Jambore Mojok 2017

Saya tumbuh bersama sebuah media berbahasa Jawa, kalawarti Jaya Baya. Bagi pembacanya, Jaya Baya dipanggil dengan mesra: Jebeng. Komunitas pembacanya tumbuh dan solid. Hingga ketika media ini tutup, para pembacanya bergerak, terlibat, bekerja keras sampai kemudian Jaya Baya lahir lagi.

Tentu saja Mojok bukan Jaya Baya. Tapi pada banyak hal serupa. Termasuk ketika Mojok tutup. Para pembaca setianya memenuhi timeline Twitter dan menjadi salah satu trending topic teraneh waktu itu. Sebuah petisi online diunggah. Semua perhatian diberikan. Mungkin karena hal itu pula, kurang dari 24 jam ketika Mojok ditutup, berbagai tawaran datang untuk menghidupkan lagi.

Bagi mereka yang pernah aktif atau dekat dengan Mojok pasti tahu hal ini: pembaca Mojok tidak pernah kami anggap sebagai semata visitor-pembaca-kliker. Konten kami gagas dan perbaiki, berdasarkan respons, masukan, dan kritik yang diberikan pembaca kepada kami sebagai pengelola. Di situlah kami makin percaya, pertautan pembaca dengan Mojok yang kuat, adalah modal terbesar kami. Di era dunia maya, kami justru ingin ‘menyatakan apa yang dianggap maya’.

Acara ‘Jambore Pembaca Mojok’ (JPM) ini kami helat dengan kesadaran atas hal itu. Pembaca adalah mesin penggerak utama media ini. Sehingga konten kami rawat dan kami jaga dengan kesadaran utama sebagai pasugatan terbaik untuk pembaca. Membuat pembaca berpikir kritis, punya berbagai perspektif, rileks, dan bahagia, adalah hal yang utama.

Tentu saja kami juga harus tetap tegak di atas bumi realitas dan kapasitas. Tidak semua hal bisa kami sajikan yang terbaik. Tidak semua yang kurang bisa segera kami perbaiki. Termasuk tidak mungkin kami menampung semua pembaca yang ingin bergabung dalam acara JPM.

Informasi juga kami cicil, karena semua persiapan acara tersebut kami lakukan di sela segala tanggungjawab mengelola Mojok. Jadi mohon maaf jika banyak pertanyaan yang belum bisa kami jawab, terlebih menyangkut teknis pelaksanaan. Terlebih jika pertanyaan itu dikirim lewat inboks Facebook saya. Simak saja perkembangan informasinya di sini.

Yang jelas, tentang siapa saja penulis Mojok yang diinginkan pembaca hadir di acara ini sudah kami catat dengan baik. Kini saatnya Anda memberi masukan, komunitas apa saja yang ingin Anda simak perjalanan mereka? Kami berusaha mendatangkan mereka di acara ini untuk berbagi pengalaman dengan Anda. Silakan tulis di kolom komentar…

Terakhir, tidak benar kalau dalam acara ini sekaligus merupakan bagian dari acara pertunangan Agus Mulyadi dengan Kalis Mardiasih. Karena Agus pun bahkan sempat bilang, “Mas, kalau bisa ya Kalis jangan ikut…”

“Kenapa, Gus? Kan banyak masukan dari pembaca yang ingin bertemu dan berbagi dengan Kalis. Kamu cemburu?”

“Sampeyan salah besar…”

“Lha terus?”

“Sampeyan tidak sadar po kalau banyak pembaca Mojok yang juga pengen ketemu aku.”

“Sadar… Terus?”

“Dan sebagian besar dari mereka adalah perempuan.”

“Kamu takut Kalis cemburu?”

“No!”

“Njuk?”

“Ah, kayak Sampeyan nggak pernah muda saja, Mas!”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.