• 1
    Share

MOJOK.COWalau pendatang baru, Abdul Rani Rasjid jelas lebih bernyali dibanding Cak Imin.

Abdul Rani Rasjid telah memenangkan polling presiden Indonesia ke-8 di Twitter melawan Jokowi dan Prabowo. Head-to-head dengan Jokowi, Rani menang 67%. Sementara menghadapi Prabowo, Rani menang telak 97%.

Itu baru polling, belum perhitungan jumlah like, comment, dan retweet. Misalkan foto Jokowi, Prabowo, dan Abdul Rani Rasjid yang sama-sama naik kuda, tapi beda jenis kuda. Jika Jokowi dan Prabowo naik kuda impor, Rani naik kuda lokal yang dipakaikan topeng seperti Awkarin. Comment untuk Prabowo, like untuk Jokowi, dan retweet untuk Rani. Bisa ditebak, jumlah retweet lebih banyak ketimbang comment dan like. Itu artinya warganet lebih memilih Rani ketimbang Prabowo dan Jokowi.

Pertanyaannya, Abdul Rani Rasjid ini siapa sih?

Dialah pemilik akun twitter dengan username @ABDULRANIRASJ11. Huruf kapital semua. Tipikal akun Twitter bapak-bapak kayak @AHMADDHANIPRAST dan @PEMBIMBINGUTAMA. Anehnya, dua huruf terakhir pada nama Abdul Rani Rasjid diganti angka 11. Apa makna yang terkandung di balik angka tersebut? Apakah itu berarti tanggal lahirnya atau jumlah anak Gen Halilintar?

Sebagai rakyat, kita perlu tahu cocoklogi di balik nama dan angka yang berhubungan dengan politisi. Indonesia memang lahan subur bagi pertumbuhan cocoklogi. Setelah sebelumnya ada cocoklogi Gus Nur mengaitkan surah Al-Quran dengan arti nama Jokowi, Gus Romy mencontohkan cocoklogi membangun. Di iklan PPP yang disiarkan stasiun televisi swasta pada Isra Mikraj, Gus Romy menjabarkan bahwa tanggal kemerdekaan negara ini sangat erat kaitannya dengan agama Islam.

Tidak banyak orang tahu bahwa 17 Agustus 1945 adalah cerminan perintah salat: 17 adalah jumlah rakaat salat dalam sehari, 8 anggota tubuh yang tunduk kepada Allah, serta 4 imam mazhab dan 5 rasulullah & Khulafaur Rasyidin.

Baca juga:  Prabowo Menyatakan Sudah Mengantongi Nama Cawapres Pendamping Dirinya

Wow. Wow. Wow.

Padahal bisa juga bahwa 17 Agustus 1945 adalah cerminan kemapanan yang menjadi hak warga negara Indonesia: 17 adalah usia seseorang sudah boleh punya KTP dan SIM, 8 adalah jumlah semester pendidikan yang harus ditempuh mahasiswa untuk wisuda tepat waktu dan meraih gelar sarjana, dan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang harus terpenuhi.

Sementara itu, Agus Mulyadi membuat cocoklogi di Twitter terkait urutan presiden RI:

Othak-athik gathuk versi Kampret

Ke-1. 1r. Soekarno

Ke-2. 2oeharto

Ke-3. 3J. Habibie

Ke-4. 4bdurrahman Wahid

Ke-5. 5oekarno Putri

Ke-6. 6ambang Yudhoyono

Ke-7. 7oko Widodo

Ke-8. 8UKAN JOKOWI POKOKE

Tidak banyak orang tahu angka 8 bisa juga diartikan sebagai Presiden ke-8. A8dul Rani Rasjid.

Dalam sebuah poster, Abdul Rani Rasjid telah membuat deklarasi Abdul Rani Rasyid (beda satu huruf?) sebagai calon presiden RI 2019. Dengan program: membuka kesempatan berusaha, membuka lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, dan menghapus kesenjangan. Lalu, maksud dari program “membuka kesempatan berusaha” itu apa-apaan? Selama ini seluruh rakyat Indonesia sudah berusaha hanya untuk bertahan hidup. Sudah diberi kesempatan sejak presiden pertama. Tidak usah ditambah-tambah dengan program khusus segala.

Uniknya, di bawah permohonan doa restu dari seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada, ada rekening bank untuk penyaluran bantuan sukarela. Bisa dibilang capres satu ini antipolitik uang. Dia tidak akan memberikan uang kepada rakyat untuk memilihnya di pemilu. Sebab, dia sendiri juga masih butuh bantuan dana dari rakyat kok.

Namun, pencapresan independen Abdul Rani Rasjid tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, dia sudah mendapatkan dukungan di Twitter. Banyak orang yang menganggap apa yang terjadi di Twitter berikutnya akan merembet ke media sosial lainnya. Contohnya, jokes viral di Twitter tentang Ayla View yang tahu-tahu dua bulan kemudian jadi pembahasan pelik terkait isu rumah tangga harmonis di Facebook. Maka, tinggal menunggu waktu saja polling di Twitter memengaruhi preferensi politik warganet di media sosial lainnya. Sampai akhirnya nama Abdul Rani Rasjid melambung sejagat internet dengen elektabilitas di luar jangkauan.

Baca juga:  Makna dari Kaos #2019GantiPresiden yang Sampai Harus Ditanggapi Jokowi

Boleh saja Prabowo didukung Gerindra, PKS, dan PAN, sedangkan Jokowi diusung PDIP, Golkar, Nasdem, P3, Hanura. Abdul Rani Rasjid tetap belum punya partai pendukung. Namun, beliau tetap santai. Jika nanti terpilih sebagai presiden, Abdul Rani Rasjid hanya berutang kepada rakyat. Nanti, tidak ada yang namanya bagi-bagi kursi.

Sebagai capres, Abdul Rani bisa dibilang merakyat. Di saat Jokowi motoran naik chopper seharga ratusan juta, Abdul Rani tampil sederhana dengan naik motor Vario. Jaket yang dikenakannya sama seperti jaket bapak-bapak pada umumnya: tidak ada gambar peta Indonesia terbelah. Helmnya pun bawaan dari Honda yang SNI banget itu.

Beberapa hari setelah Abdul Rani memamerkan gayanya bermotor, Jokowi naik motor listrik membonceng Ibu Negara ketika mengunjungi Kabupaten Asmat. Pakai adegan hujan-hujanan segala seperti ending film Dilan 1990. Sepertinya, Jokowi tidak mau kalah merakyat dengan Abdul Rani. Secara tidak langsung, Abdul Rani telah mengingatkan Jokowi untuk kembali merakyat untuk meraih hati rakyat.

Semoga Abdul Rani Rasjid tetap berjuang menggapai ambisinya untuk menjadi presiden atau setidaknya tetap ada untuk menghibur. Sebab pada periode sebelumnya, ada juga pengacara yang mendapuk diri sendiri sebagai capres muda, tapi malah menghilang setelah menjadi caper muna. Sekarang mantan bakal calon presiden itu malah jadi bulan-bulanan no mention Hotman Paris di caption Instagram.