Diluncurkan Juni 2015, aplikasi permainan “Duel Otak” sudah diunduh oleh lebih dari satu juta pengguna. Ia juga merajai tiga teratas untuk permainan top free di Google Playstore. Di Indonesia, inilah permainan yang paling populer di kalangan netizen saat ini.

Menurut pakar IT kita, senpai Aditya Rizki, aplikasi permainan yang sederhana dengan ukuran file kecil, serta dapat dimainkan multiplayer seperti “Duel Otak” memang lebih mudah populer di Indonesia daripada aplikasi permainan bergrafis bagus, tapi ukuran file besar dan tidak dapat dimainkan banyak peserta. Sebelumnya, pada tahun 2013, juga ada permainan tebak-tebakan serupa yang sangat populer bernama SongPop, tapi kemudian penggunanya kian turun dan sudah tak lagi bertahan.

“Siklus aplikasi permainan jarang bisa bertahan lama jika tidak bisa mengakuisisi pengguna,” ujar senpai Aditya.

Contoh cara mengakuisisi pengguna antara laian adalah dengan menambah fitur baru–format kuis dibuat lebih variatif, genre yang lebih banyak–, membuat edisi khusus (misalnya edisi khusus bela negara, edisi khusus darurat masa lalu), atau membuat aplikasi permainan lain yang bisa sejenis atau berbeda, tetapi kesederhanaan dan kemampuannya dalam menjangkau banyak pemain tetap dijaga.

Dalam tulisan ini saya bukan hendak membantu “Duel Otak” agar tambah populer. Sebaliknya, saya justru hendak menyarankan kepada MUI agar mengeluarkan fatwa haram terhadap permainan tersebut. Lho, lho, lho, kok bisa begitu, Mbak? Berikut dalil-dalil yang mendasarinya.

Seperti Khamr

Dalam metode pengambilan hukum, Islam mengenal metode qiyas atau analogi. Qiyas digunakan untuk menilai suatu masalah yang belum ada pada zaman Nabi sehingga belum ditentukan hukumnya. Lalu hubungannya dengan permainan “Duel Otak” apa? Permainan itu membuat mabuk para netizen, lho. Mabuk didefinisikan sebagai hilangnya kesadaran manusia. Dari hadits riwayat Muslim, “Segala yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr adalah haram.”

Bagaimana sifat memabukkan “Duel Otak”? Dari namanya saja, pengguna sejatinya tengah ditempatkan ke dalam ilusi–tipuan kesadaran–bahwa duel dengan lawan main dalam permainan tersebut seolah-olah murni pertarungan kecerdasan. Padahal, strategi kemenangan dalam permainan ini tak lebih dari seberapa sering kita memainkannya–sehingga semakin hafal pertanyaan dan jawaban.

Pun, bila sudah hafal pertanyaan dan jawabannya, apa manfaat dari hafal informasi sepotong-sepotong, seperti menyesatkannya banjir informasi di era digital? Sebab kerja otak manusia yang sesungguhnya adalah kerja kurasi, maka mengolah dan memaknai pengetahuan yang berserakan menjadi suatu cara pandang. Menjadi ilmu.

Di kehidupan kampus, sudah banyak kasus ditemukan bagaimana permainan “Duel Otak” ini membuat banyak mahasisiwa mangkir dari tugas intelektual utamanya: mengerjakan skripsi atau tesis. Mereka menghibur diri dengan kebohongan bahwa bermain “Duel Otak” termasuk tugas intelektual yang tak kalah penting dari skripsi dan tesis.

Tapi saya tidak termasuk lho, ya.

Baper

Tak sedikit saya temukan kawan-kawan saya yang bermain “Duel Otak” dengan mantan mereka masing-masing. Efek selanjutnya, tentu sudah bisa diduga, bikin baper, yang mana kemudian membuat mereka cekcok dengan pacar barunya atau menjadi tidak produktif. Baper, sikap terbawa perasaan ini, belum ada hukumnya pada zaman Nabi. Mungkin fenomena baper memang masalah anak muda akhir zaman.

Nah, dengan metode qiyas, mari kita tilik hukum baper. Baper analoginya sama dengan zina, tapi tak hanya satu jenis zina saja, melainkan dua sekaligus: zina hati dan zina waktu. Lantaran hati berzina dengan masa lalu, maka baper membuat seseorang menjadi tidak produktif, menjadi malas.

