Suksesor Edo

Saya harus agak berhati-hati memilih suksesor Eddward Edo. Ada banyak faktor yang harus saya pertimbangkan. Pertama, saya percaya bahwa setiap redaktur Mojok pasti akan memperkuat citarasa media ini. Bana dan Edo sangat memperkuat citarasa Mojok. Demikian juga dengan Agus Mulyadi. Kedua, ada beban brand yang harus disangga oleh redaktur terpilih. Terkadang hal seperti ini tidak mudah bagi beberapa orang. Sebab bisa menghantam rasa percaya diri mereka. Membenamkannya. Dan itu tidak baik bagi perkembangan mental orang-orang tertentu.

Ketiga, saya harus mempertimbangkan kekurangan Mojok. Media ini masih banyak kekurangannya. Sama seperti saya. Kadang kekurangan itu bahkan cenderung memalukan. Saya tahu tidak mungkin menutup semua kekurangan itu, tapi harus berusaha menambalnya. Sehingga redaktur terpilih harus saya lihat dalam konteks ini.

Continue reading “Suksesor Edo”