Jika sejarah kelam bangsa ini dirunut, kesalahan terbesar presiden Soekarno ialah Demokrasi Terpimpin. Kesalahan terbesar Soeharto, developmentalisme. Habibie, referendum Timor Timur. Gus Dur, mempercayai Amien Rais. Megawati, menjual aset-aset vital bangsa. SBY, terlalu gemar curhat. Dan kesalahan terbesar Jokowi adalah, menjadi presiden!

Andai Stephen Hawking benar-benar sukses menyempurnakan Teori Relativitas Einstein, lalu berhasil mencetak mesin waktu, saya hakulyakin Jokowi akan memilih kembali ke beberapa tahun tahun silam ketika ia enak-enak jadi walikota Solo, atau lebih jauh lagi ke periode sebelumnya ketika ia menjadi “sekadar” pedagang mebel yang hidup bahagia di desa.

Apa yang kurang dari hidup Jokowi pada masa itu?

Semua impian hidup rata-rata manusia sudah ia genggam: istri yang manis (bandingkan dengan nasib asmara Agus Mulyadi yang yaaah … begitulah), anak-anak yang lucu dan pintar, penghasilan mapan, dan status sosial yang megah.

Terjun ke jagat politik praktis yang penuh kepalsuan dan kekejaman, sungguhlah bukan khittah kultural Jokowi. Lihat saja bagaimana ia sangat kelimpungan saat harus menghadapi berahi Bu Mega untuk mengangkat BG jadi kapolri; di satu sisi ia tertuntut patuh pada bos partainya, di sisi lain ia tersandera nurani ndesonya untuk membela vox populi vox dei. Jadilah Jokowi tampil di meme dengan mata memejam dan tangan mengurut kening.

Secara kapasitas politik, Jokowi tidak bisa mengimbangi sama sekali, misal, mulut Haji Lulung, apalagi Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Apalah Jokowi ini di depan kejunilan “agama politik” mereka; hanya wong ndeso yang bisanya cengar-cengir, ngilang blusukan ke sana-sini, ikutan Natal di Papua, dan niliki sapi di Padang.

Terpilihnya Jokowi sebagai presiden, mengalahkan Prabowo yang jauh lebih junil, ahli, dan berpengalaman secara politik-militer (sehingga pasti lebih cucok sama Fadli Zon dan Fahri Hamzah, juga Adhyaksa Dault), memicu kerugian-kerugian luar biasa bagi bangsa ini. Dan semua itu akibat pancaran aura negatifnya ke segala penjuru dari kursi kepresidenannya.

Mari kita cermati.

Dolar menunggangi rupiah dengan kurang ajarnya

Persetanlah segala analisis ekonomi mikro dan makro yang difatwakan para pakar itu, toh tuntutan profesi mereka memang hanya untuk ndobos, wong nyatanya rupiah melemah ya akibat Jokowi. Ya iyalah, selain presiden, siapa lagi penanggung jawabnya? Masak Saipul Jamil? Nassar? JKT48 yang jebule pintar dangdutan? Atau, Rangga yang kian intim mbribik Cinta?

Coba Prabowo yang jadi presiden, niscaya rupiah akan terus kuat, disiplin, dan tegas. Yakin! Amerika mana berani sama Probowo. Dengan dalih menjaga marwah HAM, Amerika tak akan mau disowani Prabowo.

Soal belakangan ini rupiah menguat, itu pasti bukan sebab kekuatan positif program ekonomi Jokowi, tapi sekadar rasa iba Amerika. Iiih, emang enak dikasihani? Apalagi oleh Amerika yang tavir, antek Wahyudi, markas Remason, musuh Islam, sumpah na’udzubillah min dzalik.

Bangsa jadi terpecah-belah

Bahkan sebelum Jokowi jadi presiden, aura negatifnya telah memecah-belah bangsa ini. Saya dulu berpikir bahwa keriuhan itu semata efek kompetisi Pilpres. Eh, ternyata, ketidakharmonisan bangsa ini terus saja menyeruak sampai sekarang. Coba lacak, mana ada keriuhan terus-menerus begini di periode presiden-presiden sebelumnya? Simbol kehormatan kursi kepresidenan kita remuk redam di tangan Jokowi. 

Jokowi menggelar pernikahan Gibran, rakyat terpecah-belah. Ada yang mengatakan Jokowi sungguh rendah hati berkenan menerima tamu-tamu tak diundang dari kaum jelata; tapi ada pula yang mengatakan itu pencitraan semata.

KPK dan Polri berantem, rakyat terpecah-belah lagi. Saat kejadian crane ambruk di Masjidil Haram, rakyat kembali berantakan. Ada yang mengatakan musibah itu akibat kelalaian pelaksana proyek; ada pula yang menganalisis dengan wow sekali, bahwa petaka yang terjadi bertepatan dengan tibanya Jokowi di Arab Saudi itu merupakan peringatan Tuhan akan bahayanya aura negatif Jokowi.

Untuk meyakinkan betapa kacau-balaunya sila ketiga persatuan Indonesia di tangan Jokowi, cobalah Anda masuk ke Facebook, lalu scroll beberapa menit saja, dijamin Anda akan segera sesak napas menyimak pertengkaran-pertengkaran para pandir dengan tema Jokowi.

Dasarnya sudah pandir, hidup mereka kian bubrah akibat dikontaminasi aura negatif Jokowi.

Pak JK pun berubah

Saat menjabat wapres di era SBY, kita bangga sekali pada ketanggapan Pak JK. Cekatan dan berani merupakan watak leadership Pak JK yang amat kita rindukan pada figur-figur wapres yang selama ini hanya jadi ban serep yang ndomblong.

Dan, akibat Jokowilah kini Pak JK kehilangan semua kehebatannya itu. Ketanggapan dan kevokalannya dipenuhi aura negatif. Orang ngaji dikata-katain berisik menganggu waktu tidur kaum manula, menterinya sendiri diajak berantem di media massa, hingga pembelaannya pada aksi-aksi vulgar Polri yang menyerang KPK sejak era Abraham Samad.

Jika wapres tetap kita andaikan ban serep, Pak JK kini bukan lagi ban serep yang siap sedia melengkapi Jokowi sebagai ban utama, tetapi ban serep yang justru gemar sundul-menyundul. Dan Anda pasti bisa menerka, berubahnya Pak JK jelas akibat terkontaminasi aura negatif Jokowi. Tidak mungkin dong Pak JK yang sepuh banget–pamong masjid se-nusantara lagi–kok tidak bijaksana lagi jika bukan karena Jokowi.

Sungguh pilu hati saya setiap mengingat aura negatif kepresidenan Jokowi ini. Saking sedihnya, saya sampai sering berangan: jika saja saya adalah Jokowi, maka saat ini juga saya akan mengundurkan diri, pulang ke Solo, lalu hidup tenang bersama keluarga, sahabat, dan tetangga. Lalu, saat selo, saya akan menulis sebuah cerpen dengan judul:

“HANYA SETANLAH YANG BISA MEMENUHI SEMUA MAUMU!”

*sumber gambar

  • Didik Anika

    Haha.. Saya baru tahu kalau yang terjadi di tanah air kita tercinta ini adalah karena aura negatif jokowi

  • nasruddin

    bener nih… semua salah Jokowi… asap aja gak hilang-hilang dari kmaren2… yang lebih parah lagi, jokowi bikin banyak kepala netizen brasap.. parah ini.. jadi pada gak bisa mikir bener.. termasuk saya…. ya mbok ngapain juga bapak blusukan sana-sini. mending di istana to?… bisa tidur, gak capek, gak dibilang pencitraan lagi. kalo ada yng proters kan tinggal bilang… “bukan urusan kamu”… hehehe. Sementara ini bapak berdo’a saja deh.. semoga tukang sayur, eh tukang kritik (yg mirip tukang caci) itu cepet-cepet menduduki DPR menuntut bapak turun dari kursi panas. Jadi Bapak bisa pulang dengan ke Solo nimang cucu (klo sudah lahir nanti). sambil bikin budidaya kecebong. Terus ntar klo presiden yg gantiin bapak diperlakukan sama, bapak bisa senyum-senyum nengok mereka yg menghina bapak eh salah .. mengkritik maksudnya … skrg ganti menghina presiden barunya…. gimana pak

    • asepnya sampe sirkuit sepang mas, sampe markues kelilipen & nyenggol motor rosi

  • Taufan Abdillah Andi Wajuanna

    Jokowi selalu benar….

  • Dimas Akshara

    jadi ingat ini…

  • Firmansyah Layla Puspitak

    wkwkwkk , sumpah ngakak . calon doktor komedi ini sih.

  • Esti Nur Rohmawati

    Mas Edi… awas loooo….. nanti dirimu di sikat ma mas agus lo… kemudian dpaksa buat beli bukunya *jomblo tapi hapal PANCASILA* 😛
    Sila ke dua masak persatuan Indonesia 😀 mas agus selaku senior plus pemilik bukunya msti smakin mnunjukkan taringnya, #eh

  • Riz Anindya

    Ini akan dishare sm fusthun2 salah paham. Pironan.

  • Harjono Honoris

    Muahaha; Nice ending!

  • Lies Manejemen

    Gk berbobot blasss, jancuk an, walau sy bukan pendukung ke2 capres saat pilpres. Ternyata makin bodoh n terkebelakang pikiran rakyat neger ini

    • Difan Aide

      GAGAL FAHAM :v

  • Iwan Cahyono

    kok sila kedua dari pancasila persatuan Indonesia ?? Bukannya itu sila yang ketiga ya ??
    wah parah nih orang -_- Pancasila aja ga hapal pake ngomong politik. sekolah SD aja lagi Om .. Hahahaha 😀 😀 😀

    Kalo ngomong mangkanya pake fakta, logika, bukti yg jelas dan terpercaya serta analisa ahli. Pake aura-auraan segala -_-

    • Colonel Senna

      Mas iwan, coba dicek lagi. Ditulis sila ketiga kok 🙂

      • Iwan Cahyono

        itu sudah di edit mas.

        • Colonel Senna

          Ooo, haha
          tapi kalo salah sedikit gak papa lah mas, namanya manusia bisa salah..
          saya sih cukup yakin, sebenarnya orang sekaliber mas penulis ini gak mungkin lupa masalah urutan sila. Barangkali kebanyakan pikiran pas itu..
          positive thinking aja mas, hahaha 🙂

    • Esti Nur Rohmawati

      Sudah di edit mas bro 😀

      • Norma Indah Pratiwi

        Iya udah diedit, komen sy juga hilang 😀

  • mahardika

    kesalahan terbesar soeharto, developmentalisme? ah masa, apa ga ada yg lebih besar dari itu?

  • Nezz

    Tulisan ini persis menggambarkan sempitnya pola pikir masyarakat kita..

  • Firmansyah Layla Puspitak

    iya juga ya pasti banyak yg salah paham, wkwkwkwk

  • Satwika Ajib

    tulisan paling gak bermutu yang aku baca hari ini

    • dhitamara

      Pak Satwika..bagi bagi donk tulisan Bapak yang bermutu. Pengen baca nih 😀

  • Nasirullah Sitam

    Pokoknya aku baca, pak Edi Hahahahhaha

  • she

    artikel macam apa, saya bukan pro siapapun hanya menghormati beliau pak.presiden, kata “aura negatif” sangat tidak pantas digunakan oleh seorang yang tau apa itu pendidikan. miris sekali kalimatnya

    • freddie

      ha ha ha ha. baru sekali ini baca mojok apa memang sengaja komen “satir”

    • Karim Cuah Kalem

      Ngopi dulu.

    • Difan Aide

      Gagal Faham mas? Ngopi dulu gih biar gak ngantuk :v :v

    • Esti Nur Rohmawati

      Ya maklum mungkin penghuni mojok yang baru masuk, jd msh kurang piknik :-p

    • PW

      Mbak/Mas, jalan jalan yuk biar pikirannya jernih dan selo. :v

    • smurfin

      ckckckck ….. cuci muka gih

    • Tri Yogi Rizqi

      mau ikut saya? kita piknik. Biar pikiran jernih dan sehat.

