MOJOK.COPetugas KUA di daerah Sragen dikejutkan dengan pencurian 79 buku nikah. Dari 79 itu, 14 buku nikah di antaranya udah ada nama pengantinnya. Njiiiirr.

Entah apa yang ada di benak maling yang melakukan “kunjungan” ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah.

Jika biasanya maling mengincar barang-barang kayak televisi, CPU, atau barang elektronik lainnya, tapi di KUA Sragen, barang yang dimaling malah buku nikah. Jumlahnya nggak main-main lagi. Sampai 79 biji.

Dari penyelidikan Kepolisian Sragen, diduga si maling melakukan aksi pada Minggu (01/12) pukul 07.00 pagi. Maling ini masuk dengan merusak pintu belakang KUA. Ketika diketahui hari Senin oleh petugas KUA, kondisi pintu belakang sudah tercongkel.

Setelah dicek barang apa saja yang hilang, baru diketahui bahwa ada 25 buku nikah asli dengan seri 0869826 sampai 0869850, 40 buku nikah duplikat dari nomor seri 1885961 sampai 1886000, dan 14 buku nikah yang telah diisi oleh staf KUA Ngrampal, Sragen.

Buset, berarti bakal ada 14 pasangan calon pengantin di Sragen harus diundur lagi itu proses ijab qobul-nya (secara administrasi negara). Mamam.

Yang lebih mengherankan lagi, kasus ini bukan terjadi pertama kali di Sragen. Dulu pada 2018 kasus serupa juga pernah. Bahkan pihak kepolisian pun masih mendalami apa motif pencurian buku nikah ini.

“Semoga saja ada kaitannya dengan peristiwa tahun 2018. Sehingga kita lebih mudah mencari apakah mereka masuk sindikat pencari buku nikah,” kata AKP Suharno, Kasubag Humas Polres Sragen.

Baca juga:  Bacaan Ringan Sebelum Menggugat Cerai Pasangan

(((Sindikat pencari buku nikah)))

Sebenarnya dugaan adanya sindikat pencari buku nikah ini bukan cuma isapan jempol. Soalnya pencurian model begini bukan kali pertama terjadi di Indonesia.

Di Lhoksumawe, Aceh, pada Maret 2019 silam terjadi pula pencurian 23 buku nikah. Bedanya, antara yang di Aceh dan di Sragen, yang di Aceh malingnya juga ambil bonus satu unit laptop.

Ada dugaan bahwa sindikat pencari buku nikah ini memang menjual-belikan buku nikah aspal (asli tapi palsu).

Sebab, kalau misalnya buku nikah ini dicuri hanya untuk digadai, tentu saja tidak bisa berlaku karena beberapa buku nikah masih kosongan dan kalaupun udah ada nama-nama pasangannya, orang yang gadai dengan nama di buku nikahnya beda orang.

Satu-satunya kemungkinan adalah memang ada sindikat penjualan buku nikah yang diberikan untuk pihak-pihak yang ingin menikah secara ilegal, tapi sok-sokan pingin terlihat legal.

Bisa saja mereka yang ingin selingkuh, pelaku poligami tapi nggak dapat izin dari istri pertama, atau malah pelaku kawin kontrak.

Masalahnya, sampai sekarang pelaku sindikat ini masih belum bisa ditangkap oleh kepolisian. Yah, bisa jadi secara material kerugian, kehilangan buku nikah KUA itu nggak terlihat besar-besar amat. Ya kalau jumlahnya sampai 79 sih, ya banyak juga. Tapi kan nggak terlihat seberharga orang kehilangan sepeda motor atau laptop gitu.

Baca juga:  Belajar Menjadi Pasangan Serasi dari Pengadaan Kartu Nikah

Tentu saja, jumlah sebanyak itu juga menandakan kalau pencurian buku nikah ini bukanlah urusan personal antara maling dengan pemilik buku nikah yang sah. Jumlah 79 ini juga menggambarkan kalau pencurian ini murni urusan profesionalitas maling semata.

Artinya, ini benar-benar soal untung-rugi. Bukan karena ada pria nikahin cewek yang kebetulan merupakan mantannya si maling, lalu buku nikahnya dimaling karena sakit hati. Bukan, bukan karena itu.

Setelah korupsi pengadaan Al-Quran, korupsi haji, sekarang di arus bawahnya ada yang maling buku nikah. Keraas bener ini orang-orang Indonesia. Nggak ada takut-takutnya sama instansi agama. Dari pejabat sampai rakyat jelata sama-sama berani.

Merespons kejadian hari Minggu (01/12) tersebut, pihak KUA Sragen kemudian meningkatkan keamanan dengan memasang teralis besi di kantor KUA. Hal ini semata-mata untuk upaya preventif karena petugas lengah menjaga barang-barang di KUA.

Ya wajar sih, mereka kan pasti merasa…

…orang gila macam apa coba yang selo banget maling barang-barang di KUA? Maling buku nikah lagi.

Etapi, cuma saran dikit aja sih, Pak. Lebih baik teralis besinya juga dijaga baik-baik. Kali aja, barang-barang di dalam KUA aman, tapi malah teralis besinya yang hilang.

BACA JUGA Curi Mobil Damkar sampai Bus, Kejahatan Guoblok yang Pernah Terjadi atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles