MOJOK.COKarena mabuk, La Burhan dan kawan-kawan tidak sadar ketika ditangkap polisi. Belajar bahasa Inggris pun makin kacau, padahal syarat wisuda di kampus.

Ditangkap polisi sambil pegang kiukiu

La Cikulu ini pemuda yang suka bergaul. Da tidak pernah pilih-pilih teman, dari yang pendiam sampai yang nakalnya setengah mati. Tapi dia tidak pernah ikut-ikutan nakal seperti teman-temannya. Walaupun teman-temannya banyak yang minum-minum kameko (miras tradisional) dan merokok, tapi dia tidak pernah sentuh-sentuh yang begitu.

Pada suatu hari, La Cikulu ini diajak sama temannya yang namanya La Burhan pergi jalan-jalan. Karena pikirannya La Cikulu ini pergi “jalan-jalan”, akhirnya da ikut saja. Kapan lagi toh pergi jalan-jalan gratis.

Sampai di tempat tujuan, hasilnya tidak seperti yang diharapkan sama. Ternyata La Burhan ini da ajak La Cikulu ke kos-kosannya temannya yang lain. Pas dorang tiba, sudah siap mi jergen-jergennya kameko. Ternyata dorang mo minum kameko. Puh, menyesal sekali La Cikulu da ikut.

Bukan hanya mo minum-minum, ternyata dorang La Burhan dengan teman-temannya ini dorang mo maim kiukiu (judi) juga. Tambah stres mi La Cikulu. Pasti da hanya liat-liat ji kerjanya dia ini. “Mending sa tidur tadi,” kata La Cikulu dalam hati. Tapi mo diapa, sudah terlanjurmi. Akhirnya da liat-liat saja La Burhan main judi.

Dorang mulai mi minum-minum sambil main judi juga. Setelah sekitar satu jam, mulai mi mabok semua. La Cikulu da hanya duduk-duduk di pojok kamar sambil menghayal. Ternyata ada tetangga kos yang liat dorang ini main judi sama minum-minum. Akhirnya dilaporkan sama polisi, tapi dorang La Burhan ini tidak tau kalo dilaporkan sama polisi.

Ada temannya La Burhan, La Winto namanya da rasa kencing. Makanya da keluar dulu pergi kencing. Sudah mabok sekali mi dorang ini. Pas da keluar kamar, da liat polisi mo datang di kamarnya dorang. Akhirnya La Winto ini da teriak kasi tau teman-temannya kalau ada polisi.

“Lari woi, ada polisi!”

Pas dorang dengar polisi datang, sebagian langsung lari. Tapi teman temannya yang lain tidak bisa mi bangun. La Cikulu da langsung kaget pas dengar kalo ada polisi. La Burhan da sudah mabok sekali, da tidak dengar kalo ada polisi. La Burhan da masih fokus main kiukiu, sambil da pegang kartu di tangannya. Akhirnya La Cikulu yang kasih tau kalau polisi datang.

Baca juga:  Anak FB, Twitter, IG, dan LINE: Mana yang Paling Sok Inggris?

“Woi burhan, lari ko, nanti ko ditangkap polisi!”.

Dengan santainya La Burhan da jawab.

“Kenapa sa mo lari, ada kiu ku.”

Dasar mabuk, ditangkap polisi, masih da pegang kiukiu.

Belajar Bahasa Inggris

La Cikulu ini, kalo mau wisuda, harus punya sertifikat Toefl. Baru La Cikulu ini da tidak bisa sekali Bahasa Inggris. Jangankan Bahasa Inggris, bahasa Indonesia saja kadang masih takancing (tersendat) kalo da bicara.

Jadi, supaya bisa Bahasa inggris, La Cikulu ini da ajak teman temannya yang lain untuk belajar bersama supaya nanti bisa lulus tes Toefl. Teman-temannya juga ini tidak ada yang bisa Bahasa Inggris. Bahasa inggris yang dorang tau hanya “I love you”.

