MOJOK.COMerger Gojek dengan Tokopedia, dengan mengambil nama GoTo, membuat karya anak bangsa menjadi raksasa teknologi Asia Tenggara.

Setelah berbulan-bulan proses, akhirnya terwujud juga kolaborasi usaha terbesar di Indonesia. Inilah kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Benua Asia hingga saat ini.

Merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo adalah upaya masif, yang dalam makna lebih luas, upaya untuk akselerasi ekonomi digital ke level yang lebih tinggi. Semakin seksi, karena kebetulan decacorn dan unicorn ini adalah startup yang merupakan “Karya Anak Bangsa”.

Seperti yang sering dibahas tiap tahun sejak 2018 oleh Temasek, bahwa potensi ekonomi digital di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Dan pandemi, yang membuat mobilitas orang sempat terhambat, justru menjadi berkah bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Bukan kebetulan pula, Gojek dan Tokopedia, jadi dua aktor yang terlibat masif di ekonomi digital karena platform tempat mereka berada.

Lalu, setelah ini apa? Satu yang dinanti publik setelah lahirnya GoTo adalah kapan mereka akan melantai di bursa saham, alias IPO (Initial Public Offering).

Apalagi, dari klaim beberapa media ekonomi di Indonesia, Kontan misalnya, valuasi dari GoTo dikabarkan sudah mencapai angka US$17 miliar, angka valuasi yang melewati nilai valuasi Grab di angka US$14 miliar, yang membuat kolaborasi Gojek dan Tokopedia otomatis menjadi raksasa teknologi dengan nilai valuasi TERBESAR di Asia Tenggara.

Baca juga:  Samsung Galaxy A50: Hape Terbaik yang Samsung Berikan di Level Menengah

Valuasi ini juga membuat GoTo masuk daftar elite start up dengan nilai valuasi tertinggi di dunia bersama perusahaan babon macam ByteDance hingga SpaceX.

Dan nantinya, jika kelak resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), valuasi GoTo diprediksi akan mencapai angka Rp198,8 triliun. Nilai yang akan membuat mereka masuk ke dalam daftar 7 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Sekadar info saja, 6 emiten dengan nilai valuasi lebih besar dari GoTo (Gojek dan Tokopedia) adalah Bank Central Asia (BBCA, Rp798,9 triliun), Bank Rakyat Indonesia (BBRI, RP492,07 triliun), Telkom Indonesia (TLKM) senilai Rp 315,02 triliun, lalu Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 275,33 triliun, Unilever Indonesia (UNVR) sebesar Rp 214,59 triliun, dan Astra International (ASII) senilai Rp 211,53 triliun.

Rencana GoTo (Gojek dan Tokopedia) menjadi Super App?

Melihat potensi dan valuasi yang sedemikian besar, wacana berikutnya yang patut dinanti dari GoTo adalah apakah akan ada Super App, di mana satu aplikasi akan mencakup semua layanan dari Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Pasalnya, sebab beredar gambar logo Tokopedia dan Gojek yang membentuk wujud seekor burung dengan kedua bola matanya berbentu logo Gojek.

Belum lagi, GoTo akan menyajikan berbagai layanan untuk masyarakat mulai dari on demand services (seperti GoRide, GoFood, GoSend), belanja online, bayar tagihan (listrik, air, internet), hingga donasi dan bersedekah online melalui Tokopedia dan GoGive.

Baca juga:  Gaharnya Snapdragon 855, Calon Suksesor Chipset Flagship Tahun 2019

Jika semua layanan itu bisa diintegrasikan dalam satu aplikasi (Super App), tentu akan memudahkan masyarakat. Ujungnya, users GoTo akan semakin meningkatnya. Saat ini, menurut klaim mereka, ada sekitar 100 juta monthly active users. Namun tampaknya, dari siaran pers petinggi GoTo, belum ada wacana Super App dalam waktu dekat.

Tapi perlu dicatat, yang namanya dua perusahaan dan kini sudah satu payung, integrasi adalah keniscayaan, jadi mari kita tunggu saja gebrakannya! Hehe.

GoTo, jadilah raksasa yang humanis

Seperti diungkapkan Patrick Cao, Presiden GoTo Group, model bisnis GoTo ke depannya akan lebih beragam, stabil, dan berkelanjutan.

“GoTo Group akan menyumbang lebih dari 2% PDB di Indonesia dan kami akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan peluang memperoleh pendapatan seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan ekonomi kami,” katanya, seperti dikutip dari CNBC, Senin (17/5).

Dengan ekosistem yang mencakup 2% PDB Indonesia, GoTo punya tantangan untuk menyejahterakan semua pihak yang berada satu payung dengannya. Termasuk tentu saja, mitra Gojek dan UMKM yang berdagang secara masif di Tokopedia.

Karena dari yang sudah-sudah dan sering kita lihat di depan mata, seiring makin bertumbuhnya perusahaan dan perekonomian suatu perusahaan/start up, ada mitra-mitra kecil yang ikut menjadi korban pertumbuhan besar ini.

BACA JUGA Shopee Lebih Disukai Cewek dan Tokopedia Disukai Cowok, kok Bisa Gitu? dan ulasan tentang startup lainnya di rubrik KONTER.

Baca juga:  Tarif Baru Ojek Online Mulai Diterapkan di 88 Kota Zona I dan III