Ramainya perdebatan sengit di Indonesia terkait legalisasi pernikahan sejenis di Amerika Serikat menunjukkan satu hal—yang sejatinya tak baru-baru amat: apa yang ramai di sana, pastinya akan turut pula (di)heboh(-hebohkan) di sini.

Inlander, kalian memang tak pernah berubah.

Jauh sebelum Amerika melegalkan pernikahan sejenis, Belanda telah memulainya tahun 2001 lalu. Bahkan sejak tahun 1980, pembahasan mengenai hak-hak para homohuwelijk telah menjadi isu penting yang kerap disuarakan para aktivis gay di negeri Kincir Angin, di antaranya Henk Krol dan Gay Krant.

Dua tahun setelahnya, tepatnya 1 Juni 2003, langkah politik Belanda diikuti oleh negara tetangganya, Belgia. Berturut-turut kemudian, sejak 2005 hingga 2015, tercatat sudah  ada 21 negara yang menempuh kebijakan progresif seperti Belanda dan Belgia: Spanyol dan Kanada (2005), Afrika Selatan (2006), Norwegia dan Swedia (2010), Portugal, Islandia, dan Argentina (2010), Denmark (2012), Brazil, Inggris, Prancis, Selandia Baru, dan Uruguay (2013), Skotlandia dan Luxemburg (2014), hingga Finlandia, Slovenia, Irlandia, Meksiko, dan AS (2015).

Pada tahun 2011, Perdana Menteri Belgia terpilih kala itu, Elio de Rupo, bahkan mengakui bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis.

Saya sebetulnya tak heran jika banyak manusia di sini yang heboh ketika Amerika mengesahkan secara hukum pernikahan sesama jenis. Memang begitulah semestinya relasi warga dari dunia ketiga sebagai bangsa jang terprentah dengan sang maharaja dunia yang memiliki segala.

Ikut heboh dan mendukung pernikahan sejenis sembari menuliskan tagar #LoveWins di Twitter, tentu dapat mengangkat derajat diri sebagai mahluk beradab yang, oh, begitu mulia karena mampu menghormati sesama.

Benarkah? Saya sih gak percaya.

Saya pribadi tak mendukung pernikahan sesama jenis. Salah satu alasannya sederhana saja, namun tidak pula sederhana-sederhana amat: selama belum ada bukti saintifik, yang dipercaya semua otoritas medis di dunia, bahwa homoseksual merupakan murni perkara genetika, saya akan terus ogah mendukung pernikahan LGBT.

Keogahan ini bukan berarti kemudian saya menginginkan para LGBT itu mati ditolak bumi atau diusir dari tanahnya macam Syiah di Sampang. Buat apa pula berharap seperti itu? Bebal sekali rasanya. Semua ini seperti halnya selera makanan: Anda menyukai bakso menggunakan bihun, saya tidak. Walau begitu, toh kita sama-sama paham, dengan atau tanpa bihun, semangkuk bakso tetaplah semangkuk bakso. Gak nyambung? Yo pancen, sengojo ra disambungke, ben utekmu mikir. Emang sengaja dibikin gak nyambung, biar Anda mikir.

BACA JUGA:  Enam Argumentasi Sia-Sia seputar Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender

Sudah, mikirnya? Lanjut…

Mengapa saya lebih memilih argumentasi saintifik? Sebab argumentasi moral cenderung menggelikan, dalam derajat tertentu malah menjijikkan, kelewat abstrak, dan memiliki keruwetan yang njlimet untuk diuji keabsahannya.

Sejauh ini, faktanya, memang tak ada orang yang terlahir sebagai homoseksual atau memiliki gay gene—istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Magnus Hirscheld pada tahun 1899—sejak orok. Bahwa ada kemungkinan seseorang menjadi homoseksual, itu jelas, dan karenanya disebut gay is chance.

Singkat kata, saya percaya gay adalah produk yang nurture, bukan nature.

Salah satu literatur yang dapat Anda baca terkait gay gene adalah Exploding The Gene Myth: How Genetic Information Is Produced and Manipulated by Scientists, Physcians, Employers, Insurance Companies, Educators, and Law Enforcers karya Ruth Hubbard, salah seorang profesor biologi dari Universitas Harvard.

Atau Anda juga bisa membaca dua buah riset Dean Hamer, ilmuwan Amerika yang juga seorang gay. Riset Hamer pertama dilakukan pada tahun 1993, yang merupakan lanjutan dari riset dari Michael Bailey dan Richard Pillard dua tahun sebelumnya.

Dengan melibatkan 40 pasang kakak beradik homoseksual, Hamer menunjukkan dalam riset tersebut bahwa satu atau beberapa gen yang diturunkan oleh ibu dan terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh terhadap pembentukan sifat homoseksual. Dengan demikian, menurut Hamer, homoseksual terlahir secara alamiah, dari sononya udah begitu, dan karenanya mustahil ter/disembuhkan.

Enam tahun kemudian, dengan tetap mengadaptasi metode Bailey dan Pillard, Hamer melakukan riset kedua, namun kali ini melibatkan responden yang lebih banyak. Hasilnya justru berkebalikan dari riset pertamanya. Riset terakhirnya ternyata menunjukkan, bahwa gen ternyata bukanlah faktor utama yang melahirkan homoseksual.

Hamer sadar riset pertamanya telah keliru. Dan ia pun berjiwa besar, meminta maaf di berbagai forum kesehatan internasional.

BACA JUGA:  Pak Menristek, Download Grindr Yuk!

Riset mengenai gay gene terus berlanjut. Masih di tahun 1999, George Rice, salah seorang profesor dari Universitas Western Ontario, Kanada, mengadaptasi riset Hamer dengan melibatkan 52 pasang kakak beradik homoseksual sebagai responden. Riset tersebut hasilnya juga memperlihatkan tidak ada kesamaan penanda di kromosom Xq28. Dengan demikian, pengaruh bawaan yang menimbulkan sifat homoseksual dapat ditiadakan.

Bahwa ada kecenderungan (muatan) politis dalam setiap riset tentu tak dapat dihindari. Di Amerika sendiri, misalnya, agar argumennya tampak lebih berbobot dan tidak sekadar cocokologi ayat suci, kaum Kristen fundamentalis di sana kerap membuat riset, buku, hingga menggelar aksi demonstrasi yang bertujuan menentang hak-hak kaum LGBT. Strategi tersebut, saya kira, pasti nanti akan ditiru oleh ormas-ormas yang galak di negeri ini. Atau sudah ditiru, ya?

Namun, ketimbang sikap para bigot yang doyan ngamukan gak mutu itu, saya sebenarnya jauh lebih tertarik dengan kehebohan para “humanis” di Indonesia yang mendukung legalisasi pernikahan sejenis. Benarkah mereka mendukung pernikahan sejenis berdasarkan kehendak moral? Jujur dan siapkah mereka untuk menerima dengan dada lapang jika suatu saat nanti ada keturunan mereka yang jadi homoseksual?

Dan jika menurut mereka dukungan ini adalah soal merayakan pluralisme, sanggupkah mereka menerima perbedaan dalam bentuk lain yang jauh lebih ekstrem lagi radikal? Saya sih sangat skeptis mereka mampu melakukannya.

Tapi, ya, demi kosmetik sosial yang lebih menor, para “humanis liberal” ini tentu tak akan berhenti membela kemanusiaan. Sebab, sebagaimana yang pernah dikatakan Greg Gutfeld:

“Preaching tolerance makes you look cooler, than saying something like, ’please lower my taxes.’”

Mengkhutbahkan toleransi membuat Anda lebih keren—daripada ngomong: “Tolong turunkan nilai pajak saya.”

  • ndu

    Preaching tolerence make you look cooler.
    Setuju bgt maz…

  • Stranger

    argumen awal anda adalah antara anda mendukung/tidak mendukung, suka/tidak suka

    Lalu anda lanjutkan dengan benar/tidak benar, dengan menggunakan argumentasi sains (yang mungkin, barangkali, anda perlu verifikasi lagi dengan berbagai studi psikologi, termasuk studi klasik seperti Jung, kecuali anda tidak merasa/mendukung/menyukai psikologi sebagai ilmu rasional)

    Intinya, anda sedang berusaha melakukan pembenaran, bukam mencari kebenaran, terhadap ‘perasaan’ anda dengan, sayangnya, menggeneralisir satu ilmu sains, oh sori satu riset, sebagai ‘SAINS’ secara umum.

  • Larung Jeram

    Pendek tenan mas jalan pikiran sampeyan. Lha kalu homoseksual memang bukan genetis, terus jadinya hak individu seorang homo untuk menikahi hanya orang yang dicintainya jadi harus ilang juga mas? Please note mas, jaminan hak-hak LGBT bukan dikasih krn dasar bahwa homo itu genetis, tapi atas dasar bahwa hak seorang homo untuk menentukan nasibnya adalah termasuk hak asasi manusia yang harus dilindungi.

    Lagian, nurture yang mas catut di atas juga ndak sesederhana “oke hari ini aku mau jadi homo” atau “oke hari ini aku mau jadi hetero”. Ndak sesederhana itu mas. Walaupun ada faktor nurture, kita ndak pernah punya kuasa sadar atas seksualitas kita. Pernah to mase disodorin pilihan buat jadi homo atau hetero? Kalo saya kok ndak pernah ya.

    • Alfi Arni Makhtaf

      anda ada, karena ayah ibu anda berbeda. Hak asasi manusia magsudnya untuk kepentingan semua ummat dunia, bukan hanya anda saja. Hak anda ada karena ada kewajiban orang lain pada anda.

      • Larung Jeram

        Pertama: saya ndak minta saya ada. Kedua: apakah krn dilahirkan setiap orang jadi wajib bereproduksi? Ketiga: reproduksi tidak ada hubungannya dengan homoseksualitas, para gay tetap bisa bikin anak. Keempat: kalau mbaknya ndak suka Adam kawin sama Steve, apa mbak lebih rela si Adam (yang homo ini) ngawinin anak perempuan mbak?

        • Alfi Arni Makhtaf

          mengenai hak reproduksi saya setuju, dan mengani pr gay tetap bisa bikin anak, tentu saja sains memungkinkan utk itu. Tetapi setiap orang membutuhkan orang lain disekitarnya, tdk hanya bisa hidup dgn pasangannya atau kelompoknya. Seluruh manusia di bumi ini saling bergantung. Keluarlah dari kotak fikiran anda, urusan kehidupan itu tdk hanya sebatas cinta dan seks kemudian anda memanfaatkan kata Hak. Hak anda Tuhan yg adakan, sebelum anda minta, sebagaimana tuhan beri anda hak hidup sebelum anda minta.

          • Alfi Arni Makhtaf

            dan sebenarnya tanpa anda minta hak, anda Tuhan beri kebebasan untuk lakukan apa saja, termasuk urusan orientasi seks dan cinta anda. Dan urusan cinta itu tidak hanya sebatas dua orang yg saling mencintai. dan hak itu maknanya luas tdk hanya urusan yg anda mau. jika anda perduli dengan hak anda, mulailah dekati siapa yang membuat anda ada dan memberi anda kebebasan memilih (Tuhan)

          • Eka Nurtyas

            udah ibu…percuma ibu jelasin panjang lebar..memang sudah tanda2 mau kiamat…yang salah dianggap benar..yang benar dianggap salah..sabar aja bu…

          • Dian S.

            Hehe… akhirnya ada yang nyebut tanda2 kiamat

        • Alfi Arni Makhtaf

          Adam yg anda magsud siapa? Nabi adam as (jika dia yg anda magsud) Anda katakan homo? Lantas anda datang dari mana? Anda baca sejarah? atau coba anda tanya pada para arkeolog? agar anda tahu bagaimana sejarah manusia ada. Atau anda baca alquran, mengenai sejarah nabi Adam. Seorang homo/lesbi yang thaubat berhenti dari perilakunya, tidak ada larangan menikah dengan seorang muslim yang taat

          • DioR

            Tanya arkeolog? Oh jadi secara arkeologis, adam dan hawa itu sudah terbukti ada? Atau cuma terbukti di imajinasi anda saja? Gak perlu repot tanya arkeolog, baca aja buku2 or jurnal ilmiah tentang asal manusia. Tapi jangan kaget kalo ternyata anda gak sespesial itu. Bahwa anda hanyalah hasil evolusi panjang dari primata lainnya. Bahwa ternyata anda dan binatang2 lainnya tuh tiada beda. Bahwa susunan anatomi dan mekanisme dalam tubuh anda itu gak spesial, primata dan binatang lain juga punya. Bahwa anda ternyata bukan terbuat dari tanah liat.

          • Widha Dyah

            Seriously! Evolution! Darwin menuliskan teori evolusi berdasarkan asumsi, bukan eksperimen atau bukti nyata. Itu sebabnya hingga saat banyak bermunculan anti-thesis dr teori evolusi. Teori evolusi darwin SANGAT lemah.
            Read more. Do your homework please.

          • Widi sianandar

            Kita manusia spesial mas karena ada LGBT , hewan ga ada yg homo lesbian dan transgender

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            siapa bilang hewan gak ada yg homo? banyak baca deh biar jendela dunianya terbuka. 🙂
            bukan bandingin hewan dg manusia, manusia yg punya nurani pasti lebih memilih diam daripada setan membelenggu kalian semua..

          • Nastiti Rahayu

            anda berasumsi akal dan rasionalitas manusia yang tertinggi ya? akal dan rasionalitas manusia terbatas pada pengalaman, baik pengalaman orang lain (bukti ilmiah), ruang dan waktu).

          • Ya buktikan! Jangan cuma baca terus percaya. Anak kecil kalo dikasih tau 1+1 = 3 juga percaya kalo baca buku doang mah.

          • Adhitya P.

            Memang nabi Adam ada dibuku sejarah mana?
            Kalau di teori Evolusi dimananya?

          • Widha Dyah

            Ini pula. Teori evolusi cuma khayalan darwin. You should see and learn how he did his research. Methodologically fail. Too many un proven assumptions. ASSUMPTIONS is a mother of screw. Pardon me

          • Adhitya P.

            Anda ada sumber penelitian atau teori yg mematahkan teori Evolusi secara ilmiah? Silahkan dibagi.
            Do my homework? Have you done yours? LOL

          • Widha Dyah

            Pffft.. Gini aja pake dikasih contekan. Sumber online banyak. Yg offline apalagi.

            Nih tak kasih satu yg online.
            http://www.evidenceunseen.com/articles/science-and-scripture/evolution-and-creation/biggest-weakness-of-darwinism-the-mechanism/

          • Adhitya P.

            Thank you. So, if it’s not theory of evolution as the ultimate (so far), then what is it?
            Could you share it?

          • Kita bacot sains nih gan? Sip. Buktikan kalo teori yang lo bacotin benar. Bisa gak? dan semua akal orang yang baca bisa terima. Dah gitu aja.

          • Devi Alvioliana

            Hmmm…ya susah kalo ngomong sama orang yang mendewakan Sains daripada agama..

            nih mas/mbak…buat bahan bacaan..

            http://www.discovery.org/a/10661

            http://ngm.nationalgeographic.com/ngm/0411/feature1/

            itu tuh..scientific nya, kalo mau yang versi konspirasi juga ada..

            http://www.darwinconspiracy.com/

            Orang yang tidak mempercayai agama, mau kita ngomong sampai 1000 bahasa tentang agama ga akan pernah diterima dan dipercaya. Lihat saya, kelak ketika napas terakhir sudah sampai di batas tenggorokan dan nyawa sudah sampai pada ujung ubun-ubun, pada saat itu lah ia akan mengingat ini, kekecewaan karena tidak mempercayai Tuhannya.

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            saya punya Tuhan dan saya Gay, saya kira Tuhan tidak membisikkan saya untuk suka terhadap lawan jenis karena cinta saya berasal dari Tuhan buikan dari hukum apapun.
            nabi Luth itu dibuku manapun ceritanya tentang homoseksual yang suka SEX BEBAS, bayangkan jika HETEROSEKSUAL yg suka SEX BEBAS, ga beda kan akan di adzab juga sama dengan kaum Sodom… 🙂

          • Adhitya P.

            Kirain artikelnya worth to read. Ternyata mlengse.. contoh bukti natural selection diklaim adaptasi. Zonk!
            Inti artikelnya adalah fakta yg dikumpulkan benar (premis 1 n 2 benar), kesimpulannya ngaco. Mungkin krn bukan bidang ilmu penulisnya. Zonk! (Science vs situs agama)
            So, saya sih ga peduli balasan anda apaan. Mau diskusi sains, ayo. Tapi ya artikelnya yg scientific lah ya. Kasian saya sudah baca panjang2 lho isinya zonk. ‘Exposing blind faith?’. Really?

            Kayaknya anda lebih pinter dan sophisticated dari saya deh, keliatan dr bales pesan aja pakai ‘pfft..’ (How cute..). So save your time, don’t write any reply. Saya kan lebih bego paling ga mudeng sama balasan anda. Save your hatred and energy. Bubye.

          • Devi Alvioliana

            Kamu kuliah dimana? Pernah belajar dasar-dasar Ekologi ga? dibaca tuh…kenapa adaptasi bisa menjadi natural selection. Kamu aja ga ngerti ilmu nya sok-sok an banget mau minta scientific proof. Sebelum ngotot tentang scientific proof, mending belajar dulu…ckckckck, pantes Indonesia ga maju-maju

        • lala

          Ketiga: reproduksi tidak ada hubungannya dengan homoseksualitas, para gay tetap bisa bikin anak –> KALAU CUMA ITU, KERA JUGA BISA BIKIN ANAK!!!,

        • Devi Alvioliana

          “Pertama: saya ndak minta saya ada”
          lha kok masih disini? #huss huss

          “Kedua: apakah krn dilahirkan setiap orang jadi wajib bereproduksi?”
          Ask to your bf/gf’s parent about his/her existence..

          “Ketiga: reproduksi tidak ada hubungannya dengan homoseksualitas, para gay tetap bisa bikin anak.”
          Cieeeee…bisa bikin anaak..buka dulu bray buku biologinya…dibaca yak 🙂

          “Keempat: kalau mbaknya ndak suka Adam kawin sama Steve, apa mbak lebih rela si Adam (yang homo ini) ngawinin anak perempuan mbak?”

          Kalo adam kawin sama anak perempuan orang, berarti adam ga homo dong? Iya ga? Ya gapapa kawin sama anak perempuan orang lain..yang penting kan beda jenis. Kalik aja habis kawin sama cewe dapet hidayah jadi lurus lagi :3

          • Gan gini ajalah, gausah bacot banyak banyak. Anda tinggal di mana, ya anda harus hormati hukum disitu, ya harus nurut sama pilihan mayoritas, demokrasi kan? Yang banyak menang? Yang gasuka silahken cari negara lain gitu aja kok repot, mbak mbak.

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            nikah kan sunah rosul, gimane dg yg mandul, punya kelamin ganda dll???
            sudahlah… stres nanti anda mikirnya

        • Eka Nurtyas

          mas kalo mau bikin statement pake id yang bener dong….kalo anda yakin apa yang anda tulis disini adalah benar lho…

      • Alfi Arni Makhtaf

        dan, jika kaum homo dan lesbi itu meminta haknya, semestinya mereka memahmi dulu kenapa agama-agama di dunia menolak, jika mereka tidak mau memahmi, cukuplah mereka mengatakan pada diri sendiri “Aku hanya ingin menikmati seks dan cinta”

        • Adhitya P.

          Oh anda nikah cuma utk seks dan cinta?

        • Aoda Klerig Prewinsetya

          itu anda yg bilang, 🙂

      • Aoda Klerig Prewinsetya

        Manusia itu punya akal, dan manusia tidak akan sampai bila menghitung dosa dan pahala orang lain. ya sudahlah. Kalau sekarang coba, perkosaan, pelecehan, dll yg terjadi pada heteroseks aja bertebaran dimana-mana anda istilahnya tidak begitu perduli, masak yg berbeda orientasi adem ayem anda urus..
        peace love and gadul.. eh gaul

    • Lintang Prasetyo

      iya sih mas, tapi bila disadari ada faktor lingkungan juga berpengaruh disana
      disini saya mencoba mengutip pernyataan psikolog behavioris (B.F. Skinner dkk) bahwa manusia
      seperti mesin organik, yang mana bisa diubah kapanpun sesuai dengan lingkungannya (bisa diubah kapanpun disini juga kontekstual loh ya) makanya ada yang bilang gimmick become habit, disamping itu sesekali saya pernah dapet cerita kalo seorang perempuan lesbi mampu membuat perempuan yang orientasi seksualnya bukan lesbian menjadi lesbian
      dan disini saya memberi kesimpulan lingkungan juga memberikan pengaruh karena manusia toh juga bagian dari lingkungan juga sebaliknya

      tidak menyetujui pelegalan pernikahan sesama jenis namun tidak mengutuk perbuatannya ataupun tidak mencoba menyetujui undang-undang bahwa homoseksual harus dibunuh bukan tindakan yang homofobik bukan?

      • Alfi Arni Makhtaf

        lingkungan tidak akan bertangung jawab pada kita, kitalah yang harus bertangung jawab pada lingkungan. Kita yang mengambil apa yang menarik dari lingkungan, bukan lingkungan mempengaruhi. baik buruk seseorang, pilihan mutlaknya karn dia bisa mengendalikan dirinya selama dia berakal. Jika kita selalu menyalahkan lingkungan, setiap orang tidak akan bisa melihat dirinya, dan jika kita tidak bisa melihat diri kita, kita tidak akan tahu apa yang paling menyelamatkan diri, selain mengikuti kepuasan saja

        • Larung Jeram

          Please rethink

          • Eka Nurtyas

            mas mbok dipikir nggo utek yen meh nggawe statement..ojo sak penake udele

          • ??

          • Fjola Anindita

            trus kalau kita support same sex marriage semua cowo jadi nikah sesama. ur daughter nikah sama siapa? binatang ?

      • Larung Jeram

        Bahwa seksualitas itu fluid, saya setuju. Tapi yang mempengaruhi pergerakan seksualitas itu sangat kompleks. kita ngga punya kuasa sadar atas itu. Makanya banyak homo yang walaupun udah diterapi model apa juga tetep homo sampek matinya dia.

        Saya respek Mas Lintang untuk tidak bersikap homophobic dan sepenuhnya sadar bahwa mengharap pernikahan sesama jenis legal di Indonesia adalah masih mimpi di siang bolong. Wong perlindungan LGBT dari diskriminasi aja ndak pernah ada. Tapi, mari diskusi soal solusinya. Kalau Mas Lintang ndak setuju perkawinan sesama jenis, homo-homo ini mau diapakan? Di”sembuhkan”? Dipaksa kawin sama lawan jenis (waduh hetero mana yg mau kawin sama homo)? Dipaksa untuk hidup menjomblo sampai ajal? Atau mas setuju konsep civil union?

        Monggo mas.

        • Alfi Arni Makhtaf

          Setiap manusia berakal Sangan memiliki kuasa untuk mengendalikan dirinya, meskipun bukan berarti tanpa kesalahan. Anda bisa berhenti jika anda putusakan dengan kesungguhan. Jika anda tdk bisa, itu karena dalam hatinya tidak ada kesungguhan yang kuat. Banyak kaum homo dan lesbi yang berhasil keluar dari lingkarannya dan menjalin kehidupan normal.

          • Rama

            Kata siapa banyak kaum homo dan lesbi bsa keluar dari lingkaran dn mnjalin kehidupan normal ? Mereka hanya mncoba mbahagiakan lingkungan mreka dan berpura-pura mnjdi org lain, tetap sja mreka sperti itu, anda mungkin harus jd lesbian dahulu biar bisa paham..krna berkata memang lbh mudah drpada merasakan..

          • lala

            Kata siapa banyak kaum homo dan lesbi tidak bisa bsa keluar dari lingkaran dn
            mnjalin kehidupan normal ? Mereka selama ini hanya mncoba mbahagiakan diri mereka sendiri dan tidak peduli lingkungan sekitarnya, tetap sja mreka sperti itu berkoar2 soal ham, anda
            mungkin harus jd hetero dahulu biar bisa paham..krna berkata memang lbh
            mudah drpada merasakan..

          • nonana

            Iya benar…menurutku homo itu atau lesbi itu penyakit yg hanya dirisendirilah yg bs menyembuhkan.obatnya KEMAUAN

        • wong

          Kalau saya sih percaya Allah saja, ketika dilarang pasti ada dasarnya. Kebayang gak Nabi Luth diuber sekampung yg nyaris isinya homo/ lesbi? Padahal sebelumnya mereka normal.

          Persoalan pembuktian ilmiah satu hal, persoalan sulit keluar lingkaran hal lain. Pembuktian ilmiah ternyata bisa saja belum tuntas karena kurang cukup ilmu atau observasi. Pengetahuan mutlak itu milik Pencipta manusia, jelas beliau yg paling tahu ciptaanNya. Sesuatu yg disampaikan secara nash/ mutlak itu sudah final tingkat pengetahuannya. Kalau masih mau coba diriset ya boleh2 saja, demi kelihatan keren.

          Jadi kalau sudah dibilang itu dosa besar itu pasti akan mendatangkan penderitaan yg amat besar. Di dunia ditanggung rame2, di akherat ditanggung sendiri, bayangkan beratnya.

          Yg sudah terjebak berat keluarnya, lha yg sudah terjebak miskin kayak Afrika apa dikira kurang menderita. Berjuang dan bersabarlah, semakin besar cobaannya akan semakin besar yg didapat.

          Gitu aja.

        • edmand

          ikut nimbrung ya
          saya termasuk orang yang tidak menyetujui pelegalan menikah sesama jenis. karena emang tidak ada gunanya. Benefit menikah (dalam sudut pandang konstitusi) emang banyak, terutama pada aspek ekonomi dan kejiawaan. namun apakah jika menikah sesama jenis dilegalkan kemudiann diikuti oleh regukasi-regulasi yang mampu menghadirkan keuntungan dari menikah (tunjangan, asruransi dll) juga di buat? saya rasa tidak. Yang ada nanti para homosexual malah akan semakin terdiskrimanasi. Meskipun negara mengakui, namun jka masyarakatnya tidak, maka sama juga bohong, terutama di negara negara yang masih mempunyai nilai moral yang bersifat agama. seperti Indonesia dan kebanyakan negara Asia.

          mengenai kuasa sadar yang mas Lintang sebutkan. Kuasa sadar itu penuh relativitas. Kuasa seperti apa dan sadar macam apa yang di anut oleh manusia. itu juga akan menjelaskan perilaku dan sikap dia. kalo Kuasa sadar yang mengatakan bahwa Homo itu salah maka ya dia bisa berubah, begitu juga sebaliknya (jika faktor yang lain juga mendukung untuk berubah)

        • JBT48

          Jadi maksudnya solusinya adalah kawin?
          Sori, nanyak beneran saia gan.

        • “Tapi, mari diskusi soal solusinya. Kalau Mas Lintang ndak setuju perkawinan sesama jenis, homo-homo ini mau diapakan? Di”sembuhkan”? Dipaksa kawin sama lawan jenis (waduh hetero mana yg mau kawin sama homo)? Dipaksa untuk hidup menjomblo sampai ajal? Atau mas setuju konsep civil union?” Diusir dari NKRI pokoknya wkwkwk

    • antilgbt

      Nampaknya mas/mbak larung ini simpatisan kaum sodom dan gomorah, atau jangan-jangan justru pelakunya? Sungguh kasihan…. kabayang susahnya nabi luth mendakwahi kaum sodom dan gomorah hingga akhirnya azab Tuhan turun atas kaum LGBT ini. Bayangin aja, satu wilayah isinya kebanyakan orang2 abnormal model ginian. Zaman sekarang ini kaum sodom dan gomorah mulai bermunculan dan ternyata menular persis kayak penyakit. Apa sikap kita terhadap penyakit??? Diobati atau dimusnahkan, seperti Tuhan memusnahkan kaum sodom dan gomorah

      • DioR

        Oh ya, penyakit? Jangan kebanyakan baca dongeng bu. Baca tulisan2 ilmiah & perluas pergaulan. Tapi wajar sih pikiran anda sesempit ini. Mungkin karna propaganda jaman purba disaat kondisi manusia2nya clueless dan ilmu pengetahuannya masih belum banyak menguak misteri. Sehingga setiap ada hal / fenomena “baru”, “aneh” dan “berbeda” ditangapinya ya dengan kayak begini, clueless. Meski udah dijelaskan secara ilmiah pun, bakal tetep dilihatnya sebagai azab, murka tuhan, dan hal2 mistis khas produk mitologi jaman batu.

        • lala

          . siapa bilang lgbt bukan penyakit? jangan kebanyakan dicekoki pemikiran liberal mas, Baca tulisan2 ilmiah & perluas pergaulan. Tapi wajar sih pikiran
          anda sesempit ini. Mungkin karna propaganda liberalisme, gak nyadar kalo
          lagi dihegemoni, dirusak alam bawah sadarnya, pengetahuannya masih
          belum banyak menguak
          misteri. Sehingga setiap ada yang mau mengingatkan
          ditangapinya ya dengan kayak begini, clueless. Meski udah dijelaskan
          secara ilmiah pun, KALAU HOMO BUKAN DISEBABKAN ADANYA GEN, bakal tetep CARI PEMBENARAN HAM,DIPIKIRNYA REALITA TENTANG HAM SAAT INI TIDAK DIKONSTRUKSIKAN? GAK MIKIR KALAU KONSEP HAM JUGA PRODUK JAMAN EDAN?

          • Lily

            HAM itu diperlukan karena kita semua butuh landasan moral untuk hidup tenteram bersama manusia-manusia lainnya. Hanya karena itu konstruksi, bukan berarti itu tidak punya validasi.

          • lala

            memangnya pihak yang bikin konstruksi tidak punya kepentingan?? trus kalau mau divalidasi, indikator valid/tidak siapa yang menentukan??

          • Lily

            Ya punya lah. Kepentingan manusia untuk hidup damai bersama. Sebelum lo bilang ini bullshit, denger dulu penjelasan gue.

            Di dunia ini moralitas dibagi jadi dua. Thin morality dan thick morality. Thin morality adalah yang sudah tak bisa diperdebatkan lagi. Yang eksistensinya disetujui oleh kultur yang bertahan sampai sekarang. Misalnya saja, moralitas yang menjunjung bahwa manusia berhak bahagia, berhak mendapat proteksi dalam hidupnya, berhak tidak didiskriminasi secara ekonomi.

            Aktivis LGBTQ sebenarnya meminta hal sederhana. Mereka meminta supaya kaum LGBTQ bisa bahagia, bisa mendapat proteksi dari bullying dan opresi kaum yang mengaku normal, bisa mendapat perlindungan dari diskriminasi ekonomi (denying them the benefits of marriage –> secara tidak langsung berarti mendiskriminasi mereka secara ekonomi)

            Artinya, ini basic human rights. Basic. Dasar. Gak bisa dikompromikan. Gak boleh dilanggar atau diperdebatkan.

            Dan dengan dijaminnya basic human rights mereka, orang straight gak akan rugi apapun kok.

            PS: sebelum lo pakai argumen yang menyentuh kelangkaan populasi dunia, dengerin gue. Don’t even bother. 1. Andai hak asasi manusia kaum LGBTQ difasilitasi, yang gay ya tetep jadi gay dan yang straight tetep straight. Ya tetep ada yang prokreasi lah selama ada orang straight yang .mau punya anak. 2. Dunia ini udah overpopulasi kali, Sizzzzt. Lagian emang kalau ras manusia punah kenapa? Kayak bumi butuh aja. Yuck. Antroposentris.

          • lala

            siapa yang memilah moralitas jadi dua?
            dasarnya apa?
            untuk apa?

            1. Andai hak asasi manusia kaum LGBTQ difasilitasi, yang gay ya tetep
            jadi gay dan yang straight tetep straight.–> adakah jaminan bahwa perilaku gay tidak menyebar di masyarakat? tolong beri argumen kuat berdasar bukti jangan cuma opini.
            2. Dunia ini udah
            overpopulasi kali, Sizzzzt.–> dasar argumen nya apa kalo dunia udah over populasi? memang siapa yang berhak menetapkan ukuran over populasi di dunia?
            3 Lagian emang kalau ras manusia punah kenapa?
            Kayak bumi butuh aja. Yuck. Antroposentris .–> kalau ras manusia lgbt yang punah sih aku bersyukur banget, hehehe.

          • Lily

            Mas/Mbak, di dunia filsafat etis itu moralitas ya dibagi jadi dua. Kan ada yang namanya moral universalism dan moral relativism. Dan mereka bukanlah dua sisi koin yang berbeda/bertentangan. Mereka adalah ujung dari spektrum moral. Agar masyarakat dunia tahu moralitas mana yang relatif (tergantung agama/kultur) dan moralitas mana yang universal, diperkenalkanlah konsep thin dan thick morality ini. Coba baca buku Michael Walzer yang Thick and Thin: Moral Argument at Home and Abroad untuk lebih jelasnya.

            1. Gay bukan virus. Kalau ada orang yang awalnya terlihat straight lalu mengaku sebagai gay setelah mengenal seorang gay, itu bukan karena dia terkontaminasi. Itu karena sudah gay dari dulu lalu akhirnya bisa menerima siapa dia sebenarnya.

            2. Heh. https://en.wikipedia.org/wiki/Human_overpopulation

            3. Astaga. Yakin Mbak/Mas sebegitunya? Apakah nilai-nilai kemanusiaan yang Mbak/Mas anut mengajarkan kebencian, sampai Mbak/Mas nggak mau LGBTQ hidup di dunia ini?

          • lala

            wikipedia kok dijadiin rujukan? hadeh….

          • Dian S.

            you say it like Wikipedia isn’t credible…

          • lala

            dalam dunia akademik di kampus saya, mahasiswa tidak boleh menyertakan langsung sumber data dari wikipedia, karena memang wikipedia tidak bisa dipertanggung jawabkan, sebab semua orang bisa mengedit informasi wikipedia dengan bebas.

          • Numpang lewat

            Iya deh mbak, kalo kata mbak wiki ga kredibel :’) saya ga mau ikut diskusi ini, lelah baca komen mbak yg cuma bisa ngebalikin kata-kata org. Ini ya mbak, saya kasih link ini aja, dibaca semuanya ya, mbak. 😀 Itu ada sumber sama chart datanya loh. :3

            http://www.worldpopulationbalance.org/global_population

          • lala

            apa memang situ baru tahu kalo wikipedia tak bisa jadi rujukan terutama dalam dunia akademik?

          • lala

            you say it like Wikipedia is credible…

          • lala

            bersyukur bukan berarti membenci, gitu aja gak mudeng!

          • lala

            dari mana bisa tahu kalau orang straight berubah jd gay itu krn bawaan lahir? jelas ada faktor lingkungan yang berpengaruh, lagipula ukuran sesorang dikatakan terkontaminasi atau tidak itu seperti apa, indikatornya gimana? kalau sudah bisa menentukan indikator untuk mengukur dia terkontaminasi atau tidak, baru ditarik kesimpulan, jangan tiba-tiba ditarik berkesimpulan bahwa dia tidak terkontaminasi trus dikatakan bahwa gay bawaan lahir, itu namanya logika mu loncat2

          • Dian S.

            “jelas ada faktor lingkungan yang berpengaruh”

            Dumbass. We’ll never know whether it’s a nature or nurture thing, or mix of both.

          • lala

            Dumbass. We’ll never know whether it’s a nature or nurture thing, or mix of both –> yakin? tuh penelitian ilmiah berkata lain

          • andro

            Yang harusnya lebih banyak baca tulisan ilmiah dan perluas pergaulan tuh anda, mbak. Salah alamat, yey.

          • lala

            Yang harusnya lebih banyak baca tulisan ilmiah dan perluas pergaulan tuh anda, mas Salah alamat, yey.

          • andro

            Coba saya tanya, seberapa luas pergaulan anda. Punya teman gay atau lesbian, gak?

          • lala

            saya punya teman homo, tapi saya tidak menghakimi personal nya, yang saya kritisi adalah ide mereka untuk melegalkan pernikahan sejenis

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            Saya LGBT dan saya tidak dapat berobat lewat ustadz/ kyai/psikolog manapun! tolong sya dong kalau begitu..? 🙂
            apa saya harus menyalahkan Tuhan yang menciptakan saya seperti ini?
            itu tidak benar, karena Tuhan lah, saya ada dan bermanfaat bagi sesama..
            homoseksual bukan kutukan, perilaku seksual bebas yg Tuhan tunjukkan lwt kaum SODOM juga memberitahu pada kalian heteroseksual… wallahu’alam…

          • lala

            tolonglah jika belajar memahami agama jangan otodidak, tnylah pd kyai , pastor, pendeta, dsb. agar tafsiran ttg homo pd kaum gomorah tdak ngasal.

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            lho kan sy blg tdk dpt krn sy mlh blajar dr ustadz/ustadzah jeng.. 🙂
            dan mereka jg blg tdk menemukan ayat atau hadis yg mengutarakan homoseksual itu haram, hanya perilakunya kaum sodom, ingat ya, perilaku. sama dengan kalian heteroseks yg suka seks diluar nikah. toh gak ada yg bs membuktikan homoseksual bakal masuk neraka. hihi
            Tuhan yg berhak menilai manusia dosa atau nggak. bukan manusia. dan saling menghancurkan seperti neng adalah perilaku yg tidak disukai Tuhan to?

          • lala

            saya juga belajar dari ustad/ah, dan ditemukan ayat yang jelas mengharamkan perilaku lgbt. betewe, coba kasih tahu ustad/ah mana yang bilang perilaku lgbt tidak haram?

          • lala

            memang hanya tuhan yang berhak menilai seseorang berdosa atau tidak, tetapi ketika perilaku orang itu merugikan orang lain, maka berlakulah hukum, terlepas dia dosa atau tidak, jika perilakunya meresahkan orang lain, ya dia harus menerima konsekuensinya, dan perilaku LGBT itu meresahkan masyarakat Indonesia, justru jika kita hanya diam saja membiarkan mereka memelihara perilaku bejatnya maka sama saja menunggu kehancuran di masyarakat.

            meski begitu saya sendiri menolak penggunaan kekerasan untuk menghentikan perilaku LGBT. di sini dibutuhkan sinergi antara masyarakat, tokoh agama dan pemerintah untuk mengerem pengaruh LGBT yang bertentangan dengan nilai dan norma di Indonesia.

            di Yogya tempat saya belajar, organisasi LGBT cukup kuat dalam memelihara apa yang mereka yakini benar, saya tidak masalah dengan ini , sepanjang mereka tidak berbuat onar.

          • lala

            semoga jika anda bertaubat dari perilaku lgbt, anda benar2 bisa bermanfaat bagi sesama ,

            bertaubat dg cara bersabar thp ujian Tuhan, bukan malah menuruti hawa nafsu sebagai lgbt. amiiin.

      • lala

        kalau mau diobati ya itu bagus, kalau gak mau berobat ya nunggu azab aja lah!

        • Dian S.

          Waduh, kalau udah denger kata ‘azab’, mending nggak usah berdebat sama orang ini deh. Hehe.

          • lala

            konsekuensi iman itu ya percaya dengan konsep adanya azab dan pahala,
            bagi yang atheis kalo mau gak percaya monggo, tetapi jangan memaksa orang yang percaya Tuhan buat sepemikiran dengan atheis,

          • lala

            kita memang tidak boleh sembarangan mengumbar kata2 tentang “azab”, harus dicari konteks yang tepat agar tidak salah pemaknaan.
            di sini saya pikir konteksnya tepat, karena perilaku lgbt itu bertentangan dengan ajaran Tuhan di agama manapun,

            mau jadi lgbt atau tidak itu hak setiap orang,
            tetapi mau meyakini Tuhan dan ajarannya juga hak setiap orang,

            jika ingin pernikahan sejenis legal di Indonesia, langkahi dulu pancasila!!!

        • Country Cat

          Azab kayak tsunami Aceh, kayak gempa padang, kayak banjir Mekkah.

          Makan itu azab.

          • idrus wandi

            Bedakan mana yang azab dan bencana alam.

          • Country Cat

            Kalo orang di luar agama, itu azab.
            Kalo orang di dalam agama, itu bencana alam.

            Sip. Munafik total.

          • idrus wandi

            Sinis banget pemikiran loe,,,
            biar aku jelasin,,,,Insya Allah di mengerti,,,,

            Musibah atau bencana adalah sebuah kejadian yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dngn benar dan mengembalikannya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.

            Sedangkan azab adalah kejadian yg ditimpakan kepada orang2 yg bergelimangan dosa dan kemaksiatan. Apabila ada orang hidupnya bergelimangan kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yg lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhiratlah balasan segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya. #MenurutKeyakinanKami

            Malah di bilang munafik, menurut anda sinabung, sunami jepang dan bencana alam lainnya yang berada di area minoritas muslim apa itu bencana alam atau azab?

          • Country Cat

            GImana ngga sinis? Agama kalian pake standar ganda begitu.

            Sini wa jelasin satir wa biar orang macam lu bisa ngerti

            Tsunami
            aceh memang bencana alam, gempa padang juga bencana alam, banjir mekkah
            juga bencana alam. Baik dari kondisinya yang “cocok” dari bumi sendiri
            maupun penanganan alam yang mempengaruhi.

            Begitu juga di negara yang tidak sesuai ajaran agama kalian. Tapi kalau itu terjadi, kalian bakal bilang itu “hukuman”.

            Makanya, nggak suka khan dibilang begitu? Ngaca sana!

          • idrus wandi

            Alhamdulillah akhirnya sadar loe, bahwa yg anda tulis itu sebagai bencana, gua gak pernah bilang gak suka tapi, apa yg saya tulis itu berdasarkan keyakinan aku. Anda gak percaya silahkan, toh bukan keyakinan anda, dalam Islam tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama Islam.

            Ngaca sana maksudnya apa ?
            Anda jangan hanya melihat dari satu sisi, yang hanya melihat dimana mayoritas agama, liat dimana mayoritas non muslim yg ada di luar sana apa kata mereka tentang Islam. Anda seharusnya bersyukur telah tinggal di negara (Indonesia) yg mayoritas Islam aman dan damai. Sebelum koment tolong dipikir dulu.

          • Country Cat

            Kalau gitu kalian harusnya juga tahu diri bahwa adanya pelegalan LGBT itu tidak akan mengakibatkan kehancuran negara, karena fakta dan dokumentasinya sudah ada!

            Gitu aja nggak ngerti? Kalian ngga mau dibilang bencana, tapi suka ngatain orang

          • idrus wandi

            Sudah-sudah,,,anda yg tidak mengerti percuma saja aku jelasin panjang lebar, toh andanya tetap bersikap seperti itu. Kita beda keyakinan dan akidah, sampai kapanpun tidak akan menemukan titik pertemuan, kecuali yang satu ikut dengan lainnya. #Damai

          • Faisal Azhar

            munafik itu bahasanya islam. sudah tau dulu artunya sebelum pakai katanya?

    • lala

      YANG PENDEK ITU PIKIRANNYA KAUM LGBT DAN PARA PENDUKUNGNYA. CUMA MAU MIKIR DIRINYA SENDIRI. SUKA TERIAK TOLERANSI TAPI DIRINYA LUPA BUAT TOLERAN. TOLERANSI ITU HANYA BISA BERJALAN EFEKTIF DARI DUA ARAH. PERNAHKAH MEREKA MEMBAYANGKAN DAMPAK SOSIAL DARI DISAHKANNYA HUBUNGAN SEJENIS ITU ???HAYOO DIJAWAB YANG JUJUR,

      • Lily

        Emangnya apa dampak sosialnya? Kalau dampak sosialnya adalah perbaikan hidup dan kedamaian untuk mereka yang tadinya di-oppress/di-bully/dibunuh, gue sih setuju-setuju aja.

        • lala

          emangnya ada jaminan kalo hubungan sejenis disahkan lantas pembullyian dll lenyap?

          • Lily

            Tidak semerta-merta. Tapi yang jelas bisa lebih terbuka kesempatan untuk lenyap. Mereka lebih bisa diterima, dan bully-bully kayak lo bisa tahu lah betapa memalukannya gaya pikir bigot

          • lala

            apa dasar argumen bahwa dengan pengesahan nikah sejenis maka lebih terbuka kesempatan untuk hilangnya pembulian? ini kan cuma opini sepihak.
            tolong lah pahami bahwa di Indonesia agama itu jadi urusan publik, beda sama di us urusan agama jd urusan privat, ini fakta, jangan menutup mata dari fakta,
            dan semua agama menentang nikah sejenis, kalo nikah sejenis disahkan di Indonesia, bukannya justru berpotensi munculnya konflik horizontal?!
            yang pikirannya bigot itu siapa ya?

          • idrus wandi

            Nte yg seharusnya berfikir, anda islam kah? Kalau ya, berfikirlah dan baca Al-Qur’an mana yg dilarangan dan mana yg dibolehkan, mana yg halal dan haram. Kalo non islam gue no coment.

          • Lily

            Interpretasi Islam juga banyak, kali Mas. Dan seperti yang Mas Windu Jusuf bilang, banyak tuh muslim Prancis yang straight dan mendukung LGBTQ.

          • idrus wandi

            Ya saya udah baca,,
            mungkin anda tau bahwa agama Islam di dunia terbagi menjadi 73 golongan, mungkin sebagian muslim di Perancis menganut paham yg berbeda atau hanya mendukung hak2nya sebagai warga negara tapi, tidak untuk menghalalkan pernikahan sejenis. Karena manusia di ciptakan oleh Allah SWT sesuai dengan kodratnya. Dubur bukanlah alat sexual, hanyalah tempat BAB.

          • Antonio Andreanto

            idrus kok cuma mikirin dubur dalam pembahasan LGBT ??
            traumakah ??

          • idrus wandi

            Itu hanya salah satunya saja, gimna lg seseorang homo melakukan sexual kalau tidak dubur.
            Jangn kwatir om gue masih sangat tertarik sama lawan jenis yg namanya cewek bukan lekong. Jangn2 om yg trauma, kok mikirnya kesitu.

          • Kaeiten Fitzgerald-MacKenzie

            banyak cara kok bagi sesama cowok untuk bercinta 🙂 yang penting pakai imajinasi aja. in fact, kebanyakan cowok gay malah nggak begitu suka anal sex dan lebih prefer oral job ketimbang anal sooo

          • Aoda Klerig Prewinsetya

            LGBT = Dubur, ya ampun… miris banget pemikirannya

      • Country Cat
        • lala

          Dasar otak picik

        • Dasar tidak punya otak. Wk.

    • is h

      oalaah..jadi demi pengakuan hak individu maka boleh saja mengobrak-abrik ajaran agama, boleh juga mendukung hal-hal yang berisiko negatif bagi anak cucu ya..

      wah..modern banget mas. salut.

      • Elza Volturi

        kalian para lgbt & pendukungnya n whateverlah itu silahkan kalian bersenang2 diatas bumi ini,,maksimal kalian mnikmati ini semua 60 or 80 th lagi, stelah kalian masuk liang kubur, saat itu jg kalian tau bhwa kalian salah jalan & akan mnyesali prbuatan kalian, sama seperti kaumnya Nabi Luth. udah ada contoh azabnya kok ya diulangin, duhh bodohnya gak ketulungan vrooohh.
        kalianlah para lgbt yg brfikiran pendekk cumak mikir dunia, org2 yg berfikir panjang adlh org2 yg mikirin khidupan stelah kmatian.
        kasian gw sm kalian, kalian sm ky anak bayi yg gtau apa2 u hidup di dunia ini. LOL.

        • Aoda Klerig Prewinsetya

          ini nih, setan sukanya mengadu domba… biar pada berdosa semuanya. istighfar semuanya. agama masing2, pahala masing2 dosa2nya masing2 masih aja ngurusin matinya orang lain. ampun deh

          • lala

            ini nih, setan sukanya mengadu domba… biar pada berdosa semuanya.
            istighfar semuanya. agama masing2, pahala masing2 dosa2nya masing2 ,

            tapi kalau perbuatan kita sudah berhubungan dengan orang lain,ya ada aturannya. jangan asal teriak2 pahala dan dosa ditanggung sendiri tapi lupa meletakkan konteks nya dimana,

            bukan ngurusin matinya orang lain, tetapi ngingetin kalo kita semua bakal mati dan sudah sepatutnya sebagai warga negara yang berketuhanan, meyakini bahwa Dia lah satu-satunya tempat kembali, ampun deh

    • Ok. Itu hak anda bilang LGBT harus dilindungi. Tapi hak saya juga bilang LGBT dan simpatisannya harus cabut dari NKRI untuk masa depan generasi penerus bangsa. Wk. No offense.

      • chantiks

        pindah negara butuh uang yg gak sedikit masnya.. (–;)

        • Siapa suruh LGBT. Dumb asssssss. Wk. No offense yaa

          • chantiks

            ada orang yg ditakdirkan terlahir dengan orientasi seksual yang berbeda, gimana tuh?

          • Ya cabut dari NKRI. Muter muter aja lo nanyanya ngehe, udah ada diatas juga. Wk. no offense

          • chantiks

            sekarang gue tahu rasanya ngajak diskusi stawman fallacy, percuma, udah gagal paham, ngomongin A disanggah pake topik B, gak nyampe pula.. pfftt

          • Devi Alvioliana

            Yup bener..karena ga pernah ada orang yanng terlahir dengan orientasi seksual yang berbeda. Itu semua karena “cekaman lingkungan”. Ga ada iman. Kemunduran moral. Bakal jadi ancaman negara tuh..

  • budi rahardjo

    bentar lagi para pedofil juga minta hak mereka … hadoh

    • Larung Jeram

      Mas Budi, seingat saya sudah sih mas. Tuh liat baru saja MK nolak kenaikan usia kawin minimal Anak.

      • DioR

        Miris ya teriak anti pedofil, ternyata baik ajaran agama sampe MKnya saja cenderung longgar soal usia menikah. Sure he can’t really tell the difference between rights and crimes. Argumennya gak jauh membandingkan homoseksualitas dengan kejahatan seperti pelaku pedofilia. Atau membandingkan dengan kawin sama binatang.

        • lala

          LGBT ITU KACAMATANYA KACA MATA KUDA, UNTUK MENDUKUNG EKSISTENSINYA CUMA BISA TERIAK2 SOAL HAM,, HAM VERSI NYA SENDIRI!

          • Country Cat

            Kalo ndukung pedofil bilang aja

    • Alfi Arni Makhtaf

      namanya juga minta hak…bebas-bebas saja lha. Tinggal gunakan hak tidak memberi

    • Adinegoro Choliq

      Ini masalah consent atau persetujuan.. kalau pedofil yg usianya lebih tua dan yang lebih muda setuju silahkan.. tapi selama ini yg kita lihat cuman ada pelaku dan korban, korban yang gak rela diperkosa, kalau rela dan saling mencintai saya setuju aja.

      • lala

        rela diperkosa pedofil gitu maksudnya?

        • Adinegoro Choliq

          Rela menjalani hubungan percintaan.. kalau perkosaan rela namanya kasih sayang bukan perkosaan.. zzzz

          • lala

            perkosaan rela itu zina bukan ya?

  • Country Cat

    You know no shit about gays living in religious situations, do you?

    “nurture” my ass.

    • Larung Jeram

      We’re queer. We’re here. Get used to it!

    • DioR

      Setuju. Jauhkan tuhan kalian dari sekolah, negara, dan hidup kami. Silahkan pelihara imaginary friends kalian di gereja2,masjid2,rumah2 dan otak2 kalian. Ketika teman imajiner kalian mulai berani mengatur hidup orang lain, kita berhadapan langsung aja, we will fight for our fuckin’ rights. Tentunya tidak secara imajiner.

      • lala

        Setuju. Jauhkan HOMO kalian dari sekolah, negara, dan hidup kami.
        Silahkan pelihara imaginary friends kalian di gereja2,masjid2,rumah2 dan
        otak2 kalian. Ketika teman imajiner kalian mulai berani mengatur hidup
        orang lain, we will fight for our fuckin’ rights. Tentunya tidak secara
        imajiner.

  • DioR

    “Sejauh ini, faktanya, memang tak ada orang yang terlahir sebagai homoseksual”

    Sering ketuker ya antara Informasi (yg didapat sedikit) dan Fakta? Atau Perasaan dan Fakta? Segitu banyaknya riset ttg org yg terlahir homoseksual, tapi ente menyangkalnya? Padahal sering banget ngatain orang lain BIGOT.

    Daripada tebang pilih begini dalam melihat riset, at least tabayun ke orang2 terdekat. Atau ente gak punya temen homo? Kalo begitu, no wonder ente bebal, karna wajar lingkup pergaulan ente sempit. Persis kek wahabist yg sering ente cela, sempit n sesak melihat diversitas islam, or human being in general.

    Atau izinkan saya mewakili saudara2 manusia lain yg terlahir sebagai gay, untuk menyuarakan ini, bahwa we really do exist. Even you can observe us, physically, because we’re not an imaginary friend, nor an imaginary enemy. We’re real. And we were fuckin’ born this way.

    Saya terlahir di keluarga besar, dengan jumlah saudara kandung yang jauh lebih banyak dari jumlah sisi mata dadu. Saya melihat kelahiran (dengan kompleksitas aspek genetika yg melekat padanya) sebagai lemparan sebuah dadu.

    Kita gak akan pernah tau konfigurasi karakteristik fisik & perilaku anak yg seperti apa yang akan terlahir. Luckily, ketika orangtua saya melempar dadu di sesi permainan saya, yang keluar adalah “Angka Gay” . Yang banyak orang anggap sebagai sebuah Zonk, namun bagi saya pribadi merupakan sebuah berkah.

    Kalo tidak terlahir sebagai gay, mungkin saya akan kesulitan melihat, beradaptasi dan menerima keberagaman yg ada dalam hidup ini. Dan dari sekian banyaknya ibu saya “melempar dadu” , hanya saya sendiri yang gay. Tidak ada gay di lingkungan sekitar saya yg dapat menjadi influence bagi saya. At all.

    Itulah mengapa saya bilang “born this way” atau bukan sesuatu yg nurture? karena saya tidak pernah mengalami child molest /abuse/ experiencing sexual encounter yg dikatakan dapat membentuk seksualitas seseorang.

    Beberapa LGBT memang mengaku pernah mengalami kejadian seperti itu di masa kecilnya. Meski mereka sadar bahwa secara moralitas hal tersebut (child molested) salah, namun secara seksualitas mereka merasa compatible dengan si pelaku. Artinya tidak ada penolakan yg besar layaknya seorang hetero yang dilecehkan seorang homo, atau sebaliknya.

    Ini bukan pembenaran. Namun, apakah hanya karena ada orang yg menjadi gay by nurture, lantas tidak ada yg by nature? Sebaiknya anda melihat seksualitas ini secara lebih luas lagi. Bahwa ini bukanlah hal yang hitam-putih.

    Dari tulisan ente, ente seolah hanya mempertimbangkan satu aspek ekstrinsiknya saja, dan menyangkal aspek2 intrinsiknya. Padahal homoseksualitas itu tidak hanya melibatkan aspek lingkungan, tapi ada aspek lain dari mulai psikis hingga hormonal.

    • Larung Jeram

      Saya juga kaget mas. Saya kira Mojok.co isinya orang open minded. Eh lha kok communist bigot gini.

      • DioR

        Iya mungkin ini opini pribadi salah satu penulisnya, bukan opini resmi mojok.co, gapapa sih wajar opini berbeda. Yang kasian tuh malah jadi backfire ke penulisnya sendiri.

      • Aunurrahman Wibisono

        Lha, ini kenapa jadi nyerang orangnya? :))) Nyerang idenya dong mbak. Lagian si penulis punya argumen kok, itu yang harus disanggah. Bukan malah “Lha kok communist bigot gini.” :p Oh ya, Mojok menyediakan fasilitas hak jawab. Mojok pasti suka ada perdebatan sehat melalui tulisan. Ditunggu tulisannya Mbak 🙂

        • lala

          LGBT itu argumennya cuma mentok teriak2 soal ham, padahal konsepsi ham saat ini juga produk konstruksi orang, bukan dari pencipta manusia itu sendiri,

          • Lily

            Lo tahu dari mana deh pencipta manusia itu gak dikonstruksi manusia. Jeez.

          • lala

            Pencipta manusia itu ya yang menkonstruksi manusia.
            logika dasar aja gak paham !

          • Lily

            Maksud gue.
            Lo tau dari mana Tuhan itu beneran ada, bukan konstruksi manusia doang.
            Lo ga tau, dude.
            Sama kayak gue, lo ga tau.

          • lala

            sudah jangan berdebat soal Tuhan, saya meyakini dan tahu jika Tuhan itu ada, kalau situ gak mau yakin Tuhan ada, ya monggo, tapi jangan maksain saya buat gak yakin!!

          • andro

            Ya udah, sama dong, jangan maksain orang lain jadi hetero dan jangan maksain orang lain untuk percaya tuhan, termasuk tuhan yg anda imani. Simple toh? Begitu cara mainnya, mbak.

          • lala

            saya gak pernah maksain siapapun buat percaya tuhan ataupun jadi hetero, saya cuma mengkritisi ide pernikahan sejenis yang diusung kaumlgbt, Indonesia punya aturan dan norma yg beda sama amerika, (yg memeperbolehkan nikah sejenis) lalu kenapa harus disamain??yg baik bagi mereka belum tentu baik bagi kita, gitu aja, simple kan?

          • lala

            lo tau dari mana kalo Tuhan gak ada?

          • lala

            Tuhan ada = Nyata
            Tuhan tidak ada = hasil Konstruksi makhluk yang ngakunya manusia,

          • Dian S.

            Buktinya Tuhan ada mana?
            Buktinya kita bukan hologram mana?

          • lala

            Bukti Tuhan itu ndak ada juga mana?

        • Arman Dhani

          HEH KAMU NURAHMAN JANGAN NANGIS DI SINI. INI KOLOMNYA PENULIS BUKAN TRAVELER!

      • Andre GB

        emang mudah sih langsung bilang seseorang itu bigot. meski dia ternyata lebih berani utk terbuka soal opininya dng resiko dikatain bigot, daripada org yg cuman bisa nyela ajah.

        oh iya. kira2 klo diberi kesempatan menanggapi, situ mau gak? klo mau, ditunggu deh.

      • Adi

        Oo jadi anda open minded ya? Terus kalo ada orang yang gak sependapat dengan anda otomatis jadi bigot gitu? Setau saya orang-orang open minded lebih terbuka dengan pendapat orang lain deh

    • amin setiawan

      biasa wae to bung…

    • lala

      KAUM LGBT ITU HANYA PEDULI PADA HAK INDIVIDU, PERNAHKAH MEREKA MEMIKIRKAN HAK MASYARAKAT???

      • andro

        Saya lesbian dan saya bayar pajak. Saya melakukan kewajiban saya sebagai warga negara. Kamu mau ngomong apa?

        • lala

          saya bukan lesbian dan saya juga bayar pajak. saya melakukan kewajiban saya sebagai warga negara sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di indonesia. kamu mau ngomong apa?

          • Dian S.

            kok nggak mutu gini sih lala komennya…

          • lala

            memangnya siapa yang punya hak untuk menentukan ukuran mutu dan tidak mutu?

          • Country Cat

            Kalo cuman membeo komen macam kamu memang kamunya yang ngga mutu, bitch.

        • lala

          Saya bukan lesbian dan saya bayar pajak. Saya melakukan kewajiban saya sebagai warga negara. Kamu mau ngomong apa?

      • Dian S.

        Oiya ya… mempunyai dunia yang bebas orang2 LGBT adalah salah satu hak masyarakat

        • lala

          kalau masyarakat meletakkan agama dalam ranah privat, mungkin mereka bisa menerima lgbt, tetapi tolong bukalah mata, masyarakat di Indonesia meletakkan agama dalam ranah publik, sedangkan perilaku lgbt bertentangan dengan agama, otomatis jika lgbt meminta pernikahannya dilegalkan, maka akan mendapatkan resistensi dari masyarakat,

          jelas bukan perbedaan masyarakat di “meriko” dan “meriki”?

  • Adinegoro Choliq

    Walay secara genetis tidak tertuli dalam kromosom xq28 toh apa tidak tertulis pada kromosom lain? Rantai kromoson terlalu panjang untuk bisa ketemu beda dan sama hanya dari puluhan orang yang notabennya bukan kembar.. karena kita tetep butuh kontrol pada orang normal juga.. jadi kalau ada dua orang kembar yang satu gay yg satu nggak, mungkin bisa keliatan adanya perbedaan kromosom yang signifikan yang menyebabkan dia gay, but however.. saya bukan orang yg mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis, karena kenapa harus dilegalkan? Punya anak aja nggak, digrebek juga nggak, ngekost bisa sekamar tanpa ada yg curiga.. ya kenapa harus needy butuh pengakuan negara?

    • DioR

      Dan selamannya berstatus sebagai variasi seksualitas yang tidak resmi dan tidak diakui negara? Gak dapet jaminan keselamatan jika suatu hal menimpa terkait homoseksualitas mereka? Gak dapet perlakuan setara? Lantas apa beda homoseksualitas ini dengan ahmadiyah, syiah, sunda wiwitan, dan berbagai variasi keyakinan lain yang oleh negara ataupun society dianak haramkan?

      • Adinegoro Choliq

        Ya kalau cinta itu butuh pengakuan dan memang merasa butuh untuk diakui ya silahkan. Kalau memang berjalan sambil meneriakan diri sebagai homo, syiah, atau ahmadiyah dianggap sebagai sebuah kebutuhan maka silahkan memperjuangkan..

      • Adinegoro Choliq

        Oh jadi kalo straight dapet jaminan sosial menyangkut straight nya.. maaf saya baru tau.
        Berteriak mengaku sebagai gay, ahmadiyah atau syiah adalah kebutuhan menurut anda silahkan diperjuangkan. Walau menurut saya agak shallow apabila hubungan cinta masih membutuhlan pengakuan orang luar, begitu pula beragama, tanpa pengakuan orang sunni bahwa syiah itu islah, bagi syiah, syiah tetaplah islam.. walau tidak diakui sebagai hubungan cinta, cinta tetaplah cinta.

        • Adi

          Argumen mas adinegoro ini keren, cinta gak butuh pengakuan negara, thumbs up!!

  • wawaney

    Menarik sekali argumen saintifik-nya, dan pastinya akan sangat banyak memberi masukan baik bagi (orang Indonesia atau lainnya) yang ikut mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika.

    Tapi, menurut saya, kurang tepat juga kalau argumen genetis semata yang dijadikan alasan mendukung atau tidak mendukung legalisasi ini. Sebagai bandingan: kecenderungan orang memilih agama tertentu (atau tidak beragama) juga tidak ada kaitannya dengan gen. Tapi, tetap saja, perlindungan atas orang2 yang memeluk dan menjalankan agama apa saja dijamin oleh negara (paling tidak secara formal, perkara bagaimana praktiknya dalam kehidupan sehari-hari, itu urusan lain dan terus bisa diperkarakan).

    Satu hal yang (sepengamatan saya) absen dalam diskusi2 atau dukungan2 orang Indonesia terkait legalisasi pernikahan sesama jenis ini adalah hal-hal legal dan praktis yang ikut terdampak legalisasi ini: warisan, adopsi, asuransi kesehatan, dan lain-lain. Tanpa legalisasi pernikahan sesama jenis, sepasang manusia homoseksual yang sudah hidup bersama dan mengikat janji sehidup semati tidak akan bisa menikmati manfaat dari institusi “waris, adopsi, asuransi, dll” sebagaimana layaknya pasangan serupa yang heteroseksual. Karena dianggap tidak menikah, maka laki-laki A yang gajinya rendah tidak bisa menikmati asuransi kesehatan yang dimiliki oleh laki-laki B yang gajinya lebih tinggi (padahal mungkin saja mereka sudah saling berjanji “Kamu jangan kerja terlalu berat, kamu fokus saja memfokuskan ke hobimu, biar aku yang banting tulang cari duit.” Begitu juga dengan urusan waris dan adopsi anak.

    • Larung Jeram

      Yes, penulis kelihatan ngga konsisten di sini. Biasanya mengagungkan kebebasan beragama atau tak beragama. Giliran LGBT rights, dia nolak dengan alasan (yg masih arguable) LGBT gidak natural. Di atas saya sudah bilang, perlindungan atas LGBT bukan didasarkan atas natural/nurture, tapi atas kesadaran akan hak sipil.

  • Adhitya P.

    Uhm, kok sumber penelitiannya kuno ya. Tahun 1999. Coba cari penelitian terbaru, googling gay geNe in twin experiment atau bisa yg ini (http://www.newscientist.com/article/dn26572-largest-study-of-gay-brothers-homes-in-on-gay-genes.html#.VZDeiXP-Lq)

    Pun disitu ilmuwannya masih bilang being gay is result of complex factor. Tp sepanjang gene masih jd faktor brarti argumen anda kurang tepat. CMIIW.

    • edmand

      kayaknya sedikit kurang jeli baca artikelnya deh mas. Si Kontrbutor berkata kalo Hammer menemukan bahwa faktor Gen bukanlah faktor utama dalam pembentukan gay. pernyataan ini jga sejalan dengan Pak Bailey yang berkata kalo faktor Gen bukanlah faktor utama yang menentukan seseorang gay atau tidak.
      Nah yang menarik ada di sumber artikel ketiga, bahwa temuan mengenai gen Xq28 pada gay tidak ditemukan pada Lesbian.

  • Dita Amelia Tifani

    Jika produk nurture, maka tolong jelaskan ini…

    http://www.buzzfeed.com/husseinkesvani/gay-muslims-in-straight-marriages

  • ameenaazharboulos

    Eh itu orang-orang yang teriak dukung LGBT, kalo ente mau sembuh dari gay/lesbong coba deh ente hidup setaun aja di hutan sendirian, sembuh pasti kehomoan ente, ganti jadi hetero tapi sama ntu tuh orangutan .. wakwaw… #ANTILGBT #LGBTGO2HELL

  • Nurisa Dara Ginari

    Hellooo… Panas bgt yaa diskusinya :)) kita semua td bikin argument berdasarkan penelitian A atau B kita ga ada Yg pernah bikin penelitian sendiri khan… Ato pernah ada Yg ngecek kromosom homo Dan yg normal? Jadi karena saya moslem,dan saya percaya kepercayaan saya yg benar saya sedikit setuju sama Mas lintang,tapi kalau emang pilih bakso pake mie kuning yaudah monggo,asalkan konsekuen. Klo Emg siap dan konsekuen ya monggo. Mas lintang ngingetin yg masih setengah2 kok. Klo emang ngerasa udah mendukung pernikahan sejenis totalitas tanpa batas yaaa silahkan :)) ngga ada yg perlu ribut…ato ngerasa tersindir. Peace love and Gaul gaes

    • Adi

      Kamu bijak banget, mba.

      • Nurisa Dara Ginari

        Haha terimakasih. Bukan nya bijak, cm saya takut perdebatan semacem ini membuat org terjebak mencari pembenaran daripada kebenaran. :))

    • Bambang Tedja

      Klo lbh memilih pasif itu pilihan anda, gapapa. Kebhatilan terjadi krn yg baik tak melakukan apapun..

    • Aoda Klerig Prewinsetya

      Madzhab
      Hanafi pun tidak memasukkan perbuatan homoseksual sebagai zina.
      Sebabnya, menurut madzhab Hanafi, perbuatan homoseksual tidak memerlukan
      akad resmi seperti dalam pernikahan lazim. Jadi hukumnya tidak pasti,
      dan perbuatannya juga tidak membatalkan haji dan puasa. – See more at:
      http://puanamalhayati.or.id/archives/948#sthash.WWTX7PBp.dpuf

      • lala

        meski mungkin ada ulama yang tidak menghukumi homoseksual sebagai zina, tetapi bukan berarti perbutan itu diperbolehkan dalam agama islam, dan yang jelas, homoseksual adalah perbuatan melampaui batas.

    • Aoda Klerig Prewinsetya

      Imam
      Malik bin Anas, pendiri madzhab Maliki sudah mengingatkan supaya
      berhati-hati dan tidak main hakim sendiri dalam memperlakukan kaum
      homoseksual. Kata imam Malik: ”Jika ada seseorang berkata kepada seorang
      laki-laki; “wahai pelaku perbuatan nabi Luth”, maka justru dialah yang
      layak dihukum cambuk” – See more at:
      http://puanamalhayati.or.id/archives/948#sthash.WWTX7PBp.dpuf

  • joggy

    Sepertinya bahasan mengenai hak lgbt di amrik kemaren tidak berkaitan dengan agama tertentu. Lebih pada basic rights atau hak di mata hukum saja. Entah itu manusiannya berorientasi homosexual atau hetersexual, sama2 punya hak utk dinyatakan sah menikah secara hukum dan tercatat oleh negara dengan pasangan pilihannya.
    Hal ini sangat bisa dimungkinkan dan dimaklumi terjadi di Amerika yang basic negaranya menganut paham separations of church and state, alias memisahkan urusan agama dengan urusan negara..alias sekuler.
    Tentunya beda hal dengan kondisi dan paham yang di anut negara kita Indonesia. Gitu aja sih kok repot.

    • lala

      setuju!

  • Ironi itu ketika pendukung hal kayak ginian mengaku aku sebagai open-minded, tapi merekanya sendiri gak terima jika ada yang gak setuju sama pandangan dia. I am on this side.
    Bigot is a new faggot. period.

    • Larung Jeram

      Huahaha. Saya ndukung beginian bukan krn saya open-minded kok mas. Saya ndukung beginian karna saya ya faggot juga. I support this for this is my cause!

      Untuk penulis tulisan ini, kenapa saya sebut bigot ya krn argumen ketidaksetujuannya cuma didasarkan dari argumen (yang masih debatable) bahwa LGBT itu tidak natural. Udah itu doang. Pokoke yang ndak natural ndak boleh. Di titik ini, penulis masih di bawah derajat bigot-bigot amerika sana yang sekarang sudah pakai argumen sekuler buat nentang LGBT movement, sepert isui child parenting, reproduction, bahwa civil union sudah cukup, dll. Sedangkan penulis cuma mandeg di alasan “ndak natural!”. Saya kok jadi ingat gaya berargumennya bigot-bigot religius yang selama ini jadi bulan-bulanan Mojok.co

      Etapi, saya jadi punya ide baru, saya mau koreksi, bukan communist bigot tapi “hypocritical-putin-dick-sucker communist bigot”

      Salam faggot: we’re queer, we’re here. get used to it!
      Cup cup muaaaah

      • Lol. Fag.

      • Bambang Tedja

        Bagaimana dengan alasan penis masuk dubur. Dan segala penyakit2 bawaannya?

    • bayuardiyanto

      setuju banget mas haha

    • Dian S.

      Ini maksudnya pendukung hal ginian pendukung artikel ini apa pendukung #LoveWins?

    • lama gak login, artikel taun jebot tapi masih relevan sama sekarang.
      saran ane ya baca buku sejenis a queer thing happened in America.

  • Aghamma Sherbet

    Bitch Please, berhenti Quote Mining ala Harun Yahya

    Dean Hamer sendiri bilang there is no single gay gene, there are probably many different genes that affect sexual orientation

    http://www.lgbtscience.org/dean-hamer/

    Science wins over doctrine all the time, it’s only quoted wrongly by the people who pretend to use it

  • Arman Dhani

    TOLONG INI YANG KOMEN KALO BERANI BERHENTI NANGIS, LAUT JAWA UDAH KELEWAT ASIN INI!

    • lala

      maksudnya mas?

    • Bryan Barcelona.

      Dasar sampah peradaban umat manusia. Laknatullah.

      • Arman Dhani

        kamu jangan ikutan heh sampah!

  • lala

    semoga lgbt tobat,amin

  • Amaranggana_D

    Wow! Bravo! Sungguh buah pikiran yang sangat cerdas dan visioner!

    Homoseksualitas itu bagaimanapun juga adalah menentang kodrat.Oleh karenanya jadi gay itu salah. Berdosa. Dosa besar! Kecuali ada bukti ilmiah bahwa jadi gay “itu natural”, nah baru kami bisa menerima mereka dengan lapang hati.

    Oh betapa mulianya kita yang tidak mendukung pernikahan sesama jenis. Kita yang memiliki jiwa murni tak berdosa, memiliki derajat lebih tinggi dari mereka-mereka para LGBT dan pastinya cuma kita-kita yang heteroseksual-dan-menjaga-diri-dari-dosa- besar-krn-mendukung-kemenangan-kaum-Sodom-dan-Gomorrah-inilah yang jadi kesayangan Tuhan. Bener, kan, guys? Tos dulu dong!

    Buat apa sih melihat peristiwa ini dari sudut pandang hak asasi manusia? Jadi maksud kalian kita ga boleh sinis sama orang-orang inlander goblok yg ikutan trend heboh-hebohan merayakan keputusan Supreme Court Amrik sana? Kita harus santai-santai aja ngeliat mereka berbahagia karena satu dimensi hak asasi manusia telah dilindungi? Ew! najis. Bahkan ngeliat postingan mereka di Facebook plus foto-foto profil pelangi mereka yang super norak itu bikin kami mau muntah. Menodai kesucian kami saja!

    Mereka juga nggak pantas menuntut hak sebagai warga negara agar pernikahan mereka sah secara legal. Mereka ga berhak menikmati manfaat yg diberikan oleh negara bagi kita straight people yang berada dalam institusi pernikahan yang sah. Mereka kan memang memilih jalan hidupnya. Sudah selayaknya juga menerima konsekuensi atas pilihan tersebut. Konsekuen, dong! Jangan pernah menuntut keadilan karena keadilan itu cuma punya kami, hak kami, kaum suci heteroseksual! Kalian segenap homo-homo dan cong-cong ga berhak dapat keadilan! Pokoknya enggak!

    Satu lagi, untuk kalian-kalian yang lain, yg minimal turut lega dan berbahagia karena di suatu tempat di muka bumi ada hukum yang melindungi kelompok minoritas LGBT, waspadalah! Karena kami dewan suci perwakilan Tuhan tidak akan berhenti untuk menganggap rendah para LGBT. Jika nanti orang2 terkasih kalian mengaku LGBT, jangan pernah merasa yakin kalau hak-hak mereka sebagai manusia akan selalu dibela dan mereka akan hidup aman tentram tanpa caci-maki serta ancaman. Karena mereka semua nggak NORMAL, dan kami yang normal ini tidak akan pernah lelah untuk menormalkan dan menyembuhkan orang-orang sakit, eh, sekong, tersebut. Jika kalian mengembalikan pertanyaan kepada kami, “Lantas bagaimana kalau nanti anakmu sendiri yang mengaku bahwa ia menyukai sesama jenis, padahal bagimu mereka adalah sebuah “kesalahan” yg tidak natural, dan kau bahkan tidak setuju mereka mendapatkan perlindungan atas hak2nya sebagai warga negara??”. Ah, sunggu pertanyaan terbodoh yang pernah kami dengar. Ya jelas hal itu tidak akan pernah terjadi. Karena kami, ORANG-ORANG STRAIGHT, heteroseksual, TIDAK AKAN PERNAH MELAHIRKAN KETURUNAN HOMOSEKSUAL. Tidak akan pernah. Pokoknya tidak!!

    • lala

      sejak kapan menolak ide lgbt serta merta membuat orang itu jadi suci?

      • Amaranggana_D

        Sejak munculnya gaya penulisan yg disebut “satire”, mungkin?

    • satire 🙂

  • Denni Satria Dewanata

    Saya baca tulisan ini berkali-kali. Sebenarnya saya sih ngga terlalu peduli apakah penulis setuju atau tidak setuju dengan pernikahan sejenis. It’s your choice and I give no shit! Kenapa? Karena orang berhak untuk memiliki dan menyatakan pendapatnya masing2. Tapi saya agak takjub dengan pernyataan penulis bahwa orang2 yang mendukung pernikahan sejenis, yang anda sebut “humanis liberal yang mulia”, menyatakan dukungannya hanya sebagai topeng sosial dan diragukan kemampuannya untuk menerima seandainya ada anak atau anggota keluarganya menjadi homoseksual. Dasarnya apa Anda memberi cap orang yang menyatakan dukungan terhadap kemanusiaan hanya demi kosmetik sosial yang semakin menor?? Saya benar2 tidak bisa menangkap inti dari tulisan Anda selain sebagai pernyataan bahwa penulis tidak mendukung pernikahan sejenis dan yang mendukung pernikahan sejenis hanyalah orang2 munafik yang sok sok an supaya kelihatan sebagai manusia yang bermoral tinggi. Is that what you really want to say? That’s it?

  • Lily

    “Saya tidak setuju pada LGBTQ karena mereka adalah produk nurture, bukan nature.”

    Hah? Lah terus emang kenapa kalau produk nurture? Kenapa terus mereka jadi salah?

    Karena nggak natural?
    Mz… Mobil, baju, gedung, bahasa, komputer, tablet, Android, kopi instan, kopi bubuk, rokok yang sudah dilinting dari pabrik. Itu manufactured semua.

    Kalau segalanya harus natural kita masih sibuk makan pisang di hutan rimba… 🙁

    • lala

      kita? lo aja kaleee

      • Lily

        apa sih lo. Argumen lo apaan?

        • lala

          konteks nature vs nurture dalam kasus lgbtq tidak bisa serta merta dibandingkan dengan konsep barang natural vs barang2 hasil industri, BEDA KONTEKS!!!

          • Lily

            Itu ga menjawab kenapa andai, *andai* mereka nggak natural, mereka salah dan dosa.

          • lala

            andai mereka natural, emang mereka gak salah dan dosa?
            yo tetep aja mau natural gak natural mau nurtural gak nurtural apa mau koprol sekalipun,
            perilaku homo itu salah,

            setiap manusia yang bersalah jika tidak segera bertaubat, ya terjerumus dosa

            itu kalau masih mau hidup sebagai manusia, kalau berbuat salah, lalu menyadari kesalahan, mau untuk diingatkan, lalu bertaubat, itu bagus.

            bedanya iblis dengan manusia ,kalau iblis, begitu salah, gak mau menyadari kesalahan,malah bangga dengan kesalahannya,

          • Lily

            Anjir. Ga usah bawa-bawa agama kalau mau menghakimi orang. It’s people like you who bring down humanity and cause bully. Memohon biar gue gak memaksa lo gak percaya, tapi lo sendiri bawa-bawa agama dan menjadikan seolah itu justifikasi universal.

            Artikel wikipedia gue link karena itu gampang dicerna. Bukan karena itu yang paling terpercaya secara ilmiah. Karena gue gak yakin lo bakal ke toko buku dan nyari tahu fakta soal overpopulasi.

            Lo mengelak dikatakan membenci. Tapi lo berkoar-koar supaya kaum LGBTQ dihapus dari seluruh dunia. I’m sorry, are you even friends with any of them? Mungkin nggak, karena susah buat mereka coming out ke orang-orang judgmental kayak lo.

            Gue bukan gay. Bukan LGBTQ. Tapi gue lihat sendiri firsthand bagaimana mereka berdarah-darah, dipukulin bapaknya “supaya tobat”, didoain ibunya sambil nangis-nangis “supaya tobat”, nikah “supaya tobat” dan “dihormati masyarakat”.

            Apakah mereka tobat? I don’t know. But they’re still gay sampai sekarang. Dan kalau cerita ke gue, mereka nggak terlihat bahagia.

            You can’t change your sexuality in a snap. I know I can’t. Gue adalah korban pelecehan seksual dan perkosaan. I am still heavily traumated by it, dan sampai sekarang gue gak bisa deket sama cowok karena trauma. Tapi apakah karena itu gue jadi suka cewek? Gue dari sananya udah straight. Mau sampai sekarang juga gue tertariknya sama cowok.

            Cobalah ke luar sana. See the world other than your own. It’s beautiful.

          • lala

            humanity versi siapa dulu nih?

            maaf ya saya tidak menghakimi siapapun, saya cuma ngasih perbandingan aja kalau manusia itu beda dengan iblis,letak perbedaannya kalau manusia bersalah ia mau bertobat, kalau iblis tidak.
            harusnya ini jadi refleksi apakah perilaku kita sudah humanis, atau justru mengarah ke sifat iblis,saya cuma mau mengingatkan saja, saya sendiri juga masih berjuang agar bisa menjadi manusia seutuhnya.

            saya tidak pernah berkoar2 soal lgbt harus lenyap. saya punya kenalan homo, saya tidak menghakimi personal nya,

            yang saya kritisi ide lgbt yang ingin nikah sejenis disahkan,maka akan berdampak sosial yang buruk. agama di indonesia itu jadi ranah publik. lgbtq bertentangan dengan ajaran agama. maka siap2 saja mendapat resistensi dari publik. itu konsekuensi lgbt.

            coba lah keluar dari kungkungan hegemoni pemikiran kebebasan ala liberal, See the “world” other than “hegemonic liberal world” It’s beautiful.

          • lala

            saya gak pernah sekalipun memaksa siapa saja untuk percaya agama! itu hak dia untuk beragama atau tidak.

            saya hanya bicara kalau di Indonesia , persoalan agama menjadi urusan negara, itu fakta !

            kalau ada pihak yang kepentingannya bertentangan dengan AJARAN SEMUA AGAMA YANG DIAKUI DI INDONESIA, ya pahamilah resikonya !

          • Dian S.

            oh ini ngomonginnya cuma di domain Indonesia… yaudah jelas kalah lah sama argumen model gini…

          • Lily

            Lo dan artikel ini sibuk banget berargumen bahwa “LGBTQ itu salah karena ga natural”. Ya iyalah gue balikin dengan bilang macem-macem hal lainnya yang ga natural.

          • lala

            tapi logika argumenmu itu KACAU

          • Lily

            Nope. Logika argumen lo yang kacau. Non sequitur. Premis dan konklusinya jumping.

            Gue tanya lagi deh. Kalau nggak natural, terus kenapa salah?

          • lala

            PERBAIKI LOGIKA PIKIR DULU,KALAU MAU MELAKUKAN PERBANDINGAN, YA APPLE TO APPLE,

          • Lily

            Lo mau bales gak kenapa andai homoseksual itu nggak natural, dia jadi perbuatan yang salah, kriminal, dan dosa?

          • lala

            mau natural apa gak natural, perilaku homoseksual itu bertentangan dengan nilai moral di masyaralat indonesia. gitu aja kok repot!

  • Bryan Barcelona.

    Mas, apakah sudah ada undang-undang yang mengatur tentang magnet sejenis yang saling tolak menolak dari waktu ke waktu?

    Sebab kita ketahui bersama, yang fana adalah waktu, toko pulsa dan material yang abadi. Tolong dijawab Mas.

    • Arman Dhani

      becanda kamu ya? masih mahasiswa berani ngejek ngejek sarjana. Lulus dulu baru komentar

      • Bryan Barcelona.

        Kamu ini kalau sudah buruk rupa, gak usahlah pakai cacat logika. Ad hominem kamu. Sejak kapan status mahasiswa membuat seseorang dilarang untuk ikut berkomentar? Lagi pula, apa itu becanda? Mungkin yang kamu maksut “bercanda”, bukan? Gak malu apa kamu sama GM? sama morotuwa? sama sodara di kampung? Bisanya cuma baca buku, coli, nangis, baca buku, nangis, coli, baca buku gitu terus sampai Sjahrir selfie sama Yumna Kemal.

        Mas Edo, tolong pertanyaan saya dijawab Mas. Jangan hiraukan komen corong bensin eceran yang suka ikut nimbrung ini.

  • dom

    sundul gan!

  • lisa

    Pada akhirnya, kiamat dunia bukan karena dihantam meteor. Tapi udah ga adanya spesies manusia lagi, nurun drastis karena ini dan berangsur2 hilang dari bumi.

  • jushityou

    Menarik membaca ulasan anda dan bagaimana anda memaparkan homoseksualitas dari segi sains.

    Sains tentunya sangatlah kompleks dan berbicara mengenai genom tidak semudah membahas ulasan berita. Riset terakhir yang anda kutip (Dean Hammer tahun 1999) menggunakan metode genome-wide linkage scan bukanlah hasil riset kekinian.

    Pada bulan May tahun 2014, Cambridge journal of Physchologic Medicine merilis hasil riset tim J.M Bailey menggunakan metode genome-wide linkage scan(yg anda sebut sebagai metode Bailey and Pillard) pada 409 pasang homosexual brothers (908 individual analisis pada 384 keluarga) dan hingga saat ini merupakan studi yang melibatkan cohort terbanyak.

    Hasilnya (terutama berkaitan dengan penjelasan argumentasi anda dan statemen anda yang ingin melihat dari sisi sains) mendukung adanya gen pada pericentromeric kromosom 8 dan kromosom Xq28 yang mempengaruhi perkembangan orientasi seksual pria. Scientifically speaking, metode yang sama menggunakan cohort yang lebih besar tentunya memiliki basis sains yang lebih kuat. Dengan demikian, statemen anda berdasarkan kutipan penelitian Hamer yang mengatakan bahwa: “pengaruh bawaan yang menimbulkan sifat homoseksual dapat ditiadakan” dan statemen awal anda yang mengatakan “sejauh ini, faktanya, memang tak ada orang yang terlahir sebagai homoseksual atau memiliki gay gene” mutlak tersanggahkan.

    Statemen anda yang mengatakan: “saya percaya gay adalah produk yang nurture, bukan nature”. Bagi saya terlalu menghitam-putihkan. Dalam dunia medis dan sains, genomic science dan behavioral science memiliki unsur kompleks. Manusia adalah entitas yang multi-layered dan bukan sesederhana perkara daging dan tulang semata.

    Dalam empat dekade terakhir, pengetahuan kita tentang varian seksual berkembang pesat, dari yang awalnya (pertengahan tahun 70an), American Psyciatric Association masih menggolongkannya sebagai gangguan jiwa kemudian dengan perkembangan sains merevisinya hingga kini studi varian seksual memasuki episode baru dgn menggunakan metode Genome Wide Association. Sama halnya dengan kemajuan sains kedokteran di lini yang lain (seperti pengetahuan kita tentang bagaimana neuron dan receptors otak bekerja, varian anti-viral dan rekayasa genetis pada virus untuk terapi).

    Sehingga apabila anda mengatakan dan menulis artikel ini menggunakan basis sains, adalah penting untuk mengacu pada riset terkini atau contra-study yang merujuk pada metode yang sama atau lebih baik. Saya menulis komen panjang ini bertujuan agar anda tentunya dapat bertanggung jawab terhadap muatan sains dalam artikel yang anda tulis yang berhulu pada statemen anda.

    Anda dapat membaca abstract dan full article dari penelitian yang saya sebutkan disini:

    http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=9625997&fileId=S0033291714002451

    Terlepas dari perkara Sains, saya sepakat dengan anda bahwa ada baiknya tiap orang yang mendukung legalisasi pernikahan sejenis seperti yang baru saja disahkan di Amerika perlu menelaah aspek dan keterkaitannya dengan elemen-elemen yang lain.

    • edmand

      mungkin statement yang pas untuk disanggah pada “… yang memiliki gay gene”. untuk statement yang … memang tak ada orang yang terlahir sebagai homoseksual …” emang bener. Belum ada peneliti yang berani bilang bahwa sejak lahir, bayi mempunyai oreintasi Homo (gay, not lesbian) atau hetero.

    • lala

      di Amerika agama jadi urusan privat, Di Indonesia agama jadi urusan publik, itu fakta, kalau Indonesia mau di samakan dengan Amerika, ya paling tidak harus menyamakan persepsi soal agama , mau jadi ranah publik atau privat, dua-duanya bisa benar bisa salah, relative.
      itu sih sebenarnya yg menjadi akar perbedaan pengambilan kebijakan Indonesia dengan Amerika soal lgbt.

  • Widi sianandar

    Wah rame yah diskusi nya ,
    Terkesan debat kusir

    Buat yang muslim dan beragama ngapain sih debat kusir memaksakan yg LGBT untuk percaya, mendingan perdalam lagi agama masing masing perbanyak amal sedekah daripada mengaku beragama malah jadi nambah dosa karena emosi dan menghina orang toh tidak diajarkan dan tidak dicontohkan dalam ajaran agama dan Rasul tidak pernah mencontohkan ( quran&sunnah), mendingan kita doain aja mudah mudahan dapat hidayah yg LGBT , aminn

    Buat yg LGBT jangan memaksakan juga dalil dalil yg kalian miliki karena darimana kalian tau alasan alasan yg kalian kemukakan itu benar?

    Ok kalian bisa balikkan darimana kami tau bahwa Alquran itu benar , atau alkitab itu benar

    Simple mas ,

    Kita mahluk hidup pasti akan Mati pasti kalian tidak akan menyangkal hal ini kan?

    Kami sebagai umat beragama sangat percaya ada kehidupan setelah mati yaitu akhirat setidaknya kami non LGBT ( silahkan pelajari alquran dan tafsirnya ga ada salahnya kan anggap aja baca buku )

    Anggap saja kita hidup ini gambling ketika kita mati ternyata apa yg kami percayai itu benar , apakah anda mau minta dihidupkan kembali?

    Dan anggap apa yg kalian percayai itu benar , buat kami ga ada ruginya juga kan , tidak menjalani hidup sebagai LGBT semasa hidup

    Dan saya yakin g ada ruginya juga kalian menikmati hidup kekal dineraka ( menurut kepercayaan kami lho , ada di Alquran ) setidaknya kalian telah menikmati hidup sebagai LGBT yang kalian yakini itu nature

    Ya skrg simple aja mas mas mba mba yg LGBT
    Di indonesia ga jelas tuh kapan mau disahkan
    Pindah negara aja kumpulin duit ke negara yg udah sah , nah nanti kalo indonesia udah disahkan baru balik lagi kalo ga keburu mati.

    Atau perumpamaan dadu yg dicontohkan salah satu komentator dibawah , LGBT indonesia kurang beruntung menjadi minoritas saat lahir dadunya di side negara indonesia

    Saran Saja
    Silahkan perjuangkan kalo memang kalian rasa pantas diperjuangkan , indonesia dasarnya pancasila dan uud45 , silahkan komunitas LGBT perjuanhkan untuk merubahnya melalui jalur yg benar

    Mungkin bisa dengan masuk komisi di dpr , atau jadilah presiden supaya lwbih gampang, atau bikin partai politik LGBT dulu

    Wassalam

    • lala

      akar masalah perbedaan kebijakan soal lgbt, di Indonesia agama jadi ranah publik, pernikahan LGBT akan dapat resistensi dari publik, kecuali Indonesia mau berubah kaya US yang meletakkan agama dalam ranah privat,

      pertanyaannya apakah meletakkan agama ke dalam ranah privat adalah langkah yang paling tepat dan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup di Indonesia?

      kaum lgbt dan pendukungnya seolah menutup mata tentang realita keberagamaan di Indonesia,

      mereka memandang agama adalah ranah privat, tetapi seolah tidak mau tahu fakta jika persoalan agama di Indonesia itu masuk dalam ranah publik,

      • Widi sianandar

        Teruskan perjuangan mu mbak , saya doakan yg terbaik , mudah mudahan umur panjang gak keburu menghadapi hal yg sudah pasti , yaitu Berhenti bernafas

        • lala

          amiin

        • Pasha

          Pertanyaan saya, kenapa dianggap kaum LGBT selalu tidak beragama? Saya muslim, saya besar di madrasah, saya menjalankan semua kewajiban sebagai muslim, dan saya gay. Tapi apa artinya saya melakukan hubungan sex ke sana kemari, ya tidak. Saya percaya agama saya dan ajarannya, tapi saya belajar menerima apa yang Tuhan kasih kepada saya. Saya yakin banyak kaum gay yang mengikuti ajaran agama dan tidak seperti Mas/Mbak Widi propagandakan di atas. Asumsi (dan menjadi doa Anda) sungguh kejam menurut saya. Kami bukan sampah masyarakat kok, kami beraktivitas, beragama, beribadah, sama seperti manusia lainnya. Kalau Anda membicarakan kaum pedofil dan lain-lain, pisahkanlah dari apa yang kami rasakan. Saya benci pedofil, saya benci orang yang melakukan hubugan sex luar nikah (dan ini lebih banyak pasangan hetero), dan yang paling pasti, saya tidak nyaman dengan orang yang mengatasnamakan agama lalu merasa dia akan menjadi ahli surga – bukan kami. Wassalam.

          • Widi sianandar

            Pertanyaan masalah beragama mas salah tangkep tuh maksudnya , g pernah bilang lgbt ga beragama, ya orang yg zina atau tukang maen perempauan atau pedofil atau korupsi atau dosa dosa lainya juga pasti beragama , tapi harus kita akui bergama yg belum menjalankan agama dgn baik, malah negara komunis kaya korea utara juga makmur tuh ( bener ga ya)

            Menjalankan semua kewajiban?
            Jangan takabur mas , bukannya kita sebagai muslimsalah satu kewajiban kita mempercayai apa yg terkandung dlm quran dan melaksanakan perintahNYa, apakah Gay diperintahkan? Istigfar mas setuju kan bahwa gay itu perbuatan dosa sama dengan zina alias hubungan sex diluar nikah? Terus kenapa anda Bilang benci? Sedangkan anda lakukan juga kok sama zina , bukan kah gay itu juga zina? ( pasti mbak lala nanya dalilnya ), cmon

            Saya gak pernah bilang saya ahli surga mas ,

            Sama banyak dosa juga , siapa manusia ygbtidak berdosa?

            Mengenai sampah masyarakat kan saya sebut oknum mas, anda harus akui bahwa ada di lgbt yg tidak seperti anda pikirannya , sama dengan ustad kan ga selalu suci ada kok yg diem diem maen cewe ya itu oknum, selalu ada hitam dan putih mas dan abu abu

            Belajar menerima apa yg tuhan kasih ? Bukan kah kita hidup ada panduannya mas Alquran dan hadist kan udah jelas dialquran dilarang , gay bukan takdir mas tapi ujian , udah tau kan apa yg dtergolong takdir di islam? Sama dengan kalo terlahir miskin apakah kalo pengem kaya salah? Apakah nerima aja ? Ya sah sah aja tapi harus disadari bukan takdir kita sebagai miskin, ya mau kaya tinggal usaha, sama dengan GAy kalo anda muslim tentu kalo mau berubah ya bisa usaha , ya kalo ga mau usaha ya sah sah aja tapi jangan pernah bilang itu pemberian tuhan , ujiannya iya tuhan yang kasih , panduannya ya pasti tau

            Sama seperti saya dulu suka onani , tapi ketemu ayat yg jangan mainin kemaluan mu ( maaf y mbak lala ga tau detailnya ) saya berenti dan lain lain banyak , ntar jadi curhat

            Asumsi yg mana mas?

            Begini deh supaya jelas

            Dari sudut pandang pergaulan saya ga ada masalah dgn LGBT toh temen saya juga banyak Lgbt dan mereka open , selama saling menghargai kenapa tidak .

            Tapi dari sudut pandang agama karena sama muslim tentu kita harus mengakui kalo hal ini dosa besar no argue

            Kembali ketopik , dilarang atau tidak disahkan atau tidak misalnya di amerika toh perkembangan muslim makin pesat disana

            Seandainya mau disahkan juga di indonesia juga ga masalah buat saya, tapi boleh dong saya g setuju toh tentu selalu ada like n dislike

            Sekarang sih apapun anda mau gay atau bukan

            Karena sma sama muslim ya perbanyak lah tabungan amal
            Siapa tau timbangan amal kita bisa menutup dosa dosa kita sebelum tertutup pintu amal , ya pastinya ga usah diajarin lagi mungkin pengetahuan agama anda lebih banyak dari saya tapi ga ada salahnya kan mengingatkan

            Maaf kalo ada kata yg menyinggung

            Wassalam

          • OjoDumeh

            oh jadi anda gay tapi belum dan tidak akan melakukan hubungan seks sg sesama? baguslah.. itu yg perlu orang lain tahu. masalahnya yg dibahas di sini adalah gay secara umum yg memperjuangkan agar bisa melampiaskan nafsu syahwatnya dg sesama tanpa gangguan pihak lain. anda sih masuk pengecualian krn anda mengimani agama anda, ketika hal tsb dilarang anda tidak melaksanakannya. bravo! bravo! ツ

      • Widi sianandar

        Apakah pernah survey mbak? Persentasi orang yg beragama, LGBT , kaum setengah2 , jadi menurut saya yg awam ini apakah sangat wajar agama jadi ranah publik karena budaya dan historis yg notabene kerajaan kerajaan islam hindu , dan mayoritas penduduk beragama , atau mungkin penjajahan belanda yg harus disalahkan tidak memasukkan paham LGBT padahal skrg belanda mensahkan , ya kembali lagi kestatement saya diatas , kalian kurang beruntung Hidup di indonesia

        Wassalam

        • lala

          memangnya untuk mengatakan agama masuk dalam ranah publik harus pakai survey? lha wong jelas ada kementrian agama, pahami dulu deh apa tugas negara itu,
          negara ada untuk mengurusi masalah publik, kalau ada kementrian agama,berarti karena agama ini masuk dalam ranah publik, ini realita dan fakta,
          bukan malah bicara wajar dan tidak wajar dari aspek budaya dan historis, lagipula emang apa ukurannya wajar dan tidak wajar itu?
          menurut saya, justru LGBT di Indonesia ini yang paling beruntung, karena LGBT tidak dibiarkan terjerumus dalam hegemoni kebebasan ala liberal yang absurd.

          • Widi sianandar

            Ya menurut saya yg awam ini ,realita dan faktanya indonesia mayoritas umat beragama ( terlepas menjalankan apa tidak ), berdasarkan dasar negara, dan agama yg diakui sudah ada ,sehingga otomatis langsung agama dijadikan parameter wajar dan tidak wajar dan jadinranah publik, kecuali ditambahkan satu agama yg percaya bahwa LGBT itu bukan perbuatan dosa , mungkin suatu saat nanti ketika mayoritas indonesia LGBT ada kementerian LGBT dan jadi ranah publik ,sehingga terbukti statement saya, ya berdoa dan berusaha aja menurut kepercayaan LGBT.karena kalo ga diusahakan ya gimana mau moved indonesia mengakui

            Ya kalo beruntung alhamdullilah atuh syukuri saja

            Salah satu tanda tanda dekat kiamat menurut ajaran islam.salah satunya kaum LGBT makin banyak jadi tunggu aja mudahan nyampe umurnya.

            Kalo saya sih berdoa aja mudah2an pada saat itu Terjadi saya udah tenang nunggu dibangkitkan dari alam kubur

            Wallahu alam

          • lala

            saya juga orang awam, untuk memahami realita agama di Indonesia gak harus jadi orang pinter, cukup jadi orang yang mau membuka mata dan pikiran.

            setahu saya gak ada satu dalil pun dalam islam yang mengatakan jika tanda2 kiamat itu dengan semakin banyaknya populasi lgbt.cmiiw.

          • Widi sianandar

            Hehe , tentu ada mbak dalam hadist sahih , tidak mungkin saya ngomong kalo tidak ada

            Pastinya saya tidak begitu detail dan hafal , tapi saya pernah mencari dan menanyakan hal ini pwaktu pesantren kilat semasa sekolah , yang jelas terangkum dalam hadist sahih
            tanda tanda kiamat

            Kalau mau lebih jelas dan memang berminat membahas , silahkan contact orang yg kompeten tentang (al quran dan hadist )

            Wassalam

          • lala

            bisa berikan hadist shahih yang mana yg secara eksplisist menyatakan tentnag lgbt? soalnya selama saya dulu belajar di pesantren (saya lulusan pesantren smp-sma hehehe.) kok belum pernah diajarkan ya.

          • Widi sianandar

            Hehe belajar lagi mbak lala, kan diatas udah saya bilang , sorry jarang online mbak lagi survey dikampung susah sinyal inet, nah itu anak pesantren , pertanyaan saya tapi setuju kan bahwa itu suatu perbuatan dosa? Sama dengan zina dan dosa besar lainnya? buat LGBT yg muslim yah, Jadi untuk mempersingkat debat , kita sma sama setuju bahwa hak manusia untuk memilih hidupnya masing masing , sama dengan ujian sekolah kita berhak memilih mau lulus apa kagak . Ya kalo mau lulus ya ujian belajar yg bener kalo ga maunlulus ya ga usah ikut ujian atau maen aja siapa tau beruntung lulus kaya cerita seorang permepuan pendosa ngasih minum anjing yg kehausan bisa masuk surga ( denger ceramah ustadz dr al azhar mesir mba , kalo dalil sahihnya nantibsaya tanyain mba lala), wallahualam

          • lala

            Sip! Perilaku Lgbt dosa, saya setuju

          • lala

            maksudnya yg menyatakan penambahan populasi lgbt menjadi tanda2 kiamat…

  • Pasha

    Begitu mudahnya mencerca bahwa kaum LGBT tak berusaha berubah. Begitu mudahnya memberikan stampel kaum LGBT tak beragama dan tidak takut kepada Tuhan. Saya pribadi tidak akan menyumpahi mereka yang mengingatkan bahwa kami salah, kami harus takut kepada Tuhan, dan lain-lain. Tetapi bagi saya yang dari kecil besar di lingkungan sekolah, madrasah, dan keluarga yang ke-Islam-annya sangat kuat, tetap saya tetap tak bisa memilih menjadi normal. Saya takut dosa dan itu terus menghantui saya, tetapi apakah perasaan dan rasa cinta bisa diindahkan?

    Saya merasa, pada akhirnya saya berhak bahagia seperti Anda. Menikah bukan pilihan bagi saya, tetapi Tuhan saya pasti paham. Saya sholat, saya berzakat, saya berbuat baik kepada sekeliling, saya tidak berkata buruk, dan lalu saya boleh dicap sebagai warga kelas dua hanya karena saya mencintai apa yang menurut orang lain salah? Begitu sedihnya dunia ini, dunia buat saya dan teman-teman saya. Lihat sekeliling kalian, mungkin sahabat Anda seperti saya, mungkin bos saya seperti saya, mungkin kakak atau adik Anda seperti saya. Mereka tidak minta untuk dipahami tetapi at least biarkan lah mereka bahagia dengan caranya. Kami berdosa, Anda juga memiliki dosa. Pada akhirnya, tidak akan pernah mudah menjalani hidup seperti ini tetapi saya bersyukur. Mungkin dulu saya merasa ini sebagai cobaan, tetapi sekarang saya melihatnya sebagai cara untuk saya membantu orang lain dengan cara saya. Menjadi gay membuat saya berjuang dua kali lipat sejak kecil untuk menjadi yang terbaik, berjuang dua kali lipat untuk bisa berprestasi, dan sekarang saya berhasil karena perjuangan dari masa lalu dan Tuhan memberikan ini bukan tanpa maksud. Tuhan punya caranya dan biarkanlah kami bahagia dengan cara kami.

    Note: kami hidup selayaknya umat manusia lainnya. Tidak pernah mengajak orang untuk menjadi seperti kami atau berperilaku tidak santun.

    • Mei Sutardjo

      Semangat Mas Pasha! *daritadi cuman nyimak, begitu baca ini jadi pgn ikutan komen.

      Saya kebetulan hetero. Tapi saya paham bgt rasanya ketika Mas blg “harus berjuang dua kali lebih keras” karena sbg perempuan sy jg harus berjuang, berusaha dan membuktikan dua kali lebih keras dari…. kaum laki-laki. (Pretty sure it’s gonna ignite yet another debate as I mention gender among this “believers”)

      Jadi perempuan, saya tau rasanya nggak punya kesempatan buat memilih dan tiba2 aja udah masuk golongan kelas 2.

      Saya bersyukur dan bahagia dan bangga menjadi perempuan. Saya mengakui perempuan punya batasan (layaknya laki-laki jg punya batasan). Tapi saya nggak bisa begitu aja bilang “iya” ketika perempuan di-blame semata-mata karena dia perempuan.

      I guess it’s it. Semangat ya Mas Pasha. Selama nggak nyalah2i idupnya orang, kita juga berhak nggak disalah2i 😉

      • Pasha

        Terima kasih Mbak Mei atas supportnya! Semoga kita selalu semangat dengan keterbatasan yang dilabeli oleh orang lain, ya 🙂 Bismillah…

        • mas Pasha, saya tidak tahu rasanya ada di posisi gay, karena saya perempuan #eh piss. Saya tidak menjudge orang2 yg kecendrungan perasaannya memang berbeza. Tapi mas, hidup itu memang ujian, dengan keluarga yang kuat lingkungan islamnya pasti sudah tertanam nilai-nilai cinta dari Allah pada mas. Mungkin pada kasus mas, ujiannya adalah ujian perasaan yang tidak mainstream, maka berjuanglah lagi di sini, karena bahagia sesungguhnya sama-sama kita tahu tidak hanya di dunia. Tidak ada yang menyalahkan jika mas hanya jatuh cinta pada lelaki, atau perempuan pada perempuan yg jadi masalah adalah penyalurannya. Kalau bersedia menahan untuk tidak menyalurkan di dunia, berusaha menjalani fitrah nikah dengan wanita (da kita mah tau tujuan nikah bukan hanya krn cinta, sunnah juga- kalau tanya siapa yg mau? berdoa aja, bersama barisan jomblo yang lain ^_^v) . Dan bicara masalah cinta, bukankah cinta tidak harus memiliki? hetero , homo, sama aja *deuh disambi curhat. Cukuplah cinta kita dengan Allah dan cinta kita dengan Allah jadi pembahagia. Bukan cinta pada pasangan atau faktor eksternal lainnya. Smangaaat mas Pashaaaa 🙂

      • idrus wandi

        Ma’af sebelumnya,
        Kalian berdua kan sama2 abnormal, gimana kalo menjalin hubungan saja, itu hanya usul :))

        • Mei Sutardjo

          Abnormal gmn Mas? Gini Mas ya… Mas Pasha itu homoseksual. Kalau saya itu heteroseksual. Dan saya rasa kami dua2nya normal. Masnya jg mg2 normal ya… Amin…

          • idrus wandi

            Siapa bilang pasha normal dia sendirikan yg nulis “Saya pribadi tidak akan menyumpahi mereka yang mengingatkan bahwa kami salah, kami harus takut kepada Tuhan, dan lain-lain”. Kalo mba maaf salah liat, aku kira tadi bisek gak taunya hetero hehehe

            Kalau aku jangan kwatir mba 100% hetero.

          • Mei Sutardjo

            Saya yg bilang Mas… Soalnya saya merasa nggak berhak ngatain siapapun juga sbg nggak normal. Itu di luar kapasitas saya 🙂

            Dan saya… Nggak kawatir kok Mas. Mau masnya hetero kek apa kek… Bukan urusan saya hehehe

          • Pasha

            Betul kata Mbak Mei, bukan kapasitas saya sebagai manusia biasa untuk melabelkan diri saya tidak normal atau normal. Saya tidak lebih tinggi dari Tuhan, Mas Idrus. Semoga Tuhan selalu melindungi Anda dan sekeluarga, ya 🙂

    • OjoDumeh

      sekedar mengingatkan kalau anda lupa: mengimani agama itu artinya percaya, memahami dan melaksanakan perintah agama.. bukan minta dispensasi krn anda berpikir Tuhan akan memahami situasi anda. kebalik itu! anda yg seharusnya memahami agama anda, bukan minta dipahami (oleh Tuhan). kalau gak boleh ya jangan dilaksanakan, kalau boleh ya monggo.. kalau sadar itu dosa ya jangan lanjut.. nafsu syahwat (dg kedok cinta kasih) kok dituruti.. anda pikir nantinya anda sempat diskusi berdua dg Tuhan mengenai situasi anda?

      bbrp orang punya alasan yg tipikal: biar nanti saya yg mempertanggungjawabkan perbuatan saya di hadapan Tuhan (sambil ngebayangin mendebat Tuhan sampai akhirnya Tuhan manggut2 bilang “iya nak kamu yg benar.. Tuhan salah.. maaf ya merepotkan kamu pas di dunia.. silakan, pintu surga ada di kanan.”). ya iyalah masa minta orang lain yg bertanggung jawab. dagelan! ツ

      • Dul-ab Fajar

        tapi kita juga harus tahu, kadang kita buat Alloh lebih kejam daripada hakikatnya.

    • Bambang Tedja

      Wah dramatis banget sampe segitunya.. Life is hard. Yg normal juga hrs hidup jungkir balik buat jd sukses..jgn cengeng.. Perjuangan itu buat semua org… Lagian emang gampang bedain mana homo mana normal? Kayak warna kulit, shg anda diperlakukan diskriminatif golongan kls 2 segala? Pak RT sy jg pasti sulit bedain, semua warganya bisa bikin KTP dgn aman..sinetron nih..

      • Fjola Anindita

        HAHAHAHAHAHHAAHHAHAHAHAHHAA

    • Dul-ab Fajar

      kita terlalu sibuk dengan dosa atau tidak tapi kita tidak sibuk bagaimana berbuat baik kepada org. Kita terlalu sibuk menghakimi gay dan sedikit peduli menghakimi kaum koruptor. Kita sangat memuji orang yang pakai sorban meskipun menghakimi dan mengkafirkan sesamanya dan kita mengkafirkan dan menyingkirkan orang yang tidak seagama dengan kita meskipun dia tidak korupsi, berbuat baik kepada semua orang dan membela hidup orang miskin. Kita lebih senang dengan hal seperficial, dangkal, tetapi tidak mau peduli akan arti hidup yng sesungguhnya yaitu menerima orang lain apa adanya, mengakui bahwa saya tidak pernah bisa sama dengan orang lain.

  • Salman Firdaus

    When someone said “homosexual is genetic” as platform of their argument, my respond is bro…

    Everything is genetic.

    Free will is an illusion.

    Consciousness is a lie.

    Life means literary nothing.

    • Dian S.

      Oh YES. Don’t you know that we are merely a hologram inside a massive supercomputer?

      • Salman Firdaus

        What is ‘we’? Is the hologram actually exist or is it just an illusion projected by the supercomputer to establish our identity as a ‘we’?

  • Yasmin Purba

    Wah, tulisan ini sarat sekali dengan bias heteronormativitas.
    Tulisan ini juga mengingatkan saya pada argumen-argumen para pendukung rasisme yang mengatakan bahwa kulit hitam dan kulit putih memang sama-sama manusia, namun tidak berarti boleh mengakses fasilitas publik dengan setara, akhirnya kulit hitam hanya boleh bersekolah, mengakses fasilitas kesehatan dan fasilitas publik yang kualitasnya buruk.
    Tulisan ini juga mengingatkan saya pada argumen-argumen para pendukung seksisme yang, meskipun, mengakui bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama-sama ciptaan Tuhan, namun hak-hak sipil dan politik mereka tidak setara, sehingga perempuan tidak boleh menjadi pemimpin, bahkan tidak boleh ikut pemilu.

    Namun, atas nama kemerdekaan berpikir, saya mendukung segala bentuk eskpresi pemikiran individu, sesulit apapun pemikiran tersebut untuk dicerna oleh akal sehat. Oleh karena itu, saya hargai pemikiran mas Edward ini, semoga terus semangat menulis, dan jangan lupa untuk lebih banyak membaca, agar semoga kedepannya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang cukup dapat diterima oleh akal sehat. Bahkan, siapa tau, kelak Anda bisa menjadi seorang intelektual betulan dan tidak bernasib sama dengan para pendukung rasisme, perbudakan, fasisme dan seksisme di masa lalu yang menjadi bahan cemoohan sejarah.

    • Yaeya lahhhh survival for the fittest yang kuat menang. Lo pasti cups bisanya cuma protes kalo gak kebagian fasilitas umum. Orang orang mah begitu pistol ditembak langsung “racing” lo malah “‘protas protes” ya jelas kalah start lah. Wk.

    • lala

      ras tidak bisa diubah. tp perilaku lgbt bisa

      • Country Cat
      • Elijah

        Nope, you can’t. At all. Do you even know how it is like to be a part of them? I hope you don’t. Cause seriously living as a queer is hard. We can’t choose who we want to love. It just happened. And we have to live as someone we are not. Because coming out means homophobic (seriously i hate this word so bad, they’re not scared!) will despise you, your parents might disown you, and IF you can’t handle all that you might kill yourself. How’s that different from bullying and being racist ?

        • lala

          pandangan masyarakat terhadap ras tidak bisa disamakan dengan homo, itu beda konteks. kalau ras jelasgenetik sejak lahir sehingga tak bisa diubah, tetapi kalau hmo, tidak ada penelitian ilmiah yang menyebutkan homo itu genetik. jadi konteks bulllying terhadap suatu ras itu berbeda konteks dengan homo.

          • Lib Flow

            Kalo suatu waktu di masa depan terbukti secara ‘ilmiah’ kalo ‘gayness’ ternyata hasil dari perkembangan genetik mahluk hidup, baru bakalan lo terima sebagai konteks yang sama?

            Intinya sama. Pandangan masyarakat dimana pun di masa apa pun hanya akan ‘terdengar’ benar selama suara mayoritas didengar dan dipercaya sebagai sesuatu yang benar. Terlepas dari ada ato engganya bukti ‘ilmiah’.

          • lala

            Ini bukan soal mayoritas atau minoritas tapi suara kebenaran akan menang di manapun ia berada

          • Lib Flow

            Newsflash, kebenaran itu subjektif, apalagi kalo mengenai genetik. Udah tau kan kalo yang namanya science ga mandek di tempat?

          • lala

            Sains gak bisa jd satu-satunya patokan kebenaran, lgbt mau natural atau gak, tetep perilaku menyimpang

          • lala

            kalau misalnya ditemukan adanya gen gay, dan setelah itu ditemukan lagi jika gen gay itu palsu, lalu masihkah sains menjadi satu2 nya pedoman kebenaran?

        • Bambang Tedja

          The problem is some of you have done somthing improper like flirting, inviting, introducing, or even trapping the normal boy to finally convert like you…your group has aggresively converted many normal boys. Then u said it’s their choice.. Too much deception.

  • avivalyla

    INI BARU TULISAN KEREN. Mandiri dalam pikiran. Bukannya tulisan sok keren yang ditulis oleh penulis sok keren, yang menganggap satu2nya yg menjadikan keren hanyalah dengan mengamini semua “apa yang dianggap baik di sana” (baca: Amerika dan Barat). Khas inlander.

    Bravo buat mojok.co. Perbanyak perpedaan pendapat dan warna. Jangan hanya yang impor saja.

  • puntodamar

    menciptakan manusia dari tanah dan tulang rusuk,
    itu natural ya?

  • serahludah

    Dengan mendukung LGBT berarti kalian menodai pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila dibikinya bukan pake ngetweet atau debat kusir, pancasila dibikinya pake perjuangan dan darah. Memang negara ini bukan negara Islam atau Negara Katolik, tapi negara ini adalah negara yang Berketuhanan, dan silahkan cari Tuhan mana yang mendukung homoseksualitas di negeri ini.

    • lala

      SETUJU!!

    • Dian S.

      My God doesn’t give a fuck about homosexuality. He doesn’t support nor against it.

  • Abank Ardi

    Apakah hetero itu selalu bersih? apakah hetero itu tidak menularkan penyakit? apakah hetero yang menikah tidak akan bercerai? apakah hetero lebih baik dari LGBT? apakah hetero yang menikah niatnya selalu baik?

    mungkin ada baiknya kita tidak usah saling menunjuk hidung masing-masing… bagi yang merasa menjadi hetero itu baik, silahkan dijalankan dengan BAIK dan BERTANGGUNGJAWAB… bagi yang merasa menjadi LGBT itu baik, silahkan dijalankan dengan BAIK dan BERTANGUNGJAWAB juga

    Hal seperti ini ga perlu diperdebatkan, lebih baik perbanyak amal dan sodaqoh, perbanyak saling berbagi dengan orang miskin dan anak-anak yatim piatu. Jadi, yang menilai kita itu berdosa hanyalah Tuhan.. 🙂

  • l.febrian

    Sebelum heboh2 muncul, seorg teman membagi link ini: http://scitechconnect.elsevier.com/understanding-sexual-orientation/?utm_source=socialmedia&utm_medium=biomed&utm_campaign=The%20Science%20Behind%20a%20More%20Meaningful%20Understanding%20of%20Sexual%20Orientation&sf10255508=1

    Menurut artikel tsb, ada area di kromosom X yg menentukan orientasi seksual (sebagaimana kita tahu wanita kromosomnya XX, pria XY), baik itu homoseksual, heteroseksual, biseksual, atau aseksual. Homoseksualitas bukan kelainan genetik/penyakit keturunan.

    Kalau dilihat dr sisi evolusi, homoseksualitas kemungkinan tdk berkembang spt ditakutkan org, sebab homoseks tidak dpt menghasilkan keturunan, padahal makhluk hidup perlu berkembang biak utk mempertahankan keberadaannya.

    Sedikit tambahan, Elsevier adalah salah satu penerbit buku iptek berkualitas, mrk juga menerbitkan jurnal2 ilmiah, jadi sy kira cukup kompeten dijadikan sumber 🙂

  • Dian S.

    “Dan jika menurut mereka dukungan ini adalah soal merayakan pluralisme, sanggupkah mereka menerima perbedaan dalam bentuk lain yang jauh lebih ekstrem lagi radikal?”

    Ini maksudnya noleransi orang2 yang mbakar masjidnya Ahmadiyah gitu? intoleransi itu nggak perlu ditoleransi, adanya malah menghancurkan toleransi itu sendiri.

    Saya orang hetero, dan saya mungkin sekarang belum rela kalo anak saya jadi homoseksual — but i’m questioning myself, apa yang bikin saya nggak rela? it turns out to be the society. Jika saja masyarakat toleran terhadap gay, saya sih mikir kayaknya bakal rela2 aja kalau anak saya ternyata adalah gay. Like, ga bakal ada yang ngomongin, dijadiin becandaan, dll.

    “Singkat kata, saya percaya gay adalah produk yang nurture, bukan nature.”

    You say it like it’s a bad thing. Masalah gay adalah nurture atau nature, we’ll never, ever know — and the debate will never ends. We can just believe one of them like we do to our God, though.

    #LoveWins

    • lala

      emangnya ngedukung lgbt yg bertentangan dengan ajaran tuhan di agama manapun, itu namanya toleran?

      • Dian S.

        ehm, bawa2 agama segala… nggak mikir orang atheis?

        terus yakin “bertentangan dengan ajaran tuhan di agama manapun” gitu? serius?

        • lala

          ehm, menolak bawa2 agama segala… nggak mikir orang punya agama?
          terus yakinlgbt gak “bertentangan dengan ajaran tuhan di agama manapun” gitu? serius?

          • Dian S.

            I’m done talking with idiots 🙂

          • lala

            God, Forgive Me! I’m done talking with idiots 🙂

          • Dian S.

            Well, idiots always copy texts to argue cause they can’t even compose one with their own brain…

          • lala

            yup, and im sorry to making you become the parts of the idiots

          • qwerty

            Mba emang sensitif klo bahas tentang agama.. Oke apa pendapatmu tentang argumen mas pasha diatas? Knp anda terlalu insekyur dan parno sihh dengan lgbtq ? It’s okay anda beragama tak masalah. Anda terlalu berusaha untuk tdk masuk neraka dan selalu berusaha pergi ke surga.. Padahal amerika berusaha pergi ke mars ? Lagi pula klo emang benar udah di musnahin di jaman nabi luth, kok masih ada lgbtq sampai sekarang sih ? It’s okay krn anda beragama. Oke sya paham itu!. It’s okay agama di indonesia bersifat publik dan us privat. Saya paham anda terlalu insekyur dan parno dgn agama anda. It’s okayy..

          • lala

            saya pribadi tidak parno dan insekyur dengan lgbtq, saya pernah berinteraksi dengan mereka dan pendukungnya, saya juga punya teman seorang homo, secara personal mereka orang yang baik, tetapi yang saya tidak setujui adalah ide mereka untuk melegalkan pernikahan di Indonesia,

            saya juga paham ide awal lgbtq adalah ide tentang kesetaraan,

            tetapi nyatanya saya tahu jika ada pasangan lesbi dan homo yang hidup bersama, tetep aja yg satu berperan jd suami, yg satu berperan jadi istri,

            padahal dalam ide2 ttg kesetaraan LGBT, relasi suami-istri itu sifatnya patronase,

            lha kok ada lgbt yang mempraktekan relasi patronase yg kata mereka tidak setara?

            ini kan bentuk inkonsistensi ide kesetaraan,

            LGBT , pye iki?

          • qwerty

            Tdk ada yg peduli anda berinteraksi dgn mereka, mereka hanya kurang nyaman ketika anda tdk toleransi dgn mereka. Hahha valid gak apa yg anda bilang.. Nah itu di indonesia lingkungan indonesia sangat kejam terhadap mereka sehingga terpaksa berpasangan walaupun homo dan lesbi. Lagi pula tdak relevan dehh ngapain coba homo berpasangan dengan lesbi. Sungguh naif pemikiran anda ? Valid gak itu ??

          • lala

            maksud saya ada dua pasangan, satu pasangan homo dengan homo, satu pasangan lesbi dengan lesbi, kalo gak percaya,bisa tanya langsung deh dateng ke tempat saya, di Yogya, monggo saya ajak diskusi terbuka,

          • qwerty

            Ngapain coba ketempat anda? Jadi kesetaraan yg anda maksud tdi, yg satu jadi istri satunya suami walaupun lesbi. Jadi apa coba hubungannya ? Sungguh dangkal. Tau gak arti legal lgbt di amerika itu tentang kesetaraan ? Sebenarnya anda tdk tau bahwa kenapa dilegalkan supaya semua kaum setara entah itu hetero, gay, dll. Sebenarnya agar warga menjadi saling toleransi dan saling menghargai no bullying lagi. Apa hubungannya jdi suami istri hahha. Emang klo nikah sudah pasti yg satu suami yg satu istri hahah gak valid gak relevan

          • lala

            hadeh, makan dulu sana!

          • lala

            situ paham konsep patronase?

          • lala

            “amerika berusaha pergi ke mars “–> saya jamin kalo amerika transmigrasi ke mars, maka bumi akan damai dan tentram tanpa peperangan!

          • qwerty

            Oke jelaskan knp amerika bisa sangat berpengaruh di dunia ? Knp syriah begitu kacau bunuh sana sini berperang ? Knp anda begitu strong menolak tren baru ini, padahal di timur tengah tak henti hentinya berperang bunuh sana sini? Anda begitu naif mbaak. Pemikiran anda terlalu dangkal sehingga anda bigot, insekyur dan parno dgn ajaran agama anda dgn lgbtq. Its okay anda menolak di indonesia terjadi tpi pasti akan terjadi tpi masih sangat lama. Mungkin anda sudah die ? Lalu anda mau apa ? Nyeloteh lagi dri surga saat sudah legal di indonesia.. Its okayy hahha

          • lala

            amerika berpengaruh bukan secara nyata, mereka hanya menghegemoni pemikiran dunia, dengan konsep ham,demokrasi, liberalisme dan sejenisnya, tinggal kita mau gak dihegemoni ,,,,

            pernah kan baca soal hegemoni antonio gramsci?atau konsep wacana foucault ? anda akan paham bahwa realita itu dikonstruksikan,

            anda bilang syariah kacau dan suka perang? syariah yang mana? paham konsep syariah? tahu yg perang di timteng itu siapa? memangnya itu mereka yg menginginkan penerapan syariah?
            BUKAN.
            konflik timteng sengaja diciptakan untuk menjaga dominasi USA di sana, nih salah satunya konflik yaman, https://dinasulaeman.wordpress.com/category/yaman/,

            kalau mau legalkan pernikahan sejenis, mau lewat prosedur hukum dan politik yg mana?
            wong jelas pernikahan sejenis bertentangan dengan pancasila ,

            paham hirarki peraturan di Indonesia kan?

            kalau beradu argumen jangan dikit2 ad hominem lah,

            anda bilang saya naif, pikiran dangkal bigot insekyur dan parno,

            tapi coba balas argumen saya dengan argumen, jangan ad hominem,

            paham gak apa itu ad hominem?

          • Saman Semaun

            hegemoni dan konsep wacana malah lebih cucok dan masyuuk terjadi dalam agama

          • lala

            yakin?

          • Saman Semaun

            iyalah, dah jelas agama itu hegemonik

          • lala

            agama yang mana dulu nih?

          • Saman Semaun

            semua agama lah

          • lala

            wah maaf saja ya mas, saya gak setuju,

            soalnya klo dalam agama yg saya anut sih, justru tegas mengatakan kalau TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA, yg baik dan buruk itu bisa dipahami dengan logika kok , tinggal mau gak orang buat memaksimalkan peran akalnya saja secara bertanggung jawab.
            dalam agama saya secara prinsip tidak memaksa manusia buat bertindak begini begitu, semua manusia justru dibebaskan untuk memilih mana yg menurutnya benar. pertanggung jawabannya nanti kelak di akhirat. itu bagi yg mau meyakini , jika tidak yakin ya silahkan.
            hny saja ketika suatu perilaku sudah bersinggungan dgn kepentingan orang lain, ya baru itu ada konsekuensinya di dunia ini.

            nah, jadi sekarang tolong beri tahu saya dimana letak hegemoninya agama? karena tidak semua agama seperti yang anda kira, jangan menggeneralisir.

          • Saman Semaun

            Surat AL FATH: [48.16] Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.

          • lala

            mas, kalau mau mengambil ayat dr alquran jangan asal-asalan, setiap ayat itu ada konteks nya mengapa dia diturunkan, dan ayat yang anda sebutkan itu adalah ayat tentang ajakan perang yg saat itu tengah dihadapi kaum muslim. ayat yg turun saat kondisi peperangan tentulah ayat yg meneguhkan semangat pasukan perang, jadi jika ayat itu asal dipakai untuk menunjukkan bahwa agama adlh ajaran pemaksan , anda salah besar dan nampak jika anda hanya bernafsu untuk memojokkan agama.

          • lala

            dibelahan bumi manapun, etika peperanagn adalah bagi pasukan yg berani maju perang dan tak gentar menghadapi musuh, maka ia akan dihormati baik hidup atau mati sebaliknya pasukan berpaling dari perang akan dicap pengkhianat dan jika mati, maka ia mati konyol. dan ayat yg anda pakai ini adalah ayat tentang peperangan, jadi sama sekali tak dapat membuktikan bahwa agama adalah ajaran pemaksa

          • lala

            ayat yg anda kemukakan itu memiliki konteksnya sendiri. ayat itu diturunkan pada kondisi peperangan, guna meneguhkan semangat pasukan perang. Dan di belahan bumi manapun, etika peperangan selalu memberikan penghormatan pada pasukan yang berani maju perang dan memberi kehinaan pada pasukan pengecut serta pengkhianat perang. jadi anda salah kaprah jika menggunakan ayat itu untuk memperlihatkan bahwa agama adalah pemaksa. justru anda terlalu tendensius untuk memojokkan agama dan asal mencomot dalil dalam agama.

          • idrus wandi

            Jadi manusia janganlah terlalu bodoh (tanpa berfikir). Anda ateis? kalo ya, saya tidak heran dengan argumen anda. Saya sebagai umat Islam slalu berusaha untuk tdk masuk neraka dan selalu berusaha untk masuk surga, karena saya percaya dan yakin akan adanya hari pembalasan. Pernahkah anda berfikir kalau dunia ini, siapa yg menciptakan atau bimsalabin langsung jadi. Hanya Allah SWT yang maha segalanya.

          • qwerty

            Oke saya hargai anda beragama sy juga hargai penyataan anda jgn terlalu bodoh (tanpa berpikir).. Sy percya adanya suatu yg tak pernah bisa dicapai oleh manusia dan manusia itu sendiri menyebutnya Tuhan. Its okaay.. Oke sy hargai apa yg diajarkan oleh orang tua anda, lingkungan anda dll. Dari yg diajarkan turun temurun itu semua hasil pemikiran manusia.. Apakah pemikiran itu valid tdk ? Pernah kah anda berpikir, kok bisa gitu ? Jgn asal dicerna, langsung iyaa itu pasti benar, saya dan anda pasti benar.. Its okayy klo anda bilang sy tdk berpikir, nahh balik ke anda apakah anda pakai otak anda untuk berpikir, jgn batasi diri anda karena doktrin ketakutan yg diajarkan kepada anda. Sebenarnya terlalu jauh konteks yg sudah dibahas.. Lgbt? Dosa? Knp berdosa ? Klo orang berdosa masuk neraka, knp takut masuk neraka,,, its okayy apa yg diajarkan padamu, ada hari penghakiman. Pake lagi, knp harus ada hari penghakiman, itu valid gak ? Jgn hanya iyaa aku percaya dan itu benar dan syalah yg paling benar. Anda terlalu dangkal, okay anda beragama, tpi anda terlalu insekyur dgn agama anda sehingga anda bigot dan tdk toleransi, respect dgn org yg tak beragama.. Its okay apa yg diajarkan padamu tdk ada yg peduli tentang ituu.. Kembali lagi tanya dirimu apakah itu semua benar, pakai otakmu. Sya juga belum bisa bilang apa yg sy ketahui saat ini benar sy masih belajar terus menerus.. Yg jadi masalah umat beragama okaay sy terima tanpa berpikir kritis, knp ini knp itu.. Sebelum apa yg diajarkan telaah dulu apakah itu semua benar, valid gak. Jgn krn orang semua pikir itu benar anda juga bilang benar. Nah ini yg dibilang dangkal asal terima aja doktrin yg diajarkan..siapa yg tau yg diajarkan oleh yg lebih tinggi posisinya dri anda itu benar, belum tentu. apa yg dipikirkan oleh manusia itu tdk akurat krn ada yg disebut imajinasi. Valid gak ?

            Oke klo memang benar terjadi hujan batu di sodom dan gomora, kita tunggu aja di amerika sana hahha nah pertanyaannya klo emang musnah kok masih ada lagi lgbt yah ? Apakah yg diajarkan iti benar knp benar ? Kok masih ada lgbt ?? Bukannya sudah dihancurkan.

          • idrus wandi

            Amiennn,

            Ok. Saya kira dari pernyataan anda ada dua hal yang menarik
            1. Dari yg diajarkan turun temurun itu semua hasil pemikiran manusia. Apakah ini bersangkutan dengan agama, kalau ya? Mohon ma’af saya harus bilang anda salah besar karena agama (Islam), dan Al-Qur’an sesungguhnya benar2 dari Allah SWT, “menurut keyakinanku”. Yang bersifat turun temurun adalah adat istiadat dimana memang benar hasil pemikiran manusia.

            2. Pernah kah anda berpikir, kok bisa gitu ? Jgn asal dicerna, langsung iyaa itu pasti benar, ma’af sekali lg apa ini bersangkutan dengan adanya Tuhan, agama, kalau ya? Dalam agama Islam bagi siapan yang menyangsikan akan adanya Tuhan atau ada Tuhan-Tuhan yang lain Selain Allah maka hukumannya neraka, nauzubillahiminzalik. Maka bagi setiap umat muslim wajib mengakui bahwa akan adnya Tuhan dan Tuhan itu Esa.

            Terima kasih anda bilang saya “Anda terlalu dangkal, okay anda beragama, tpi anda terlalu insekyur dgn agama anda sehingga anda bigot dan tdk toleransi, respect dgn org yg tak beragama”. Disini cuma saya mau bilang silahkan saja anda mau bilang saya apalah, tetapi harus anda ketahui saya tidak melarang anda ateis atau apalah itu urusan anda sendiri, anda tidak meyakini akan adanya Tuhan dan hari pembalasan ya terserah anda, dalam Islam tidak ada pemaksaan untuk memeluk Islam.

            Aku memang bodoh, tapi gak bodoh2 amat, TIDAK SEPINTAR ANDA. Hidup ini harus mempunyai keseimbangan yaitu dunia dan akhirat, silahkan saja kejar dunia tapi jangan lupakan akhirat. Allah maha segalanya.

          • Dian S.

            mas, jangan nulis seakan-akan semua orang di dunia ini cuma beragama islam. apalagi ngejudge orang ateis. ngejudge keyakinan lain di dalam circlemu (muslim) sendiri sih ga masalah. tapi kalo udah di depan orang itu sendiri, di situlah akan timbul perang.

        • lala

          orang beragama disuruh toleran sama yang atheis, tapi apakah orang atheis juga mau toleran dengan orang yang beragama? ingat toleransi itu hanya bisa berjalan baik dari dua arah.

          • qwerty

            Pernah gak berpikir knp bisa ada org ateis di dunia ini ? Sebenarnya klo mau di bilang toleransi, kaum ateis bertoleransi orgnya mereka menghargai privasimu tak kepo layaknya anda yg beragama.. Oke kita bandingkan negara yg paling bahagia klo tdk slah iceland, denmark yg cenderung ateis warganya dengan negara di timur tengah contohnya di syriah, palestina, dll. Sekarang knp iceland, denmark bisa jdi negara terbahagia ? Yahh karena mereka saling toleransi, krn saling toleransi berpengaruh pada kebahagiaan hidup kita contohnya. Sekali lagi anda terlalu naif, insekyur, bigot, paranoid jadi orang yang beragama

          • lala

            denmark bahagia karena negaranya menerapkan konsep welfare state bukan karena mereka ateis,

            paham konsep welfare state?

          • lala

            jadi kepo itu sama dengan tidak toleran ya? baru tahu.

          • lala

            syria dan palestine menjadi negara yang penuh konflik bukan karena mereka tidak atheis, tapi karena ada yg menciptakan konflik di timteng,

          • lala

            makmur tidaknya negara bukan dilihat dari ateisnya, tetapi pengelolaan pemerintahannya

  • Lutz Soedibjo

    Menurut saya,masing-masing org yang sudah dewasa (Secara legal)mempunyai hak untuk membikin keputusan buat diri sendiri. Mau itu gaya hidup ataupun orientasi seksual, keduanya adalah urusan individu dan nggak perlu diputuskan oleh orang lain.

    Sejahtera, man, di amrik maupun di Tanah Air.

  • Meilandra

    Saya biseksual dan saya beragama, kok, Pak, Bu, Oom, Tante. Masalahnya gini, Oom, Tante, apakah landasan agama itu menjadi alasan untuk membunuh hak manusia? Bukankah manusia mempunyai hak untuk hidup layak dan mempunyai keluarga? Kalau Oom dan Tante yang pintar ini berpikir akan toleransi, sudah berapa lama Kami, para minoritas bertoleransi? Kalau Kalian berkata ‘Jika Adam menikah dengan anak saya, berarti dia bukan gay, dong?’ Oom, Tante, ayah dari teman saya beberapa hari lalu came out ke istrinya kalau selama ini dia gay dan menikah hanya karena keadaan yang tidak mendukung.

    Oom, Tante, kalau Kalian khawatir akan masa depan anak dan cucu Kalian yang nanti akan menjadi ‘abnormal’, kenapa harus takut? Takut nanti kiamat? Toh kiamat pasti terjadi dan terjadinya bersamaan, kecuali kalau kiamatnya di negara yang mengesahkan pernikahan sesama jenis duluan.

  • lala

    sekarang yang gay minta pernikahannya disahkan, besok yang pedofil ikutan, lusa yang incest gak mau kalah,
    mau jadi apa generasi ke depan bangsa ini??

    • Dian S.

      Well, masa depan bangsa ini jelas bakal ancur kalo dipenuhi orang2 dengan logika macam ini…

      • lala

        Indonesia hanya hancur jika kita sekarang tidak perduli dengan masa depan generasi penerus, termasuk membiarkan lgbt tumbuh subur merusak tatanan nilai dan noma yang ada.
        berantas lgbt selamatkan indonesia!!!

  • Royani Mohammad

    Saya sih ndak mau komentarin masalah issue-nya, tapi masalah konten tulisannya itu lho, kok semakin kesini, semakin sempit saja yak. Kayak selangkangan celana kalau lihat dede-dede pake celana gemez sambil ngabuburit.

    Apa penulis di mojok kurang piknik sambil ngopi kali yak, alasan yang diutarakan kok itu-itu saja… yang GREGET gitu lho kalo kata anak sekarang, Mbok ya kasih isu baru tho, jangan terkesan kurang piknik dan jarang ngopi bareng sambil diskusi, apa gara-gara lagi puasa jadi diskusi isu nasional juga puasa. Lah, ini malah tambah kebelingsek tho….

    Yowis monggo pada cari isu baru yang lebih seger lagi biar terkesan #kekinian gitu lho masbro, mbabro dan handaitaulan semuanya….

  • idrus wandi

    Hanya orang2 yg tidak beriman yang mendukung para LGBT, jelas2 Allah SWT melarang bagi siapa saja yang menikah sesama jenis. Ya bagi siapa yang mendukung pernikahan sesama jenis, berati dia telah lalai (melanggar peraturan Allah). #HidupItuHarusBerfikir

    • Met Slamet

      Berapa dalam anda memahami Alquran? Apakah gara gara anda beragama terus anda bisa claim diri anda lebih baik dari orang lain? Anda yang mungkin harus berpikir lagi. Alquran itu 1 kitab yang menurut saya satu ayat ke ayat lain berhubungan dan surat satu ke surat yang lain berhubungan. Jangan memahami cuman satu ayat terus merupakan ayat yang lain. Islam itu ajaran supaya anda berpikir jangan di cerna mentah mentah. Contoh: Di Alquran Islam mengklaim adalah Agama penuh rhmat, agama sepanjang jaman. Tetapi di ayat lain di srbutkan agamaku ya agamaku, agamamu ya agamamu. Disitu terlihat jelat how tolerant Islam is !!! Terus di ayat lain juga disebutkan Bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai suku, agama dan ras agar mereka saling mengenal. Jadi please jangan gunakan satu ayat dalam Aquran untuk menghakimi suku/ras atau golongan lain tanpa mengindahkan ayat yang lain dari alquran itu sendiri. Itu kenapa di dalam banyak semua surat Alquran di akhiri dengan “beruntunglah orang orang yang berpikir” Dan Allah itu Maha Mengetahui. Kalau anda pengen deket dengan Allah, perbanyaklah pengetahuan.

      • idrus wandi

        Gue gak pernah bilang diriku lebih baik daripada orng lain tapi, aku lebih baik daripada orang yg menghalalkan pernikahan sejenis, karena aku yakin dan percaya didalam agama yg aku anut, bahwa pernikahan beda agama saja haram apalagi sesama jenis.

        Masalah agama: Nte moslem or no? Aku akui tidak begitu dalam memahami Al-Qur’an, kalo dalam ane ustadz dong hehehe,,,,tapi setidaknya aku mengerti mana yg halal, haram, wajib, sunnah, dll yg sesuai dengan petunjuk isi Al-Qur’an. Memang benar Islam Agama penuh rhmat, agama sepanjang jaman “menurut keyakinanku”. Untukmu agamamu untukku agamaku, ayat ini kan jelas bahwa dalam islam tidak ada pemaksaan dalam memeluk islam.

        Siapa yang menghakimi suku/ras golongan lain, saya cuma bicara sebagaimana yg saya ketahui dalam Al-Qur’an. Kamu kan tau “beruntunglah orang orang yang berpikir” Dan Allah itu Maha Mengetahui. Tolong pahami lagi kalimat yg tertanda petik.
        Mari sama2 perbanyak pengetahuan, biar tidak menjadi orang yg zalim.

        • Met Slamet

          Gw Moslem or not itu bukan urusan loe, karena agama menurut gw lebih ke hubungan dan tanggung jawab gw sendiri ke Tuhan gw. Anyway, dengan loe bilang loe lebih baik baik daripada orang yg membolehkan pernikahan sejenis, itu sudah menandakan kearogansian loe dalam hidup. When in fact manusia itu tempatnya salah, Even me, gw ga pernah bilang gw lebih baik dari kucing peliharaan gw, apalagi sesama manusia. Percayalah, dunia ini akan rusak someday bukan karena ulah binatang binatang atau ulah para homo homo diluar sana. Tetapi dunia ini akan hancur karena kesombongan, keserakahan seseorang, kaum, negara, suku atau ras yang merasa dirinya lebih dari yang lain, padahal sesungguhnya yang berhak mengadili manusia itu sendiri adalah alam dan Tuhannya masing masing. Wallahua’lam! Tuhan itu Maha Adil, dan Maha mengasihi dan lagi Maha Pengampun.

          • idrus wandi

            Aduhhhhh, Met Slamet,,,,
            Siapa bilang gue arogan, apa karena aku nulis “aku lebih baik daripada orang yg menghalalkan pernikahan sejenis”. Tuhan aja melarangnya apa lagi saya yang cuma hambanya.

            Anda bener2 perlu diluruskan met met, kalau nte muslim pasti anda tahukan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia, mengapa manusia disebut paling mulia? Manusia adalah ciptaan Tuhan yg paling indah dan tinggi derajatnya. Manusia diciptakan untk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi. Dan masih panjang kalau mau di jelasin secara detail. masak loe gak lebih baik dari kucing peliharaan. Rendahnya dirimu met met.

            Ini lagi, apa aku ini sombong, anda merasa terhakimi oleh tulisanku dan sebagainya? Kesombongan, keserakahan seseorang, kaum, negara, suku atau ras yang merasa dirinya lebih dari yang lain. Kan sudah aku bilang tadi Tolong pahami lagi kalimat yg tertanda petik ini “beruntunglah orang orang yang berpikir” Dan Allah itu Maha Mengetahui. Mengkritik bukan berati menghakimi orang lain atau apalah tapi untuk membangun. Ma’af kalau kamu merasa terhakimi oleh tulisanku, tapi saya tidak berniat untuk menyakiti siapapun.

          • Met Slamet

            Hahahaha ga ada yang merasa terhakimi, anyway berpikirlah!

          • idrus wandi

            Alhamdulillah kalau anda tidak merasa terhakimi oleh tulisanku. Semoga saja anda kembali kepada kodratnya sebagai lelaki. Amin

          • Met Slamet

            Why should i terhakimi oleh kamu???. Keadilan yang sebenar benarnya ada di Tangan Tuhan. Biarkan Dia nanti yang menghakimi gw. Tuhan Maha Adil bro! Tp cobalah lihat bro, Kalau anda benar benar berpikir, bagaimana sesama Islam di timur tengah pada saling bunuh? Sunni, syiah or whatever, coba pikir kenapa mereka sampai saling bununh?? Jawabannya karena “mereka mencari pembenaran masing masing, dan menghakimi satu sama lain, sehingga mereka melupakan ayat yang bahwasannya muslim itu bersaudara”. So please dirikan Islam jangan cuma menjalankan. Menjalankan itu mudah sekali, mendirikan itu sangat complicated. Good luck!

          • idrus wandi

            Coba pikir kenapa mereka sampai saling bununh?? Jawabannya karena “mereka mencari pembenaran masing masing, dan menghakimi satu sama lain, sehingga mereka melupakan ayat yang bahwasannya muslim itu bersaudara”. Apa kamu yakin alasannya begitu, kamu dapat sumber dari mana, tolong share ke aku?

            Kalau menurut sumber yg pernah aku baca, begini bunyinya;

            Sejumlah organisasi juga digerakkan di daerah-daerah strategis Timur Tengah yang menjadi penyebab Timur Tengah bergejolak, rawan konflik dan tak pernah damai. Salah satu bentuk organisasi, misalnya bisa berbentuk organisasi Islam ekstremis. Sebagai spekulasi, ISIS boleh jadi adalah bentukan negara Barat yang punya otoritas penuh. Hal ini oleh sejumlah media diamini oleh Hillary Clinton sebagai tokoh penting di Amerika.

            Mengapa Timur Tengah rawan konflik? Mengapa Timur Tengah tak pernah damai? Mengapa Timur Tengah selalu perang? Jawabannya, adalah konspirasi dari negara-negara Barat yang punya otoritas penuh untuk “mengadu domba”, memecah belah, dan membuat situasi menjadi tidak stabil di negara-negara kawasan Timur Tengah.

            Banyak media yang secara terang-terangan melakukan kritik terhadap tindakan yang dilakukan negara-negara Barat yang punya otoritas terhadap negara-negara di Timur Tengah. Namun, faktanya dunia dan masyarakat internasional memilih menutup mata. Pun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga bergeming dan tak bisa berbuat banyak.

          • Met Slamet

            Nah itulah bedanya lu ama gw! Gw melakukan pemahaman gw sendiri sedangkan lu memakan mentah mentah semua ilmu dan informasi yang lu liat tanpa di cerna dulu. Jadinya mudah terhasut! Walaupun sumber lu ada benarnya, tapi kalau orang2 kayak lu berpikir dan ga makan mentah2 informasi dan ilmu yg di dapet, ga mungkin kayaknya islam di pecah belah. Anyway, diskus ama lu ga ada titik terangnya, segalanya di makan apa adanya. Ga di olah dan di cerna dulu. Kayak balik di jaman jahiliah. Sorry i did not mean to judge! Good luck, cheers!

          • idrus wandi

            oooo, dapat dari pemahaman sendiri,,wajarlah sikap anda seperti itu, gue gak heran. Asal anda tau untuk menemukan sebuah solusi itu, yang terbaik adalah diskusi, mencari referensi kalau memang gak tau , mempertahankan pendapat yg belom tentu benar itu namanya debat.

            Ya sudahlah, percuma saja diskusi sama loe, buang2 waktu saja,,,
            Jalani saja apa yg kamu anggap benar,,,
            Saya do’akan semoga anda diberi petunjuk oleh Allah dan kembali pada kodratnya.

          • OjoDumeh

            setuju banget sama mas Idrus.. mereka hanyalah orang2 yg gagal mengimani agamanya.. yg sibuk mempertanyakan perintah dan larangan Tuhan demi nafsu syahwat berkedok cinta kasih.

          • Met Slamet

            Yep Pemahaman sendiri, ga semua info yang gw dapet, gw consume mentah mentah. Ok, loe bilang manusia adalah makhluk paling mulia, (gw pikir hanya beberapa) lu jangan lupa ayat lain, bahwa manusia itu punya nafsu seperti binatang (gw kira lu tau maksud gw). Dan gw pikir manusia itu perlu alam, bukan alam yang perlu manusia. Jadi sebagai manusia, jangan sombong!!! Anyway, GLBT is not only about sex. They love each other! Daripada lu ngeributin kaum LGBT yang pengen menikah (mereka bertujuan baik), mendingan lu urus sendiri kaum lu (straight) yang melakukan sex di luar nikah. Dan itu makin banyak komunitasnya, dan harus di rajam kalau lu keukeuh pakai dalih islam untuk menghakimi kaum LGBT. Think about it!!!

  • abi

    manusia itu ga punya hak, yang ada hanya kewajiban…. jika ada manusia yang menuntut hak, maka sebenarnya dia sedang menghancurkan dirinya sendiri…

    • Sendy Aditya Suryana

      hak hidup atau kewajiban hidup?

      • abi

        hidup itu anugrah, nikmat dari yang menciptakan…

        • Sendy Aditya Suryana

          kalau mendapat rezeki itu hak atau kewajiban?

          kok bisa manusia gak punya hak? bukannya manusia itu punya hak? hanya sebelum mendapat hak harus melaksanakan kewajiban dulu, bukannya alurnya seperti itu? kenapa manusia gak punya hak? apa manusia ini hanya budak?

          • abi

            manusia ga punya “hak”,, karena manusia tidak bisa menentukan apapun terkait hasil dari sebuah proses….
            bekerja dapat rezeki?? apakah rezeki itu adalah “hak”??
            apakah kita bisa menentukan berapa rezeki kita?? atau kita dapat rezeki atau tidak??
            kita hidup?? apakah hidup itu hak?? kita bisa menentukan hidup kita sampai kapan?? besok kita masih bisa hidup tidak?? bisa kita pastikan??

            selama ini kita semua salah kaprah mengartikan hak. seolah-olah hak adalah suatu yang pasti ada (dimilki/dinikmati/dirasakan/dll) oleh kita, sehingga bisa kita paksakan dan kita tuntut keberadaannya.

  • Tuhan memang Maha Keren. yg percaya Tuhan buatan otak manusia, tolong saya dijelaskan bahan mentah (pembuatan) alam semesta ini apa?
    masak iya ada dg sendirinya.
    Tuhan Maha Keren. nciptain manusia macem2, ada yg homo lesby hetero biar manusia pada mikir… coba pelajari relung hati masing2..

  • LLH

    Menjadi leabian atau gay itu pilihan hidup kok bukn suatu penyakit yg menular,,, semua kembali ke individual masing”…so gw mendukung kok LGBT ,,, sama sama manusia kan jangan saling mencela,, jangan kira LGBT itu minus yaaa,, bakhan mungkin lebih baik hidupnya dr org normal lainya,, bnyak kok lesbian dan gay dokter,, artis,, musisi,, sampe model,, bahkan sampe anak pejabat pun ada,, so itu pilihan hidup nga usah gonjang ganjing lah,,, urus urusan dlm negeri dl bru ngurusin soal LGBT..so be nice ajah

  • saya

    kenapa nggak bisa saling menghargai pilihan saja sih? mau heterosexual, homoseksual, come on itu urusan dan kenyamanan masing2 manusianya saja. mau dilegalkan pernikahan sesama jenis atau adanya pengakuan keberadaan para pelaku LGBT, nggak akan buat yang heterosexual serta merta menjadi homo atau populasi manusia punah. tidak akan terjadi. apa yang sebenarnya ditakutkan dari keberadaan para LGBT? apa dengan menjadi LGBT, menjadikan mereka manusia yang jahat, nggak bermoral, dsb?
    coba diskusi ditanggalkan dulu itu kitab2nya. bukan tidak menghargai sastra2 tsb. tapi ayo lihat realita dan dipikirkan baik2 pakai nalar sendiri. 🙁

  • Antonio Andreanto

    bagaimana dengan Transgender (ada didalam skup LGBT juga kan ?)

    gak percaya juga itu masalah genetik ??

    • Dian S.

      Sigh… terus kalo nggak genetik kenapa

  • James @ Universe

    Some people just want gay people to marry their straight kids. #SpreadDatGayVirus #EverybodyGoesGay #LoveFinallyWins #Slay #AMEN

  • chantiks

    “Pertanyaan: skrg kan orang pro kontra soal pernikahan LGBT di Amerika. Dulu Dorce nikah, kok orang kita adem2 aja?” *ngutip tweetnya >> @edykhemod

  • Hendriyadi Hendriyadi
  • BlackOut

    Terlepas benar tidaknya asumsi2 dalam tulisan ini, yg pasti ide tulisan ini adalah sesat pikir. Appeal to nature logical fallacy… kurang sesendok nih kayanya 🙂

    • lala

      maaf, coba jelaskan sesatnya di sebelah mana!

  • Alif (^o^)/

    Manusia di beri akal, untuk berfikir. sehingga bnyak perdebatan terjadi disini. Hehehe, Mungkin dengan Menikah sesama jenis manusia menjadi lebih baik. Lebih baik dari binatang yang tak diberi akal karna Binatang hanya bisa kawin dengan lain jenis. TIk Tok, . . .

    • Dian S.

      Binatang ga diberi akal? do you think they use some random impulse to live instead of brain?

      • lala

        kamu bisakan membedakan makna akal pada manusia dengan makna otak pada hewan?

  • Arion Batara Purba Siboro

    Penulis ini sepertinya semi-bigot berkedok intelektual. Penelitian yang diambil hanya mengatakan gen bukanlah hal utama penyebab homosexualitas, bukan berarti meniadakan faktornya. Kesimpulan ketiadaan faktor gen, diambil penulis sendiri, bukan kesimpulan penelitiannya. Lagian banyak teori dan hasil konsesus ilmuwan yang tidak dikutip oleh penulis, salah satunya teori Sigmun Freud dan konsesus pakar psikiatri di dunia.

    Jika tanpa faktor gen, homosexualitas ditengah tekanan masyarakat, harusnya sudah lama punah di hapus evolusi. Namun buktinya di setiap generasi dan peradaban perilaku ini bertahan.

    Terakhir penyamarataan asal dari penulis, seakan-akan pendukung LBGT sendiri tidak akan siap jika orang terdekatnya menjadi LBGT. Jika penulis merasa demikian, tidak perlu berspekulasi bahwa orang lain juga begitu. Jika orang lain saja kami rayakan kebebasannya menjadi LBGT, saya kira begitu pula dengan rekan, saudara , temen (dekat)

  • stopHOMO

    setelah pernikahan homo2 dilegalkan,,akan tidak mungkin jika nantinya pedofil menuntut hak yg sama buat bisa menikahi anak-anak,,alesannya karena HAM, karena butuh bahagia, karena ingin dicintai dan mencintai,,

    *homo2 ga perlu khawatir sama pedofil,,kalian ga perlu susah2 mikirin anak karena kalian ga bisa punya anak -_-

    • Dian S.

      LGBT dibandingin sama pedofil. Slippery slope logic…

  • Kaeiten Fitzgerald-MacKenzie

    the amount of ignorance in this post and the comment thread is too damn high it’s painful to read.

  • Dian S.

    Long story short: orang2 di sini kayaknya ga mau ngejudge LGBT, tapi mereka mikir “hell, it’s so wrong…”

  • Faisal Azhar

    Saat kata kebebasan jadi pedoman.

    apa sih urgennya kebebesan itu? tujuannya kebebasan itu apa?

    Hidup kan butuh aturan

  • Bambang Tedja

    klo artikel yg ini lebih cerdas, lebih kalem, lebih saintifik…

  • Nanik Sjogren

    Puyeng amat. Seks diluar nikah diharamkan. Diizinkan menikah diributkan dengan alasan normal/tidak normal, nature atau nurture. Bleh..pada lupa semua, setiap warga negara baik apapun jenis kelaminnya, normal/tdk kurang lbh memiliki hak yg sama. Termasuk hak kawin dan apalagi hak memilih jodoh. Justru yg paling harus disalahkan itu pemerintah, kenapa perkawinan harus pakai disebut legal/ilegal. Perkawinan itu antara dua orang, bukan org dg pemerintah. Apalagi dg embel2 alasan agama… Tradisi kawin kawinan itu jauh lbh tua drpd agama apalagi pemerintah Amerika. Di Swedia contohnya pemerintahnya gak ribut2 amat. Gak kawin gak papa, mau kawin silakan. Sejenis oke, hetero yo monggo.. Gak ada dikriminasi, gak ada istilah normal/tdk normal. Semua lumrah. Semua bisa terdaftar di kantor pemerintah, lengkap dengan pasangan (menikah/tdk menikah plus anak2nya) Toh, banyak juga org beragama Arab yg mau numpang hidup disini (dan jg di Amerika sana). Lagipula, pelegalan ini kan sifatnya adminitratif semata, antara warga negara dengan pemerintahnya (yg entah apa tujuannya lha wong tanpa dilegalkan juga gak papa). Setahu saya, pemerintah juga tidak akan memaksakan lembaga agama seperti gereja dan memaksa pendeta untuk menikahkan pasangan sejenis. Ada hak untuk menolak, namanya hak asasi manusia. Jadi apa yg diributkan..? .. Kalau Anda mengimami agama Anda, ya sudah gak usah ikut2an. Apalagi pakai menghujat segala… Wong tidak ada pemaksaan di agama Anda kecuali MUI misalnya ikut2an mengesahkan. Silakan Anda protes… Dan siapa bilang isu Homoseksual itu tak ada di Indonesia raya? Ada yg sudah baca Surat Centhini.. ? Lah itu malah raja dengan ulama, dan itu hadir sebelum Indonesia raya diterbitkan lho. Ada yg tahu soal reyog Ponorogo dengan tradisi gemblak kala itu (yg kini terkikis budaya Arabiya).. Wes sak karepmulah. Saya pribadi tdk melihat itu isu gender atau sexual, itu isu human right semata atau lebih tepatnya, isu keadilan sosial semata. (Yuks mari bayangkan bila ada negara yg tidak mau melegalkan perkawinan heterosexual…. Monggo silakan cari dasar protes Anda). Eh mas, saya tidak khotbah toleransi apalagi human right lho… Saya belum wajib bayar pajak soalnya.. Saya hanya bertanya, apa sih yg diributkan?

  • Aisyah Nuraini S.E

    Maaf sebelumnya, saya adalah prempuan. Saya punya pacar, dan pacar saya ini gay. Saya pacaran sudah hampir 4 tahun. Akhir akhir ini, pacar saya udah mulai berubah. Entah apa yg dipikirkan oleh jalan pikiran pacar saya. Pacar saya mengatakan kpada sya bahwa dia gay. Dan dia meminta saya untuk putus hubungan. Jujur saya sangat kecewa, dan sebetulnya saya masih mencintainya, dan tidak mau perpisah dengannya. Karena atas berdasarkan rasa cinta. Saya rela merubah penampilan saya, yang sebelumnya feminim menjadi penampilan laki laki pada umumnya. Jujur saya malu melakukan itu. Tetapi pacar saya akhirnya mau menerima saya. Dan saya pun turut bahagia bersamanya. Saya dan pacar saya hidup bahagia. Sampai saat ini pacar saya tidak mau berubah menjadi laki laki pada umumnya. Berkali kali pacar saya mengatakan saya tampan. Perasaan saya sangat sedih. Dan sebetulnya saya kasihan kepada pacar saya, karena awal pacaran dia tidak pernah begitu, dia normal awalnya. Tetapi entah dari mana ada orang yang merasuki pikiran pacar saya. Saya tidak tahu, apakah saya dan pacar saya bisa memasuki ke jenjang pernikahan. Sampai saat ini saya masih mempunyai status pacaran kepada orang yang sama yaitu pacar saya.

    Aisyah Nuraini S.E
    Usia : 23 tahun

  • andriandb

    Mas ken yang budiman,
    Sejak tahun 2012, penelitian menunjukkan peran epigenetic terhadap represi genetic pada manusia. Saat ini studi mengenai epigenetic sedang berkembang luas. Cutting edge research kalao bahasa baratnya.
    Mendukung, tidak mendukunh itu hak setiap orang. Lah wong di dunia ini saat ornang memutyskan untuk ndableg aja selama ga melanggar hukum hak tersebut dilindungi negara kok..
    Mungkin mas bung ken bisa mencari rujukan soal epigenetic.. saya kan inlander yang gampang percayaan mas.. kalo WHO bilang homoseksualitas itu bukan penyakit atau penyimpangan, saya percayaan..

  • Budi D-Goal Mulyono

    entah bagaimana dunia bila semakin banyak orang yang melakukan perkawinan sejenis, siapa lagi yang bisa menjadi ibu yang bisa melahirkan anak2 dan generasi penerus. bila kondisi ini kemudian menjadi nyata apa yang akan kita lakukan? lalu apakah kita masih bisa mengatakan perkawinan hanya berlandaskan cinta tanpa memperhatikan jenis kelamin?

  • Rizky Adi Saputro

    Artikel g mutu. Logika d agung-agungkan. Ketika logika digunakan melebihi akal dan hati nurani serta iman. Maka tidak lebih dari sifat bodoh yang mencari pembenaran. Karena manusia ilmunya terbatas. Masih bnyak hal” yg tidak masuk logika kita, dan hanya patut d imani. Jika kalian tetap ngeyel dengan teori logika manusia itu tandanya bodoh.

    • lala

      akal dan hati nurani serta iman dengan tegas akan mengatakan bahwa perilaku LGBT itu tidak humanis.
      artikel ini justru menyindir mereka yang mendukung LGBT yang ngakunya humanis padahal tidak.

  • a bottle

    Are all of the homophobes just as bunch of neo Nazis

  • Fayza Fariz

    “Benarkah mereka mendukung pernikahan sejenis berdasarkan kehendak moral? Jujur dan siapkah mereka untuk menerima dengan dada lapang jika suatu saat nanti ada keturunan mereka yang jadi homoseksual?” Stabiloin bagian yang inii.. saya suka sekali tulisan cak edward.. pilihan kata2nya membuat saya terguyu2 😀 salam kenal dr Ning Za di UK

  • Rosyidi Alwan

    Sekedar tidak setuju kan tidak sama dengan melarang. Saya tidak setuju chelsea islan menikah dengan orang lain, tapi saya tidak berhak –dan terutama, tidak bisa– melarang.

    Saya sendiri tidak setuju dengan ide pernikahan sejenis. Tapi tidak akan saya tentang-tentang amat, asalkan kaum gay tidak mempromosikan penyakit tusbol yang hiii, ga kebayang.

No more articles