• 30
    Shares

MOJOK.COKamu anak UIN? Sudah pernah mengamati tipe-tipe anggota baru UKM ini belum?

Kali pertama masuk ke dunia perkuliahan, ospek merupakan agenda wajib. Ospek bertujuan untuk memperkenalkan dunia kampus beserta embel-embel-nya. Termasuk pengenalan UKM alias Unit Kegiatan Mahasiswa. Memiliki pengalaman lebih menjadi salah satu tujuan mahasiswa baru. Ditambah dengan materi orasi dari presiden mahasiswa tentang “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu”, artinya jangan menjadi mahasiswa yang hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang saja.

Imbauan semacam itu sering bergema di telinga mahasiswa baru. Sampai akhirnya Ia tergerak untuk lebih aktif. Pengenalan UKM yang masuk dalam serangkaian ospek terlihat ramai, berbagai UKM mulai dari pencak silat hingga kegiatan hadrah semua tersedia, lengkap. UKM UIN terbuka lebar untuk siapa saja yang mau mendaftar menjadi anggotanya. Karena kebebasan memilih, akhirnya ada mahasiswa yang mengikuti banyak UKM yang ada di kampus.

Selain mengikuti banyak UKM, ada tipe-tipe anggota lain yang tak kalah lucu. Mojok Institute sudah merangkum tipe-tipe anggota UKM yang menggelitik, seperti:

….Jeng…Jeng……

1. Tipe Setengah-setengah

Anggota dengan tipe ini adalah anggota yang mengikuti banyak UKM, sehingga kontribusinya kurang maksimal. Anggota tipe ini bisa disebut juga dengan anggota yang suka numpang nama doang. Ikut UKM hanya untuk nambah-nambah kolom pengalaman organisasi di CV. Awalnya Ia telihat semangat, aktif, dan terlihat paling menonjol di antara lainnya. Ia akan menggunakan trik SKSD alias sok kenal sok dekat. Karena ikut banyak organisasi ia akan memancing-mancing senior dengan pertanyaan kenal si A atau si B tidak? Biar sok akrab gitu.

Anggota kategori ini memang menyebalkan. Saat UKM sedang membutuhkan kedatangannya, ia malah hilang dan menolak dengan seribu satu alasan. Alasan ini sering digunakan oleh anggota dengan tipe setengah-setengah adalah di organisasi B ia menjadi panitia kegiatan. Sehingga tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya. Ia memilih organisasi B karena sudah terpilih menjadi panitia lebih dulu begitu katanya. Menyebalkan sekali memang. Mereka kira kalau tergabung dengan organisasi lain tidak bertanggung jawab dengan UKM  yang diikutinya ini?

Baca juga:  Mendukung SNMPTN 2020 yang Diam-diam Jadi Seleksi Duta Pencegahan Corona

Walaupun begitu, ada pula anggota yang mengikuti banyak UKM akhirnya terbentuk menjadi mahasiswa yang multitasking. Ia bisa mengimbangi antara UKM yang ini dan yang itu. Namun, lagi-lagi anggota dengan kemampuan tersebut bisa dihitung jari .

2. Tipe anggota loyal

Tipe kedua yang paling lumayan. Ia adalah anggota yang fokus pada satu organisasi atau UKM saja. Ia akan memberikan kontribusi yang tidak main-main di UKM-nya. Kalau anggota tipe ini, menyenangkan sekali. Pikirannya terfokus pada kemajuan UKM yang dia ikuti. Jika ada kepanitiaan atau ada agenda tertentu biasanya ia akan mendapat tugas yang lumayan semacam menjadi koordinator. Anggota baru ukm dengan tipe ini memiliki potensi menjadi seorang ketua pada periode selanjutnya.

3. Tipe tukang pijit

Mahasiswa dengan tipe ketiga ini macam tukang pijit saja, datang kalau ada yang panggilan. Anggota tipe ini kita sebut dengan anggota “malu-malu kucing”. Biasanya ia tidak banyak bicara. Tapi diam-diam punya kemampuan yang luar biasa. Karena tidak banyak bicara anggota tipe ini kadang terlupakan, para pengurus  akan teringat ketika kehabisan orang. Langsung deh si anggota malu-malu kucing akan dihubungi oleh para senior untuk membantu agenda di UKM.

Anggota tipe tukang pijit sebetulnya berpotensi menjadi anggota yang loyal. Karena yang dibutuhkan oleh anggota tipe ini adalah jam terbang. Karena sudah memiliki kemampuan, tinggal diasah saja dalam berbagai kegiatan. Jadi kalian-kalian yang punya anggota macam tukang pijit ini jangan sampai disia-siakan.

4. Tipe Moody

Anggota dengan tipe ini adalah anggota yang datang kalau moodnya sedang baik saja. Anggota dengan tipe ini biasanya punya tujuan-tujuan tertentu kalau datang saat ada agenda di UKM. Seperti mau pinjam alat (kalau di UKM film) atau memang mau PDKT dengan anggota UKM yang lain.

Baca juga:  5 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Nggak Perlu Masuk Mapala

Pernah teman satu UKM saya begini, ada salah satu anggota baru di UKM Film. Awalnya saya asing dengan anggota tersebut. Karena memang jarang hadir dalam rapat dan kegiatan yang diadakan oleh UKM.  Tapi kok tiba-tiba ia sering menghadiri rapat? Padahal sebelumnya jarang sekali. Sampai akhirnya ia ketahuan sering curi-curi pandang dengan teman saya. Usut punya usut ternyata memang suka sama teman saya, ya emang dasar modus.

5. Tipe Kepepet

Tipe kepepet biasanya terjadi pada anggota-anggota yang sedang kepergok ketemu  pengurus di tempat-tempat tak terduga. Semacam jalan atau di warung makan. Awalnya ia mencoba pura-pura tidak tahu, tapi karena kepergok jadi terpaksa mengikuti kegiatan UKM. Atau yang sering terjadi adalah ada rapat rutinan UKM,  karena memang malas datang akhirnya memilih izin dengan berbagai alasan. Kesalahan anggota tipe ini adalah, kurangnya membaca grup Whatsapp. Karena merasa sudah aman dengan izin ba-bi-bu-nya akhirnya ia merasa terbebas dari jeratan rapat UKM.

Tapi, niat buruk memang selalu ada balasannya. Karena merasa sudah terbebas dari rapat Ia malah nongkrong disalah satu kafe. Eh, memang nasibnya lagi apes. Mereka yang beralasan tidak bisa datang rapat, malah ketemu di kafe. Ternyata rapat UKM dilaksanakan di kafe yang sama dengan  para anggota baru penuh alasan. Alhasil, ia pun terpaksa ikut rapat karena tertangkap basah.

Jadi begitu lah tipe-tipe anggota baru UKM. Mengikuti banyak UKM dan organisasi memang hak semua orang. Tapi ingatlah, tidak ada yang ingin dinomorduakan di dunia ini, termasuk organisasi. Jadi, jangan suka menduakan ya, Mylov. ~