MOJOK.COHari ini mungkin kita tak butuh pesawat luar angkasa, tetapi anak-cucu kita bisa saja butuh sebagai harapan hidup satu-satunya.

Ketika negara Arab sudah mengirim wahana antariksa untuk mengorbit di Mars, warga negara berkembang masih berdebat seperti apa bentuk bumi. Mungkin kalau bentuk cinta udah pada tahu ya. Seperti Kekeyi.

Albert Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Wahana antariksa yang dikirim ke Mars oleh Amerika Serikat, UEA, dan Cina adalah hasil dari ilmu pengetahuan, serta ambisi menunjukkan gengsi di mata dunia.

Bisa dibilang teknologi yang kita kenal saat ini adalah buah dari imajinasi orang-orang di masa lalu. Dulu manusia berimajinasi bisa menaiki mobil nirawak, di masa kini Tesla mewujudkannya dengan mobil listrik yang dilengkapi fitur autopilot. Namun, belum ada apa-apanya sih dengan negara autopilot.

Imajinasi dibilang penting karena bisa jadi cikal-bakal ilmu pengetahuan di masa mendatang. Jika hari ini negara maju bisa mengirim wahana peneliti ke Mars, pencapaian di masa depan bisa lebih jauh lagi. Menuju tak terbatas dan melampauinya.

Bisa jadi pesawat luar angkasa yang biasa muncul di film fiksi ilmiah, tahu-tahu muncul di kehidupan nyata. Seperti di film sci-fi, pesawat luar angkasa ini punya banyak fungsi bagi peradaban kemanusiaan.

Hari ini mungkin kita tidak butuh pesawat luar angkasa, tetapi anak-cucu kita di masa depan bisa saja menjadikan kendaraan antariksa sebagai harapan hidup satu-satunya.

Baca juga:  Alasan Kijang Innova Reborn Semakin Meninggalkan Para Fanatik Kijang Tanah Air

Penjelajahan luar angkasa

Sebab penjajahan harus dihapuskan dari muka Bumi, maka bangsa penjelajah merambah ke luar angkasa. Mencari planet baru untuk dij(el)ajah.

Badan antariksa Amerika Serikat NASA sempat meluncurkan pesawat luar angkasa kembar, yaitu Voyager 1 dan Voyager 2. Salah satu pesawat antariksa tanpa awak itu berhasil meninggalkan Tata Surya. Konon, yang lainnya sempat dibajak alien.

Nah, itu di dunia nyata. Di dunia fiksi, perjalanan umat manusia sudah jauh. Bahkan di waralaba Star Trek, wahana antariksa USS Enterprise sudah kenalan dengan bangsa Klingon. 

Bahtera penyelamat pasca-apokaliptik

Di cerita Nabi, Bumi pernah dilanda banjir dahsyat berbulan-bulan. Umat manusia dan beragam satwa pun dievakuasi dengan bahtera Nuh.

Di serial The 100, bencananya lebih parah. Perang nuklir menyebabkan radiasi sampai bumi tidak bisa dihuni lagi. Singkat kata, seluruh negara di-Chernobyl-kan. Akhirnya, manusia menyelamatkan diri ke luar angkasa dan bertahan hidup di stasiun luar angkasa yang disebut Bahtera.

Gim Among Us setidaknya menggambarkan isi dari kapal ruang angkasa. Di sana ada ruang pertemuan, ruang kontrol listrik dan oksigen, kafetaria, gudang senjata, puskesmas, dll. Infrastruktur di Bahtera pun kurang lebih sama.

Gim Among Us juga menggambarkan kejamnya hukuman untuk pelaku kejahatan di kapal ruang angkasa yang kebetulan dipakai warga di Bahtera: pelaku kriminal (walaupun terkadang salah tangkap) dihukum dengan cara dibuang ke luar angkasa.

Baca juga:  Lebih Baik Nonton Vespa: Sebuah Kisah Cinta yang Merepotkan

Perjalanan antar-planet

Jika Bumi tidak bisa dihuni, pilihannya hanya dua. Pertama, menunggu Bumi pulih dan siap dihuni kembali. Kedua, mencari planet hunian baru di galaksi nun jauh di sana.

Hari ini, perjalanan terjauh umat manusia hanya sampai antar-negara. Itu pun harus PCR dulu. Besok-besok, perjalanan antar planet mungkin saja dilakukan. Tapi, sebelumnya harus setor biaya keanggotaan biar terdaftar sebagai warga negara Asgard.

Untuk menuju planet baru, dibutuhkan waktu yang tak lama. Seperti di film Passengers, supaya tidak mati di perjalanan, penumpang kapal luar angkasa melakukan hibernasi puluhan tahun. Lalu dibangunkan ketika sudah sampai planet tujuan.

Dengan teknologi canggih, manusia bisa dibekukan tanpa mengalami penuaan dalam fasilitas hibernasi. Seperti produser film Walt Disney yang konon belum meninggal dunia, tetapi masih dibekukan. Makanya sampai ada kartun Disney Frozen untuk menutupi rahasia besar ini.

Bertempur melawan alien jahat

Selain untuk tujuan kemanusiaan, pesawat luar angkasa juga dipersiapkan untuk keperluan militer. Bukan niat berperang, melainkan sebagai usaha pertahanan.

Umat manusia tidak pernah tahu makhluk macam apa yang akan ditemui di ujung alam semesta sana. Bisa saja ada alien jahat yang kelewat maju peradabannya sampai melihat manusia Bumi seperti satwa (seperti halnya manusia yang melihat monyet sebagai monyet). Lalu berniat menangkap manusia Bumi untuk dikurung dan dipamerkan dalam galeri makhluk dari beragam planet, misalnya.

Baca juga:  Bis Baker, Legenda Bis Umum Jogja sebelum Menjadi Kota Tanpa Bis

Perang juga bisa terjadi karena dua pihak yang berebut sumber daya. Atau dipicu perbedaan pandangan politik dan agama. Seperti halnya di Bumi. Cuma ini skala perangnya lebih besar, antarplanet antargalaksi.

***

Sebagian besar penggemar film sci-fi menganggap Millennium Falcon adalah kendaraan antariksa fiksional terbaik. Pesawat ini supercepat dan mampu bermanuver di luar angkasa secara mengagumkan. Turut andil berperang melawan pasukan Darth Vader pula.

Namun, ada tiga orang Indonesia yang mungkin sebal dengan pesawat ini. Mereka adalah Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman. Sebab trio aktor laga kebangsaan-kebanggaan Indonesia itu pernah bersitegang dengan pilotnya, yaitu Han Solo, dalam film Star Wars: The Force Awakens.

Gara-gara pesawat ini, Han Solo bisa kabur. Tega-teganya dia meninggalkan Iko Uwais cs. yang datang jauh-jauh dari Indonesia hanya untuk satu adegan kejar-kejaran doang.

BACA JUGA Tentang UFO dan Segala Hal di Dalamnya yang Bikin Penasaran dan tulisan Haris Firmansyah lainnya.