MOJOK.COAgnez Mo dan Rich Brian sama-sama artis Indonesia yang go international. Mestinya fakta ini bikin semua senang. Tapi satu peristiwa yang disulut Billboard Indonesia membuat situasi tak baik-baik saja. 

Sewaktu SMP, guru BP yang mengajar di kelas saya kala itu mengupas profil seorang Agnes Monica.

“Agnes Monica adalah teladan. Jadilah seperti Agnes Monica,” ungkap guru BP yang bertujuan memotivasi murid satu kelas. “Selain berprestasi di bidang seni, Agnes juga berprestasi di bidang akademi. Sejak SD, Agnes dikenal anak yang cerdas yang membuatnya menempuh kelas akselerasi di SMP dan SMA. Jadi, Agnes lebih cepat lulus SMA dibandingkan teman sebayanya.”

Selanjutnya, guru BP memuja-muji Agnes yang tidak meninggalkan pendidikan walaupun berambisi go international. Agnes selalu membeberkan mimpinya itu setelah memperkenalkan nama. Sudah seperti Naruto yang ingin jadi Hokage. Laksana Monkey D. Luffy yang ingin jadi raja bajak laut dan menemukan One Piece.

Dream, believe, make it happen. Itulah motto hidupnya. Bermimpi tak sekadar bermimpi. Namun, mempercayainya. Yang utama percaya diri. Lantas mewujudkan mimpi tersebut.

Pantaslah sang guru BP merekomendasikan Agnes Monica sebagai idola. Mungkin guru BP di sekolah lain pun melakukan hal yang sama. Sampai sekarang akhirnya Agnes punya fans bejibun.

Saya sendiri kali pertama mengenal Agnes sebagai host program Tralala Trilili bersama Kak Ferry. Begitu beranjak gede, Agnes main sinetron Pernikahan Dini bareng Sahrul Gunawan. Pernikahan Dini adalah Dua Garis Biru yang tak sempat dipetisi kala itu.

Dulu Agnes terkenal sebagai artis yang sering gonta-ganti merek sampo. Sekarang dia seringnya gonta-ganti hape, tapi tetap setia dengan satu merek minyak angin. Ya, ini ngomongin iklan. Saking banyaknya iklan yang dibintangi, Agnes sempat dinobatkan sebagai Ratu Iklan Indonesia.

Sebagai penyanyi, Agnes Monica terbilang moncer. Albumnya laris manis bagaikan ayam goreng KFC. Karyanya mengisi masa puber saya karena gebetan saya waktu itu memakai lagu “Tanpa Kekasihku” (yang merajai tangga lagu) sebagai ring-back tone. Jadi, setiap saya miss call gebetan, disambut Agnes yang bertanya kepada saya, “Di mana letak surga itu?”

Baca juga:  Adhi Mbendol dan Pertemuan dengan Rich Brian

Ketika itu, saya bisa menjawab bahwa surga terletak di balik RBT lagu Agnes Monica: suara pujaan hati. Namun, sekarang dijawab Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa surga terletak di balik slip gaji guru honorer yang sabar.

Jika orang lain bermimpi, Agnes Monica adalah impian itu sendiri. Setelah berusaha sejak usia dini, akhirnya Agnes Monica bisa go international. Atau yang benar jagat internasional yang akhirnya go Agnes Monica?

Pencapaian ini ditandai oleh Agnes Monica dengan mengubah namanya menjadi Agnez Mo. Ini merupakan langkah yang cerdas.

Indonesia pernah punya presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang namanya kerap disingkat SBY. Sejak itu, nama yang disingkat tiga huruf terasa begitu keren. Sebut saja Bunga Citra Lestari yang disingkat BCL. Penyanyi yang terkenal hingga kini.

Sekarang presiden Indonesia adalah Joko Widodo yang terkenal dengan nama panggilan Jokowi. Rumus penamaan itu adalah memenggal suku kata pertama dari nama belakang. Joko Widodo jadi hanya Joko Wi saja. Maka Agnes Monica menirunya dengan bertransformasi menjadi Agnez Mo. Hanya orang-orang hebat yang boleh dipanggil demikian.

Sebelum berevolusi menjadi Agnez Mo, tentunya ia telah melewati masa-masa yang menantang. Sebagai seseorang yang memiliki mimpi besar di negara ini, ia kerap di-bully. Prestasinya dibandingkan dengan pencapaian artis lokal skala internasional lainnya, contohnya Anggun.

Namun, dunia siber punya dimensi keadilannya sendiri. Boleh saja Agnez Mo jadi sasaran cyber bullying oleh para haters. Sebagai lawan, semesta internet telah menyiapkan fans militan yang siap siaga membela Agnez Mo kapan saja.

Jika ada warganet yang berani berkata macam-macam tentang sang idola, para fans akan menyerang target secara bertubi-tubi. Ibarat dapat Buster Call di cerita One Piece, yaitu metode serangan Angkatan Laut untuk menghancurkan suatu pulau sampai rata. Kekuatan fans militan Agnez Mo di Twitter sama dengan 10 kapal perang dengan 200 kapten dan letnan.

Namun, fans Agnez Mo tak hanya menunggu bola panas. Jika terjadi ketidakadilan yang merugikan sang junjungan, mereka akan melawan. Contohnya, ketika akun Twitter Billboard Indonesia mengumumkan bahwa lagu Rich Brian yang berjudul “100 Degrees” menyodok naik hingga berhasil masuk dalam 10 besar #BillboardIDTop100. Kontan fans Agnez Mo berduyun-duyun unfollow akun @Billboard_INA karena kecewa dengan keputusan tersebut.

Baca juga:  Belajar dari Young Lex, Gimana Cara Manajemen Haters yang Sukses

Pasalnya, akun Billboard_INA di Instagram menjelaskan bahwa lagu-lagu yang termasuk ke dalam Billboard Indonesia TOP 100 adalah lagu dari semua genre yang memiliki lirik Bahasa Indonesia dan lirik berbahasa campuran antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Nah, lagu Rich Brian bisa masuk ke tangga lagu ini karena memiliki lirik pembuka, “tu wa ga pat….” Lirik pembuka itu masih bisa diperdebatkan, termasuk bahasa Indonesia atau bukan? Nggak sesuai PUEBI juga. Jadi, kecemburuan fans Agnez Mo beralasan.

Dibandingkan dengan Rich Brian, Agnez Mo bisa menembus pasar internasional dengan berdarah-darah. Rich Brian berkarier di Amerika Serikat tampak mudah-mudah saja. Effortless. Walaupun kita tidak pernah tahu seberapa berat perjuangan setiap orang sampai pada hari ini.

Rich Brian bisa tenar karena hoki saja tumbuh bersamaan dengan jayanya YouTube. Digital itu kenyataan. Sedangkan Agnez Mo merintis karier sejak zaman analog. Perjuangannya tentu lebih berat dan ribet.

Sudah waktunya fans Agnez Mo berkoalisi dengan Dino Patti Djalal yang sempat mengatakan Rich Brian bukan panutan karena kerap berkata kasar. Sebab yang memenuhi syarat sebagai panutan dalam dan luar negeri hanyalah Agnez Mo seorang.

Mungkin Rich Brian masih bisa cuek dengan komentar miring warganet dari negara asalnya. Tinggal fokus berkarier di tanah rantau. Biarkan fans melawan fans.

Namun, kalau Rich Brian sudah tak tahan diserang, mintalah collabs seperti budaya YouTuber. Bukan untuk panjat sosial, tapi demi mendamaikan warganet Indonesia. Mengikuti manuver para pemimpin negeri di panggung politik, Rich Brian bisa membuat lagu featuring Agnez Mo berjudul “Tu Wa Ga Pat Tralala Trilili”. Dengan demikian, fans Agnez Mo bisa bersahabat dengan Rich Brian. Seperti halnya ketika Jokowi berkolaborasi dengan Rich Bowo. Beli 01 dapat 02.

BACA JUGA Mulan Jameela Ditegur KPK di Hari ke-18 Jadi Anggota DPR RI atau artikel Haris Firmansyah lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles