Pekan Artikel Horor

Semua gara-gara sepele. Semalam, Eddward S Kennedy seperti biasa, pulang dari apel jam 11 malam. Suasana kantor sepi. Tidak ada satu pun kendaraan terparkir di halaman kantor, dan pintu terkunci. Positif tidak ada orang di kantor.

Dengan tenang Edo masuk ke kantor berbekal kunci cadangan. Lalu pintu ditutup. Lalu mengunci dadi dalam. Dia meletakkan tas dan sebungkus nasi Padang di atas meja. Kemudian ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Dari dalam kamar mandi, dia mendengar ada orang mengetuk pintu. Paling yang datang jam segitu kalau tidak Nody, Agus, ya Rusli. Edo berteriak, “Sebentar, lagi kencing!”

Usai kencing, Edo menuju ke pintu. Dia terkejut karena pintu sudah terbuka. Dia celingukan, mengecek kamar, ruang kerja, bagian belakang, tapi tidak ada siapa-siapa. Akhirnya dia balik ke depan. Mak tratab, pintu yang semula terbuka, mendadak sudah tertutup lagi, dengan kunci yang bergoyang.

Edo langsung membuka pintu dan melihat di luar kantor. Tak ada siapa-siapa.

Hati Pemred Mojok itu mulai kebat-kebit. Tapi jiwa anarko dan rasa laparnya mengalahkan semua pikiran buruk soal hantu dan sebangsanya.

Dia masuk lagi. Lalu mengunci pintu dari dalam. Membuat teh hangat. Dan mulai khusuk melahap makanan Padang yang dibungkusnya sambil menyetel lagu dari hapenya.

“Bang…”

Edo menghentikan kecapan mulutnya. Dia merasa ada suara yang memanggilnya. Tidak ada apa-apa. Lalu dia meneruskan makan.

“Bang Edo…”

Kali ini Edo mulai emosi. Dia matikan hapenya. Lalu berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan sambil mengumpat, “Hantu bajingan, kalau berani nongol deh! Berantem kita!”

Begitu Edo membalikkan tubuhnya, dia langsung semaput.

Pukul satu dini hari, saya dihubungi Nody dan Agus. Lalu meluncurlah saya ke kantor. Di sana sudah ada beberapa orang, termasuk tetangga depan rumah. Lalu saya dengarkan cerita Edo.

“Apa yang kamu lihat, Do?” tanya saya penasaran. Tapi Edo hanya bisa plonga-plongo kayak sedang mencoba mengembalikan keberaniannya.

Sambil menunggu kesadaran Edo utuh, saya, Agus, dan Nody lalu merancang sebuah pekan untuk Mojok. Kami memberinya nama: Pekan Artikel Horor. Jadi bagi Anda yang merasa mampu menulis kisah horor dengan gaya Mojok, kami persilakan mengirimkan karya Anda. Pekan Artikel Horor ini akan kami mulai pada hari Senin tanggal 4 April, dan akan berakhir pada hari Minggu tanggal 10.

Setelah Edo sudah mulai bisa tertawa, saya pulang. Sesampai di rumah, saya mendapatkan kiriman foto dari Edo dengan keterangan: Mas, ini hantu semalam yang saya lihat di kantor.

Saya langsung girap-girap, lalu mengambil air wudu…

One Reply to “Pekan Artikel Horor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.