Rubrik: Pojokan

Kasus Hadi Pranoto Tunjukkan Anji Tanpa Sadar Ikuti Protokol Kesehatan Pemerintah

MOJOK.COKlarifikasi Anji dalam kasus Hadi Pranoto menunjukkan bahwa dirinya sedang mengikuti protokol kesehatan pemerintah. Bahkan mengampanyekannya tanpa sadar.

Kasus video pernyataan menyesatkan dari “Profesor” Hadi Pranoto membuat musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji harus meminta maaf ke publik. Terutama karena pernyataan-pernyataan “Prof” Pranoto yang tidak valid soal klaim “obat” untuk penderita Covid-19 cenderung menyesatkan dan berbahaya.

Anji sendiri mengaku terkejut setelah tahu kredibilitas Hadi Pranoto dipertanyakan banyak pihak. Apalagi respons netizen cukup galak. Tidak hanya itu, Anji dan Pranoto pun sampai dilaporkan ke kepolisian.

Meski banyak cemooh yang menerjang mantan vokalis Drive ini, bagi saya Anji sebenarnya menunjukkan dirinya merupakan sosok yang tertib dalam urusan protokol kesehatan pemerintah. Bahkan tidak sekadar menunjukkan lewat kata-kata, Anji mempraktikkannya secara langsung.

Baik, saya tahu, kamu mungkin bakal ngamuk-ngamuk dengan premis yang kelihatan kontradiktif ini. Terutama ketika banyak orang menyerang Anji, ini kenapa ada yang malah belain dia sih? Oke, tunggu dulu. Tunggu penjelasan saya dulu.

Kita semua tahu, ketika pandemi ini melanda di Indonesia, salah satu protokol kesehatan pemerintah yang dikampanyekan adalah jaga jarak alias social distancing. Dan tanpa kita semua sadari, melalui video wawancara dengan Hadi Pranoto berikut efek setelahnya, Anji terlihat betul mampu menjaga jarak dengan narasumbernya tersebut.

Sebuah usaha yang secara tersirat menggambarkan bahwa sebaiknya kita memang “menjauh” dari seseorang yang bisa menyeret kita ke dalam masalah. Kalau toh akhirnya kita pernah betulan dekat, ya lebih baik segera ambil jarak. Apalagi kalau masalah yang berisiko menyeret itu adalah masalah hukum.

Hal ini tergambar dalam pernyataan Anji dalam video klarifikasinya.

“Saya Anji, ingin meminta maaf kepada semua pihak karena kegaduhan yang terjadi. Perihal tersebut saya akan jelaskan beberapa hal. Pertama, saya belum mengenal Bapak Hadi Pranoto sebelumnya,” kata Anji.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Anji sebenarnya tidak punya hubungan khusus dengan Hadi Pranoto. Semua pertemuan dan akhirnya menjadi wawancara itu terjadi begitu cepat. Apalagi Anji baru mengetahui rekam jejak sang “profesor” berdasar pada salah satu media lokal di Lampung dan kebetulan Anji sedang berada di sana.

“Saya tertarik dengan apa yang dibicarakan di dalam materi wawancara tersebut. Lalu saya mulai mencari berita tentang Bapak Hadi Pranoto di Google dan menemukan, sebelumnya sudah ada pemberitaan tentang Bapak Hadi Pranoto dan temuan-temuannya di media-media. Sejak April 2020. Saya melihat harapan, lalu saya meminta wawancara dengan dia,” kata Anji.

Kronologi ini pun menjadi petunjuk betapa Anji, baik ketika sebelum wawancara dengan setelah wawancara, tidak berafiliasi khusus dengan Hadi Pranoto. Dengan begitu, secara tersirat Anji ingin menunjukkan ke publik bahwa dirinya sedang melakukan social distancing dengan Hadi Pranoto.

Jaga jarak yang dilakukan Anji pun semakin ditegaskan dengan pernyataan-pernyataannya yang balik mempertanyakan kredibilitas Hadi Pranoto. Bahkan Anji pun juga merasa pernyataan Hadi Pranoto tidak valid. Meski kita semua tidak tahu, kesadaran Anji itu muncul setelah videonya tayang atau sebelum videonya tayang.

Terlepas dari itu, Anji berhasil mengampanyekan bagaimana melakukan protokol kesehatan social distancing dalam sorotan media. Bahkan tidak hanya social distancing untuk menghindari masalah-masalah kesehatan, tapi juga untuk menghindari penularan kasus-kasus hukum. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Di sisi lain, ketika kasus ini naik dan jadi viral, Anji pada mulanya tidak langsung merespons itu dengan permintaan maaf. Perlu waktu sampai akhirnya namanya dilaporkan ke kepolisian, baru permintaan maaf keluar.

Dalam jeda waktu itu, Anji bahkan sempat mengeluarkan pernyataan bahwa yang seharusnya meminta maaf adalah sang profesor, bukan dirinya.

“Saya rasa yang harus minta maaf adalah Pak Hadi Pranoto, jika dia tidak bisa mempertanggungjawabkan kalimatnya,” tulis Anji di komentar postingan Instagramnya. Meski tak selang berapa lama, komentar itu akhirnya dihapus.

Dari hal itu saya bisa berasumsi bahwa selain social distancing dengan Hadi Pranoto, Anji juga tanpa sadar sedang mengampanyekan protokol kesehatan dari pemerintah berikutnya. Bahwa dirinya ternyata begitu gemar melakukan cuci tangan.

Tidak hanya gemar cuci tangan untuk perkara kesehatan, melainkan juga cuci tangan untuk masalah-masalah yang berpotensi hukum.

BACA JUGA Next Level Panggilan Sayang ala Profesor Pranoto atau tulisan POJOKAN lainnya.

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Leave a Comment