    • Kang Joe

      ??

    • desta

      Hanya mereka yg punya aura positif yg bisa paham….baca dg hati panas dan kepala dingin eh kuwalik ya..kepala panas hati dingin

  • Wahyudi

    Jangan cuma menghujat orang. Buktikan kalo kamu ( yang nulis artikel ini ) memang bisa memimpin lebih baik?? Lebih baik ikut memajukan bangsa . Jangan cuma berkomentar negatif tentang presiden. Apalagi seorang presiden di koment kaya gitu. Orang anda saja kalo dikomen negatif saja pasti marah. Pikir dulu sebelum berkomentar..??

    • Rabka ✊

      Kamu gagal paham maksud penulis. Mas edi justru membela jokowi. Kata kunci utk memahami mksd tulisan ini ada di kalimat terakhir, itu ditujukan utk penghujat jokowi.

      • Patar Nababan

        hahahaaa…gak diajak piknik juga?

    • Karim Cuah Kalem

      Gagal faham…

    • Difan Aide

      Wah lu antek Wahyudi, pasti gagal faham sama artikel ini :v

    • Dinda AB

      Gagal faham… (2)

    • Imam Syafi’i (Benjo)

      Kurang piknik.

    • Ricco Floren

      kebanyakan remason ente gan :v

    • PW

      Wah bener bener antek wahyudi ini.. :v

    • smurfin

      kasian

    • Tri Yogi Rizqi

      Saya sedih tapi nyengir baca komentar ini

    • EDI AH IYUBENU

      Banyak hiburan di sini… ???

      • Eko Bambang Trivisia

        Lu musti kudu tanggung jawab atas semua kekacauan ini :v

    • habib asagaf

      hihihihi

    • Farhan Azizi

      Iki jokower garis keras haha.

      • dhitamara

        garis keras kurang cerdas hohohoo

      • Djones

        mungkin dia lelahh..

    • Komeng kek gini yang membuat mojok seru :p

    • Wahyudi

      aduuh iki jenenge podo aku.. saikiono istilah antek2 wahyudi..ngguaplek i

    • Brian Winanda Tasman

      Gagal faham, coba (cermati lagi im)

    • dhitamara

      Ada yang gagal paham lagi ini 😀

    • Leoni V A Yudono

      Mas Wahyudi… Njenengan gagal paham membaca tulisan ini sepertinya…
      Tulisan ini sangat berbobot…
      Coba diulang lagi mas… Nanti njenengan akan ketawa setelah paham maksud tulisan diatas…

    • Leonardo

      Adhus sek masss, nyiu seeekkk, mengko mesti ngerti hehehehe

  • Rabka ✊

    “HANYA SETANLAH YANG BISA MEMENUHI SEMUA MAUMU!”

    Kalimat terakhirnya makjleb banget buat yg hoby nyinyirin jokowi.

    • Hanna Simatupang

      heeh

  • PW

    Kalimat penutupnya mantap sekali!
    Coba itu para pembenci Pak Jokowi yang niat banget nyebar fitnah dan propaganda jahat di media massa, baca dulu artikel ini, lalu berkaca manfaat apa yg sudah didapat dari menyebar fitnah dan kebencian.

    Ingat lo, bahwa fitnah itu jauh lebih kejam daripada fitness.

  • Iwan Cahyono

    Hahaha 😀 artikelnya udah diedit aja pake bilang-bilang Om .. Anda nulis artikel aja ga mau jujur mengakui kalo ada kesalahan, gimana Anda bisa ngomongin kesalahan orang lain ?? Harusnya kalo Anda sadar, benahi dulu itu hati dan pikiran. Supaya ranah politik yg Anda angkat ga menyalahkan satu sisi dan cenderung provokativ negatif.

    • Karim Cuah Kalem

      Ngombe ciu disek…

    • Fath Aziz Oo Oo

      itu tandanya, sang penulis kena efek aura negatif nya juga , dasyat khan?

    • Firmansyah Layla Puspitak

      wkwkwk , makanya bac a dulu yg bener. ente tau satir?