“Sesungguhnya bermalas-malasan adalah saudara setan, apalagi malas-malasan karena mantan,” demikian bunyi hadist riwayat Mojok.

Laghwi

Dalam tradisi pesantren-pesantren NU, dikenal istilah “Bahtsul Masail”: Sebuah musyawarah hukum atas isu-isu kontemporer. “Bahtsul”, artinya pembahasan, sementara “Masail” berarti masalah. Sebuah forum yang mengedepankan semangat perdebatan argumentatif dengan merujuk pada kitab salaf dan buku-buku fiqih. Forum ini jamak diadakan oleh kyai maupun santri.

Setelah melalui perdebatan argumentatif berhari-hari, forum “Bahstul Masail” santri-santri Mojok (anggap saja santrinya saya seorang jika yang lain memang tidak ada yang merasa ikut forum), memutuskan bahwa permainan “Duel Otak” itu adalah permainan akhir zaman yang laghwi. Kalau kata Mbak Sita, kurator muda kita, “Duel Otak” itu seperti kesenian yang sia-sia belaka. Laghwi adalah hal-hal yang tidak berfaedah dunia akhirat untuk orang yang mengerjakannya, sia-sia.

Banyak orang bermain “Duel Otak” berjam-jam, hingga larut malam, hingga kecanduan. Bila menang menjadi riya memamerkan kemenangannya di media sosial (padahal menangnya jarang-jarang, sekali menang langsung unggah di medsos–itu saya sendiri, sih), bila kalah seperti Abu Lahab yang dikisahkan dalam Al-Quran: Ia dimakan api kemarahannya sendiri. Sesungguhnya yang demikian ini lebih banyak mudarat atau manfaatnya, coba? Ckckck…

Demikianlah, dengan seluruh pertimbangan di atas, demi kemaslahatan ummat, maka ada baiknya MUI segera mengharamkan permainan “Duel Otak”.

MUI memang bukan lembaga negara, fatwa yang dikeluarkannya pun tidak mengikat secara hukum, dipatuhi boleh, tidak juga boleh. Tapi, walau begitu, peranan MUI amatlah penting, lho, Teman-teman…

Contoh, ya, dalam tiap persidangan penyerangan terhadap muslim Ahmadiyah, MUI biasanya selalu memberikan fatwa sesat, yang mana lebih mirip sebagai pledoi dari pengacara tersangka penyerangan, ketimbang sebuah fatwa. Luar biasa, kan? Luar biasa, dong. Tepuk tangan, yuk!

Sekarang Anda pasti berpikir bahwa tulisan saya ini sebenarnya bukan untuk kepentingan umat, melainkan sekadar luapan kedengkian dari seseorang yang kalah melulu ketika bermain “Duel Otak”. Hahahaha, betapa piciknya pikiran Anda.

Tapi maaf, sayangnya Anda benar.

  • cak tae

    permainan “Duel Otak” meskipun saya bukan MUI, saya tahu hukume kok… Wa Itsmuhuma Akbaru Min Naf’ihima,… hahaa qiyas ala santri mojok

  • Alvino Parker

    Kalah melulu di duel otak?
    Ya sudah duel ranjang aja yuk.
    Maksudnya saling melempar ranjang ke lawan.

  • cepie krisbuana

    Saya juga dukung diharamkan, maaf bukannya RIYA, saya lebih sering menangnya daripada kalahnya khan lama-lama saya bisa takabur

    • Geraldi

      jadi gini saya ingin meluruskan aja,sebetulnya tdk perlu dihapus semua itu ada sisi manfaat nya
      jika dihapus maka akan menghilangkan secuil pengtahuan
      disisi lain banyak yg beranggapan jika gadget merusak generasi muda tapi duel otak mun cul setidaknya bisa memperbaiki citra dari gadget mungkin anda selaluu kalah jika main duel otak?atau mungkin tidak menyelesaikan skripsi?haha

    • panutan tyo

      ya sudah gak usah di maenkan kalo takut takabur, tinggal di uninstal selese

      • cepie krisbuana

        Woles Bro anda pemabaca newbie mojok ya kenalan dulu sama penulisnya biar ga kompor gas

  • Fajar Nurcahyo

    Maaf. Tidak main duel otak. Mainnya duel kenangan.

    • BDS

      sssttttt….

  • Ah, sorry ya, saya mah udah diunin- DO-nya. Bukan apa-apa. Takut disentil ama ngeM-yU-I. Bisa-bisa repot ijke. Apps itu termasuk yang lagho’ gitu deh. Astagpiruloh, astagpiruloh!

  • Hidup MUI!

  • Syaiful Umar

    akeh kang apal quran hadise

    seneng ngafirke marang liyane

    kafire dewe dak digatekke

    yen isih kotor ati akale 2x

  • Fathur Rahman

    mas , anda bodoh atau apa.. semua yg ada cantumkan juga terdapat pada semua game lain.. sekalian aja tulis tentang Dota, COC, Warcraft, Call of duty, dll..

    • piknik dulu ya mz

    • Ridwan

      semua orang berhak berpendapat ada di UUD 1945

    • e-rast

      mas, lg ada masalah sm pacarnya ya?? diselesein dulu, baru baca ni artikel. hahahaha

    • Nurzahziani Chan

      hahhaha.. =D ini bacaan pertama saya di mojok.co
      sbg seseorg yg lumayan temperamen, tapi saya rasa selo aja bacanya. beberapa yg lain kok serius amat ya,, hmmmp

  • Ridwan

    belum lagi kalo menang/kalah
    yang menang ngejek yang kalah
    yang kalah tersiksa,terus balas dendam
    salah satu penyebar permusuhan bangsa dan umat

  • ilham nur rohman

    Baru tau ada zina waktu dan zina hati

  • Surya Kudou

    “Sekarang Anda pasti berpikir bahwa tulisan saya ini sebenarnya bukan untuk kepentingan umat, melainkan sekadar luapan kedengkian dari seseorang yang kalah melulu ketika bermain “Duel Otak”. Hahahaha, betapa piciknya pikiran Anda.

    Tapi maaf, sayangnya Anda benar.”
    anjeg mb

  • Rizal Putra

    Haramin semua, fb jg bikin candu, ps jg bikin candu, sinetron bikin candu
    eh kalau gitu beribadah terus”an jg candu dong, katanya segala hal yang memabukan
    Kan ada beberapa org yang menganggap ibadah adalah doping kehidupan, lo haramin aja sekalian
    Semua kok diharamin

  • HARI AGUNG PAMBUDI

    Mbk.. jangan suka tulis2 di internet… nanti kecanduan lhooo… haram hukumnyaaa…!!!!

  • Amost Pea

    bikin websitenya jangan pake script lagi yah, pake ayat ayat keimanan
    aja yah ditambah end slash /) , soalnya itu termasuk buatan kafir

  • MUI kemungkinan besar TIDAK AKAN memfatwa haram untuk hal-hal yang beginian, KECUALI :

    1. ada pertanyaan pada game “duel otak” yang isinya jelas-jelas menghina Islam (dan itu sampai saat ini belum terjadi)
    2. dalam duel otak terdapat gambar-gambar porno atau tidak senonoh
    3. keuntungan dari aplikasi tersebut dipakai untuk membantu kekufuran (seperti didonasikan untuk militer Israel)

    kalau ngak, MUI gak bakalan memfatwa HARAM, apalagi sisi positifnya adalah pengetahuan umum orang semakin bertambah, soal pertanyaan sendiri user bisa memasukkan pertanyaan yang dia buat, artinya pertanyaannya tidak mentok itu-itu saja.

    • Rayhan Maheswara

      Diminum dulu kopinya mas.

      Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

      • Dedi Alfian

        Diminum dulu kopinya mas.

        Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

    • e-rast

      buseetttttt… bapak indra, saklar humornya udah di-ON-kan belum??

  • Aryansyah PuTra Rosemary

    Logica fallacynya kepake semua kereennn awkwakawkwakwak

  • Rawr

    Sebenarnya saya kurang tau ini troll atau serius, tapi tetap saya kasih komentar serius. Kayaknya nggak perlu MUI micromanaging sampai segininya. Umat muslim juga manusia yang bisa berpikir. Bila logic anda konsisten, MUI harus turun tangan sampai seperti ini, sekalian haramkan TV, video game (PS, Game Komputer), dan kegiatan entertaiment lainnya. Apakah perlu seperti itu?

    • Rayhan Maheswara

      Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

  • Fah Roqi

    Duel otak menimbulkan sifat riya’
    Dan itu jelas tidak diperbolehkan
    Oh MUI haramkanlah game ini

  • Abdullah Mujaddidi

    Saya juga dukung MUI mengharamkan mojok

  • Nurhidayah Robin Obinhut

    Astafirullah, ngawur sampeyan yang posting. Saya juga main duel otak, tapi tidak tiap hari, waktu luang saja. Jadi Leader apa mau terus jadi makmum ??

    • Rayhan Maheswara

      Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

      Diminum dulu kopinya mas.

    • e-rast

      hahahhahaha… dibaca sampe habis dulu mas, sambil minum bandrek.

  • Rokhim

    saya setuju dihapus, teman saya siang malem mantengin HPnya cuma buat main duel otak, alsannya pengen naik sampe ranking 1000 besar. Anda tahun sifat manusia, benar sekali, ga pernah puas. saya khawatir kalo sdh sampai 1000 besar, dia nanti akan makin terobsesi ke 100 besar, 10 besar dan akhirnya mau jadi nomor 1..padahal dia masih punya tanggung jawab belajar…

  • panutan tyo

    ahahaha ngakak mbaca nih artikel,, kenapa malah nyalahin Duel Otak bahkan sampai mengharamkan? di game2 lain pun banyak kok yang menang trus suka di pamer2in. itu mah tergantung bagaimana seseorang menyikapi hasil kemenangan/kekalahan, gak semua yang menang jadi sombong kok, banyak juga yang mengambil manfaatnya, buat mengisi waktu dalam perjalanan naek kereta contohnya, buat ngasah ingatan otak juga bermanfaat gak ada salahnya tho? lebih ngakak lagi baca yg hubungan maen Duel Otak sama BAPER,, yo itu salah dia sendiri maen sama mantan!! sebenernya sebelum memposting artikel ini sudah dilakukan penelitian? atau cuma pengalaman pribadi anda ahahahaha

    • Rayhan Maheswara

      Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

      Kopinya mas, diminum dulu..

  • Al-iskandar

    yang salah itu bukan game-nya,, tulisan di atas itu merujuk kepada yang main,,, jadi yang salah yang man,,, jadi yang diharamkan itu yang main,,, kalo sudah main ya sudah haram,, apalagi penulis,, sudah haram, kalah mulu,,, astaghfirullah

    • Rayhan Maheswara

      Sesuai dengan niat awal, mojok.co dibuat sebagai tempat rehat dari hiruk-pikuknya arus informasi. Jadi setiap karya jangan ditanggapi terlalu serius dan mbentoyong.

      Kopinya mas, diminum dulu.

    • e-rast

      boleh pesen kopinya satu lagi, mas Rayhan?? kopi tubruk 1 ya, tapi jgn lupa kasih gula sama susu. yang panas aja, tapi jangan lupa dikasih es. 😛

  • Firman Maulana

    sudahlah semua orang punya prinsip masing masing, yang terpenting bisa
    mengatur waktu, dan baik buruk nya suatu hal itu kita yang nentuin, hati
    hati loh ngomongin kejelekan itu ghibah.

  • Riansyah R

    Inilah bro bibit2 pemikiran dan keputusan terlalu radikal dan anti plural,

    Maaf bknny sy masuk dlm aliran A, B, atau C tp realistislah… Apapun yg “memabukkan” dianggap khamr,, lah kalo kita beli minuman kemasan trus ketagihan krn rasanya enak jg dblg khamr?

    Atau permasalahannya “kita jd lupa diri termasuk dlm ibadah” sehingga d sebut memabukkan? Realistis sj saudaraku sebagaimana sering kalian sendiri mengingatkan sesama minimal mengingatkan sholat? Banyak kok muslimin/ah yg lalai brrti hal yg melalaikan jugia di haramkan saja semua ?

    Apakah MUI netral? Di negeri ini tdk ada yg netral semua ada warna partai dan kepentingannya masing2

    Sy suka tulisan artikel ini krn berusaha senetral mungkin
    Makin lucu aja Indonesia ku

    • blart

      Serius amat hidupnya bro. :)))

      • Agung Nurhadi Anthony Firmansy

        udah dewasa ya serius, kamu masih adek adek yah? :v

        • Azhar Haslian

          kalau saya lebih setuju udah dewasa ya rasional dan bijaksana, serius atau bercanda sesuai dengan kondisinya 😉

    • e-rast

      hahahaha.. bacanya ga sampe habis kayaknya. =D

  • Tanpa Nama

    Mbak fatimah cuma cari sensasi ya? Tolong lain kali, dipikirkan dahulu masak-masak sebelum menulis artikel. Haram itu bukan sesuatu yang bisa kamu main mainkan seenaknya saja.

    • Dharmabudhi Satriojati

      Lho, ini tulisan serius toh? Tak kira mojok.co kan isinya banyak yang guyonan, kayak artikel satu ini.
      Ngopi sek cek ga salah paham, sis…! =D

  • chantiks

    Selamatlah gue.. gak pernah main duel otak.. *sujud syukur

  • Firman Maulana

    sapa yg mau “Duel Otak” cari nama maulana293 😀

  • deye

    yang paling menghibur dari laman ini adalah komentar-komentarnya., ngakakable dan memabukkan..

  • Ngakak ngets baca komen komen kaka kaka sekalian…
    Mungkin MUI juga harus segera memfatwakan apa hukum komen di Mojok.co

    Banyak bro sist yang baper niyh..
    Hahaha

    • Ari Meidiansyah

      masalah buat lo kalo ada yang baper? harusnya tulisan itu mencerdaskan dong, bukan malah memecah belah umat kayak gini.
      jangan bawa2 hukum ya? ngerti apa anda soal hukum?

  • thegoodlife

    Serius amat yak orang-orang ini *lanjut ngopi*

  • e-rast

    buat para pengaos, tolong dibaca sampe akhir dulu baru komen. atau minimal, baca paragraf terakhir.

    “Sekarang Anda pasti berpikir bahwa tulisan saya ini sebenarnya bukan untuk kepentingan umat, melainkan
    sekadar luapan kedengkian dari seseorang yang kalah melulu ketika
    bermain “Duel Otak”. Hahahaha, betapa piciknya pikiran Anda.

    Tapi maaf, sayangnya Anda benar.”

    ini tulisan yang menjebak. =D

  • smurfin

    duel otak itu apa ? #tinggaldigua #gakpunyagadget

  • http://www.laporpolisi.com.Situs lapor polisi online dan verifikasi toko online terpercaya-Anda menjadi korban?Laporkan segala tindak kejahatan,penipuan,kehilangan,kekerasan maupun kejahatan lainnya disekitar anda disini.Ayo laporkan!

  • Late late

    wkwkwk… saya anak perantauan kecanduan nelpon orang tua menanyakan kabar mereka bagaimana keadaannya. Saya sampe baper lho……

  • Adam

    Wkwkwkw….banyak yang serius :v *lanjutngopi

  • Zack

    Saya dari kecil sering nonton tv … pikir2 bener juga ente, gara2 tv ane jadi kesepian klo gak nemu tuh barang. Mending MUI suruh haramkan aja tuh tv. Bisa mengganggu kehidupan ane yang indah ini

  • Ary Anzh

    Haramkan aja Duel Otak…
    Saya sering kalah soalnya… krkrkrkrkrk

  • Damidut

    Amboiiii pada tegang amat itu komen sampe jidat berurat?
    Ambil juga nih urat2nya bakal bikin bakso…. ?
    Cuba baca full dulu…. Udah pake huruf Latin aja masih males baca. Tar lama2 Mojok pake Braille lho.

  • Aprillia

    Buat yg baper makan dulu gih, nanti maag loh ?

  • Teguh Iman Pratama

    Satu sudut pandang lagi menurut saya, apakah anda sadar di kategori Iman & Kepercayaan bisa dibilang pengetahuan kristiani lebih banyak ketimbang pengetahuan rohani lainnya. 🙂
    Mungkin tidak usah diharamkan, melainkan kembali kepada para pengguna aplikasi ini.. cukup dengan hapus aplikasi ini saja dan memperingatkan kepada saudara” kita yang baru main.

No more articles