Jika Megawati Prabowo Sepakat Buka Warung Nasgor Bareng

MOJOK.CO – Megawati akui kalau Prabowo kangen sama nasi goreng bikinannya. Hm, gimana jika kalian berdua bikin warung nasi goreng aja? Ha daripada bikin keributan to?

Selalu seru menyaksikan pertemuan antara dua seteru. Real Madrid dengan Barcelona, Songoku dengan Bezita, Tsubasa dengan Hyuga, Jonru dengan Quraish Shihab Abu Janda, Jokowi dengan Prabowo, sampai yang terakhir pertemuan antara Megawati dengan Prabowo.

Serunya lagi Megawati dan Prabowo pernah koalisi bareng sejak Pilpres 2019 dan Pilgub DKI Jakarta 2017. Sampai kemudian keduanya dipisahkan oleh Pilpres 2014. Dari kemesraan keduanya pula muncul cerita-cerita menarik masa lalu.

Dari cerita Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, diketahui kalau Megawati jebul cukup jago bikin nasi goreng. Bahkan Megawati pernah ditagih Prabowo. “Sebetulnya Pak Prabowo sudah menanyakan kapan mau bertemu, sudah kangen sama masakan Ibu Megawati,” kata Hasto.


“Dia (Prabowo) kangen lho sama nasi goreng saya,” kata Megawati di lain kesempatan.

Masalahnya, sebelum respons publik ke mana-mana, PDIP sudah kasih ultimatum kalau pertemuan ini jangan dikaitkan dengan pembentukan koalisi dengan Gerindra. Jadi buat cebong bersayap, sebaiknya jangan tempik sorak dulu mendengar pertemuan ini. Jangan-jangan ini memang karena Prabowo lagi kangen sama nasi goreng Megawati doang.

Meski begitu, dua tokoh senior Indonesia ini tentu perlu menimbang langkah ke depan. Maklum usia keduanya sudah masuk periode-periode pensiun. Megawati sudah 72 tahun, Prabowo 67 tahun. Apalagi peta perpolitikan ke depan bakal diisi oleh generasi-generasi muda.

Baca juga:  Tak Mau Daftar CPNS? Ini Cara Menghindarinya

Ketimbang bosan dengan kesendirian masing-masing—sekaligus untuk mengistirahatkan pikiran dari politik mulu, alangkah baiknya Megawati dan Prabowo buka warung nasi goreng bareng saja. Kongan-kangen-kongan-kangen, hambok dibikin produktif aja itu kerinduannya, Pak.

Jangan khawatir, Bu Mega dan Pak Prabs, Mojok Institute siap kasih tawaran menu-menu yang sesuai dengan karakteristik kalian berdua. Untuk namanya: Warung Nasi Goreng Mega-Pro.

Nasi Goreng Push-up

Sesuai namanya, nasi goreng push-up dibikin dengan cabe yang jumlahnya ambyar punya. Saking pedasnya, orang yang makan akan keringetan kayak sedang disuruh push-up 100 kali. Menu ini juga jadi menu andalan karena menggambarkan lambang banteng marah sesuai dengan logo partainya Ibu Megawati sekaligus kebiasaan Pak Prabowo yang suka marah-marah gebrak meja.

Nasi Goreng Kopassus

Meski yang masak nanti adalah Bu Megawati, jangan khawatir, warung nasi goreng ini tetap ada identitas Pak Prabowo kok. Mengusung nama satuan yang pernah diperkuat Pak Prabowo, menu Nasi Goreng Kopassus berisi nasi dengan ciri khas warna kebesaran Kopassus.

Jika nasi goreng biasa memakai cabe merah, khusus menu ini cabe yang dipakai warananya hijau. Jadi lah kemudian nasi goreng warna hijau dengan sentuhan tomat berwarna merah di atasnya. Bahkan kalau perlu, nasinya disusun berbaris satu per satu. Biar kokinya belajar tertib dan bisa menunjukkan jiwa kedisiplinan tinggi.

Nasi Goreng Banteng

Selain soal rasa pedas dan tawaran warna yang berbeda, menu nasi goreng banteng juga ada. Dengan mengandalkan daging banteng yang masih segar dan langsung dipetik dari peternaknya, nasi goreng ini cocok untuk mereka yang ingin menaikkan kadar kolesterol darahnya.

Baca juga:  5 Hal Receh yang Sering Kita Lakukan untuk Mengatasi Kebosanan di Kelas

Pecel Komando

Kamu nggak doyan nasi goreng tapi gebetanmu ngajak makan di Warung Nasi Goreng Mega-Pro? Jangan khawatir, Warung Nasi Goreng Mega-Pro juga menyediakan menu lain, yakni: Pecel Komando.

Jika pecel biasa memakai sambal kacang, maka pada pecel komando yang dipakai sambal kacang mete. Ya harus kacang mete dong, masa sambal pecel bikinan elite partai dibikin pakai kacang tanah biasa. Hadeh, kayak orang kismin aja.

Ayam Geprek Sepatu Lars

Selain Pecel Komando, yang tidak doyan nasi goreng bisa juga pesan Ayam Geprek Sepatu Lars. Tentu saja geprek ayamnya tidak menggunakan ulekan sambal atau sotil, melainkan pakai sepatu lars biar ada jiwa-jiwa militer yang masuk ke lambung penikmatnya.

Selain itu sepatu lars yang dipilih adalah sepatu yang habis dipakai latihan militer. Jadi masih ada bau-bau tanahnya. Menu ini juga penting untuk tes kecintaan pengunjung terhadap tanah ibu pertiwi. Kalau ada yang nggak doyan, hm, Pak Prabs dan Bu Mega perlu hati-hati. Jangan-jangan itu golputers atau antek-aseng.

Nah, kalau akhirnya Warung Nasi Goreng Mega-Pro ini akhirnya jadi dibikin beneran, jangan lupakan kami yang usul ya, Pak Prabs dan Bu Mega. Bikin iklan lewat Mojok juga bisa kok. Jangan khawatir. Kebetulan kami sedang ada paket promo. Lobi-lobi harga bisa lah dibicarakan. Asal jangan Afgan aja nawarnya.