    • dhitamara

      Mas Iwan…banyak-banyaklah membaca artikel satir ya…. Apa itu satire? Coba lihat di kamus besar bahasa indonesia online… Biar nggak gagal paham. Malu-maluin 😀

  • Kon

    sarkem’nya kenceng banget :p

  • Abdel Malik

    Prolognya asik sekali Akh Edi!
    Membaca kalimat ke enam dalam paragraph ini ana ngakak-ngakak ya akhiii … “Kesalahan terbesar Gus Dur adalah mempercayai Amien Rais”

  • yohan arie

    Woghhhh akeh sing butuh piknik iki

  • Anandi

    Semua presiden Indonesia adalah anugerah Allah SWT, alhamdulillah. Artikel di sungguh menebarkan aura negatif dari penulisnya…

    • Bratr Menor

      tenan to, salah paham…

  • Anandi

    Semua presiden Indonesia adalah anugerah Allah SWT, alhamdulillah. Artikel di atas sungguh menebarkan aura negatif dari penulisnya…

  • kasamago

    Mantab, kembali ke Solo adalah jalan yg terbaik utk meraih kebahagiaan Hidup..

    Selamat Berjuang Pak JKW..

  • Judulnya provokatif dan menjebak. Harus cuci muka + minum kopi dulu nih bacanya….
    Masih gagal paham…. 🙁 piknik dulu aaahhh….!!

  • dhitamara

    #SayaPrihatin (-_-)

  • Galih Wak Wak

    cm bs bilang “bagus” 😀

  • bukan musik bukan seni rupa

    artikel apaan ini? saya orang SOlo, sudah ikhlas Jakawi untuk nasional 🙂

  • hamba Allah

    aura negatif sampeyan (pak penulis) membuat saya ngakak pas baca tulisan ini, bikin sya pengin segera ambil waktu piknik ngajak yang nggak pernah piknik.. tapi minta anggaran buat piknik eh studi banding ke wakil rakyat caranya gimana ya?

  • Dhamar Sasongko

    hehe.. ta piknik sik ae lah. gagal faham merga satire pol.
    >> “HANYA SETANLAH YANG BISA MEMENUHI SEMUA MAUMU!” (nyong setuju!)

  • Herlina Kurniawan

    Ini siapa ya penulisnya…panjang tidak berbobot…lebih baik just shut off your mouth…..liat dikaca bercermin diri sendiri….siapakah kamu…mo jadi terkenal hanya melalui tulisan panjang tidal berbobot..hanya mencerminkan kedengkian dr penulis sbg amarah cita cita jadi Presiden tidak kesampaian…tidur dulu lagi ..jangan bangun kl bisa…ok…

    • sehat mbak ?

      • Leonardo

        Bwahahahahahahahahahaha,,,,,,,,,,

    • Eko Bambang Trivisia

      salah satu contoh akibat aura negatif pak Jokowi; banyak masyarakat yang gagal paham

      sering-sering mampi kesini mbak, itu setara dengan piknik kemana-mana lho… hahaha

    • Leoni V A Yudono

      Mbak…. Heheheh… Dibaca dulu artikelnya dengan tenang… Sambil ngopi….
      Ini artikel bagus banget… Penulis betul2 ingin menyadarkan para penghujat Pak Jokowi… Bukannya malah pengen jadi presiden… Makanya pada koment ke mba herlina sambil setengah ketawa kan?

      Tiwas nesu2 ngatain penulis… Ternyata mbak yang gagal paham tulisannya lho…

      • Mei Noriana Gultom

        mba, coba baca sekali lagi..
        jangan asal nyembur… hahaha

        • Oni Yudono

          mbak Mei noriana Gultom… nyembur itu air mungkin yaaa. ? hehehe. coba dech.. anda mengcoment saya asal nyembur… tapi mengiyakan tulisannya Mas Bondan.
          bukannya jawaban saya dan mas Bondan sepaham dan satu aliran yaa?

          betul kata mas bondan… bagi para pembaca yg kurang cerdas… maka akan gagal paham… ☺️

    • Hakim Obet Sirait

      embaknya oon banget awkaowkoakwoa

  • Herlina Kurniawan

    Facebook ini MEMANAS…karena Aura SINTING penulis berita kosong ini….Hanya SETAN lah yang bisa memenuhi semua MAU mu..ke DENGKIAN mu…AMARAH mu karena cita cita jadi Presiden tidak kesampaian….nggak bisa kalahin JOKOWI..yang tidak pernah bercita cita jadi PRESIDEN…malu tukh…wkkkwkkwkwkkwkk..bahkan SETAN di neraka pun tertawa melihat kebodohan mu…hua..ha…ha…ha..

  • Eko Bambang Trivisia

    Mbok ya sekali-sekali atau bahkan mungkin diwajibkan untuk semua orang yang nulis di mojok.co memasang peringatan di awal tulisan, semacam: “tulisan ini mengandung satir” atau sejenisnya. Masak kalah dengan pembungkus rokok dengan peringatan ancaman pembunuhan itu?

    Bukan apa-apa, cuma sering kasihan saja pada orang-orang yang terlalu bersemangat itu. Sudah capek-capek dari jauh kesini, masih tetap disuruh pergi piknik lagi. Sungguh gak mentolo

    • sudah capek capek komen biar nggak dibilang kurang piknik… eh taunya masih dibilang kuraang selo *CMIIW*

  • Agus Eef

    ternyata makin bnyak jg yg sala paham. ga nyangka segitu gede bahayanya alpukat

  • Bondan S.N. Hapsara, SH

    “HANYA SETANLAH YANG BISA MEMENUHI SEMUA MAUMU!”

    Itu adalah kata-kata yang seolah-olah dikeluarkan Penulis jika Penulis adalah Jokowi.
    Tahukah anda semua arti dari kata-kata itu?
    Kata-kata itu adalah counterattack dari tulisan panjang yang sengaja ditulis oleh Penulis untuk menarik emosi para Pembaca. Tulisan awal mengisahkan betapa buruknya Jokowi, Pemerintahan yang gagal, dan buruknya aura Jokowi sampai di Arab terjadi bencana. Keburukan-keburukan itu dituliskan dengan kata-kata yang pasti akan membangun emosi para Pembacanya. Saya yakin banyak Haters Jokowi yang senang dengan tulisan ini. Tapi tunggu dulu….

    Ibarat kata seperti mengangkat tinggi-tinggi untuk dibanting keras-keras selanjutnya. Pembaca yang hanya sekedar membaca karena emosi tanpa berpikir, akan menelan mentah-mentah visualisasi tulisan itu. Padahal tulisan itu hanyalah tabir semata. Tabir tua yang banyak kutu busuknya. Namun ternyata ada emas dibalik tabir itu.

    Singkat cerita seperti ini, Penulis ingin mengatakan bahwa tuntutan-tuntutan para Nynyirkers Jokowi itu tidaklah logis. Sehingga jika Penulis jadi Jokowi, dia akan memilih mundur kemudian menulis novel yang judulnya:
    “HANYA SETANLAH YANG BISA MEMENUHI SEMUA MAUMU!”

    Ya, karena tuntutan para haters itu TIDAK LOGIS, maka hanya SETANlah yang bisa memenuhi tuntutan haters itu. Sayangnya saya baca comment-comment para Pembaca tulisan ini, banyak yang gagal paham. Karena kebanyakan hanya menggunakan mata tanpa menggunakan hati dan pikir dalam membaca tulisan tersebut diatas.

    Namun tidak salah juga para Pembaca itu, karena tulisan ini sebenarnya diperuntukan bagi Pembaca dengan IQ yang diatas rata-rata atau bagi Pembaca yang cerdas. Dan saya berani bilang tulisan ini cerdas. Maka Pembaca yang kurang cerdas pasti akan gagal paham.

    • Mei Noriana Gultom

      bener banget, mereka hanya membaca saja dan tidak memahami. 😀

  • Ingrid Tan

    Ya kalau nulis di petakan dulu peta politiknya, jangan asal comot beberapa berita lalu dibuat tulisan. Malu-maluin saja

    • Mei Noriana Gultom

      Mba, ngerti nggak???

