MOJOK.COHabis nonton Rangga di AADC, halu itu pun menguasai saya. Sampai bisa merasakan… oh, begini rasanya jadi pacar Nicholas Saputra.

Ingin rasanya saya misuh-misuh karena merutuki keputusan bodoh menonton ulang film Ada Apa dengan Cinta? (dua-duanya) beberapa hari yang lalu. Bodoh, karena film itu kayak candu untuk lagi dan lagi nonton semua tayangan tentang Nicholas Saputra.

Dalam rangka mengisi kegabutan hari-hari menjadi seorang fresh graduate, saya biasa mengisinya dengan tetap berdiam diri di rumah. Selain karena anjuran pemerintah, saya emang jarang keluar rumah.

Awalnya saya melihat timeline Instagram dan menemukan postingan terbaru Rangga, eh, Nicholas Saputra. Duh, Rangga dan Nicholas Saputra seperti dua jiwa yang hadir dalam satu raga yang sama. Ada yang bilang bahwa 80 persen karakter yang ada dalam diri Nicholas Saputra memang sosok Rangga. 

Well, ada benarnya juga sih. Sama-sama ganteng, cool, dan mysterious as always.

Postingan yang saya temui saat itu tentang keberadaannya di ARTJOG. Tentu saja isi postingannya bukan menampilkan foto muka selfie dia dengan latar belakang pameran, melainkan cuma gambar lukisan tok dengan caption super-ambigu: I… can… feel… you.

Opo coba maknane? Howalah, lanangan rajelaaas!

Entah saya yang memang buta seni, atau Nicholas Saputra yang sengaja memancing. Memancing penggemarnya yang delusional itu. Lalu memenuhi kolom komentarnya dengan komentar yang delusinya sudah di ambang batas. Seperti….

“Mas, kapan ke rumah lagi? Mamah nanyain terus tuh”

“Baru ditinggal sebentar, udah jauh aja. Jangan main jauh-jauh ya, Sayang.”

Atau komentar yang singkat tapi halunya kebangetan, seperti:

“Suami onlinekuuu….”

Setelah bosan men-scroll timeline Instagram, saya buka fail film AADC di laptop. Saya tonton secara runut filmnya, tanpa skip-skip. Persis kayak baru nonton pertama kali.

Maha-benar kata fans yang sering komentar di kolom Instagram Nicholas Saputra, mereka bilang tidak pernah bosan menonton film AADC meskipun sudah belasan kali. Dan ya, saya mengamini hal itu.

Sepertinya akting Dian Sastrowardoyo yang punya daya pikat gaib sampai bikin penonton nggak bosan (pakai penglaris apa yak?). Ditambah sosok Rangga yang tampan, kalem, dingin, misterius, sinis dan suka puisi. Atribut yang cukup bikin saya halu dengan hasyu untuk terus mengonsumsi ketampanan seorang Nicholas Saputra.

Dari hal tersebut, muncul kembali keinginan untuk nonton beberapa video klip lagu yang Nicholas Saputra bintangi. Sebut saja “Kali Kedua” milik Raisa dan “Adu Rayu” milik Glenn, Tulus, dan Yovie Widianto.

Gara-gara tontonan itu, kata-kata penuh delusi muncul di pikiran saya. Dan di sini lah saya, setelah melalui perjalanan panjang menyaksikan metamorfosis Nicholas Saputra. Halu itu pun menguasai saya. Sampai bisa merasakan… oh, begini rasanya jadi pacar Nicholas Saputra.

Bergengsi sih, tapi pasti tak bisa dipamerin

Sebagai pacar aktor nasional ternama dengan imej yang kalem, cool, smart, dan misterius, saya tahu betul bahwa tentunya nggak bakal menuntut banyak dari Mas Nico. Elaaah, Mas Nicooo.

Salah satunya dengan tidak memaksakan dia mempublikasikan hubungan kami, entah secara terang-terangan lewat infotainment atau sekadar postingan medsos.

Setiap kali lagi jalan bareng, saya tentu bakal mengabadikan dengan selfie bareng, tapi ya cuma buat disimpan di galeri HP aja. Atau kalau mau diposting pun cuma lewat Whatsapp Story karena yang bisa lihat teman-teman deket aja.

Ya karena saya pasti jadi sasaran penggemar Mas Nico dong kalau sembarangan posting hubungan ini. Jangankan betulan pacaran, nulis halu beginian aja mungkin bakal banyak yang ngamuk-ngamuk kok di kolom komentar nanti.

Tak punya banyak pilihan tempat kencan

Tak ada pilihan lain selain kencan di rumah dia. Dia kan terkenal dengan artis yang nggak pernah mengumbar kehidupan pribadinya, termasuk tentang tempat tinggalnya. Jadi, bakal sangat menyenangkan kalau cuma saya yang tahu gimana nyamannya tempat tinggal dia.

