Bukan Sekadar Dikenang

Malam itu, saya, Aditya Rizki, Nody Arizona, Arlian Buana, Muammar Fikrie, dan Rifqi Muhammad berkumpul di Warung Mas Kali (sekarang menjadi Angkringan Mojok). Malam itu kami memutuskan membuat situsweb Mojok. Semenjak malam itu, sampai 6 bulan kemudian, hampir tiap hari kami bertemu.

Fikri adalah orang yang turut menentukan ceruk Mojok. Dia melakukan riset cepat dan terukur. Rifqi membangun sistem diseminasi Mojok. Dan Bana, tentu Anda tahu, adalah Pemred pertama Mojok. Dialah yang ikut membangun karakter konten Mojok. Fikri sekarang bekerja di situsweb berita Beritagar. Rifqi menjadi CEO grup Jogja Student. Dan Bana sekarang bekerja di situsweb Tirto.

Mereka bertiga adalah pioner penting bagi Mojok. Energi dan pikiran mereka terus tumbuh bersama kami. Sampai sekarang, mereka masih sering memberi masukan untuk Mojok. Kami tidak kenal istilah berpisah. Tidak ada yang bisa memisahkan Mojok dari mereka bertiga karena tanpa mereka: Mojok tak pernah ada.

Sebentar lagi, Mojok akan berulangtahun kedua. Usia yang boleh dibilang muda, tapi juga tidak muda banget untuk ukuran media yang tidak bermodal finansial besar. Di ulangtahun kedua nanti, kami persembahkan buat mereka bertiga.

Bulan depan, Nody juga harus meninggalkan Mojok. Dia seorang administrator yang tekun. Dia yang menjamin sehingga Mojok termasuk dikenal memberikan honorarium penulis paling cepat, tepat waktu, dan tidak bertele-tele. Dia akan fokus mengelola bisnis Buku Mojok yang Alhamdulillah berkembang dengan baik. Selain itu, dia juga mengelola situsweb minumkopi.com yang juga bergerak dinamis. Dalam waktu dekat, kami harus menemukan pengganti Nody.

Kini Mojok diisi oleh kru yang mampu menjawab tantangan demi tantangan. Ada Eddward S Kennedy di posisi Pemred, dan Agus Mulyadi sebagai redaktur. Dan untuk urusan bisnis, kami mempercayakan ke tangan dingin Mas Kokok Herdhianto Dirgantoro. Mas Kokok pula yang kami dapuk mempersiapkan Mojok di tahun ketiga nanti melakukan ‘scale up’. Mengundang investor masuk sebab sudah saatnya Mojok melakukan lompatan bisnis. Pengalaman dua tahun ini, ditambah persiapan satu tahun ke depan, saya harap bisa membuat Mojok makin besar, makin solid, makin memberikan konten-konten yang menarik. Dan semua itu pasti membutuhkan dana tak sedikit.

Terimakasih untuk pembaca setia Mojok yang terus tumbuh. Penulis-penulis Mojok yang makin variatif dengan kehadiran penulis-penulis baru. Dan tentu saja kepada para pengkritik Mojok. Kami selalu belajar dari kritikan yang ada, baik yang dinyatakan dengan nada sinis maupun nyinyir. Kesinisan dan kenyinyiran itu bagi kami tetap sebagai sebuah masukan. Ada yang langsung bisa kami pakai untuk memperbaiki diri, ada yang belum bisa. Kami sadar dengan semua keterbatasan kami, tidak semua kritikan bisa langsung kami pakai untuk berbenah.

Kami terus melangkah. Dan kami ingin melompat. Salam hangat.

Kepala Suku

One Reply to “Bukan Sekadar Dikenang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.