shofwan tahu, keluarganya tidak pernah merasa jatuh di masa sulit sampai harus berutang sana-sini. Karena memang orang tua Shofwan selalu berpesan: Kalau bisa, hindarilah utang karena itu akan membuat hidup menjadi lebih sulit.

Itulah kenapa orang tua Shofwan yang memang agamis meminta dua anaknya tersebut untuk selalu membaca doa yang diajarkan Rasulullah Saw: 

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.     

Akan tetapi, doa-doa itu seperti buyar ketika sang bapak meninggal. Sebab, alih-alih memberi warisan harta kepada anak-anaknya, sang bapak justru meninggalkan perkara yang pada akhirnya membuat hidup dua anaknya berantakan.

Kabar lebih memukul ketimbang kematian bapak: tinggalkan warisan utang

Bapak Shofwan meninggal diduga karena gangguan paru-paru kronis di penghujung 2021. Beberapa hari setelah jasad sang bapak dikebumikan, beberapa saudara dan bahkan kolega sang bapak datang ke rumah. 

Tidak sekadar menghaturkan belasungkawa. Tapi awalnya secara halus menyinggung soal apa yang diwariskan bapak kepada kami. 

“Bapak itu hanya punya aset rumah yang kami tinggali. Hanya itu. Karena selama ini memang kami hidup tenang dan cukup dari hasil kerja bapak,” ucap pemuda asal Jawa Tengah itu, Selasa (10/3/2026).

Kemudian, seorang saudara dan orang yang mengaku kolega kerja sang bapak membeber catatan di atas meja ruang tamu. Isinya adalah nominal utang sang bapak yang harus dibayar oleh ahli warisnya: dalam hal ini ya Shofwan dan adiknya. 

Tubuh Shofwan gemetar hebat saat membaca catatan tersebut. Fakta bahwa sang bapak meninggal dengan warisan utang itu memberi pukulan yang jauh lebih telak ketimbang kabar kematiannya. 

Faktanya lagi, ibu Shofwan ternyata tidak tahu sama sekali kalau mendiang suaminya memiliki hutang cukup besar. Tak pelak jika sang ibu langsung menangis histeris. 

Iklan

“Belum lagi di lain hari ada debt collector yang datang menagih. Ada di angka Rp100-an juta lah utang bapak. Karena ternyata tercecer di mana-mana. Dan semua itu kami keluarga intinya nggak tahu sama sekali,” ujar Shofwan. 

Warisan utang orang tua: warisan yang tidak bisa ditolak dan diperebutkan

Sampai saat ini, Shofwan masih suka membatin getir jika membicarakan bab warisan. Bagaimana tidak. Banyak anak-anak di luar sana yang saling berebut untuk mengambil jatah warisan dari orang tua. Sementara dalam kasus Shofwan, siapa juga yang mau berebut beban utang sebesar itu? 

“Masalahnya juga nggak bisa ditolak karena ahli waris hahaha,” seloroh Shofwan.

“Aku nggak mungkin membebani ibu yang hanya ibu rumah tangga dan nggak tahu apa-apa soal utang bapak untuk ikut melunasi. Tapi aku juga nggak bisa menanggung beban itu sendirian meskipun aku anak pertama,” sambungnya. 

Pada akhirnya, Shofwan dengan sangat berat hati meminta adik laki-lakinya yang kala itu baru lulus SMK untuk membantu mengumpulkan uang. Adik Shofwan mengerti, dan dengan kesadaran penuh bersedia membantu. 

Baik Shofwan maupun sang adik memang memiliki pekerjaan tetap. Tapi di luar itu, mereka masih akan mengambil beberapa pekerjaan tambahan. Pokoknya asal ada uangnya, mereka sikat. 

Baca halaman selanjutnya…

Pura-pura baik-baik saja padahal hidup makin berantakan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: ahli warisanak tanggung utang orang tuapembagian warisanpilihan redaksiWarisanwarisan orang tuawarisan utang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO
Catatan

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Edumojok

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Sehari-hari

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
AMSI dan UAJY kerja sama untuk ciptakan media yang sehat. Penandatanganan diwakili Rektor UNY Sri Nurhartanto dan Ketua AMSI Pusat Wahyu Dyatmika. (Istimewa)

AMSI dan UAJY Kerja Sama untuk Ciptakan Ekosistem Media yang Sehat

14 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.