Karna dorang tidak ada yang tau Bahasa Inggris, dan tidak mungkin juga dorang baku ajar Bahasa Inggris baru tidak ada yang tau, La Cikulu da panggil da pu teman yang sedikit bisa Bahasa Inggris untuk ajar dorang. Namanya La Piter.

Akhirnya dorang mulai mi belajar Bahasa Inggris. Dorang belajar dari yang gampang-gampang dulu, dari perkenalan.

“Coba ko baca ini Cikulu”, La Piter da suruh La Cikulu untuk membaca.

“Mi name is La Cikulu.”

“Bukan mi name, dibaca itu mai nem.”

La Cikulu dengan teman-temannya dorang sudah bisa mi sedikit-sedikit Bahasa inggris. Dorang sudah tau mi juga cara bacanya.

Saat masih asik-asik belajar, La Burhan ini, temannya La Cikulu da tanyakan cara bacanya kata “put”.

“Woi piter, apa bacanya ini?” Sambil da tunjuk itu kata “put”.

“Coba kau Winto ko baca!” La Piter da suruh La Winto untuk baca.

Dengan percaya diri La Winto da baca itu kata.

Baca juga:  Tiga Cara Mudah Menjadi Legenda di Era Informatika

“Oh ini, biar ini korang tidak tau baca. Ini itu dibaca “pyut”,” kayaknya La Winto ini da baca begitu karna da pikir huruf “u” itu dibaca “yu”.

“HAHAHAHAHAHA,” kencang sekali da ketawa La Cikulu.

“kenapa ko ketawa, ko tau kah kau?” La Piter da tanya La Cikulu.

“Tau toh!”

“Coba ko baca”

“PAT”.

Diketawai sama semua temannya La Cikulu. Kayaknya La Cikulu da terinspirasi dari kata “cut”.

La  Alfonso jualan online

La Alfonso ini masih kuliah. Karna biaya hidup mahal, La Alfonso ini da coba untuk cari penghasilan, tapi da tidak ganggu kuliahnya. Kalo kerja, pasti susah sesuaikan dengan jadwal kampus.

Akhirnya La Alfonso kepikiran untuk jualan online. Da jual obat peninggi badan. Cukup banyak juga yang beli. Di samping jualannya banyak yang beli, da pu kuliah juga tidak terganggu.

Suatu hari, jualannya La Alfonso ini tidak ada yang pesan. Sudah berhari-hari mi. Ditambah lagi dimarahi di kampus karna belum bayar buku diktat yang dikasi sama dosennya. Tambah stres mi ini La Alfonso.

Malamnya, saat La Alfonso ini lagi merenung, da bunyi hape nya. Cepat-cepat da buka hapenya. Ternyata betul, ada yang mo pesan jualannya. Mulaimi dorang chat panjang lebar.

“Mas, berapa harganya ini?”

“Seratus ribu kaka,” La Alfonso da kasi lembut lembut suaranya.

“Mahal skali mas, boleh 50 ribu nggak?”

“Aduh, terlalu murah kaka, tidak bisa.”

“Kalo 75 ribu gimana?”

La Alfonso da berpikir daripada tidak laku, da kasi saja biar untungnya hanya sedikit.

“Oh iya kaka, bisa,” La Alfonso setuju.

“Gratis ongkir kan mas?”

La Alfonso da mulai mi jengkel. “Banyak sekali maunya ini orang”, katanya La Alfonso dalam hati.

“Tidak bisa kaka, harganya juga sudah turun”

“Ayolah mas!”

Karna pedoko (sakit hati), akhirnya La Alfonso da bilang, “Oh iya kaka, bisa gratis ongkir tapi tidak dikirim pake kurir.”

“Terus ngirimnya pake apa mas?”

“PAKE DOA”

Jualannya La Alfonso tidak laku. Lagi.



Loading...



No more articles