Ada lebih dari 170 mal/pusat perbelanjaan modern di seluruh Jakarta. Artinya, butuh waktu setengah tahun untuk mengkhatamkan semuanya jika Anda kunjungi satu per satu tiap hari. Menurut hitung-hitungan Colliers International Indonesia, total kumulatif luas pusat perbelanjaan di Jakarta adalah 4,57 juta meter persegi atau sepuluh kali luas Vatikan.

Dengan jumlah mal yang begitu banyak, lalu apa parameter yang tepat untuk menentukan mal mana yang akan dikunjungi? Menentukan satu dari ratusan mal di Jakarta untuk dikunjungi tentu butuh banyak pertimbangan, entah jarak, tenant, fasilitas, sampai soal diskon.

Istri saya memilih menggunakan parameter berbeda dan lebih religius, yakni memilih mal berdasarkan kondisi musala atau masjidnya. Mal yang kami pilih adalah mal dengan tempat salat yang bagus dan nyaman. Sebagus apa pun malnya, apabila tempat salatnya menurut kami tidak representatif, menyempil, dan kecil, mal itu tidak akan masuk ke dalam daftar kami.

Banyak mal di Jakarta yang jor-joran dengan fasilitasnya. Sayangnya, tidak semua mal menyediakan tempat salat seaduhai fasilitas belanja lain yang mereka ditawarkan. Beberapa mal meletakkan tempat salat di lantai bawah tanah atau di sudut sempit yang susah dijangkau. Namun, ada juga mal yang membangun tempat salatnya sangat bagus, sebanding dengan mewahnya fasilitas yang ditawarkan.

Baru-baru ini kami mengunjungi sebuah mal dan masjidnya adalah salah satu yang terbaik menurut versi kami: Masjid Al-Hidayah di Gandaria City Mall. Lokasinya ada di lantai 4, luas dan nyaman, juga terletak di area yang tidak bising. Akses ke masjid juga mudah karena ada lift khusus yang langsung menjangkau masjid. Tak sekadar masjid, pengelola juga memberikan fasilitas berupa perpustakaan, toko busana muslim, serta fasilitas yang nyaris selalu ada di tiap masjid: tempat penitipan sandal.

Baca juga:  Persija Jakarta

Gandaria City Mall memang sangat ramah kepada pengunjung muslim. Tak cukup satu masjid, di lantai UG ada pula musala yang tentu ukurannya lebih kecil. Lebih spesial lagi, Masjid Al-Hidayah ini pernah menjadi masjid terbaik di lingkungan pusat perbelanjaan se-Indonesia pada 2012 dan menjadi percontohan untuk pusat perbelanjaan lain. Padahal oh padahal, pemilik Gandaria City Mall ini non-muslim.

masjid lantai 4 gandaria city mojok

Masjid Al -Hidayah, Gandaria City (©Farchan Nor Rachman)

Berikutnya adalah Bintaro ExChange Mall. Saya sering mengunjungi mal ini. Lokasinya bisa dicapai dengan kendaraan dalam sepuluh menit dari rumah. Kami juga bisa berjalan kaki dari Stasiun Jurangmangu, tempat saya dan istri naik KRL saban berangkat dan pulang kantor.

Di mal terbesar di area Bintaro dan sekitarnya ini terdapat dua musala yang masing-masing terletak di lantai LG dan Basement 2. Musala di lantai LG berada di dekat lobi utama dan selalu ramai. Itulah kenapa manajemen kemudian membangun musala lagi di lantai B2 yang luasnya dua kali lipat musala di lantai LG. Musala ini lebih sepi dari antrean dan dekat dengan tempat parkir mobil.

Fasilitas keduanya sedikit berbeda. Di lantai LG ada tempat penitipan alas kaki, di lantai B2 tidak ada. Selebihnya sama, tersedia banyak sekali sarung yang sepertinya dicuci secara rutin dan diberi pewangi. Ruangannya juga harum, karpetnya bersih. Saat bulan puasa kemarin, pengelola mal membagi takjil gratis yang melimpah.

Sebenarnya ada satu lagi musala di mal ini, letaknya di food court karyawan. Luasnya sedikit kecil dan akses untuk pengunjung sulit, mungkin karena memang diperuntukkan kepada karyawan saja.

Baca juga:  Marbot yang Serupa Remah-remah

Tempat salat terbaik lainnya ada di Grand Indonesia, mal favorit kami. Musalanya ada di beberapa titik sehingga mudah diakses dari berbagai bagian mal. Walau ukuran musalanya kecil, fasilitasnya adalah yang terbaik. Misalnya, sarung dan mukena yang wangi, ada Al-Quran, karpet tebal dan empuk, tempat wudu yang airnya kencang, petugas musala yang rutin mengontrol kebersihan musala, dan ada penitipan alas kaki. Kelebihan lainnya adalah lokasi musalanya strategis, mudah diakses dengan petunjuk yang jelas.

Mall lain yang sering saya kunjungi, Kota Kasablanka, juga memiliki masjid yang representatif: Masjid Al-Ikhlas. Lokasinya ada di lantai LG, dekat food court. Penandanya besar dan jelas sekali. Bagian luar masjid penuh dengan kaligrafi hingga bagian dalam.

Kompartemen dan tempat penitipan alas kaki di masjid ini banyak sekali. Animo jamaah yang beribadah memang membludak hingga terkadang saat salat Magrib atau Isya, antreannya panjang sekali.

Di antara semua mal tadi, saya menempatkan Pasaraya Grande sebagai mal dengan tempat salat terbaik.

Masjid Alatief, Pasaraya Grande. (©Simas Kemenag)

Masjid ALatief di mal milik mantan menteri tenaga kerja Abdul Latied ini memang dirancang serius. Terletak di lantai 5, masjid ini sangat luas, memenuhi satu lantai sendiri. Kubah besarnya dihiasi kaligrafi, serta tersedia karpet tebal dan empuk. Selain itu tempat wudunya juga mencengangkan: lega. Untuk ukuran masjid di mall, masjid ini megah sekali. Mungkin inilah masjid dalam mal tercantik di seluruh Jakarta.

Mungkin manajemen mal harus mulai berpikir, jika target pasar mereka ialah orang Islam, fasilitas beribadah perlu diperbagus. Jangan taruh di pojok, jangan terlalu sempit, dan jangan di tempat yang susah diakses.

Komentar
Add Friend
No more articles