Jokowi memang sedang tidak aman. Setelah upaya Jonru menurunkannya bagi sebagian orang dianggap gagal, ternyata sebenarnya tidak demikian. Banyak yang mengatakan bahwa Jonru sudah tidak becus menghadapi Jokowi. Namun pada saat ini, situasi masih bisa berubah. Tentu dengan syarat Jonru meminta bantuan teman seperguruan dari negeri seberang: Bunda Lia Eden. (Assalamualaikum, Bunda…)

Bunda Eden ini, konon mampu mendaratkan UFO. Sebuah alat transportasi yang menurut legenda karangan Hollywood adalah milik Alien dan, jujur saja, merupakan makhluk terbaik untuk meruntuhkan rezim Jokowi.

Memang terdengar tidak mungkin Jonru dan Bunda Eden akan bersatu mengingat Jonru adalah orang pertama yang akan melawan berbagai jenis kepercayaan lain selain agamanya. Apalagi, konon kepercayaan Bunda Eden dituduh sesat oleh pembawa kebenaran yang suka kagetan. Ah, tapi inilah satu-satunya jalan bagi Jonru. Untuk menjatuhkan Jokowi, saya kira bukan hal yang terlalu buruk bagi beliau untuk merapat ke kubu Bunda Eden. Bergabung menjadi satu untuk kemudian melakukan revolusi dengan basis masa terhebat sepanjang sejarah peradaban umat manusia: gabungan antara manusia bertopeng Guy Fawkes dan komplotan Alien suci. Rawrrrrr!

Setidaknya, ada dua alasan yang membuat Jonru harus percaya bahwa sebenarnya Bunda Eden juga ingin menurunkan Jokowi. Pertama, ia mengatakan Ahok adalah orang yang cocok untuk menjadi Presiden Indonesia selain Jokowi. Kedua, Bunda Eden juga meminta izin kepada Jokowi untuk “memarkir” UFO di Monas, yang menurut beberapa paranormal di pegunungan Alpen adalah “peringatan” kepada Jokowi supaya waspada terhadap serangan yang mungkin akan datang secara tiba-tiba. Entah ramalan ini benar atau salah, masih tergantung UFO yang dimaksud apakah jadi datang atau tidak.

Sekarang anggaplah jika keduanya memang bersatu menurunkan Jokowi, dan UFO Bunda telah terparkir rapi di pelataran Monas. Jonru-Bunda Eden. Kombinasi ini lebih menjanjikan dibanding duet Fidel Castro-Che Guevara. Jonru yang lebih dingin tentu akan mengontrol pasukannya lewat status-status Facebook yang membuat jiwa siapa saja bergelora. Sedangkan Bunda Eden, yang sudah progresif sejak dalam pikiran, akan ikut turun ke jalan, melakukan long march bersama Alien-alien miliknya. Sekilas, kombinasi ini bagaikan Kepala Divisi CIA dan Agen lapangannya yang siap menangkap penjahat sehebat apapun.

Yang membuat gerakan ini lebih hebat tentunya juga karena para pengikut mereka juga tidak kalah keren. Perpaduan yang menyeramkan antara manusia bertopeng Guy Fawkes pembela pribumi dan sekumpulan alien dari negeri antah-berantah tentu akan membuat Jenderal Moeldoko lekas minta izin mundur dari jabatan. Bayangkan saja, ketika para alien membasmi tentara dan polisi yang mencoba menghalangi demonstran dengan senjata berpeluru meteor, militan bertopeng Guy Fawkes asuhan Jonru diam-diam masuk ke dalam istana dan gedung parlemen, menaiki atap-atap tiap gedung lantas pada akhrinya merayakan revolusi yang berhasil dijalankan. Menurut perhitungan kasar saya, revolusi ini hanya perlu memakan waktu 60 menit (sudah termasuk istirahat makan nasi kotak).

Kalau sudah begini, tidak ada alasan bagi Jonru dan Bunda Eden untuk tidak bersatu. Jika memang punya ambisi untuk itu dan Bunda mengurungkan niat untuk pergi ke surga bersama UFO miliknya, keduanya bahkan sangat mungkin menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Jonru menjadi RI 1, Bunda Eden menjadi RI 2.

Sungguh mereka akan menjadi pemimpin yang selain sedap dipandang, juga membawa pesan keberagaman yang mulai hilang. Jonru Ginting yang terkenal ekstrem dalam membela keyakinannya ternyata adalah sosok yang sangat bisa menerima keyakinan Bunda Eden—yang kerap dijadikan bahan twit oleh manusia kurang kerjaan di Twitter. Jika ini terjadi, tentu lembaga keagamaan penyembah senyum Chelsea Islan pimpinan Agus Mulyadi tidak perlu berdiam diri lagi di dalam kamar masing-masing karena takut dibilang sesat. Mereka dapat menjalankan organisasi sebagaimana partai politik: merekrut jomblo-jomblo muda untuk bergabung dengan biaya registrasi hanya beberapa puluh ribu yang sudah termasuk kartu anggota, bonus poster wajah mbaknya, baju organisasi dan beberapa batang sabun mandi. Begitupun sekte penyembah Nabillah JKT 48, Pevita Pearce, Mbak AA dan bidadari-bidadari lain.

Tentu tidak akan ada yang berani untuk menjatuhkan rezim Jonru-Bunda Edenah—bahkan untuk sekadar memikirkannya. Penulis Mojok seperti Arman Dhani pun tidak ingin. Dan jauh lebih penting, tidak perlu ada pemilu lagi. Bangsa ini tidak perlu lagi dipecah-belah seperti seperti di pilpres kemarin yang efek permusuhannya begitu dahsyat. Jonru dan Lia Eden akan memimpin bangsa sampai ke anak cucu mereka.

Maka dari itu, tunggu apalagi, Jonru dan Bunda? Sekaranglah saatnya. RevolUFO adalah koentji!

No more articles