      • Hakim Obet Sirait

        ga ngerti dia maksud tulisan ini.. asal komen doang.. #ratarataorangindonesia

  • Yohan

    tulisannya 3deep5me
    pertama baca biasa aja, walau ada yang mengganjal
    kedua kali baca, bisa dipastikan ada yang aneh
    baca ketiga kali plus baca komentar2 disini barulah saya ngeh

    sekarang saya ancungkan 5 jempol ke penulis
    😀

  • Wisnu Armadani

    Empuk ning atos….heheheh

  • PrashT

    ngakak baca bagian awal
    tambah ngakak saat baca bagian akhir
    dan pinggang ilang saat baca komen

  • Maggot

    Saya setuju dengan tulisan di atas. Emang semuanya salah Jokowi. Tau ga, Anang cerai dengan Krisdayanti, itu salah Jokowi. Prabowo Dipecat dari Tentara itu juga salah jokowi. Prabowo cerai dengan istrinya juga salah jokowi. Lambang Apple yang tergigit di logo iPhone, itu yang gigit Jokowi. Semua salah nya Jokowi. Buang Sampah sembarangan sehingga banjir salah Jokowi. Brazil kalah telak dipiala dunia padahal digelar di negaranya sendiri itu juga salah Jokowi. Enak nya jadi orang Indonesia, Kalo kita ga muak dengan seseorang, gampang, tinggal kita salahkan saja. Kalo negara kita sukses dan maju, tinggal kita bilang saja, emang seharusnya negara kita maju…

  • arachnoidelight

    Wah ketawan nih si penulis artikel kurang mengerti apa yang dia tulis, Salah satunya tentang dolar naik, dolar naik apa ga tau kenapa? Itu karena merosotnya ekonomi china, yg gagal dalam perdagangan ekspor ke benua eropa karena waktu itu yunani bangkrut sehingga negara2 mayoritas yang berhutang ekspor dengan china mengalami gagal bayar, yang membuat pendapatan tidak ada, barang hasil produksi mau jual kemana, yg alhasil membuat investor resah karena jika negara ekonomi terbesar di asia saja sudah jatuh ekonominya apalah negara2 kecil di sekitarnya bisa up performance dari negara besarnya? Ditambah ancaman dari Th Fed mengurangi suku bunga QE, Maka di tariklah investasi dalam bentuk usd yg mengakibatkan rupiah terpuruk, sebagai buktinya pada waktu itu ada ga negara di asia yang mata uangnya bs up performance ngalahin dolar?. Jadi ga ada hubunganya ya meski prabowo yang jadi presiden, malah kalo prabowo yang jadi, ya benar mungkin us takut prabowo krn ada ancaman nasionalisasi perusahaan asing ditambah prabowo di cap sebagai pahlawan yang bisa lawan us, maka dari itu mending daripada investasi us di indo ga aman , udah deh ditarik aja toh ga bs buat banyak kepentingan juga di indo, yang alhasil membuat rupiah jauh jatoh lebih dalam lagi thd usd, jadi kalo ada org yg blg kl si ini jadi pres, si anu jadi pres idr naik thd usd, coba tanyakan lagi ya, ngerti ga situasi ekonomi saat itu? Sekian.

  • Artikel gak bermutu!!! kalau jokowi pulang, nanti malah di bilang melanggar janji sosial? Atau jgn2 Iri ya sama jokowi jd presiden, Hmm sudah kuduga. sebagai wni yang baru mimpi basah dalam berdemokrasi, saya merasa terdurjanai dengan opini yg menyesatkan iman ummat ini. Move on dong, pemilu sudah selesai bro. Ngomong2in pemilu jok vs prab, harusnya udah gak sexy lagi.

    *ayo komentator yang pinter sekalian, ajakin saya piknik dong, trus ajarin saya satire itu apa sih, masih dangkal nih..prok prok yaa. SELAMAT MERAYAKAN KEPONGAHAN!

  • Emen

    Baca tulisan mas edi selalu perlu pengosongan hati dan penenangan pikiran dulu….

No more articles