MOJOK.COSetidaknya ada tiga kejadian ajaib yang melibatkan Lord Arief Poyuono. Kejadian yang bikin dunia politik jadi penuh warna bagi Gerindra dan Habiburrokhman.

“Waduh saya saja sudah lupa. Siapa ya Arief Poyuono ya, ada yang kenal nggak? Lupa,” kata-kata Habiburrokhman, Politisi Gerindra, meluncur begitu deras usai Kongres Luar Biasa Gerindra.

Duh, duh, benar-benar pernyataan menyayat hati bagi penggemar Arief Poyuono sedunia.

Oke, baiklah, saya tahu Habiburrokhman bilang lupa akan sosok Arief Poyuono itu konteksnya lagi bercanda, tapi rasanya sangat pahit melihat tokoh idola dibercandain model dilupain begitu.

Apa Habiburrokhman lupa, kalau tanpa sosok Arief Poyuono di Gerindra, dunia politik akan terkesan kaku, spaneng, dan ra mbois blas?

Oleh karena itu, demi mengingatkan kembali Habiburrokhman dan politisi-politisi Gerindra lainnya agar nggak ngisengin My Lord, berikut ini saya hamparkan tiga kejadian ajaib yang melibatkan Lord Arief Poyuono. Kejadian-kejadian yang membuat blio tidak layak dibercandain dengan cara begini.

Ini dia tiga di antaranya.

Minta pejabat belajar debus

Dilatarbelakangi oleh kejadian Menko Polhukam Wiranto yang ditusuk oleh seorang teroris pada akhir 2019 lalu, ada banyak kekhawatiran yang muncul dari banyak politisi. Dan salah satu politisi itu adalah Arief Poyuono.

Ketika banyak yang menyarankan untuk mengusut tuntas aksi mengerikan tersebut atau mengusulkan untuk meningkatkan lapisan aparat keamanan di sekeliling pejabat, Arief Poyuono hadir dengan ide gokil yang sama sekali nggak kepikiran kita semua

Baca juga:  Apakah Menjadi Pendukung Jokowi atau Prabowo Harus Militan?

Dengan gagah berani dan tanpa tedeng aling-aling, Arief Poyuono mengusukan PEJABAT BELAJAR DEBUS!

“Ini pejabat negara harus pada tirakat untuk belajar ilmu kebal ya, untuk menjaga-jaga diri. Banyak kok tempat belajar ilmu kebal atau ilmu debus, misalnya di Banten,” kata elite Gerindra yang gayanya sangat bersahaja sekali ini.

Benar-benar usulan yang tidak hanya di luar prediksi, namun juga benar-benar memperhatikan APBN negara dalam memberi perlindungan ke pejabat-pejabatnya.

Di saat negara macam Amerika atau Cina ngabisin duit miliaran untuk keamanan pejabat negaranya, ide Arief Poyuono malah bisa bikin Indonesia cuma perlu setor kopi sama rokok doang demi keamanan pejabatnya.

Emang bijak bener ente, Pak.

Nggak cuma mikir keselamatan pejabat, tapi juga mikirin pengeluaran duit negara. Dahsyat!

Yakin ada 10 juta TKA Cina masuk ke Indonesia karena… belum dihitung

Pada April 2018 silam, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ketahuan bekerja tanpa izin di beberapa daerah di Indonesia sedang ramai-ramainya dibahas. Kebetulan, sidak yang dilakukan Menaker, Hanif Dhakiri, berhasil mengungkap bahwa TKA yang ditangkap itu beberapa di antaranya berasal dari Cina.

Berdasar informasi tersebut, Rosi Silalahi dalam acara Rosi di Kompas TV menanyai Arief Poyuono yang yakin bahwa sebenarnya sudah ada 10 juta TKA dari Cina yang memberondong masuk ke Indonesia.

“Bung Arief, Anda mengatakan, bisa jadi 10 juta buruh asal Tiongkok sudah ada di pasar Indonesia,” kata Rosi Silalahi.

Baca juga:  Islam Nusantara di Indonesia dan Islam Konghucu di Cina

“Ya,” jawab Arief Poyuono.

“Anda seorang diri yang mengatakan itu kabar benar, yang lainnya mengatakan itu hoaks,” kata Rosi kembali.

“Saya katakan benar, ya karena belum pernah dihitung….”

….

….

… karena belum pernah dihitung.

Hm, sebentar, sebentar.

Rosi dan beberapa narasumber dalam acara tersebut sempat terdiam sejenak mendengar jawaban tak terduga dari Arief Poyuono ini. Sampai kemudian terdengar gelak tawa dari belakang kamera. Bahkan Rosi pun sampai nyeletuk, “Nggak begitu dong logikanya.”

Jawaban dahsyat yang mengejutkan siapa pun itu seolah menggambarkan betapa Arief Poyuono benar-benar arief dalam mendobrak tradisi dahsyat seorang politisi.

Jika biasanya politisi direpresentasikan begitu njlimet dan berbelit-belit, Arief justru muncul dengan kepolosan, kejenakaan, dan tampang-tidak-berdosanya. Uniknya, cara tak lumrah ini justru gampang sekali mengundang simpatik.

Baginya, kecurigaan tentang 10 juta TKA dari Cina ke Indonesia itu beralasan karena bagian imigrasi tak pernah menghitungnya. Ini logika dahsyat yang sebenarnya sering dilakukan saat adik kita bertanya ada berapa banyak bintang di langit.

“Mas, bintang di langit itu ada berapa?”

“Ribuan, Dek.”

“Yakin?”

“Iya.”

“Kok yakin ada ribuan?”

“Ya aku yakin karena belum pernah dihitung.”

….

Oke.

Usul supaya negara legalkan judi togel dan kasino

Ketika banyak pemuka agama di dalam negeri mengingatkan sesama umat agar menjauhi judi, politisi Arief Poyuono dari Gerindra ini malah sempat mengusulkan untuk melegalkan judi dalam aturan negara pada Juli 2020 silam. Ide yang seolah melengkapi anggapan bahwa blio ini sebenarnya memang bukan orang biasa.

Baca juga:  Belajar Menjadi Pasangan Serasi dari Pengadaan Kartu Nikah

Ya iya dong, ketika politisi lain berlagak jaim dan religius, Arief Poyuono dengan santai malah ngusulin judi. Bukan sekadar judi lagi, tapi judi togel dan kasino! Nyali ente gede bener, Paaak.

Menurut Poyuono, dengan melakukan regulasi judi togel, negara bisa mengambil dampak ekonomi secara positif dari sektor pajak dan pariwisata.

“Kan pajaknya bisa masuk ke negara. Daripada sekarang banyak judi online yang ilegal? Terus banyak togel yang ilegal? Nggak bayar pajak ke negara. Kan sama aja. Terus banyak juga orang Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk main kasino. Kan sayang. Kenapa nggak kita buka sendiri aja kan?” kata Poyuono kayak enak betul ngomongnya.

Tentu saja Arief Poyuono juga sudah menyiapkan kalau bakal diserang dari sisi agama. Menurutnya, hal semacam itu kan bisa diatur, misalnya yang orang Islam nggak boleh masuk. Arief bahkan mencontohkan negara tetangga Malaysia.

“Malaysia buka kasino tapi di sana dibatasi kok. Misal yang paspor Malaysia yang bukan orang muslim nggak boleh masuk. Tinggal bagaimana sistemnya aja. Yang main hanya orang asing, kan bisa,” kata Poyuono.

Gimana, menggemaskan sekali bukan politisi satu ini? Lord Arief Poyuono… pertama dan hanya satu-satunya di dunia.

BACA JUGA Menertawakan dan Menghormati Poyuono atau artikel POJOKAN lainnya.