• 167
    Shares

MOJOK.CO – Lebaran merupakan waktu-waktu saat kita bertemu dengan banyak tipe orang. Keluarga pulang, teman-teman masa kecil mudik, reuni kecil-kecilan pun dimulai. Senyum-senyum palsu penuh serangan-serangan maut pun dilancarkan. Bersiaplah.

Lebaran, selain menjadi momen untuk saling memaafkan, tak dipungkiri juga jadi ajang reuni bagi saudara maupun teman sepermainan. Seperti ajang reuni pada umumnya, tiap orang akan menunjukkan seperti apa dirinya dan apa yang sudah dicapainya. Karena itu, tak heran sering kita lihat pemandangan-pemandangan unik yang menghiasi indahnya hari suci ini.

Seperti teori sandwich bowl ala Amerika, Lebaran menjadi momen di mana setiap elemen dan rasa manusia berkumpul jadi satu dengan berbagai karakternya. Dan berikut, beberapa tipe orang yang akan kamu temui selama Lebaran nanti tiba, siap-siap yha~

1. Kakak-kakak Ngartis

Biasanya adalah para perempuan yang merasa harus tampil paripurna dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Dengan kaftan model terbaru, hijab yang matching, dan mukena bermotif shabby chick, kakak ngartis siap berangkat Salat Ied. Jangan lupa make up tipis-tipis dan lippen warna nude. Demi ini, kakak ngartis harus rela wudhu sebelum make up dan menahan kentut serta bersentuhan dengan non-muhrim sampai Salat Ied selesai. Sungguh perjuangan yang mengharukan.

Pulang Salat Ied, kakak ngartis harus ganti outfit yang lebih cetar membahana. Kan mau halal bi halal keliling kampung? Siapa tau ketemu Lee Min Ho yang baru kelar wajib militer ya khaan~

Karena itu, kakak artis harus pakai make up yang lebih wow, agar wajahnya lebih mudah dikenali dan sulit dilupakan. Bulu mata palsu berpadu maskara dikombinasikan dengan lukisan alis yang simetris. Perfecto. Seluruh dunia harus tau kalau kakak ngartis baru kelar nyalon kemarin, jadi beliau cukup pakai selendang yang disampirkan ke rambutnya yang masih menguarkan wangi semerbak.

Sayang, kakak ngartis kadang saltum (salah kostum). Apalagi kalau di kampung. Kakak ngartis pakai high heels 13 cm padahal jalanan kampung becek, berbatu, atau lagi banyak sarang undur-undur. Jalanan rusak belum selesai dibangun karena dana tersendat tapi Lebaran harus tetap berjalan. Apalagi ketika masuk rumah kerabat, sendal harus dilepas. Alhasil kakak ngartis harus merelakan high heels-nya jadi omelet keinjek-injek orang lewat.

Last but not least, kakak ngartis harus eksis di Instagram juga ya khaan~… Jadi jangan heran kalau kakak ngartis akan sibuk foto-foto, bikin live video demi memenuhi feed ig dan story-nya. Kamu yang mukanya bluwek enggak usah baper ya kalau enggak masuk ig kakak ngartis, karena dia hanya berteman dengan manusia-manusia rupawan. Yang punya muka kaya bemper kopaja mending jauh-jauh deh. Camken itu baek-baek.

Baca juga:  Amien Rais Doakan yang Sudah Berpindah dari Hidayah Allah untuk Kembali

2. Toko Emas Berjalan

Mungkin ini adalah salah satu golongan orang yang bikin old money alergi. Ya gimana ya, di kampung tuh mau kita pakai tas Gucci asli juga enggak bakal ada yang ngeh kalau itu tas mahal. Makanya lebih banyak orang yang unjuk kekayaan dengan emas yang berderet. Kalau saat Salat Ied terdengar suara gemerincing saat takbiratul ihram, bisa dipastikan ada toko emas lagi ikutan salat.

Syahdan, ada sebuah kisah yang menggambarkan persaingan sengit orang-orang tipe ini di kampung-kampung. Sebut saja Bude Sugiharti, pada suatu pagi merapat ke tukang sayur yang lewat di depan rumahnya.

“Itu terong berapa, Baaaaang?” tunjuk Bude sambil menjulurkan telunjuk kanannya yang dihiasi dua cincin besar-besar.

Belum sempat si abang sayur menjawab, Bude sudah melancarkan serangan bergelombang.

“Kentangnya manaaaaaa niiiih?” sembari menggoyangkan tangannya yang bergemerincing selusin gelang.

Merasa kesal diperlakukan seperti itu, si abang sayur pun menjawab, “Di sini nih, Bu..” sambil pura-pura sibuk kedua tangannya dan menunjuk letak kentang dengan giginya.

Oh, rupanya gigi susu si abang sayur berlapis emas. Ebuset.

3. Investigator

Ini tipe orang yang paling mengerikan saat kita sudah terjebak obrolan bersamanya. Kalau Anda masih lajang, dia pasti akan mengeluarkan pertanyaan utama; “Udah ada calonnya belum?”, kemudian diiringi beberapa pertanyaan horor lain dari mulai kerja apa hingga gajinya berapa.

Bagi yang sudah berkeluarga, pertanyaan SOP seputar “kok belum ada buntutnya?”, “kapan nih ngasih adek?”, sampai “nambah lagi atuh, biar lengkap”, pasti tak luput dilontarkan. Lalu kalau Anda adalah Ibu Rumah Tangga, pasti diusik dengan pertanyaan “Kok enggak kerja? Sayang lho ijazahnya..”.

Hmmm, permisi. Situ orang pajak, BKKBN, atau Kemenakertrans?

Rempong amat deh jadi homo sapiens.

4. The Invisible

Biasanya adalah tipe menantu idaman yang jarang tampil karena sibuk mengurusi dapur dan segala tetek-bengeknya. Beliau adalah Pahlawan Lebaran yang memastikan semua orang kenyang dan makanan tak kurang. Baginya, baju lebaran tak penting karena toh seharian ia akan bergumul dengan asap dapur dan tumpukan cucian piring. Hiks, bener-bener protagonis sinetron Indosiar.

Baca juga:  Bersaing dengan Calon Suami dalam Mengejar Beasiswa LPDP

5. Tuan Nyonya Dermawan

Ini dia yang paling ditunggu-tunggu. Biasanya datang dengan bawa bingkisan lebaran paling mevvah, dan yang utama, tentu bagi-bagi uang kepada para bocah. Untuk kerabat dekat, biasanya ia menjadi parameter THR tertinggi yang diterima dan menunjukkan status hartawinya dibanding kerabat lain.

Oleh karena itu, tak heran jika ia menerima segala puja-puji meski di belakang juga sering diomongin oleh saudara lainnya. Terutama kalau bagi-bagi THR-nya enggak sama atau lebih kecil dari lebaran sebelumnya.

Tuan dan Nyonya Dermawan juga adalah orang yang biasanya inisiatif nyegat tukang bakso dan bayarin semua orang. Ia juga adalah supplier kembang api premium yang meski enggak berfaedah-faedah amat, nyatanya dikagumi betul bak superhero oleh para bocah.

6. Tukang Parabot

Seharusnya tipe ini cocok jika disandingkan dengan tipe nomor tiga, tapi sayangnya mereka bagai nasi uduk mekdi, enggak cocok di lidah. Kalau tipe investigator lebih suka mengorek informasi dari korban yang tertutup, karena sensasi dari kerja kerasnya akan lebih terasa, maka jika ketemu tukang perabot, rasanya bakalan seperti PDKT cewek tapi ceweknya yang malah nembak duluan.

Jadi, tukang investigator enggak akan klik dengan tipe tukang parabot yang tanpa ditanya akan dengan senang hati menceritakan segala hal tentang dirinya. Bahkan sering dilebih-lebihkan supaya terasa istimewa dan menjual.

Mau ada atau tidak pendengarnya, peduli setan, tukang perabot akan bercerita dengan antusias. Persis seperti tukang parabot keliling. Hidup orang-orang tipe ini seperti postingan Instagram, terlihat sempurna hingga ke pori-pori. Dan kita akan jadi muak melihatnya. Nah, tipe tukang parabot ini sih biasanya cuma bisa tunduk sama yang tipe nomor 5. Kasih duit, langsung konslet pasti mulutnya.

 

Jadi, sudah mengira-ngira kamu bakal masuk kategori mana? Sebelum itu, baiknya kita mengaca dulu, kira-kira kita yang mana. Semua merasa dan berharap bisa masuk kategori nomor 5, tapi sering yang terjadi hanya jadi tukang parabot, atau mentok jadi kakak ngartis yang cukuplah merasa kaya di dunia maya padahal terpayah-payah di dunia nyata.