Sabtu Berdebu

Bagi Anda yang menggeluti dunia situsweb, tentu mengamati perilaku kunjungan pembaca Anda menjadi penting sebagaimana para pemain saham mengamati pergerakan harga saham. Ukurannya sudah bukan per hari tapi per menit bahkan per detik.

Memang ada semacam pengetahuan bersama bahwa pada hari Sabtu dan Minggu, kunjungan akan nisbi sepi. Kenapa? Analisisnya sederhana. Karena liburan. Di saat liburan, ternyata perilaku sebagian besar kelas menengah kita memang benar-benar berlibur, termasuk liburan bermain medsos dan berselancar di dunia maya.

Hanya memang sependek yang saya amati, ada tren balik di hari Minggu malam. Jadi ketika keesokannya mereka masuk, dan sudah liburan selama dua hari, mereka balik lagi aktif. Biasanya dalam kisaran waktu 20.00 ke atas.

Tentu semua itu ada anomali. Kalau tidak, manusia sudah jadi robot. Tak ada kepastian saklek. Dalam pengalaman saya mengamati pergerakan pengunjung Mojok selama 1,5 tahun, juga beberapa situsweb lain yang saya miliki, mungkin ada 10 kali anomali, ketika hari Sabtu. Entah karena apa, orang-orang malah ramai di medsos, dan karena itu juga ramai di kunjungan.

Karena anomali, maka dia tidak bisa dijadikan patokan. Nah, dalam situasi seperti itu, biasanya ada 3 strategi umum.

  1. Dilepas saja. Ngapain diintervensi. Menghabiskan waktu dan sumberdaya, juga sumberdana. Toh pergerakannya tidak signifikan.
  2. Diintervensi secukupnya, semata untuk menghindari tingkat kemelorotan yang fatal, misalnya dari rerata 20.000 menjadi 2.000 atau 3.000.
  3. Diintervensi penuh. Kondisi subjektif dengan kapasitas tertentu akan bisa mengintervensi kondisi objektif.

Semua strategi itu tentu tergantung pada peracik strateginya, dengan mempertimbangkan banyak hal. Mojok misalnya, pernah pakai strategi pertama dan kedua. Dan baru pertama kali, pakai strategi ketiga. Ketika kami mengeluarkan rubrik ‘Bertamu Seru’.

Ada dua hal yang kami pikir. Pertama adalah konten, baik siapa dan bagaimana. Dalam hal ini siapa saja yang akan kami wawancara dan dengan teknik bagaimana kami akan mengeksekusinya. Sebab Mojok bukan Kompas, bukan Tempo, bukan National Geographic, dan bukan Rolling Stone, atau media yang lain. Cara memilih narasumber mungkin bisa sama, tapi cara mengeksekusi wawancara tidak boleh sama dengan mereka.

Kedua, akan dilepas di hari apa. Di titik inilah, kami bertaruh banyak hal. Mestinya, menurut saya, rubrik baru ini dilepas di hari Jumat. Kenapa? Karena jika bagus, resonansinya akan sampai pada hari Minggu, dan hari Senin sudah siap disambut baliknya netizen ke habitat maya mereka. Artinya pula, hari Sabtu bisa sedikit diselamatkan.

Tapi saya berpikir kenapa tidak dicoba hari Sabtu? Ini perjudian yang agak rumit. Kalau amblas, gak akan ada sisa. Kalau bagus, belum tahu bakal seperti apa. Kami belum punya pengalaman soal itu. Masalahnya, kapan kami punya pengalaman kalau tidak pernah dicoba?

Perjudian harus dimulai. Kreativitas adalah hal yang sudah diujicobakan. Kalau masih di angan-angan, itu bukan apa-apa. Belum apa-apa.

Kami taruh telor penting kami di hari Sabtu, sambil berzikir. Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannatsiir…

Jleng!

Visitor berdesakan sampai nyaris penuh. Orang komplain karena gak bisa masuk. Padahal memang ada perbaikan dari server kami. Mungkin pengelola server juga berpikir hari Sabtu paling mungkin memperbaiki server. Soalnya sepi. Sampai menjelang pukul 19.00 semua masih kacau. Kadang ada yang bisa masuk, kadang tidak.

Tapi secara keseluruhan Anda bisa lihat di tabel bawah ini. Hanya ada dua kolom yang abu-abu, selebihnya biru. Page views kami terdongkrak habis.

Dan resonansinya sampai pada hari Senin. Sekarang ini, mulai pukul 11.00 tadi, rubrik Bertamu Seru mulai head to head dengan tulisan Kalis Mardiasih yang sekarang ini sedang menjadi salah satu penulis kesukaan pembaca Mojok.

Apa pelajaran dari semua ini? Berjudi dan berdoa. Itu saja.

One Reply to “Sabtu Berdebu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.