MOJOK.COBahwa orang punya tempat menangisnya masing-masing, itu bukan fakta acak, sobat. Semua di dunia ini ada artinya, termasuk tempat menangis yang sebenarnya mencerminkan karakter seseorang.

Menangis ada tempatnya. Tidak sembarang orang bisa menangis di ruang publik. Alasannya, karena menjaga wibawa dan gengsi. Bisa juga karena ingin menikmati tangisan secara pribadi.

Berbeda orang, berbeda pula pilihan tempatnya untuk meneteskan air mata. Tiap mau nangis, harus ditahan dulu tanggul air matanya agar tidak jebol, lalu ngacir menuju tempat favorit untuk menangis. Repot memang.

Pemilihan tempat menangis ditentukan oleh sifat orang tersebut. Berikut pemaparannya.

Karakter orang yang suka menangis di toilet/kamar mandi

Di film-film, setiap tokoh utama mau menumpahkan air mata, ia akan minta izin ke toilet. Orang yang higienis memilih toilet sebagai tempat menangis. Soanya, selesai nangis, bisa langsung cuci muka, cuci tangan dan kaki, terus pergi tidur.

Karakter orang yang suka menangis di kamar

Orang yang belum puas nangis di kamar mandi, bisa melanjutkan nangis di kamar tidur. Golongan ini menghargai privasi alias ruang sendiri. Dengan terisak-isak sembari membasahi bantal, ia bisa menangis sampai tertidur. Kalau ketemu orang jenis ini, suruh bangun. Katanya mau nangis kok malah tidur.

Karakter orang yang suka menangis di dapur

Dapur bisa jadi alibi orang yang ingin menangis tapi gengsi mengakui. Ketika kepergok nangis, potongan bawang dan asap bisa jadi kambing hitam. Mata pedih karena proses memasak bisa jadi alasan seseorang keluar air mata, bukan karena sedih semata.

Karakter orang yang suka menangis di rumah ibadah

Orang yang religius lebih memilih rumah ibadah untuk mencurahkan isi hatinya sekaligus memohon kepada Yang Maha Esa, sebaik-baiknya tempat mengadu dan meminta. Menangis saat berdoa dan bertaubat menandakan ketulusan seorang umat.

Karakter orang yang suka menangis di perpustakaan

Ada yang bilang perpustakaan adalah rumah ibadahnya kaum sekuler. Namun, saya pernah mendapati seorang mahasiswi yang menangis di perpustakaan. Ia meneteskan air mata ketika membaca buku biografi Siti Khadijah. Jelaslah, perpustakaan jadi tempat menangis bagi para kutu buku dan kaum terpelajar. Khususnya, mahasiswa yang selain numpang wi-fi, juga numpang nangis di sini.

Karakter orang yang suka menangis di bioskop

Jika buku bisa membuat pembacanya menangis, begitu juga film. Menangis di bioskop cocok untuk mereka yang menyukai tempat gelap dan cukup bermodal. Menonton film drama yang mengharukan bisa membantu jiwa melankolismu meronta-ronta.

Karakter orang yang suka menangis di tempat karaoke

Tempat karaoke adalah tempat curhat terselubung. Lagu yang dipilih sering kali mewakili isi hati. Maka, bernyanyi sambil menangis pun hal yang lumrah untuk golongan orang yang merasa dirinya diva/rockstar di hidupnya. Bukankah epik jika tangisan diiringi alunan musik?

Karakter orang yang suka menangis di konser

Tak jarang penonton konser Didi Kempot menangis hebat saat sang Bapak Patah Hati Nasional membawakan tembang-tembang andalan. Menangis di tempat konser cocok untuk orang yang senang bersosialisasi. Menangis bersama-sama penonton konser lain rasanya 27 kali lebih pedih daripada menangis sendiri di rumah. Ambyar.

Karakter orang yang suka menangis di luar ruangan saat hujan

Menangis saat hujan bisa menyamarkan air mata. Orang jenis ini termasuk punya kecerdasan naturalis tinggi. Sebab ia menangis bersama alam.

Karakter orang yang suka menangis di penjara

Orang yang menangis di penjara sembari bertanya kepada hakim dan jaksa kapan akan disidang adalah penyanyi dangdut. Namanya Asmin Cayder. Judul lagunya “Tembok Derita”.

BACA JUGA Waktu yang Tepat bagi Orang Indonesia untuk Menangis atau tulisan tak berfaedah lainnya di rubrik POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles