• 52
    Shares

MOJOK.COThe Legend of Ungke suda kembali e. Kali ini, si pedagang sayur ini ditangkap polisi dan masuk bui setelah tabrak acara kawinan di Jalan Gamalama. Dasar anak cukimai ini!

Siang itu, puluhan warga memadati pos polisi di Jalan Gamalama. Di dalam pos polisi, Ungke, seorang pemuda diinterogasi dua orang polisi. Bukan karena maling atau memerkosa, melainkan ia menabrakkan sebuah mobil di lokasi acara perkawinan.

Insiden kecelakaan itu membuat acara kawinan berantakan. Orang-orang berhamburan, beberapa lainnya dibawa ke rumah sakit.

“Ungke, coba jelaskan dape kronologi kenapa ngana tabrak itu tenda acara?” Tanya petugas polisi.

“Dape cerita begini,” Ungke mulai menjelaskan

“Jadi waktu itu, saya bawa mobil dari arah terminal, waktu sampai di pertigaan, ternyata rem blong.”

“lalu?” Desak polisi dengan nada keras

“Karena rem blong, saya pikir, kalo saya lurus terus akan sa tabrak tembok. Mau ke kanan, tapi di situ ada tenda acara pernihakan. Mo ke kiri jalan, ada lapangan, tapi ada dua orang lagi duduk pacarana.”

“Kalo begitu, kenapa tidak arahkan mobil ke arah yang ada dua orang itu saja?”

“Memang itu saya punya pilihan, Pak Polisi!”

“Lalu?”

“Masalahnya, pas saya arahkan mobil ke dua orang itu, dorang dua lari ke tempat acara. Ya sudah, saya ikuti dorang dua dari belakang to!”

Baca juga:  Wakapolri Minta Polisi dan Media Tak Lagi Menyebut Muslim Cyber Army

Plakk! (So tau ini bunyi apa to?)

Akhirnya, atas kelalaliannya itu, Ungke dipenjara dan membayar sejumlah ganti rugi.

Lapor Polisi

Setelah menjalani masa hukuman, Ungke akhirnya bebas dari jeruji besi. Kehidupan selama di penjara membuat ia akrab dengan petugas kepolisian. Saking akrabnya, Ungke kadang iseng mengerjai mereka.

Suatu malam Ungke menelepon kantor polantas.

“Selamat malam, apa benar ini dengan Pak Polantas?”

“Ya benar, ada yang bisa dibantu?”

“Begini Pak Polisi, sa mau lapor telah terjadi kecelakaan.”

“Di mana tempat kejadiannya?” Tanya si petugas serius.

“Di televisi pak! Cepat, sebelum iklan.”

“Ceh anak cukimai, nih!” Maki si Polisi di ujung telepon.

Minta Balikan

Ungke punya seorang pacar. Namun karena ada sedikit masalah, dorang dua putus. Sore itu, Ungke da telfon cewek itu untuk minta maaf.

“Halo Muna, sa minta maaf kah so bikin ko hati sakit. Sa mo minta balikan, sayang,” pinta Ungke

“Apa? Maaf? Ungke ngana pikir segampang itu kah!”

“Hallo! Ungke! Coba ngana ambil gelas di situ,” pinta Muna

“Sudah ini,” jawab Ungke

“lalu ngana banting itu gelas.”

PLAK! Ungke ikut membanting gelas sesuai arahan Muna.

“Coba ngana lihat gelas itu, hancur bekeping-keping kan?! Begitu juga deng sa pu hati ini, susah susah untuk kasih utuh!” Keluh Muna sedikit menangis.

Baca juga:  Sikap AKBP M Yusuf yang Tendang Ibu-Ibu, Apakah Mengayomi Masyarakat?

“Hallo Muna, tapi masalahnya gelas ini de tra pecah.”

“Ha iyo kah?”

“Iya, soalnya yang sa banting ini gelas plastik jadi!”

“Setang putar deng ngana!”

Akhirnya setelah rayuan panjang, mereka jadi balikan dan sepakat untuk membangun kembali hubungan yang sempat retak itu.

Ungke Menggombal

Suatu hari, mereka berdua janjian pacaran di belakang terminal. Kebutulan Muna adalah pedagang sayur di terminal.

“Pokoknya di dunia ini cuma ngana yang ada di kaka Ungke punya hati!” Ungke mulai menggombal

“Ado kaka Ungke, jang ngana bikin surga telinga. Stop rayu-rayu e.”

“Muna, kaka Ungke serius ini.”

“Ahh tra percaya,” Muna menimpal.

“Kalo tra percaya, ade Muna belah sudah kaka pe dada ini. Cuma ada ade pe nama di sini,” sambil mengelus dada.

“Kalo begitu, ada pisau ini, ade belah e.”

“Ah ngana gila kah, nanti kaka mati!”

“Lah, lalu mo buktikan bagimana kalo di dalam hati itu cuma ade pe nama?”

“Begini saja, nanti kita USG sudah! baru lihat ada ade pe nama tertulis besar-besar dalam dada ini!”

  • 52
    Shares


Loading...



No more articles