MOJOK.CODengan tegas, Gus Mus memberi dukungan dan pesan khusus kepada Jokowi agar Susi Pudjiastuti tetap menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Nama menteri dalam Kabinet Jokowi Jilid II sudah selesai disusun. Meski tanggal pengumuman masih belum jelas, Jokowi memberi petunjuk bahwa nama-nama menteri akan disampaikan ke publik antara bulan Agustus sampai pelantikan pada 20 Oktober 2019 nanti.

“Sudah final semua. Tinggal kami umumkan. Bisa Agustus, bisa juga saat pelantikan. Semua sudah final,” kata Jokowi.

Di antara beberapa nama yang akan menjadi menteri, Susi Pudjiastuti kemungkinan besar menjadi salah satu nama yang diprediksi tidak akan diganti oleh Jokowi, terutama untuk mengisi pos Menteri Kelautan dan Perikanan. Meski begitu, selentingan soal kelayakan Susi Pudjiastuti pernah muncul ketika Faizal Assegaf menyebut Susi sebagai “Ratu Bajak Laut”.

Pernyataan ini didasarkan Faizal Assegaf karena Susi pernah jadi buronan polisi 5 tahun silam. Saat itu Susi diduga membawa 5 ton solar bersubsidi dari Medan ke Simeuleu, Aceh.

Polisi saat itu mengira Susi akan menyelundupkan solar bersubsidi tersebut. Ternyata solar bersubsidi ini justru dibagikan ke masyarakat sekitar karena daerah Simeuleu, Aceh, bahan bakar dan kebutuhan listriknya begitu minim.

Meski sudah diterangkan sedemikian rupa, ternyata Faizal Assegaf tetap melanjutkan serangan. Kicuan yang kontroversial ini pun diakhiri dengan pemblokiran akun Assegaf oleh Susi Pudjiastuti.

Baca juga:  Sering Dituduh Antek Asing, Jokowi Sindir Kubu Prabowo yang Diduga Pakai Jasa Konsultan Politik Asing

Uniknya, ada juga pihak-pihak yang merasa kinerja Susi sebagai Menteri Kelautan terkesan hanya bombastis di media. Hal ini kemudian semakin meningkatkan sentimen publik terhadap kelayakan Susi melanjutkan kinerjanya selama 5 tahun ke depan.

Meski begitu, dukungan untuk Susi Pudjiastuti tetap mengalir. Salah satu yang terbaru muncul dari K.H. Mustofa Bisri atau Gus Mus. Saat sedang memperingati hari ulang tahun Gus Mus ke-75 di Semarang, sebelum membacakan puisi, Susi Pudjiastuti yang ikut hadir dipanggil untuk naik ke atas panggung.

Dengan tegas, Gus Mus memberi dukungan dan pesan khusus kepada Jokowi agar Susi tetap menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kalau Bu Susi diganti, mungkin laut rusak lagi. Tolong sampaikan ke Pak Jokowi, orang yang dekat Pak Jokowi, Gus Mus mendukung Bu Susi,” katanya.

Gus Mus mengaku sangat kagum dengan Susi. Hal ini bisa dimaklumi. Sebab, di tengah sikap normatif dan formal lembaga kementerian, Susi Pudjiastuti menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan kementerian tidak melulu hadir dalam rapat di ruang kantor ber-AC, melainkan juga muncul dari lapangan, bergaul dengan rakyat, bahkan ikut ngobrol-ngobrol santai dengan nelayan-nelayan. Luwes aja.

Cara kerja yang keluar dari pakem ini sebenarnya mirip-mirip dengan gaya Gus Mus. Sebagai seorang ulama, beliau juga bukan ulama yang kaku. Jago dalam sastra dan kesenian, bahkan karya-karya dan wejangannya sebagai ulama punya pengaruh sama besarnya. Seorang kiai sekaligus seniman. Ulama yang luwes.

Baca juga:  Ketika Sesi Debat Capres 2019 Mendadak Berubah jadi Sesi Curhat Jokowi dan Prabowo

Maka, wajar belaka kalau gaya Susi Pudjiastuti dan Gus Mus cocok. Dua-duanya memang demen keluar dari pakem dan standar umum. Hal yang justru melahirkan kebijakan dan nasihat yang tidak hanya menarik, tapi juga menyentil ulu hati.

“Saya kagumi Bu Susi bukan sebagai Menteri, saya kagumi sebagai perempuan Indonesia, yang bangga Indonesia, mencintai rakyat Indonesia,” kata beliau lagi.

Akan tetapi Gus Mus juga tidak terlalu ngotot mengupayakan agar Jokowi benar-benar harus memilih Susi. Lagian, ngapain juga jabatan dunia didesak-desak sebegitu kerasnya?

Sambil bercanda, Musytasyar PBNU ini, mengungkapkan, “Kalaupun tidak jadi Menteri, saya kasih gawean (kerjaan).”

Wah, menarik ini kalau Bu Susi kerja sama Gus Mus. Kalau ada santri mbeling di Pesantrennya Gus Mus tenggelamkan saja, Buuu, itu santri. Tenggelamkan! Tenggelamkan ke empang!



Loading...



No more articles