Dan setiap kali ke rumahnya, saya bakal minta dimasakin. Bodoamat.

“Aku ke sini sengaja belum makan siang, biar bisa makan masakan kamu.”

Kemudian dia menyambut dengan senyuman hangat sambil nanya, “Emang sekarang mau makan apa? Moroccan chicken tagine lagi?”

“Nggak, ah, aku mau bakmi jawa aja.”

“Ok, aku masakin khusus buat kamu,” sambil menyentil ujung hidung.

Auto-pingsan.

Terus selesai makan bareng, kita nonton film sambil nyender manja di bahu dia. Tiba-tiba ketiduran. Tangan dia ngelus-ngelus kepala, nyoba bangunin.

“Bangun, katanya mau diskusi soal film. Filmnya udah selesai nih.”

Saya terbangun, dengan sedikit mata merah dan tentunya keadaan muka yang kurang kondusif, saya harus cuci muka. Mosok mau ngobrol sama pacar yang gantengnya kelewatan, muka kucel semrawut kayak pasar tumpah sih?

Dengan kesadaran belum maksimal, lalu kembali duduk di samping Mas Nico. Dia tersenyum hangat sambil membenarkan letak poni.

“Pas ketiduran, tadi nontonnya sampai mana?”

“Dari film mulai aku udah ketiduran, tapi aku udah pernah nonton kok, jadi aku tahu alur ceritanya.”

Mas Nico tersenyum, lalu kami mulai berdiskusi.

Hampir magrib, saya pun harus pulang.

“Aku pulang, tapi aku mau minjem buku kamu lagi.”

Saya beranjak ke rak buku dan mengambil satu buku. Sebelum pulang, memeluk erat Mas Nico dulu dong. Sambil bawa salah satu koleksi buku Haruki Murakami miliknya—yang nggak bakal saya balikin.

Berhari-hari ditinggal travelling

Sebagai orang yang sudah punya hobi travelling selama belasan tahun, punya pacar pasti nggak bisa jadi alasan untuk membuat Nicholas Saputra tiba-tiba jadi jarang travelling. Jadi tak akan ada istilah takut kangen sama pacar di rumus seorang Nicholas Saputra.

Lagian, plis, Mas Nico nggak mungkin menye-menye, oke? Apalagi sekarang dia sudah, bisa dikatakan, masuk sebagai aktivis lingkungan, jadi otomatis jadwal travelling-nya makin padat.

“Besok aku ke Tangkahan lagi,” pamitnya lewat telepon.

“Nanti bakal berapa hari di sana?”

“Nggak lama, paling seminggu.”

Kemudian Mas Nico menutup sambungan telepon. Dia bilang sedang buru-buru mau packing.

Baiklah, rupanya ia memang punya hati yang bakoh, karena sedikit pun nggak terpengaruh untuk melunturkan kharismanya. Travelling yang dia lakukan ke tempat-tempat remote area, jadi mau tidak mau pacarnya harus siap menahan rindu karena tidak bisa berkabar dengannya selama berhari-hari.

Siap-siap dengan setiap adegan mesra dia di film

Pacarnya Nicholas Saputra, memang harus kuat ati. Punya pacar ganteng yang bukan artis aja, udah banyak cobaan, apalagi punya pacar ganteng, artis, dan pemain film pula. Kelar idup luuu.

Ya, di balik rasa bahagia tiada tara karena jadi pacar cowok the most wanted se-Indonesia, ada risiko yang mengancam; cemburu.

Bisa dibayangkan nggak sih? Kalau misal kita liat pacar kita mesra-mesraan dengan cewek lain, kita bisa langsung marah, kemudian bertengkar, lalu putus. Selesai.

Tapi kalo sama Nicholas Saputra ini mah bakal beda perkaranya, Bosque. Melihat pacar sendiri bermesraan dengan lawan mainnya, bisa apa selain mangkel sendirian? Yo mosok mau marah, kan cuma akting.

“Kamu kenapa sih cemberut terus semenjak kita pulang dari bioskop tadi?”

“GPP.”

“Kamu bete karena adegan itu ya?”

“Itu kan cuma akting, Sayang.”

Kemudian Mas Nico memelukmu sambil ngusap-ngusap punggung.

Hayooo kamu mau gimana? Mau dilanjutin ngambeknya? Nanti takut marahan terus putus. Emang kamu mau putus sama Nicholas Saputra? Emang bisa dapet lagi cowok the most wanted se-Indonesia kaya dia lagi?

Bisa. Syarat minimalnya, wajahmu mirip Dian Sastrowardoyo!

Itu pun baru syarat minimal lho ya. Soalnya, Dian aja nikahnya sama orang lain. Apalagi kamu.

Iya, kamu.

BACA JUGA 5 Hal yang akan Saya Lakukan Seandainya Saya adalah Rangga dan tulisan soal Rangga atau Nico lainnya.

Baca juga:  Melihat Aan Mansyur Menikah